Poltekes Kemenkes Manado Gelar Pengabdian Kepada Masyarakat PPDM Tahun 2026 di Desa Kalasey Dua Mandolang

Manado,GN- Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekes Kemenkes) Manado melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada masyarakat, Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM).

Kegiatan tersebut menyangkut tentang Pelatihan Pengembangan Produk Daun Kelor Pada Remaja Dalam Upaya Mengatasi Anemia Remaja Putri di Desa Kalasey dua Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa.

Tim dosen yang ikut melaksanakan kegiatan ini yakni Ketua Nita R. Momongan,S.Pd,SST,M.Si (NIDN 4018017201), anggota Ana B. Montol,S.Pd,M.Si NIDN (4017086601)
Henry S. Imbar,S.Pd.,M.Kes (NIDN 4025096801), Olfie Sahelangi,S.Pd,M.Si (NIDN 4010107301).

Desa Kalasey Dua adalah salah satu desa yang terletak di wilayah administratif Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara yang merupakan desa mitra pembinaan Poltekkes Kemenkes Manado.

Berdasarkan wilayah pelayanan kesehatan desa Kalasey Dua bagian dari wilayah pelayanan Puskesmas Tateli Kabupaten Minahasa. Desa Kalasey dua saat ini merupakan desa Binaan Poltekkes Kemenkes Manado yang masih banyak ditemukan masalah kesehatan termasuk masalah anemia pada anak remaja dan ibu hamil.

Terdapat berbagai fasilitas umum yang ada di desa Kalasey dua, seperti sekolah, rumah ibadah, perkantoran,tempat usaha kuliner, dan tempat usaha lainnya. Desa Kalasey Dua memiliki satu buah sarana umum untuk pelaksanaan Posyandu.

Menurut World Health Organization WHO di tahun 2023 sebanyak (30,7%) perempuan berusia 15-49 tahun mengalami anemia. Berdasarkan data survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 menunjukan anemia di Indonesia menurut karakteristik umur 15-24 tahun sebesar (15,5%), dan prevalensi anemia pada perempuan Indonesia (18%). Berdasarkan data SKI 2023 tersebut, remaja putri yang tidak meminum tablet tambah dara sebanyak (33,96%)6).
Salah satu upaya yang dilakukan untuk mencegah anemia pada remaja putri adalah memanfaatkan tanaman lokal sebagai pangan fungsional yang ada disekitar tempat tinggal masyarakat yaitu daun kelor (moringo oliefera). Daun kelor memiliki kandungan zat besi sebanyak 28,2 mg/100 gram serbuk daun8).

Pengembangan produk aneka produk olahan daun kelor dapat memberikan nilai tambah dalam pemanfaatannya untuk meningkatkan nilai gizi yang memberi kontribusi terhadap pencegahan dan penyembuhan pada kasus anemia gizi. Fortifikasi dari beberapa mikronutrien pada minuman dapat menurunkan resiko terjadinya anemia defisiensi besi dan anemia gizi besi.

Berdasarkan analisis permasalahan tersebut, masyarakat di desa Kalasey dua lebih khusus remaja puteri perlu diberikan edukasi yang benar tentang permasalahan anemia pada remaja puteri. Pemberian edukasi tentang makanan yang baik untuk mencegah anemia berupa pelatihan pengolahan menu berbahan dasar daun kelor.

Dalam pelatihan ini juga, peserta akan mempraktekan bagaimana cara mengolah menu berbahan dasar daun kelor.Dengan diberikannya edukasi yang benar kepada remaja puteri sehingga mereka bisa langsung mempraktekan pola makan yang baik untuk mencegah terjadinya anemia pada remaja puteri. Peserta juga dapat meneruskan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam mengolah makanan dengan berbahan dasar daun kelor kepada keluarga dan teman-teman sebaya.

Sementara itu, tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pelatihan dalam bentuk edukasi untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan melalui pemberian materi, konseling dan demonstrasi kepada remaja puteri/siswa di Desa Kalasey dua Kabupaten Minahasa.

Dalam kegiatan ini diharapkan solusi untuk mengatasi permasalahan penyakit anemia remaja puteri dan permasalahannya di desa Kalasey Dua Kecamatan Mandolang Wilayah Puskesmas Tateli Kabupaten Minahasa.
Pemberian edukasi berupa pelatihan remaja puteri diharapkan juga dapat mencegah terjadinya masalah anemia di desa Kalasey Dua.

