Jelang PSU di Kecamatan Essang Talaud, Kesbangpol Sulut akan Lakukan Scanning Keamanan

Sulut,GN- Kepala Badan Kesbangpol Sulawesi Utara (Sulut) Johnny Suak mengatakan, menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kabupaten Kepulauan Talaud di Kecamatan Essang, Kesbangpol Sulut akan melakukan scanning keamanan dan ketertiban.

Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Sulut Johnny Suak (foto : Gemparnews)

“Kesbangpol Sulut setelah mengikuti hasil dari MK dan hasil dari pertemuan KPU Talaud dan KPU RI, maka mau tidak mau Kesbangpol Sulut akan melakukan scanning, untuk keamanan dan ketertiban menjelang PSU,” kata Suak kepada media Gemparnews.com ketika di temui diruangan kerjanya, Kamis (27/2/2025).

Untuk membantu KPU dan Bawaslu Talaud sebagai penyelenggara pilkada disana, kata Suak pihaknya akan mencoba mendekati organisasi masyarakat terutama Kesbangpol Talaud.dan juga berkoordinasi dengan TNI Polri dalam memantapkan keamanan dan ketertiban.

“Kita akan mendekati beberapa organisasi masyarakat dan terutama kesbangpol talaud. Kami juga berkoordinasi dengan TNI Polri, untuk membantu KPU dan Bawaslu Talaud sebagai penyelenggara pilkada di sana dalam memantapkan keamanan dan ketertiban menjelang pelaksanaan PSU,” ujarnya.

Selain itu, kata Suak Kesbangpol Sulut masih menunggu arahan dari KPU dan Bawaslu RI dan juga menunggu arahan dari Gubernur Sulawesi Utara.

“Kita masih menunggu arahan dari KPU dan Bawaslu RI dan juga menunggu petunjuk dan arahan dari Gubernur Sulawesi Utara Bapak Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus,SE,” terangnya.

“Untuk persiapan, kita sudah berkoordinasi dengan TNI Polri dan juga berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah disana termasuk Kesbangpol Talaud,” tandasnya. (sisco)




Hasil Pilkada Sulut Tahun 2024, 10 Kabupaten/Kota Ajukan Permohonan Sengketa di MK

Sulut,GN- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Utara (Sulut) menjelaskan sebanyak 10 kabupaten/kota telah mengajukan permohonan sengketa hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024 ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Ini disampaikan anggota KPU Sulut, Meidy Tinangon, saat menggelar media Gathering pasca-rekapitulasi hasil perhitungan suara dan penetapan hasil Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara 2024, Senin, (09/12/ 2024) bertempat di Kantor KPU Sulut.

“Sejauh ini, sudah ada 10 daerah yang mengajukan permohonan sengketa ke Mahkamah Konstitusi,” jelas Tinangon.

Adapun daerah yang mengajukan sengketa adalah Bolaang Mongondow Selatan, Kota Tomohon, Kota Manado, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Timur, Minahasa, Minahasa Utara, Minahasa Tenggara, Minahasa Selatan, Kepulauan Talaud.

Lanjut kata Tinangon, permohonan sengketa di MK yaitu tahapan memasukan berkas, belum teregistrasi.

Selain itu, Tinangon mengatakan sengketa tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari pelanggaran prosedural hingga dugaan kecurangan yang memengaruhi hasil akhir. (sisco)




Cita-Cita Bersama Mandat Rakyat Lahir dari Rahim Demokrasi

Sulut,GN- Hajatan Demokrasi di Tanah Bumi Nyiur Melambai sudah saatnya melihat hasil akhir yakni Partisipasi Masyarakat dalam Bilik Suaralah yang menentukan. Selebihnya KPU telah melaksanakan tahapan berdasar ketentuan dan mekanisme prosedur serta peraturan-peraturan yang ada dengan landasan asas LUBER dan JURDIL.

