Dirut Prof Starry Rampengan Resmi Nahkodai PERSI Sulut Periode 2026 – 2030

Manado,GN- Bertempat di Four Points Hotel Manado, Jumat (14/8/2026) secara resmi di Lantik Kepengurusan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) dan Majelis Kehormatan Etik Seluruh Indonesia (MAKERSI) Wilayah Sulawesi Utara (Sulut) periode 2026–2030.

 

Acara pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Umum PERSI Pusat, dr. Bambang Wibowo, Sp.OG, Subsp.K.Fm, MARS, FISQua, FCHMC, FISOG, didampingi Ketua MAKERSI Pusat, Prof. Dr. dr. Agus Purwadianto, SH, M.Si., Sp.FM, Subsp.EM(K), DFM.

Sebagaimana terpilih dalam kepengurusan periode ini, Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, Prof. Dr. dr. Starry H. Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, MARS, MH.Kes, dipercaya menjabat sebagai Ketua PERSI Wilayah Sulut.

Sementara itu, posisi Ketua MAKERSI Wilayah Sulut dijabat Dr. dr. Erwin Gidion Kristanto, SH, Sp.FM, Subsp.PF(K), FISQua.

Tema prosesi pelantikan ini “Sehat Bersama, Maju Bersama” menjadi pijakan penting bagi seluruh fasilitas kesehatan di Sulawesi Utara untuk memperkuat mutu pelayanan, tata kelola rumah sakit, keselamatan pasien, serta penegakan etika kedokteran.

Acara diawali dengan laporan Ketua Panitia, dr. Ronaldi E. C. Tumbel, Sp.THT-KL(K), FISQua, dan lanjutkan dengan Seminar Nasional, Workshop, dan Pameran Kesehatan ke-3.

Dirut Prof Starry Rampengan menegaskan jabatan yang diembannya bukan sekadar penghargaan, melainkan tanggung jawab bersama untuk memajukan perumahsakitan di daerah.

Dirut memberikan apresiasi kepada pengurus periode sebelumnya, yakni Dr. dr. Jimmy Panelewen, SpB-KBD dan dr. Ivonne Elisabet Rotty, M.Kes yang sudah hadir dalam prosesi pelantikan hari ini.

“Apa yang kita kerjakan hari ini berdiri di atas fondasi kuat yang telah dibangun oleh pengurus sebelumnya. Hari ini kita mulai bekerja, belajar bersama, dan melangkah bersama,” ujar Dirut.

Dia menyoroti pergeseran paradigma rumah sakit saat ini, di mana sistem rujukan tidak lagi kaku berdasarkan klasifikasi tipe rumah sakit, melainkan berbasis kompetensi, ketersediaan alat medis, dan kesiapan SDM.

Untuk merespons perubahan tersebut kata Dirut, harus menyiapkan tiga langkah konsolidasi praktis bagi PERSI Sulut. Langkah tersebut yakni Penyusunan Alur Rujukan Berbasis Data: Membangun kesepakatan alur rujukan dan rujukan balik antar-rumah sakit di Sulut berdasarkan data kompetensi real, bukan faktor kedekatan.

Jejaring Pengampuan & Transfer Kompetensi: Mendorong kerja sama nyata yang terukur, mencakup penguatan SDM hingga riset bidang kesehatan.

Sinkronisasi Data Berintegritas: Mengintegrasikan sistem informasi guna mempermudah analisis masalah, intervensi medis, dan tata kelola klinis terhadap pola penyakit di daerah.

Kondisi geografis Sulawesi Utara yang terdiri dari wilayah daratan dan kepulauan, lanjut Dirut menjelaskan, harus dijadikan sebagai kekuatan untuk saling melengkapi, bukan saling berkompetisi (growing together).

Secara konkret, PERSI Sulut ke depan akan fokus pada penguatan kapasitas SDM, pembentukan forum diskusi untuk mencari solusi masalah klaim BPJS Kesehatan, serta pendampingan pemenuhan standar sarana rawat inap, khususnya bagi rumah sakit kecil dan di daerah kepulauan.