Kegiatan PkM dilakukan dalam bentuk edukasi dengan memberikan pelatihan kepada remaja puteri di desa Kalasey dua dengan memberikan informasi dan menu makanan untuk mencegahan dan menanggulangi anemia. Pelatihan ini disertai dengan praktek pembuatan makanan sesuai berbahan dasar daun kelor.

Dalam tahapan pelaksanaan kegiatan PkM yaitu melakukan intervensi PkM dalam bentuk memberikan pelatihan pada remaja puteri yaitu siswa SMP 4 Pineleng Kalasey sehingga mereka bisa lebih memahami tentang pembuatan menu dan pola makan yang baik pada penderita anemia sehingga akan diteruskan kepada keluarga dan teman-teman.

Pemberian pelatihan mengikuti modul dan buku resep yang sudah dibuat berdasarkan hasil kajian dan hasil riset yang telah dilakukan. Teknik pelatihan yaitu pemberian materi dalam bentuk ceramah dan diskusi serta praktek membuat menu makanan dan melakukan konseling.

Pemberi materi dalam pelatihan ini adalah Tim pengabmas yang berjumlah empat (4) orang dibantu oleh mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Manado yang berjumlah tiga (3) orang.

Pelatihan ini disertai dengan demonstrasi pembuatan makanan sesuai resep-resep bagi penderita anemia. Pelatihan dilakukan selama tiga hari di balai pertemuan umum desa Kalasey dua. Peserta pelatihan berjumlah 40 orang yang terdiri dari siswa remaja puteri.

 

Peserta yang mengikuti pelatihan dibekali dengan ilmu pengetahuan tentang anemia pada Wanita usia subur/remaja puteri serta pola makan yang baik bagi penderita anemia. Peserta diberikan juga modul dan buku resep sesuai materi yang akan diberikan. Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang sudah diterima kepada keluarga dan teman-teman remaja puteri.

Pada awal dan akhir kegiatan pelatihan dilakukan evaluasi berupa pretest dan postest untuk mengetahui keberhasil kegiatan pelatihan dan kesiapan peserta pelatihan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Kegiatan PkM dilaksanakan pada bulan Agustus 2026.

Untuk keberlanjutan program ini, maka selain peserta pelatihan yang diberikan modul dan buku resep, masyarakat atau keluarga yang memiliki Wanita usia subur di desa Kalasey dua juga akan diberikan modul dan buku resep supaya menjadi acuan keluarga dalam pemberian pola makan yang baik bagi untuk mencegah dan menanggulangi anemia pada remaja puteri. (*/sisco)




Poltekes Kemenkes Manado Gelar Pengabdian Kepada Masyarakat PPDM Tahun 2026 di Desa Kalasey Dua Mandolang

Manado,GN- Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekes Kemenkes) Manado melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada masyarakat, Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM).

Kegiatan tersebut menyangkut tentang edukasi gizi dan kesehatan dengan pengembangan resep pada masyarakat dan tokoh agama untuk mengatasi penyakit Diabetes Melitus di Desa Kalasey Dua Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa.

Tim dosen yang ikut melaksanakan kegiatan ini yakni Ketua Henry S. Imbar,S.Pd.,M.Kes (NIDN 4025096801), Anggota Jufri Sineke,S.Pd,M.Si (NIDN 4024066401), Nita R. Momongan, S.Pd, SST,M.Si (NIDN 4018017201), Cinthia Isima,M.Kes.

Desa Kalasey Dua adalah salah satu desa yang terletak di wilayah administratif Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara, yang merupakan desa mitra pembinaan Poltekkes Kemenkes Manado.

Berdasarkan wilayah pelayanan kesehatan, desa Kalasey Dua bagian dari wilayah pelayanan Puskesmas Tateli Kabupaten Minahasa.

Desa Kalasey dua merupakan desa Binaan Poltekkes Kemenkes Manado yang masih banyak ditemukan masalah kesehatan termasuk masalah penyakit tidak menular.

Dalam kehidupan bermasyarakat penduduk desa Kalasey dua taat dalam kehidupan beragama. Dan beridentitas kuat terhadap kebudayaan setempat. Terdapat berbagai fasilitas umum yang ada, seperti sekolah, rumah ibadah, perkantoran, tempat usaha kuliner, dan tempat usaha lainnya.