Momentum Pesta Demokrasi 27 November 2024 saat yang dinantikan bagi warga Sulawesi Utara. Tahapan demi tahapan Pemilihan telah dilaksanakan oleh Penyelenggara khususnya KPU secara kelembagaan berkenaan dengan kesiapan dihari Pemungutan Suara.

Melihat dan mendengar bagaimana Politik Elektoral telah menjadi arena untuk mencapai suatu usaha sebuah kehidupan masyarakat yang lebih baik. Maka diperlukan Pemahaman Politik bagi masyarakat untuk menentukan arah masa depan yang cerah.

Patut berbangga manakala kita melihat sudah adanya kemajuan berkaitan dengan kesadaran politik masyarakat dalam hal memberikan Hak Pilihnya untuk menentukan Pilihannya di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Oleh karena itu dalam Bilik Suara kami titipkan setumpuk Doa dan Harapan atas tusukan paku pada Surat Suara. Siapapun yang terpilih, sekiranya dapat mempertanggung jawabkan Mandat Rakyat. (*/red)




Mayjen TNI (Purn) Wanti Waranei Franky Mamahit Dukung Paslon E2L – HJP di Pilkada Sulut 2024

Manado,GN- Meski selalu diserang isu tak sedap diberbagai media sosial dari pendukung lawan politiknya di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sulawesi Utara (Sulut) 2024, Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut, Elly Engelbert Lasut – Hanny Jost Pajouw (E2L-HJP) semakin dicintai masyarakat Sulawesi Utara.

Mayjen TNI (Purn) Wanti Waranei Franky Mamahit Bersama Dr Elly E Lasut (foto : ist)

Elektabilitas E2L-HJP tidak bisa dipungkiri makin tak terbendung dengan dukungan yang mengalir dari berbagai kalangan masyarakat.

Terbaru, Mantan Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI (Purn) Wanti Waranei Franky Mamahit menyatakan dukungannya pada calon yang diusung Partai Demokrat, PBB, PKN, dan partai Buruh ini.

Dukungan tersebut disampaikan Mamahit, saat bertemu dan makan bersama dengan E2L di salah satu restoran di Kota Manado.

“Jadi ini torang ketemu dan silaturahmi dengan torang pe calon gubernur yang torang tahu sangat dinantikan oleh masyarakat,” kata Mamahit.

Mamahit mengakui, E2L saat ini mendapat simpati yang besar dari warga Sulut dalam pencalonannya di Pilkada 2024. Dia pun dengan tegas menyatakan mendukung E2L.

“Sekarang masyarakat lebih simpati dan tertarik pada Pak Elly. Kalau saya mendukung E2L. Mantap nomor 2,” ucapnya.

Menanggapi dukungan itu, E2L yang berada di samping Mamahit menyampaikan ucapan terima kasih. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi motivasi bagi pasangan E2L-HJP untuk bekerja bagi warga Sulut.

“Pak Jenderal ini adalah pemimpin Sulut yang dulu pernah menjadi Pangdam XIII/Merdeka. Dukungan dari Pak Jenderal buat kita sangat termotivasi. Semoga dukungan ini bisa memberikan semangat dan kita lebih gencar lagi membuat pendekatan pada masyarakat tentang visi dan misi kami sebagai calon gubernur dan cawagub. Mantap Pak Jenderal. Tuhan memberkati,” tandasnya. (*/sisco)




KPU Sulut Umumkan DPTb Tahun 2024




Dukung Paslon E2L – HJP Dalam Pilkada Sulut 2024, Sahabat E2L Terbentuk di 15 Kabupaten dan Kota

Sulut – Di tengah dinamika politik di Sulawesi Utara (Sulut), Sahabat E2L Sulut telah terbentuk di 15 kabupaten/kota, sebagai langkah strategis untuk mendukung dan memenangkan pasangan calon Elly Engelbert Lasut (E2L) dan Hanny Joost Pajouw (HJP) dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sulut tahun 2024.

