Gubernur Kalteng Agustiar Sabran Sambut Penyelenggaran API dan Rakernas 2025 

Sulut,GN- Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PP Pewarna Indonesia) didampingi Pengurus Daerah Kalimantan Tengah (PD Kalteng) berkesempatan menemui Gubernur Kalimantan Tengah H Agustiar Sabran, S.Ikom di Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalteng Rabu (17/9/2025).

Hadir bersama Gubernur Kalteng Plt Kepala Dinas Kominfo Santik Rangga Lesmana, dr Seniriaty, Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang juga Direktur RS. Jiwa Kalawa Atei, dan Sigit Widodo.

Ketua Umum Pewarna Indonesia Yusuf Mujiono, didampingi Bendahara Umum Albert Muntu, Departemen Litbang Dwi Urip Premono, Departemen Ekonomi Kreatif Elly dan Departemen OKK Endharmoko. Sementara dari PD Kalteng hadir Penasehat Pdt Adrian Sabar, Ketua PD Frida Magdalena, dan Sekretaris PD Darity Hildan.

Pada kesempatan itu, Yusuf Mujiono mengawali pertemuan dengan mengenalkan Pewarna Indonesia dan yang menjadi Visi Misi.

“Sebagai Wadah Wartawan Nasrani, mengedepankan UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik dalam menjaga Integritas dan Profesionalitas,” kata Yusuf.

Lanjut Yusuf mengatakan dalam peran berbangsa dan bernegara, Pewarna Indonesia berperan aktif menjaga keberagaman dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila dengan menghasilkan karya – karya yang bermanfaat dan membangun.

Menurut Yusuf, Kesetaraan harus terus digaungkan dan dijaga oleh seluruh anak bangsa.

Hal kedua yang disampaikan adalah permintaan dukungan untuk kegiatan Pewarna Indonesia yaitu Apresiasi Pewarna Indonesia dan Rapat Kerja Nasional Tahun 2025.

Di informasikan kedua kegiatan tersebut direncanakan akan dilaksanakan di Palangka Raya., Kalimantan Tengah pada 12 – 15 November 2025.

“Awalnya kami rencanakan di Kota Medan Sumatera Utara, namun kondisi di Kota Medan belum kondusif pasca aksi massa diakhir Agustus yang lalu”, ungkap Yusuf.

Mendengar paparan Yusuf Mujiono, Gubernur Agustiar menyambut baik kehadiran Pewarna Indonesia di Kalteng. “Bila hanya memfasilitasi untuk tempat acara, makan minum, snack dan tempat menginap dengan nilai yang wajar kami masih bisa bantu, mengingat kondisi saat ini Kebijakan Efisiensi Pemerintah Pusat,” ungkap Gubernur Agustiar.

Terkait Pemberian Apresiasi Pewarna Indonesia yang akan diterimanya Gubernur Agustiar bertanya dan berharap bahwa API diberikan dengan penilaian yang jujur dan apa adanya.

“Saya belum lama ini menerima penghargaan dari INews untuk Program Pendidikan dan dari KOMPAS untuk Program Kesehatan, keduanya diberikan sesuai dengan kenyataan yang ada, “Jelas Gubernur Agustiar.

Dwi Urip dari Departemen Litbang menjelaskan mekanisme pemilihan para penerima API di setiap tahunnya. “Mekanisme pemilihannya objektif, dengan beberapa penyaringan dari beberapa kandidat, untuk selanjutnya akab dipilih oleh seluruh Anggota Pewarna Indonesia di 15 Propinsi,”jelas Urip.

Lebih lanjut Urip menyoroti penilaian awal yang sudah tim dapatkan atas apa yang Gubernur Kalteng lakukan sejak memimpin terhadap kesetaraan diantara masyarakat Kalteng yang beragam. “Pada saatnya nanti kami sampaikan hasil penilaian terhadap penerima API dengan 12 Kategori yang kami tetapkan”, pungkasnya.

Pertemuan yang awalnya singkat berlangsung sedikit panjang dan Pimpinan Pewarna Indonesia menghaturkan pamit dan berterima kasih untuk pertemuan ditengah kesibukan Gubernur Agustiar. Pertemuan diakhiri dengan berfoto bersama dan beramah-tamah.(sisco/*)

 




Penghargaan Figure Politisi, Hilarry B Lasut Apresiasi Langkah PEWARNA Indonesia

Jakarta,GN- Persatuan Wartawan Nasrani (PEWARNA) Indonesia memberikan apresiasi kepada figure muda Nasrani (Kristiani) kepada anggota DPR RI termuda Hilarry Brigita Lasut (HBL) anggota DPR RI Komisi I dari Fraksi Nasdem di Gedung Nusantara I, Senayan Jakarta, Selasa (15/3/22).