Masyarakat desa Kalasey dua sejak berdiri sampai saat ini kehidupan pola hidup masyarakat banyak dipengaruhi oleh tokoh-tokoh agama. Kehidupan keagamaan berperan penting dalam kehidupan masyarakat.

Desa Kalasey Dua terhampar di antara perbukitan yang hijau dan subur yang memberikan pemandangan yang memukau serta berdekatan dengan daerah pantai.

Berdasarkan analisis permasalahan tersebut, masyarakat lebih khusus tokoh-tokoh masyarakat tokoh agama termasuk tim penggerak PKK perlu diberikan edukasi yang benar tentang permasalahan penyakit DM. Pemberian edukasi berupa pengembangan resep makanan yang baik untuk mencegah dan menanggulangi permasalahan penyakit DM di Masyarakat.

Dengan diberikannya edukasi yang benar kepada tokoh masyarakat dan tokoh agama termasuk tim penggerak PKK, sehingga mereka bisa meneruskan kepada masyarakat yang ada di Desa Kalasey Dua.

Tokoh masyarakat dan tim penggerak PKK yang banyak bersentuhan dengan masyarakat dapat memberikan edukasi yang benar tentang pencegahan dan penanggulangan penyakit DM di Masyarakat khususnya di desa Kalasey dua.

Demikian juga tokoh agama dapat meneruskan pesan dan informasi yang benar tentang pencegahan dan penanggulangan penyakit DM kepada jemaat/umat yang mereka pimpin sehingga terjadi perubahan perilaku makan dan dapat menurunkan angka kejadian penyakit DM di desa kalasey Dua wilayah Puskesmas Tateli Kabupaten Minahasa.

Sementara untuk tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pelatihan dalam bentuk edukasi melalui pemberian materi, konseling dan demonstrasi pengembangan resep makanan penderita DM kepada tokoh masyarakat dan tokoh agama termasuk tim penggerak PKK di Desa Kalasey dua.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan ada solusi untuk mengatasi permasalahan penyakit diabetes melitus.

Pemberian edukasi berupa pelatihan bagi tokoh masyarakat dan tokoh agama termasuk tim penggerak PKK diharapkan dapat mencegah terjadinya penyakit DM di desa Kalasey Dua. Kegiatan ini juga dapat merubah penderita DM untuk menjalankan pola makan yang sehat.

Pelatihan ini disertai dengan demonstrasi pembuatan makanan sesuai resep bagi penderita DM. Tahap pelaksanaan kegiatan PkM yaitu melakukan intervensi PkM dalam bentuk memberikan pelatihan pada tokoh agama dan tokoh masyarakat termasuk tim guru-guru dan penggerak PKK sehingga mereka bisa lebih memahami tentang pemberian makanan pada penderita DM yang baik sehingga akan diteruskan kepada masyarakat.

Pemberian pelatihan mengikuti modul dan buku resep yang sudah dibuat berdasarkan hasil kajian dan hasil riset yang telah dilakukan. Teknik pelatihan yaitu pemberian materi dalam bentuk ceramah dan diskusi serta praktik melakukan konseling. Pemberi materi dalam pelatihan ini adalah Tim pengabmas yang berjumlah empat orang dibantu oleh mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Manado yang berjumlah tiga orang.

Pelatihan ini disertai dengan demonstrasi pembuatan makanan sesuai resep-resep bagi penderita DM. Pelatihan dilakukan selama dua hari di SMP 4 Pineleng Kalasey. Peserta pelatihan berjumlah 25 orang yang terdiri dari tokoh agama dan tokoh Masyarakat, guru-guru, kader Kesehatan desa kalasey Dua termasuk tim penggerak PKK.

Peserta tokoh agama berasal dari perwakilan pimpinan agama yang di lokasi mitra yaitu pimpinan umat Kristen, Katolik, dan Islam.

Kegiatan persiapan, pelaksanaan pelatihan dan evaluasi kegiatan dilaksanakan selama bulan Agustus 2026.Peserta yang mengikuti pelatihan dibekali dengan ilmu pengetahuan tentang resep makanan untuk penderita DM serta pola makan yang baik bagi penderita DM.

Peserta diberikan juga modul dan buku resep sesuai materi yang akan diberikan. Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang sudah diterima kepada masyarakat dan jemaat/umat bagi tokoh agama.