Mengenai sinergi dengan lembaga etik yang baru dilantik, Prof. Starry optimistis kedua organisasi dapat berjalan beriringan.

“PERSI akan memperjuangkan kepentingan rumah sakit, sedangkan MAKERSI bertugas menjaga agar perjuangan tersebut tetap berada di koridor etik dan tidak kehilangan arah,”tandasnya. (sisco)




Menelisik Cara Dirut Prof Starry Rampengan Telusur di Rumah Sakit

Manado,GN- Direktur Utama RSUP Kandou Manado, Prof. Dr. dr. Starry H. Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, MARS, MH.Kes, Selasa (11/8/2026) kembali melakukan telusur ke sejumlah ruangan.

Turut hadir Direktur Medik dan Keperawatan dr. Wega Sukanto, Sp.B., TKV(K), Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian dr. Yune Laukati, M.Kes, MARS dan Direktur Layanan Operasional Dr. Erwin Sondang Siagian, SSTP., M.Si, beserta para manajer dan asisten manajer.

Tinjauan awal dari ruangan laboratorium patologi anatomi, Instalasi Bedah Sentralr (IBS), IGD, Ruang Tindakan. Di ruangan IGD Dirut menyapa pasien dan keluarga pasien. Selanjutnya Dirut melakukan komunikasi dengan petugas kesehatan di ruangan.

Selanjutnya menuju ke ruangan Resusitasi IGD, Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang ICU, dan layanan rawat jalan, menelusuri setiap titik pelayanan yang menentukan keselamatan pasien.

Dirut Prof Starry Rampengan tidak sekadar memeriksa kelengkapan infrastruktur dan alat kesehatan, namun turun berdialog langsung dengan dokter, perawat, dan petugas medis lain untuk mendengar persoalan nyata di garis depan.

“Kita pastikan tidak ada hambatan bagi pasien. Keselamatan pasien adalah nomor satu,” ucapnya saat berinteraksi dengan tim medis.

Dirut Prof Starry meminta peningkatan disiplin petugas dalam menjalankan protokol pelayanan dan memastikan tindak lanjut setiap temuan berjalan cepat dan tuntas.

Dirut Prof Starry Rampengan juga menyempatkan diri untuk menyapa pasien dan keluarga, memberi semangat serta memastikan kebutuhan medis mereka terpenuhi.

Langkah yang dilakukan oleh Dirut Prof Starry Rampengan mendapat apresiasi dari keluarga pasien. Mereka menyebut kunjungan itu sebagai bukti bahwa manajemen rumah sakit peduli dengan kondisi pasien yang ada di rumah sakit. (sisco)




Dirut Prof Starry Rampengan Rutin Tinjau Ruangan di RSUP Kandou Manado

Manado,GN- Direktur Utama (Dirut) RSUP Kandou Manado Prof Dr dr Starry H Rampengan, SpJP(K),FIHA, MARS kembali melakukan peninjauan di area RSUP Kandou Manado, Selasa (14/7/2026).

Kegiatan rutin Dirut Prof Starry H Rampengan menjadi motivasi bagi setiap pegawai, tenaga kesehatan di lingkungan RSUP Kandou Manado.

Pantauan awak media ini, Dirut awalnya melakukan tinjauan di Irina A bagian bawah kemudian Irina A bagian atas. Di Irina A Dirut terpantau mengecek berbagai fasilitas.

Selanjutnya, Dirut Prof Starry meninjau ruangan Irina A Teratai. Ruangan A Teratai, Dirut terpantau melakukan dialog dengan tenaga kesehatan dan menanyakan kendala dan keperluan di ruangan Irina A Teratai.

Paninjauan lapangan oleh Dirut prof Starry merupakan komitmen untuk terus menjaga pelayanan di RSUP Kandou Manado tetap berjalan lancar.

Turut hadir dalam kegiatan telusur ini, diantaranya Direktur Medik dan Keperawatan dr Wega Sukanto, para Manager serta asisten Manager di RSUP Kandou Manado. (sisco)




Hadirkan Pakar Retina Mancanegara, RSUP Kandou Manado Gelar Webinar Internasional Bahas Diabetic Retinopathy

Manado,GN – RSUP Prof Dr RD Kandou Manado menggelar Ophthalmology Webinar Series 2026 – International Edition dengan tema All About Diabetic Retinopathy: From Early Detection to Management.