Ketua Sahabat E2L Sulut, Paulus Pangau S.T, menjelaskan dalam konferensi pers pentingnya wadah ini dalam memfasilitasi keberagaman simpatisan yang datang dari berbagai latar belakang partai. “Meskipun kami memiliki perbedaan warna dan rekomendasi partai, kami tetap berkomitmen menjunjung tinggi persahabatan dan kerjasama, “Tuturnya

Sahabat E2L hadir dengan sistem yang inovatif, yaitu sistem terbuka dan tertutup. Menurut Paulus, ini adalah pendekatan elegan untuk menyatukan relawan yang memiliki visi dan misi yang sama, meski berada di partai yang berbeda. “Kami ingin memberikan kesempatan kepada siapa saja yang ingin bergabung tanpa merasa tertekan dengan afiliasi politik mereka, “Jelasnya.

Saat ini, Sahabat E2L telah mengumpulkan lebih dari 15 ribu relawan dalam database, dan angka ini terus bertambah. “Kami mendorong semua yang tertarik untuk bergabung dan berkontribusi dalam gerakan ini,” tambah Paulus. Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran, calon relawan dapat menghubungi Sekretaris Alamanda L. Nay, SE di nomor 0821-9670-9779.

Sahabat E2L tidak hanya berfungsi sebagai alat pemenangan politik, tetapi juga sebagai wadah untuk memperkuat silaturahmi dan kolaborasi antar berbagai elemen masyarakat. Dengan semangat persahabatan dan saling menghormati, diharapkan gerakan ini dapat membawa perubahan positif bagi Sulawesi Utara.

Sahabat E2L Sulut juga diperkuat oleh media online, cetak dan tv sebagai wadah yang berfungsi menunjang kegiatan Sahabat E2L dalam bentuk pemberitaan.

Pengurus Sahabat E2L Sulawesi Utara yang telah terbentuk adalah sebagai berikut:

Ketua: Paulus M. Pangau, ST

Sekretaris: Alamanda L. Nay, SE

Bendahara: Sofyan, SH, MH

Ketua Dewan Pembina: Lock FX Kojongian.
(*/sisco)




Sosialisasi Pilkada Damai Pilgub dan Wagub Tahun 2024, Ketua KPU Sulut Apresiasi Kehadiran Ketiga Paslon

Sulut,GN- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menggelar Sosialisasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Damai 2024 yang digelar diLapangan Basket Kawasan Megamas, Rabu (25/9/2024) sore.

Kegiatan tersebut diawali dengan doa keenam tokoh agama umat Muslim, Katolik,Protestan, Budha, Hindu dan Konghucu.

Ketiga pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Pilkada 2024 yakni pasangan nomor urut 1 Yulius Selvanus Komaling -Victor Mailangkay (YSK-VM), pasangan nomor urut 2 Elly Engelbert Lasut dan Hanny Joost Pajouw (E2L-HJP) serta pasangan nomor urut 3 Steven Kandouw dan Denny Tuejeh (SK-DT) hadir dalam acara itu.

Ketua KPU Provinsi Sulut, Kenly Poluan dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada ketiga Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur yang sudah hadir lengkap beserta partai pengusung atau pengusul masing- masing.

“Kami berharap Kampanye yang berlangsung 25 September -23 November 2024 berlangsung dengan baik,” kata Kenly.

Sesuai komitmen bersama ketiga pasangan calon Gubernur dan wakil Gubernur Pilkada tahun 2024, kampanye berlangsung secara damai.

Setelah melakukan penandatanganan deklarasi dilanjutkan pelepasan burung merpati sebagai simbol perdamaian.

Usai Sosialisasi Pilkada Damai Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Tahun 2024, KPU Sulut menghadirkan artis ibukota group band GIGI dan artis lokal, untuk turut meramaikan acara tersebut. (sisco)

 




Awaluddin Umbola Menjadi Pembicara di Forum Lientera Sustainability

Jakarta,GN- Keinginan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Utara (Sulut) mendorong penyelenggaraan Pilkada Serentak 2024 di Sulut dengan prinsip-prinsip ramah lingkungan, dibahas dalam forum yang di inisiasi oleh Lembaga Inovasi Energi Teknologi Nusantara (Lientera), Sabtu 31 Agustus 2024 di Jakarta International Expo.