Tokoh agama dan tokoh masyarakat termasuk tim penggerak PKK bisa melakukan edukasi langsung ke masyarakat dalam pertemuan dan berkunjung kerumah keluarga yang menderita penyakit DM.

Untuk tokoh agama mereka dapat memberikan edukasi kepada umat/jemaat pada saat melakukan ceramah/khotbah atau kegiatan keagamaan lainnya.

Pada awal dan akhir kegiatan pelatihan dilakukan evaluasi berupa pretest dan postest untuk mengetahui keberhasilan kegiatan pelatihan dan kesiapan peserta pelatihan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.

Untuk keberlanjutan program ini, maka selain peserta pelatihan yang diberikan modul dan buku resep, masyarakat atau keluarga yang memiliki anggota keluarga penderita DM di Kecamatan Mandolang. (*/sisco)

 

 

 




Ini Pesan Dirut Prof Starry Rampengan Saat Membuka Orientasi Diklat Prodi Profesi Ners Poltekes Manado

Manado,GN- Direktur Utama (Dirut) RSUP Prof Dr RD Kandou Manado Prof Dr dr Starry Rampengan,SpJP(K), FIHA,MARS, M.H.Kes membuka secara resmi kegiatan Orientasi pendidikan dan pelatihan (Diklat) BHD,K3RS,PMKP, PPI dan pelayanan prima bagi mahasiswa Program pendidikan (Prodi) profesi Ners Poltekes Kemenkes Manado, Selasa (28/7/2026).Kegiatan pembukaan orientasi Diklat ini di pusatkan di gedung utama lantai dua RSUP Kandou Manado.

Wakil Direktur 1 bidang akademik Poltekes Kemenkes Manado, Samuel Tambuwun, M.Kes menyampaikan terimakaih atas segala dukungan RSUP Kandou Manado dalam kegiatan orientasi Diklat ini.

“Terimakasih banyak atas support yang diberikan oleh RSUP Kandou Manado kepada Poltekes Manado. Tentunya kami.merasa bahwa Rumah Sakit Kandou Manado sangat mensuport dalam kegiatan ini,” kata Tambuwun.

Dia berharap, kerjasama yang selama ini sudah terjalin dengan baik, dapat berlanjut terus menerus. ” Kerjasama ini, kami berharap terus berlanjut, Sekali lagi kami sampaikan banyak terimakasih atas suportnya, dan ini sangat luar biasa,” ujarnya.

Tambuwun berpesan kepada mahasiswa yang ikut orientasi Diklat, agar mengikuti setiap materi secara teratur. “Tentu dalam mengikuti pelatihan ini kami mengikuti regulasi yang ada di RSUP Kandou. Untuk itu mohon arahan dari pak Direktur utama RSUP Kandou Manado sekaligus membuka kegiatan orientasi ini secara resmi,” tukas Tambuwun.

Sementara itu, Dirut dalam sambutannya mengatakan RSUP Kandou Manado terus memberikan layanan prima. Pelayanan disini kata Dirut, membutuhkan kerja yang cepat. Gercep dalam melakukan tindakan pertama ketika pasien dalam keadaan darurat untuk melakukan pertolongan.

Lanjut Dirut mengatakan Mahasiswa yang ikut dalam kegiatan orientasi Diklat merupakan investasi sumber daya manusia, sehingga Dirut berpesan agar senantiasa mengikuti materi dengan baik, rajin berdiskusi dan menaati semua ketentuan aturan yang berlaku.

“Anda ini adalah Investasi Sumber daya manusia. Tentu kami berharap adik – adik peserta mengikuti secara serius dan rajin – rajin berdiskusi dan memiliki etitute yang baik untuk menaati segala aturan yang berlaku. Dengan  memanjatkan puji syukur kepada Tuhan, kegiatan orientasi dibuka secara resmi,” tandas Dirut Prof Starry Rampengan, disambut dengan tepuk tangan meriah seluruh peserta.

Turut hadir Direktur DSM, Pelatihan dan Penelitian dr Yune Laukati,M.Kes, Plt Manager Diklat Frets Melope,SE.M.Si, Para Dosen Poltekes Kemenkes Manado. (sisco)




Belajar di RSUP Kandou Manado, Ini Pesan Dirut Prof Dr dr Starry Rampengan Kepada Mahasiswa Poltekes Kemenkes Gorontalo

Manado,GN- Mulai 1-4 September 2025, Mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Gizi dan Dietetika Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan (Poltekes) Kemenkes Gorontalo mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) BHD, PMKP, PPI, K3RS dan Pelayanan Prima di RSUP Prof Dr R.D Kandou Manado.

