Ini Penjelasan Direktur Kepatuhan BSG Ke Tim Banggar DPRD Sulut Terkait Penjaminan Bank Mega 1,3 T

Sulut,GN- Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Gubernur Olly Dondokambey, saat memberikan sambutan pada rapat paripurna DPRD Sulut Pekan lalu, mengatakan bahwa Bank SulutGo sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD) harus menambah modal saham sebesar 3 triliun agar tidak turun menjadi Bank Pengkreditan Rakyat (BPR). Menurut Gubernur Modal Saham BSG saat ini hanya dikisaran 1,7 triliun rupiah. Untuk mencapai angka 3 Triliun tersebut, maka perlu menambah agar BSG sebagai Bank kebanggaan daerah Sulawesi Utara tidak turun level.

Berkaitan itu, DPRD juga sebagai unsur penyelenggara pemerintahan di daerah harus memikirkan hal tersebut. Sehingga DPRD melalui Badan Anggaran (Banggar) Kamis, (1/8/2024) mengundang Direksi BSG menjelaskan hal tersebut.

Salah satu anggota Banggar DPRD Sulut Toni Supit angkat bicara. Mantan Bupati Sitaro dua periode ini menanyakan terkait penambahan saham Mega Corporate ke Bank SulutGo.

“Apakah BSG akan merger dengan Bank Mega (Mega Corporate)?. Itu yang pertama dan yang kedua apakah dengan menambah saham dari Mega Corporate itu, akan menjadi pemegang saham pengendali?,” tanya Supit.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Direktur Kepatuhan Bank SulutGo Mahmud Turuis di dampingi Direktur Pemasaran Pius Batara menjelaskan terkait penambahan saham Bank Mega atau Mega Corporate.

“Pertama perlu kami sampaikan BSG tidak merger. Yang kedua Mega Corporate tidak menambah saham. Ketiga yang betul adalah Mega Corporate akan menjamin kekurangan modal intim minimum sebanyak tiga triliun. Jadi hanya menjamin saja tidak merger, tidak tambah saham,” jelas Mahmud.

Lanjut kata Mahmud mengatakan posisi saham hari ini dapat kita lihat 23,5 persen. Kalau sudah diatas 25,5 persen otomatis itu sudah PSP (Pemenang Saham Pengendali) berarti ada dua PSP. Kami berusaha hanya satu PSP yaitu pemerintah Provinsi ada di tingkat 37,sekian persen.

“Sekali lagi tidak merger dan Mega Corporate tidak tambah saham mereka hanya menjamin kekurangan modal intim minimum sejumlah 1,3 triliun. Hanya menjamin sesuai dengan regulator,” kata Mahmud.

Selain itu, Mahmud mengatakan Mega Corporate tidak membawa uang tunai ke Bank SulutGo tetapi mereka hanya menjamin saja.

“Mereka tidak membawa uang tunai ke BSG tetapi hanya menjamin kelebihan modalnya. khusus Bank Mega akan menjamin kekurangan tersebut,” tandasnya. (sisco)




Gentle.., Permohonan Maaf Direktur Kepatuhan Atas Ketidaknyamanan Pelayanan BSG Ke DPRD Sulut

Sulut,GN- Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara atau sebutan yang keren Bank SulutGo atau juga paling keren BSG mendapat sorotan tajam dari Pimpinan dan anggota DPRD Sulut.

Pasalnya, pelayanan ke masyarakat di Bank SulutGo tidak menunjukan sikap yang ramah seperti yang diharapkan.

Direktur Kepatuhan Mahmud Turuis dan Direktur Pemasaran Pius Batara (Foto: Gemparnews)

Hal itu, terungkap ketika Banggar DPRD Sulut mengundang Direksi Bank SulutGo dalam rapat Banggar membahas KUA PPAS Tahun anggaran 2025, sekaligus membahas persetujuan DPRD dalam penyertaan modal di Bank SulutGo, Kamis (1/8/2024) di ruang sidang paripurna DPRD.

Direksi BSG yang hadir yakni Direktur Kepatuhan Mahmud Turuis dan Direktur Pemasaran Pius Batara pun di bombardir dengan pertanyaan yang menggelitik terkait pelayanan pimpinan BSG.

Toni Supit anggota Banggar pun menyatakan kekesalannya kepada direksi Bank SukutGo. ” Pak Dirut saya telephone beberapa kali tidak di angkat. Saya juga WA tidak direspon. Kami tidak meminta-minta uang tetapi kami menyampaikan dan ingin bertanya terkait kepentingan masyarakat di Sitaro pasca bencana alam disana,” kata Supit.

Sementara, Ketua DPRD Sulut dr Fransiscus Andi Silangen,SpB-KBD pun merasa kecewa dengan Direktur Umum dimana Ketua DPRD beberapa kali menelepon tidak di respon,dan juga menanyakan lewat WA pun tidak di jawab.