Dalam forum Lientera Sustainability Session: Pilkada Ramah Lingkungan dalam Prespektif Penyelenggara Pemilu itu, Ketua Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM KPU Provinsi Sulut Awaluddin Umbola didapuk menjadi salah satu pembicara.

Saat menyampaikan paparannya, Umbola menjelaskan bahwa dalam Pilkada 2024 ini KPU Sulut mencoba melibatkan elemen pegiat lingkungan, akademisi serta stakeholder lainnya merumuskan apa yang bisa dikerjakan secara kolaboratif agar Pilkada dapat menerapkan prinsip-prinsip ramah lingkungan.

“Sudah tiga bulan berjalan kami mendiskusikan topik ini, yang dimulai dari Camping Pilkada, kemudian dilanjutkan dengan Focus Group Discussion serta beberapa pertemuan lainnya,” jelas Ewin.

Dari serangkaian pertemuan itu, lahirlah komitmen bersama, KPU Sulut dan pegiat lingkungan serta komponen masyarakat lainnya menjadi beberapa rencana aksi.

“Diantaranya kami akan mengupayakan APK yang dicetak oleh KPU Sulut saat tahapan kampanye itu, kembali lagi KPU untuk dibawa ke lokasi pengelolaan daur ulang sampah,” jelas Umbola.

Hal lainnya yang akan dilakukan adalah penanaman pohon dengan menerapkan prinsip MRV (terukur, terdokumentasi dan terverifikasi).

“Jadi semua pohon yang akan ditanam oleh badan adhoc yang jumlahnya cukup  banyak itu, pertumbuhannya bisa dimonitor,” kata Ewin.

Rencana aksi lainnya terkait dengan implementasi Pilkada Ramah Lingkungan ini adalah, di masa tahapan pungut hitung, KPU Sulut akan menggelar lomba TPS Ramah Lingkungan di tingkat KPU kabupaten/kota. Lomba ini diharapkan dapat mendorong pembuatan TPS dengan menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan serta langkah meminimalisir sampah dan pemilihan sampah di TPS.

“Beberapa pihak sudah berkomitmen mewujudkan ini. Selama tiga hari pada masa pendaftaran pasangan calon saja, sudah ada relawan yang menjemput sampah botol plastik di KPU Sulut. Sampah itu kemudian dibawah ke tempat pengelolaan daur ulang, disortir kemudian ditimbang untuk didaur ulang,” jelas Ewin.

Menurut Ewin, meski implementasi Pilkada Ramah Lingkungan ini bukan pekerjaan yang mudah, karena harus berhadapan dengan regulasi dan penganggaran yang sudah tertata, namun KPU Sulut yakin program ini bisa berjalan selama tahapan Pilkada yang tersisa.

“Paling tidak kami membangun kesadaran dulu di lingkungan KPU Sulut, sembari memberikan edaran ke KPU kabupaten/kota se Sulut, agar dapat mengukur apa yang bisa kita lakukan terkait Pilkada Ramah Lingkungan tanpa mengintervensi regulasi yang sudah ada. Kita coba maksimalkan apa yang ada,” ujar Ewin.

Dalam forum ini, Lientera menghadirkan keynote speaker, Deputi Bidang Dukungan Teknis KPU RI, Eberta Kawima, yang memaparkan apa saja yang sudah dilakukan oleh KPU terkait dengan penyelenggaran Pemilu yang memperhatikan prinsip lingkungan hidup.

“Ada dorongan dari KPU Sulut, bahwa beberapa hal terkait hal ini dimasukkan dalam regulasi, agar kita bisa mengubah perilaku, salah satunya tahapan kampanye yang benar-benar menerapkan prinsip ramah lingkungan,” ujar Kawima.