Kegiatan ilmiah internasional ini menjadi wadah pertukaran ilmu pengetahuan dan pengalaman klinis antara para pakar retina dari Indonesia dan mancanegara, sekaligus memperkuat kolaborasi internasional dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya di bidang vitreoretina dan penatalaksanaan diabetic retinopathy di Indonesia.

Direktur Utama (Dirut) RSUP Kandou Manado Prof Dr dr Starry H Rampengan, SpJP(K)., FIHA, MARS, secara resmi membuka kegiatan webinar tersebut. Dalam sambutannya Dirut menegaskan pentingnya pengembangan kompetensi tenaga kesehatan melalui pendidikan berkelanjutan dan kolaborasi global guna menghadapi meningkatnya angka diabetes mellitus beserta komplikasi kebutaan akibat diabetic retinopathy.

Turut mendukung kegiatan webinar ini Direktur SDM, Pendidikan, dan Umum RSUP Prof Dr RD Kandou Manado, dr Yune Laukati, MARS, bersama jajaran Unit Pendidikan dan Pelatihan, termasuk Ns Jimmy Kamagi, S.Kep, selaku Plt Asisten Manajer Pelatihan, yang berperan dalam mendukung terselenggaranya kegiatan ilmiah ini.

Acara dipandu oleh dr Raul Christianus Zachawerus, SKed,Health Ambassador of North Sulawesi 2026, dengan sesi ilmiah dimoderatori oleh Dr dr Ni Made Ari Suryathi, M.Biomed, SM(K) dari RSUP Prof Dr IGNG.Ngoerah Denpasar.

Webinar menghadirkan empat pakar retina terkemuka dari tiga negara (Indonesia,Singapure, India) yang membahas perkembangan terbaru dalam diagnosis dan tata laksana diabetic retinopathy.

Dari Indonesia, hadir Dr dr Gitalisa Andayani, SpM(K),Kepala Divisi Vitreoretina RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, yang membawakan materi mengenai advanced retinal imaging dan deteksi dini diabetic retinopathy.

Materi mengenai strategi farmakologis dalam penatalaksanaan diabetic retinopathy disampaikan oleh Dr dr Ade John Nursalim, MM, MARS, SpM, ChM, FICS, Ketua Departemen Oftalmologi RSUP Prof Dr RD Kandou Manado, yang selama ini aktif mengembangkan berbagai kegiatan ilmiah dan kolaborasi internasional di lingkungan Departemen Oftalmologi.

Dari India, webinar menghadirkan Dr A Syed Mohideen Abdul Khadar, MBBS, MS, Head of the Department of Ophthalmology and Vitreoretina Services, Aravind Eye Hospital, India, yang membagikan pengalaman mengenai tantangan bedah pada diabetic retinopathy stadium lanjut berdasarkan pengalaman salah satu pusat layanan mata terbesar di dunia.

Sementara itu, perspektif internasional dari Singapura disampaikan oleh Dr Yuen Yew Sen, MBBS, MMed, FAMS,Consultant Vitreoretinal Surgeon, National University Hospital (NUH), Singapore, melalui pembahasan mengenai real-world diabetic retinopathy management berbasis kasus klinis dan pengalaman praktik sehari-hari.

Melalui webinar ini, para peserta memperoleh pembaruan ilmu mengenai deteksi dini diabetic retinopathy, penggunaan teknologi pencitraan retina terkini, terapi farmakologis modern, tata laksana bedah vitreoretina, hingga berbagai pendekatan berbasis bukti dalam menangani kasus-kasus kompleks.

Penyelenggaraan Ophthalmology Webinar Series 2026 – International Edition merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan RSUP Prof Dr RD Kandou Manado untuk terus memperkuat jejaring akademik internasional, meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan, serta mendorong implementasi pelayanan oftalmologi yang semakin berkualitas, inovatif, dan berbasis bukti ilmiah demi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat Indonesia, khususnya dalam bidang retina dan diabetic retinopathy.