Hilarry yang juga tercatat sebagai anggota DPR RI termuda periode 2019-2024 di mana saat dilantik baru usia 23 tahun, dia memaparkan perannya selama ini sebagai wakil rakyat, dimana tanpa melihat harus dihargai atau tidak yang penting bagaimana tetap memperhatikan dan memperjuangkan kepentingan rakyat.

Anggota DPR RI Hilarry B Lasut Menerima Penghargaan Dari DPP Pewarna Indonesia (foto: ist)

Artinya ketika apa yang dilakukan dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat kemudian diberikan apresiasi tentu ini sangat membaggakan. Pertama terkait penghargaan atau apresiasi yang diberikan oleh lembaga yang bernuansa Nasrani atau keagamaan ini, menurutnya sangat sedikit ada lembaga Kristiani atau keagamaan yang memberikan apresiasi terutama sebagai tokoh politik, namun ternyata PEWARNA sebagai lembaga Pers Nasrani sudah melakukannya.

“Saya senang sekali dan ini baru pertama kali mendapatkan apresiasi atau penghargaan dari lembaga berwarna keagamaan, tentu ini menjadi tanggung jawab ke depan agar lebih lagi dalam membenatu masyarakat “, tukasnya serius.

Lebih lanjut Hilarry menyampaikan dukungannya kepada PEWARNA dan siap bekerjasama dan membantu apa yang menjadi program PERWANA ke depan, termasuk PEWARNA akan menggelar Napak tilas Rasul Jawa sebagai langkah untuk mengangkat kembali dengan membangun literasi tentang kisah-kisah penginjil di tanah Jawa, sekaligus upaya menepis pandangan masyarakat selama ini bahwa Kristen itu indetik dengan penjajah, sementara penginjil tanah Jawa dilakukan oleh orang Jawa itu sendiri.

“Saya siap mendukung sekalipun secara materi maupun power belum sekuat dengan para senior yang ada diatas, belum lagi selama ini gaji dan tunjangan yang saya dapatkan dikembalikan sepenuhnya untuk program kesejahteraan masyarakat’, ujarnya dengan nada tersenyum.

Anggota DPR RI Hilarry B Lasut Bersama DPP Pewarna Indonesia (foto: ist)

Namun apapun itu sebagai sesama anak bangsa Hilarry berjanji akan saling membantu agar apa yang dikerjakan berdampak bagi kemajuan umat bangsa dan Negara tercinta. Sebagai figure muda Hilary yang dilantik untuk periode kenggotaan 2019-2024, di mana prosesi pelantikan digelar di Ruang Rapat Paripurna I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Perempuan berusia 23 tahun ini untuk pertama kalinya akan menjadi wakil rakyat dari daerah pemilihan Sulawesi Utara.

Dia berhasil meraih sebanyak 70.345 suara pada Pemilu 2019. DPR yang Usianya 23 Tahun Meski tergolong muda, perempuan kelahiran Manado 22 Mei 1996 ini rupanya tidak terlalu asing dengan dunia politik. Sebab, Hillary merupakan putri dari Bupati Kepulauan Talaud terpilih periode 2019-2024, Elly Engelbert Lasut. Ayah Hillary juga pernah menjabat Bupati Kepulauan Talaud selama dua periode, 2004-2009 dan 2009-2012. Ibu Hillary, Telly Tjanggulung, merupakan Bupati Minahasa Tenggara masa jabatan 2008-2013.

Terinspirasi dari kedua orang tuanya, Hillary aktif dalam berbagai organisasi sejak masa sekolah. Saat SMA, Hillary pernah menjabat sebagai ketua OSIS. Setelah lulus SMA, Hillary memutuskan untuk mengambil studi S1 Fakultas Hukum di Universitas Pelita Harapan (UPH). Kemudian, ia melanjutkan studi S2 di Washington University.

Sementara, Ketua Umum DPP Pewarna Indonesia Yusuf Mujiono menjelaskan bahwa harusnya penghargaan ini diberikan tahun 2021 di Denpasar Bali, namun karena kesibukan beliau maka penyerahan plakat dan piagam baru bisa dilaksanakan hari ini. ” Karena kesibukan anggota DPR RI Hilarry B Lasut maka penyerahannya baru dapat di laksanakan,” tutup Mujiono. (sisco)




Pewarna Indonesia Resmi Daulat Dr Ahmad Basarah Jadi Dewan Kehormatan

Jakarta,GN- Pengurus Pusat dan Daerah Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna) jumat, (21/01) menemui  DR. H. Ahmad Basarah, M.H selaku wakil ketua MPR RI periode 2019-2024 di gedung Nusantara III DPR/MPR RI, Jl.Jenderal Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat.