Kegiatan ini dibuka oleh Direktur Utama (Dirut) RSUP Kandou Manado Prof Dr dr Starry Rampengan, SpJP(K)FIHA, MARS.

Dalam sambutannya Dirut memberikan apresiasi kepada Politeknik Kesehatan Kemenkes Gorontalo telah mempercayakan Rumah Sakit Kandou untuk menjadi tempat menimbah ilmu bagi Mahasiswa.

Dirut mengatakan RSUP Kandou Manado sebagai pelaksana Diklat ini, akan memotret peserta selama berjalannya pendidikan dan pelatihan.

” Peserta Mahasiswa akan dinilai lewat Pre Test dan Post Test, juga perilaku serta performance,” kata Dirut Senin (1/9/2025).

Semua materi dalam Diklat ini kata Dirut, agar dapat diperhatikan, karena ini menjadi syarat bagi yang melakukan praktek di RSUP Kandou akan dibekali terlebih dahulu dengan pelatihan terkait dengan Bantuan Hidup Dasar(BHD, Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi(PPI), Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit (K3RS), dan Pelayanan Prima,

“Agar saat melakukan praktek nanti dilapangan, sudah dibekali terlebih dahulu dengan ilmu dasar. Jadi saya harap apa yang kalian dapat dalam pelatihan ini dapat di implementasikan dan akan menjadi bekal di institusi kalian masing masing,”ujar Dirut

Sementara, Direktur Poltekkes Gorontalo, mengingatkan kepada para mahasiswa untuk mengikuti kegiatan ini dengan baik selama pelatihan berlangsung, sehingga RSUP Kandou Manado bisa menjadi lahan praktek bagi mahasiswa selanjutnya.

Dengan demikian menjadi satu kebanggaan bagi RSUP Kandou Manado dengan status Rumah Sakit Pendidikan yang Institusi diklat sudah terakreditasi. Semua proses pelatihan yang di gelar di RSUP Kandou Manado sudah sesuai dengan regulasi.

Turut hadir Manajer Diklat dr Judy Flora Sengkey, Asisten Manager Pendidikan dr.Silvana E Lumeno , dr Eny Ermawaty Samian, Direktur Poltekkes Gorontalo Masrif SKM, M.Kes, Ketua Jurusan Gizi Indra Domili SKM,M.Kes. (sisco)

 




Wakili Dirut RSUP Kandou Manado, Manager Diklat Buka Kegiatan Orientasi Mahasiswa D3 Keperawatan Poltekes Manado

Manado,GN- Bertempat di ruang aula lantai tiga kantor administrasi RSUP Prof Dr RD Kandou Manado, Jumat (15/08/2025) Puluhan mahasiswa D3 Keperawatan Poltekkes Kemenkes Manado mengikuti kegiatan pelaksanaan orientasi dan pendidikan serta pelatihan.

Kegiatan orientasi dan Diklat dibuka oleh Direktur Utama RSUP Kandou Manado, Prof Dr dr Starry Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, MARS, diwakili Manajer Diklat, dr Judy Flora Sengkey, MKes.

Dalam sambutannya, dr Judy menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada RSUP Kandou Manado sebagai rumah belajar sekaligus rumah praktek.

“Jadi orientasi ini bertujuan untuk mengenalkan lingkungan kerja rumah sakit, pendidikan utama, dan bagaimana memahami standar operasional yang berlaku dirumah sakit, aturan – aturan atau kebijakan, budaya keselamatan pasien dan tentunya bagaimana membangun sikap profesionalitas sesuai dengan nilai – nilai yang dianut di dalam rumah sakit Kandou ini,” kata dr Judy.

Manager Diklat menegaskan bahwa rumah sakit Kandou berkomitmen melaksanakan pendidikan yang bebas dari perundungan.

“Pada kesempatan ini saya menegaskan bahwa rumah sakit ini berkomitmen untuk melaksanakan pendidikan sebagai suatu proses pendidikan yang bebas dari perundungan atau bullying, sehingga saya katakan tidak ada tempat bagi intimidasi, pelecehan atau diskriminasi di bidang pembelajaran. Dan kami memastikan bahwa kita semua menciptakan suasana belajar yang aman dan inklusif saling menghargai sehingga semua peserta dapat berkembang secara optimal,” ujar dr Judy.