Dengan menghadirkan pakar-pakar nasional dan internasional dalam satu forum ilmiah, RSUP Prof Dr RD Kandou Manado berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana transfer ilmu pengetahuan, mempererat kolaborasi lintas negara, serta menghasilkan dampak nyata dalam upaya pencegahan kebutaan akibat diabetes melalui pelayanan retina yang lebih baik di Indonesia.(*/sisco




PITSTOP Akreditasi Extra Day, Dirut Prof Starry Rampengan: Akreditasi Adalah Bagian dari Budaya Kerja

Manado,GN – Tim Akreditasi RSUP Prof Dr RD Kandou Manado menggelar PITSTOP Akreditasi Extra Day di Auditorium Lantai 2 RSUP Kandou, Jumat (03/07/2026). Kegiatan berlangsung pukul 08.30 selesai pada pukul 15.00 wita. Peserta yang ikut dalam kegiatan ini yakni pegawai dari berbagai unit kerja di lingkungan RSUP Kandou.

Peserta yang hadir dalam kegiatan ini diwajibkan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan. Selain itu, seluruh peserta diminta mengunduh e-book “Panduan Praktis Menuju Mutu Berkelanjutan” sebagai bahan pembelajaran, mengenakan kartu identitas (ID Card), melakukan check-in 15 menit sebelum kegiatan dimulai, serta mematuhi seluruh tata tertib selama pelaksanaan berlangsung.

“Kegiatan ini wajib diikuti oleh seluruh civitas RSUP Kandou Manado. Target keikutsertaan yang kami tetapkan minimal mencapai 85 persen dari total pegawai. Namun kami berharap seluruh pegawai dapat berpartisipasi karena akreditasi bukan hanya menjadi tanggung jawab tim akreditasi, melainkan tanggung jawab bersama seluruh insan rumah sakit,” ujar salah satu anggota Tim Akreditasi RSUP Kandou.

Dia menjelaskan bahwa kegiatan PITSTOP Akreditasi Extra Day merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh pegawai memiliki pemahaman yang sama terhadap standar akreditasi yang akan diterapkan di rumah sakit.

Dia mengatakan peran aktif seluruh pegawai menjadi faktor penting dalam membangun budaya mutu dan keselamatan pasien yang berkelanjutan di RSUP Kandou Manado.

Pada kesempatan itu, Direktur Utama RSUP Prof Dr RD Kandou Manado, Prof Dr dr Starry Rampengan, SpJP(K).FIHA., MARS menegaskan akreditasi bukan sekadar proses penilaian untuk memperoleh predikat, tetapi merupakan komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu, aman, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

“Akreditasi adalah bagian dari budaya kerja yang harus kita bangun bersama. Seluruh pegawai, tanpa terkecuali, harus memahami standar yang berlaku dan menerapkannya dalam pelayanan sehari-hari. Saya mengajak seluruh civitas RSUP Kandou untuk mengikuti kegiatan PITSTOP Akreditasi ini dengan sungguh-sungguh, sehingga kita semakin siap menghadapi survei akreditasi dan mampu mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegas Dirut Prof Starry Rampengan.

Keberhasilan akreditasi hanya dapat dicapai melalui kerja sama seluruh unsur rumah sakit, mulai dari tenaga medis, tenaga kesehatan, hingga tenaga pendukung lainnya.

Dengan adanya kegiatan PITSTOP Akreditasi Extra Day, manajemen RSUP Kandou berharap seluruh pegawai semakin memahami implementasi standar akreditasi dalam setiap aspek pelayanan. (*/sisco)




Buka Kegiatan Proctorship Kardiovaskular, Dirut Prof Starry Rampengan: Kegiatan Ini Sebagai Langkah Strategis

Manado,GN – Bertempat di Gedung Jantung Cardiovascular and Brain Center (CVBC) RSUP Kandou, Senin (29/6/2026) Direktur Utama RSUP Kandou, Prof Dr dr Starry Rampengan, SpJP(K), FIHA, MARS membuka kegiatan Proctorship Kardiovaskular. Kegiatan ini merupakan kerjasama RSUP Prof Dr RD Kandou Manado dan RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta.