“Bahkan Direktur umum saya sudah telepon dan juga WA tidak ada jawaban. Padahal kedudukan kita sejajar dengan Gubernur dan Wakil Gubernur,” kata Ketua DPRD Sulut.

Dia mengatakan semua anggota DPRD Sulut merupakan unsur penyelenggara pemerintahan di daerah.

“Ada 45 anggota dewan adalah unsur penyelenggara pemerintahan daerah. Jadi sampaikan ke Direktur umum masih ada disini saya WA, saya ketua dewan ingin menyampaikan sesuatu yang perlu saya sampaikan, sampai saat ini dia tidak jawab. Kita aja tidak di indahkan apalagi yang biasa – biasa,” semprot Ketua DPRD.

Silangen sangat berharap pelayanan pimpinan Bank SulutGo menjadi perhatian.
“Saya kira ini jadi perhatian untuk Bank SulutGo ke depannya,” harap Silangen.

Atas ketidaknyamanan itu, secara gentle dan penuh kerendahan hati Direktur Kepatuhan Mahmud Turuis pun menyampaikan permohonan maaf kepada pimpinan dan anggota DPRD Sulut.

” Saya atas nama Direksi dan segenap karyawan Bank SulutGo menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan dalam pelayanan kami, ke depannya kami akan membenahi ini agar pelayanan di bank SulutGo lebih baik lagi, jadi sekali lagi kami mohon maaf,” pungkas Turuis dengan nada penuh kerendahan hati.

Justru lewat permintaan maaf ini, pimpinan dan anggota DPRD ikut memberikan apresiasi atas respon baik dari direktur Kepatuhan Mahmud Turuis. (sisco)




BSG Gelar RUPS-LB, Pemegang Saham Sepakat Mahmud Turuis Tempati Direktur Kepatuhan Dan Pius Batara Direktur Pemasaran

Sulut,GN- Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) Bank SulutGo di gelar di Vila Manare Mangatasik Tanawangko, Kamis (9/2/2023) dibuka langsung Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey (OD) didampingi Wakil Gubernur Steven OE Kandouw.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Olly Dondokambey menyampaikan atas nama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut dan Pemprov Gorontalo bersyukur dimana terselenggaranya kegiatan tersebut. “Atas nama Pemprov Sulut dan Gorontalo hari ini kita bersyukur atas tuntunan yang Maha Kuasa sehingga acara ini bisa terselenggara dengan baik,” kata Gubernur.

Gubernur berharap semoga rapat ini, berjalan dengan baik untuk kemajuan perekonomian daerah Sulut dan Gorontalo. “Mudah-mudahan dapat berjalan dengan waktu yang akan kita sepakati bersama. Dan sekali lagi saya mengucapkan selamat melaksanakan RUPS Bank Sulut di tahun 2023, untuk evaluasi kegiatan tahun 2022 dan rencana kerja di tahun 2023,” ujarnya.

Untuk di ketahui dalam RUPS-LB tersebut, Machmud Turuis menempati posisi baru Direktur Kepatuhan dan Pius Batara sebagai Direktur Pemasaran.

Sementara pimpinan divisi corsec BSG Heince Rumende kepada media gemparnews.com menjelaskan tentang hasil RUPS LB dimana disepakati pemegang saham pertukaran direktur kepatuhan dan direktur pemasaran di lingkup BSG. “Sudah disepakati bersama pemilik saham dalam pelaksanaan RUPS,” ucapnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Komisaris Utama Bank SulutGo Edwin Silangen, Direktur Utama Bank SulutGo Revino Pepah dan bupati/wakil bupati serta wali kota dan wakil wali kota se-Sulut. (sisco)

 




Pius Batara Dipercayakan Jabat Direktur Kepatuhan

Sulut,GN- Bertempat di Yama Resort, Tondano, Kabupaten Minahasa, Rabu (18/3/2021) digelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank SulutGo (BSG).

 

Dari pantauan media ini, Jajaran komisaris dan direksi yang baru pun telah terpilih. Ada beberapa wajah baru yang duduk sebagai jajaran Direksi Bank SulutGo seperti Puis Batara yang menjabat Direktur Kepatuhan, Joubert Dondokambey sebagai Direktur Umum dan Louisa Parengkuan jabat sebagai Direktur Operasinal. Adapun hasil rapat tersebut, sebagai berikut:

KOMISARIS BSG 2021-2025:
Edwin Silangen: Komisaris Utama
Marhani Pua: Komisaris Independen
Max Kembuan: Komisaris
Buchari Mokoagouw: Komisaris
Febriyanto Kanio: Komisaris

DIREKSI BSG 2021-2025:
Revino Pepah: Direktur Utama
Machmud Turuis: Direktur Pemasaran
Joubert Dondokambey: Direktur Umum
Louisa Parengkuan: Direktur Operasinal
Pius Batara: Direktur Kepatuhan
(sisco)