“demikian juga para pembimbing serta tenaga pendidik diharapkan dapat menjadi teladan dan membimbing dengan empati dan memberikan umpan balik yang membangun,” sambungnya.

Pada akhir sambutannya, dr Judy mengucapkan selamat kepada peserta untuk dapat mengikuti orientasi dengan baik.

” Akhir kata saya mengucapkan selamat mengikuti orientasi dan memulai masa praktek kerja lapangan di rumah sakit Kandou dan jadikan setiap pengalaman sebagai pelajaran, setiap pasien sebagai sumber ilmu dan setiap tantangan sebagai peluang untuk menjadi perawat profesional, yang unggul, berintegritas dan berhati melayani,” tandasnya.

Untuk diketahui, peserta mengikuti orientasi dan Diklat ini kurang lebih lima bulan ke depan. (sisco)




Direktur Layanan Operasional RSUP Kandou Manado Buka Kegiatan Pelatihan 61 Mahasiswa Poltekes Kemenkes Gorontalo

Manado,GN- Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD), Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Kesehatan dan Keselamatan Kerja RS (K3RS) dan Covid-19 di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Dr R.D Kandou Manado di buka oleh Direktur Layanan Operasional RSUP Kandou Manado dr Wega Sukanto,Sp,BTKV Senin, (22/01/2024).

Pelatihan ini di ikuti sebanyak 61 mahasiswa Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Gorontalo Program Studi Diploma III jurusan Gizi.

Untuk di ketahui Program diklat ini merupakan kerjasama antara Poltekkes Kemenkes Gorontalo dan RSUP Kandou dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan kesehatan dan mempersiapkan lulusan yang siap kerja.

Direktur Layanan Operasional RSUP Kandou Manado, didampingi Manager Diklat Ns Suwandi Luneto,S.Kep, M.Kes saat membuka kegiatan. Dalam sambutannya, dokter Wega menekankan pentingnya pendidikan dan pelatihan dalam meningkatkan kualitas tenaga kesehatan. Lebih lanjut kata dokter Wega Pendidikan dan pelatihan adalah kunci dalam mempersiapkan tenaga kesehatan yang kompeten.

“Kami sangat senang bisa berkontribusi dalam proses pembelajaran dan pengembangan diri mahasiswa Poltekkes Kemenkes Gorontalo,” kata dokter Wega.

Selain itu kata dokter Wega, Diklat ini dapat menjadi platform yang efektif bagi mahasiswa Poltekkes Kemenkes Gorontalo untuk belajar dan berkembang, sekaligus membangun jaringan dengan profesional dan praktisi di bidang mereka.

“Kami berharap mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang lebih mendalam, yang akan membantu mereka ketika memasuki dunia kerja,” ujarnya.

Dokter Wega juga menyampaikan Instruksi dari Menteri Kesehatan RI Nomor HK.02.01/MENKES/1512/2023, tentang Pencegahan dan Penanganan Perundungan Terhadap Peserta Didik Pada Rumah Sakit Pendidikan di Lingkungan Kementerian Kesehatan.

“Dengan peran yang aktif dari individu dan institusi, kita dapat bekerja sama untuk mengatasi masalah bullying dan perundungan dan menciptakan lingkungan yang lebih aman dan inklusif bagi semua orang,” tandasnya.

Ditempat yang sama, Direktur Poltekkes Gorontalo, Mohamad Anas Anasiru,SKM,M.Kes, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Direksi dan Jajaran RSUP Kandou Manado.

“Terima kasih, untuk kesekian kalinya kami datang membawa Mahasiswa untuk belajar disini. Terima kasih atas kerja sama yang selama ini terus terjalin dengan baik,” terangnya.

“Saya berharap mahasiswa juga akan mendapatkan kompetensinya sehingga diharapkan mereka bisa memberikan pengalamannya yang berharga dan mempersiapkan diri untuk menjadi tenaga kesehatan yang kompeten dan berdedikasi,” tutupnya. (sisco/*)




20 Relawan Mahasiswa Poltekes Manado Terima Piagam Penghargaan RSUP Kandou Manado

Manado,GN- Direktur SDM Pendidikan dan Umum, Dr dr Ivonne Rotty, MKes, menyerahkan piagam penghargaan kepada relawan mahasiswa Politeknik Kesehatan (poltekes) manado di aula kantor pusat RSUP Kandou. Hadir dalam penyerahan tersebut Koordinator Sumber Daya Manusia (SDM) Ns Suwandi I Luneto ,Skep M kes, dan Sub Koordinator Pengembangan SDM, Ns Abram Babakal,S.Kep, M.Kes.