Dr Taofan, SpJP(K), FIHA, FICA, FAsCC, FSCAI dari RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita dihadirkan sebagai proktor utama. Pelaksanaan kegiatan ini didampingi oleh Ns Johansah, SKep dan Yuyun Pamungkas, SKep, Ners.

Direktur Utama RSUP Kandou Manado, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terus terjalin antara RSUP Kandou dan RS Jantung Harapan Kita. Menurutnya, kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta pelayanan jantung dan pembuluh darah di RSUP Kandou Manado.

“Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan melalui transfer ilmu dan pengalaman dari para ahli. Harapannya, pelayanan kardiovaskular di RSUP Kandou semakin berkembang sehingga masyarakat di Sulawesi Utara dan kawasan Indonesia Timur dapat memperoleh layanan kesehatan yang berkualitas tanpa harus dirujuk ke luar daerah,”kata Dirut.

Proctorship merupakan bagian dari upaya peningkatan kompetensi tenaga medis melalui pendampingan langsung oleh para ahli, sekaligus menjadi sarana transfer pengetahuan dan keterampilan dalam penanganan kasus-kasus kardiovaskular yang kompleks.

Kegiatan ini menjadi rangkaian awal dari kolaborasi yang kemudian dilanjutkan dengan tindakan medis bersama pada pasien-pasien yang membutuhkan penanganan khusus. RSUP Kandou Manado terus berkomitmen menghadirkan pelayanan jantung yang semakin maju, berkualitas, dan berstandar nasional. (*/sisco)

 




Dirut Prof Starry Rampengan Terima Penghargaan dari Kanwil DJKN Kemenkeu RI

Manado,GN– Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (Kanwil DJKN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Maluku Utara (Suluttenggomalut) Kamis (25/6/2026), di Gedung Keuangan Negara Manado menggelar ajang Bentenan Award 2026.

Dalam kesempatan itu, Kanwil DJKN Suluttenggomalut memberikan penghargaan kepada RSUP Prof Dr RD Kandou Manado sebagai Mitra Strategis dalam Optimalisasi Pengurusan Piutang Negara Tahun 2025.

 

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas sinergi dan dukungan RSUP Kandou Manado dalam mendukung optimalisasi pengelolaan serta pengurusan piutang negara sepanjang periode penilaian kinerja tahun 2025.

Direktur Utama RSUP Prof Dr RD Kandou Manado, Prof Dr dr Starry Rampengan, SpJP(K), FIHA, MARS menerima langsung Penghargaan tersebut.

Untuk diketahui, Kanwil DJKN Suluttenggomalut sebagai instansi vertikal Direktorat Jenderal Kekayaan Negara memiliki tugas melaksanakan koordinasi, bimbingan teknis, supervisi, pengendalian, evaluasi, dan pelaksanaan tugas di bidang kekayaan negara, penilaian, piutang negara, serta lelang. Keberhasilan pelaksanaan tugas tersebut tidak terlepas dari sinergi yang terjalin dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk RSUP Kandou Manado.

Direktur Utama RSUP Kandou Manado menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan Kanwil DJKN Suluttenggomalut. Penghargaan tersebut kata Dirut, menjadi motivasi bagi RSUP Kandou Manado untuk terus meningkatkan tata kelola keuangan dan aset negara secara profesional dan akuntabel.

“Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran RSUP Kandou dalam mendukung tata kelola keuangan negara yang baik. Kami mengucapkan terima kasih kepada Kanwil DJKN Suluttenggomalut atas kepercayaan dan apresiasi yang diberikan. Ke depan, kami akan terus memperkuat sinergi serta berkomitmen menjalankan pengelolaan keuangan, aset, dan piutang negara secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Dirut.

Lanjut Dirut mengatakan, kolaborasi yang baik antara instansi pemerintah menjadi faktor penting dalam mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas serta mendukung terciptanya tata kelola pemerintahan yang efektif dan berintegritas.