Kawima menjelaskan soal tahapan-tahapan Pemilu yang nyaris semuanya bersinggungan dengan persoalan lingkungan hidup.

“Saya sangat setuju bahwa Pilkada itu harus dilakukan dengan prinsip ramah lingkungan. Mari kita bahas bersama,” tegas Kawima.

Sementara itu Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Herwyn Jefler Hielsa Malonda mengapresiasi apa yang akan dilakukan oleh KPU Sulut tersebut.

Doktor lingkungan ini mendorong agar salah satu asas yang harus ditambah ke dalam asas penyelenggaraan Pemiilu adalah asas ramah lingkungan.

Dari penelitian penulis buku Green Constitution ini, pada Pemilu 2019, di Kota Manado saja, kertas suara yang digunakan setara dengan 6.675 pohon yang ditebang. Alat peraga kampanye di Kota Manado waktu itu ada 10.143 unit dengan total ukuran 37.700m2 yang setara 23 persen luas Kota Manado yang hanya 157.300m2.

“Bisa dihitung berapa pohon yang harus ditebang untuk menggelar Pilkada Serentak di tahun 2024 ini,” kata Herwyn.

Lientera juga menghadirkan pembicara lainnya yakni Kepala Sub Direktorat Sampah Spesifik, Maharani Kristiningsih, serta Export Board Lientera sekaligus pendiri Baciraro Recycle, Marlon Kamagi. Diskusi ini dipandu oleh Advisory Board Lientera, Moshe Rizal.

Marlon Kamagi dalam kesempatan tersebut memperlihatkan beberapa produk hasil daur ulang yang sudah dihasilkan oleh Baciraro Recycle. Dia berharap, pada Pilkada Sulut 2024, APK yang dicetak oleh KPU Sulut dapat mendorong ekonomi sirkular.

“Caranya APK itu harus dikumpulkan di satu titik, ada relawan pegiat lingkungan yang menjemput, dan kami serta pengelola sampah daur ulang lainnya dapat mendaur ulang APK menjadi produk yang lebih bernilai,” jelas Marlon.

Sementara itu Maharini Kristiningsih dari Kementerian LHK menjelaskan bahwa sudah ada Surat Edaran Menteri LHK No 3 Tahun 2024, yang mengatur pengelolaan sampah yang timbul dari penyelenggaraan Pemilu.

“Tujuannya adalah memperkuat komitmen dan peran aktif peserta Pemilu, dan masyarakat dalam melaksanakan pengelolaan sampah dan penyelenggaraan Pemilu 2024 yang ramah terhadap lingkungan hidup, menghindari timbulan sampah dari penyelenggaran Pemilu, serta mencegah dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan,” jelas Maharini. (*/sisco)

 




KPU Sulut Hadiri Rapat Konsolnas Kesiapan Pilkada 2024

Sulut,GN- Ketua KPU Sulut Kenly Poluan dan Anggota KPU Sulut Meidy Tinangon, Lanny Ointu, Salman Saelangi, Awaluddin Umbola  serta Plt. Sekretaris KPU Sulut Meidy Malonda, Kepala Bagian di Sekretariat KPU Sulut Carles Worotitjan dan Winda Tulangow menghadiri Rapat Konsolidasi Nasional (Rakornas) dalam rangka Kesiapan Pilkada 2024, yang berlangsung selama 2 hari, tanggal 19-20 Agustus 2024 bertempat di Jakarta Convention Center (JCC).

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua KPU Mochammad Afifuddin bersama Anggota Parsadaan Harahap, Yulianto Sudrajat, Bettu Epsilon, Idham Holik, August Mellaz didampingi Sekretaris Jenderal KPU Bernad Dermawan Sutrisno.