Piagam Penghargaan dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Dr R.D Kandou Manado, diserahkan Jumat (03/09/2021) atas atas dedikasi dan pemberian diri dalam pelayanan Pasien Covid 19 di RSUP Kandou.

Direktur SDM Pendidikan dan Umum,saat memberikan piagam penghargaan kepada 20 Relawan Covid-19, menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasinya. “Kami bangga, berterima kasih dan memberikan apresiasi kepada adik-adik yang telah membantu program pemerintah berjuang bersama pasien covid 19, dengan memberikan pelayanan yang terbaik,ini sangat luar biasa karena tidak semua orang mau memberi diri memberikan pelayanan khususnya pasien covid 19 dan menjadi relawan di RSUP Kandou Manado,” ucapnya.

Meskipun adik adik adalah tenaga tenaga muda yang rela memberi diri dengan resiko terpapar covid 19 sangat besar tetapi kami merasa bangga dan salut atas pelayanan yang baik. “Pelayanan kalian sangat berarti bagi RSUP Kandou, karena kalian adalah pejuang-pejuang kesehatan yang tidak takut ditolak berbaur di masyarakat karena stigma “takut tertular” atau perjuangan batin saat harus berpisah dengan keluarga demi protokol kesehatan dan keselamatan,” Katanya.

Untuk itu, lanjut Dr Ivonne sapaan akrabnya, mewakili Direktur Utama, Dewan Direksi,dan seluruh Jajaran RSUP Kandou menyampaikan terima kasih kepada adik- adik relawan covid-19 yang sudah satu bulan bersama-sama dengan RSUP Kandou Manado. “Tugas mulia yang telah adik-adik berikan, kami ucapkan terima kasih sudah menjadi pejuang kesehatan dan doa kami untuk adik-adik semua karena apa yang diberikan kepada masyarakat sangat baik, dan harapan kami adik adik juga Tetap jaga kesehatan dan prokes dijalankan,” tandasnya. (*/sisco)




Poltekes Kemenkes Manado Resmi Miliki Gedung Laboratorium Terpadu

Manado,GN- Setelah dua tahun membangun sarana dan prasarana gedung laboratorium terpadu Politeknik Kesehatan (Poltekes) Kemenkes Manado,hari ini Kamis,(14/3/19) Kepala Badan Pusat Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kementerian Kesehatan (Kaban PPSDM Kemenkes) RI drg Usman Sumantri,M.SC meresmikan gedung laboratorium terpadu.
Hadir dalam acara tersebut, kaban penelitian dan pengembangan daerah Provinsi Sulut dr Jimmy Lampus,Kepala Dinas Kesehatan Manado dr Nora Lumentut dan undangan lainnya.
Usai peresmian gedung laboratorium terpadu, Direktur Poltekes Kemenkes Manado Elizabeth Natalia Barung kepada sejumlah awak media menjelaskan dengan diresmikannya gedung laboratorium terpadu ini, merupakan aset Poltekes Kemenkes Manado untuk mencapai Badan Layanan Umum dan menjadi sarana belajar mahasiswa untuk lebih baik kedepannya. ” Laboratorium Terpadu di upayakan mendapatkan kopetensi dari beberapa jurusan,” ujar Direktur.
Dia berharap, dengan adanya laboratorium terpadu ini, mahasiswa memiliki kwualitas dan kopetensi bahkan lulus tepat waktu.
Selain itu, Direktur mengatakan Poltekes Kemenkes Manado sudah dinyatakan lulus Badan Layanan Umum(BLU). ” Jadi kami juga di kejar supaya lebih dalam pengelolaan keuangan yang fleksibilitas dalam hal ini efisiensi tapi harus menghasilkan produktifitas yang tinggi,” jelasnya.
Sementara, pembangunan gedung laboratorium terpadu menurut Direktur, menghabiskan 18 Miliar Rupiah dibagun sejak tahun 2017 sampai 2018. Sehingga menjadi modal untuk pengembangan Poltekes Kemenkes Manado ke depannya.(sisco)