Penghargaan yang diterima RSUP Kandou Manado menjadi bukti komitmen rumah sakit dalam mendukung tata kelola keuangan negara yang akuntabel, transparan, dan berkelanjutan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Perencanaan dan Keuangan Ekwanto, SE.Ak, MM,Manajer Tata Usaha dan Rumah Tangga Novi Rapar, ST, Plt.
Asisten Manajer BMN Djunarto, S.Si.
serta Asisten Manajer Mobilisasi Dana Yeheskiel Dondokambey, SE, MM.(sisco)




RSUP Kandou Manado dan Pemkab Minsel Jalin Kerjasama Pemenuhan Dokter Spesialis di RSUD Amurang

Manado,GN- Kunjungan kerja Bupati Minahasa Selatan (Minsel), Franky Donny Wongkar, SH, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Minsel, Rabu (3/6/2026) di terima langsung Direktur Utama (Dirut) RSUP Prof Dr RD Kandou Manado, Prof Dr dr Starry H. Rampengan, SpJP(K), FIHA, MARS, MH.Kes.

Dalam pertemuan penting di ruang kerja Dirut RSUP Kandou Manado ini dengan agenda utama pembahasan kerja sama strategis serta permintaan bantuan pemenuhan Sumber Daya Manusia (SDM) dokter spesialis dari RSUP Kandou Manado.

Permintaan tenaga kesehatan dokter spesialis ini, untuk ditempatkan di RSUD Amurang, Minahasa Selatan. Kerjasama Pemkab Minsel dengan RSUP Kandou ini guna mengoptimalkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah tersebut.

“Kami menyambut baik kehadiran Pak Bupati bersama jajaran. Sebagai rumah sakit rujukan nasional di Sulawesi Utara, RSUP Kandou berkomitmen penuh untuk mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan di daerah, termasuk dalam hal pemenuhan kebutuhan dokter spesialis di RSUD Amurang,” kata Dirut Prof. Starry.

Sementara itu, ditempat yang sama Bupati Minsel Franky Donny Wongkar, SH, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam atas sambutan hangat dari pihak manajemen RSUP Kandou. Bupati berharap kolaborasi ini dapat segera terealisasi demi menjawab kebutuhan masyarakat Minsel akan pelayanan medis yang lebih spesifik dan berkualitas kedepannya.

Turut hadir dalam pertemuan itu, Direktur Layanan Operasional, Dr. Erwin Sondang Siagian, SSTP, M.Si, serta Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian, dr. Yune Laukati, MARS. (sisco)




Dirut Prof Starry Rampengan Buka Orientasi dan Pelatihan Mahasiswa Gizi Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Manado,GN — Bertempat di RSUP Prof Dr RD Kandou Manado, Senin (11/05/2026) di laksanakan kegiatan Orientasi Pendidikan dan Pelatihan Basic Human Development (BHD), PMKP, PPI, K3RS serta Pelayanan Prima bagi mahasiswa Program Studi Diploma Tiga Gizi Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Gorontalo.

Direktur Utama (Dirut)Prof. Dr. Starry Rampengan, Sp.JP(K), FIHA,MARS, M.Kes, membuka langsung kegiatan tersebut, dan di dampingi Manager Tim Kerja Pendidikan dan Pelatihan Frets Melope, SE,M.Si serta perwakilan dari politeknik Gizi Gorontalo.

Dirut Prof Starry Rampengan menekankan pentingnya kompetensi mahasiswa gizi dalam menunjang kualitas pelayanan rumah sakit, khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan makanan bagi pasien.

“Adik-adik peserta didik nantinya akan bersentuhan langsung dengan pasien. Kompetensi yang dimiliki sangat menentukan quality control dalam pelayanan gizi rumah sakit,” kata Dirut.

Dirut mengatakan, penyajian makanan, penyimpanan hingga pengelolaan makanan yang higienitas harus dilakukan sesuai standar kesehatan dan yang berlaku.

Lebih lanjut Dirut menjelaskan bahwa transformasi kesehatan saat ini juga mencakup peningkatan kualitas layanan gizi, sehingga mahasiswa dituntut mampu memahami proses penyiapan makanan sehat, berkualitas, higienis dan tertata dengan baik. Sambil Dirut mengingatkan pentingnya penerapan pelayanan prima melalui budaya 5S yakni senyum, sapa, salam, sopan dan santun selama menjalani praktik kerja lapangan.