Dalam sambutan pembukaan Afifuddin menghimbau kepada seluruh jajaran KPU baik di KPU Provinsi maupun KPU Kabupaten/Kota untuk mematangkan persiapan dan bekerja secara profesional disisa waktu 99 hari Pilkada Serentak 2024. Selain itu perlu pemahaman bersama terhadap Perpres Nomor 80 Tahun 2024 yang mengatur putusan MA terkait usia calon kepala daerah, agar pada saat penerimaan pendaftaran 27 Agustus 2024 semua dapat mengimplementasikan.

Dihari kedua pelaksanaan Konsolnas, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo turut hadir dan memberikan arahan. Dalam arahannya Jokowi  mengapresiasi kerja keras KPU baik ditingkat KPU Pusat maupun Daerah karena telah sukses dalam menyelenggarakan tahapan Pemilu Presiden dan Legislatif Tahun 2024. Jokowi juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas teknis persiapan Pilkada di bulan november 2024 nanti sehingga hal tersebut dapat legitimasi ke masyarakat.

Selanjutnya pemaparan materi oleh para narasumber yakni Anggota BPK, Menteri Dalam Negeri RI, Jaksa Agung Indonesia, Ketua KPK, Kepala Kepolisian RI, Panglima TNI, Kemenkopolhukam. Setelah itu Penguatan Kelembagaan KPU Bidang Logistik dalam rangka Kesiapan Pilkada 2024 oleh Anggota KPU Yulianto Sudrajat.

Turut hadir Ketua DKPP, Ketua Bawaslu, jajaran pejabat eselon I dan II, Pejabat Fungsional, Tenaga Ahli, jajaran Setjen KPU, Ketua, Anggota, Sekretaris KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/ Kota se-Indonesia, Kabag KPU Provinsi se-Indonesia. (*/sisco)




Tinangon Berharap Penyampaian Penyebarluasan Informasi Tentang Pilkada Perlu Ditingkatkan

Sulut,GN- Anggota KPU Sulawesi Utara, Meidy Tinangon saat penutupan kegiatan Workshop Pembuatan Berita dan Konten Pilkada Serentak Tahun 2024 yang digelar KPU Kabupaten Minahasa Selatan, menyampaikan Informasi pilkada serentak tahun 2024 harus diperbanyak, dilipatgandakan atau dimultiplikasi penyebarluasannya secara berjenjang, hingga menjangkau pemilih di pelosok desa atau kelurahan.

Workshop digelar Senin (29/7/2024) dengan tujuan meningkatkan kompetensi jajaran KPU Kabupaten Minsel dan PPK, termasuk jajaran sekretariat dalam penyusunan berita dan konten media sosial.

Menurut Tinangon, adanya multiplikasi informasi maka akan berdampak pada semakin meningkatnya jumlah pemilih yang teredukasi dengan informasi berkualitas terkait dengan penyelenggaraan pilkada.

Dengan sendirinya akan menstimulus partisipasi masyarakat dalam setiap tahapan pemilihan. Informasi dalam bentuk berita dan konten medsos dari KPU RI, wajib di-repost dan di-share oleh KPU Provinsi ke kabupaten dan kota.

“Selanjutnya dibagikan lagi oleh PPK ke PPS dan ke publik, dan oleh PPS dibagikan ke WAG yang berisikan warga desa atau tokoh-tokoh masyarakat sebagai opinion leader di desa atau kelurahan,” ungkap Tinangon yang juga Wakil Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Parmas, dan SDM KPU Sulut.

Tinangon berkeyakinan bahwa dengan adanya multiplikasi pemberitaan akan membantu proses pendidikan pemilih sehingga pemilih semakin teredukasi menjadi pemilih yang cerdas dalam berpartisipasi.

“Terkait partisipasi pemilih kita berharap jangan hanya di tahapan pemungutan suara atau pada hari-H, namun di setiap tahapan,” ungkapnya.

Workshop ditutup oleh Ketua KPU Minahasa Selatan Tommy Moga didampingi anggota KPU. (*/sisco)