“Dalam melakukan praktik kerja lapangan, adik-adik mahasiswa harus melaksanakannya dengan benar dan penuh tanggung jawab,” ucapnya.

“Pada prinsipnya RS Kandou akan memberikan yang terbaik lewat tim pengajar yang sangat berkompeten, sehingga apa yang didapat di sini bisa dibawa dan diterapkan saat adik-adik bekerja nanti,”tutup Dirut.

Diketahui Pelatihan ini berlangsung 11 hingga 13 Mei 2026 dan dilanjutkan 18 hingga 19 Mei 2026 mulai pukul 08.00 WITA hingga selesai. (sisco)

 




Perdana di Sulut, RSUP Kandou Manado Berhasil Lakukan tindakan First Pulsed Field Ablation (PFA) Cases Bagi 4 Pasien

Manado,GN -Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Dr RD Kandou Manado adalah satu – satunya rumahsakit perdana di Sulawesi Utara, sukses melakukan tindakan First Pulsed Field Ablation (PFA) Cases, berkolaborasi dengan Indonesian Heart Rhythm Society (InaHRS), Jumat (30/04/2026).

Tindakan medis ini dilakukan kepada empat pasien dengan rentang usia yang cukup lebar, mulai dari remaja berusia 13 tahun hingga dewasa berusia 50 tahun, di Gedung CVBC RSUP Kandou Manado

Untuk tiga pasien dilakukan tindakan Kamis 30 April 2026, sementara satu pasien lainnya dijadwalkan tindakan medis Jumat 01 Mei 2026.

Metode PFA merupakan teknologi terbaru dalam dunia medis untuk menangani aritmia atau gangguan irama jantung.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) RSUP Kandou  Prof. Dr. dr. Starry Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, MARS, MKes, saat konferensi pers dengan sejumlah media mengatakan, terobosan ini menandai babak baru penanganan jantung yang lebih efisien dan modern di Sulawesi Utara.

“Minggu ini kami melakukan tindakan ablasi dengan metode tercanggih. Alatnya sudah diadakan, namanya Pulsed Field Ablation. Ini adalah kali pertama metode tersebut diterapkan di Sulawesi Utara,” ujar Prof Starry.

Ditempat yang sama, Ketua Panitia dari InaHRS, dr. Erika Maharani, Sp.JP(K), menjelaskan bahwa masyarakat sering kali menyepelekan gejala jantung berdebar. Padahal, gangguan irama jantung, baik terlalu lambat maupun terlalu cepat, memerlukan penanganan serius.

Untuk itu, Dia menjelaskan, selama ini jumlah spesialis aritmia di Indonesia memang masih sangat terbatas.Di seluruh Pulau Sulawesi saja, tercatat hanya ada sekitar lima spesialis.

“Sulut harus berbangga karena memiliki satu spesialis di antaranya, dr. Benny Setiadi, Sp.JP(K), bahkan, dalam waktu dekat bisa bertambah satu lagi spesialis,” jelasnya.

Dengan kehadiran teknologi PFA di RSUP Kandou tentu diharapkan membawa harapan baru bagi warga Sulawesi Utara dan sekitarnya.Metode terbaru ini jauh lebih efisien dan cepat. Tingkat keberhasilannya lebih tinggi dan tingkat keamanannya bagi pasien sangat terjaga.

Untuk diketahui, dalam tindakan perdana ini, dr. Benny Setiadi, Sp.JP(K), menjadi satu-satunya spesialis aritmia di Sulawesi Utara yang melakukan tindakan Pulsed Field Ablation.Dengan dukungan penuh dari para ahli di InaHRS bersama timnya, tindakan kali ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat layanan aritmia di Sulawesi Utara.

“Saya berterima kasih karena mendapat dukungan dari RSUP Kandou, khususnya Dirut Starry, dan juga dari perhimpunan InaHRS,” ucap dr Benny. (sisco)