“Maksud kedatangan kami  adalah untuk melaporkan kegiatan 4 pilar kebangsaan menyampaikan Apresiasi dan  mengukuhkan Ahmad Basarah sebagai dewan kehormatan Pewarna  Indonesia,” ungkap Yusuf Mujiono ketua umum Pewarna Indonesia, ketika memulai pembicaraan.

Sementara, Ashiong Munthe ketua Litbang Pewarna mengatakan pengukuhan Dewan Kehormatan ni dilakukan sebagai apresiasi Pewarna bagi Politisi PDI Perjuangan tersebut atas kontribusi dan dukungan yang selama ini telah dilakukannya untuk kemajemukan berbangsa dan bernegara. ” Khususnya,  konsistensi beliau untuk tetap mejaga dan mengawal 4 Pilar,  Pacasila,  UUD 45, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI,” ucap Munthe.

Tujuan lain yang dilakukan oleh Pewarna dalam pertemuan yang berlangsung kurang lebih dua jam tersebut ialah menyampaikan secara langsung rencana program yang ingin dilaksanakan oleh Pewarna ditahun 2022.

Salah satu kegiatan yang akan dilaksanakan tepatnya minggu ke empat di bulan Maret –  minggu pertama April yaitu membangkitkan semangat “Kristen Nusantara” melalui Perjalanan bertajuk Napak Tilas “Rasul Jawa” selama lebih kurang 10 hari. “Napak Tilas ini dalam rangka penggalian bukti-bukti sejarah masuknya Kristen di Indonesia khususnya di tanah Jawa. Ada 3 Tilas yang dikunjungi yaitu Tilas pertama Jepara , kedua Mojowarno, Jombang, dan ketiga Karangjoso, Purworejo,” tambahnya.

Salah satu tokoh penginjil nusantara adalah “rasul Sadrach” atau lebih dikenal dengan nama “kiai” Sadrach.

Lanjut, Munthe mengatakan dari literasi yang ada “Kiai” Sadrach adalah salah seorang yang menjadi penyebar agama Kristen di tanah Jawa. Ia dilahirkan sekitar tahun 1835, di daerah Karesidenan Jepara. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh Kristen yang sangat berpengaruh karena penginjilannya di tanah Jawa. Dalam pengajarannya, Sadrach menggunakan metode simbol. Salah satu simbol yang digunakan adalah sapu. Melalui simbol sapu tersebut, dia mengajarkan kepada jemaat untuk bersatu dan kuat, terikat satu sama lain dan tertanam pada pribadi Tuhan yang berinkarnasi melalui Yesus Kristus. Pengajaran dengan simbol ini adalah salah satu aspek penting dalam kebudayaan Jawa sehingga sebuah pengajaran dapat diterima dan dimengerti dengan baik.

“Oleh karena itu,  Pewarna melaksanakan kegiatan tersebut sebagai dukungan kepada Pemerintah untuk menyadarkan keIndonesian,  bahwa menjadi Kristen tidak harus menjadi Yahudi atau Eropa.
Dengan kegiatan ini,  pewarna turut serta untuk mendukung pemberantasan radikalisme berbasis agama yang terus terlihat di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini,” jelasnya mengutip pidato Bung Karno.

Pewarna menyadari bahwa radikalisme bukan hanya terjadi dalam kepercayaan tertentu, tetapi di dalam Kekristenan sendiri ada paham-paham yang tidak sesuai dengan semangat ke-Indonesiaan.

Pewarna akan melakukan penggalian melalui bukti-bukti sejarah yang dapat menginspirasi dan mencerahkan umat Kristiani pada khususnya bahwa untuk menjadi orang Kristen tidak harus sama seperti Yahudi atau Negara-negara Eropa lainnya. Orang Kristen di Indonesia harus menjadi Kristen tetap menjaga dan melestarikan budaya lokal yang telah menjadi ciri khas bagi bangsa Indonesia.

Kefas Hervin Devananda ketua PD Jabar juga menegaskan bahwa seperti yang dilakukan oleh “rasul’ Sadrach dalam menyebarluaskan Kekristenan di Indonesia dengan tetap berpegang pada budaya lokal yang telah menjadi kebanggaan terbesar bagi Indonesia.
Lebih lanjut Kefas memaparkan sebagaimana pesan Bung Karno dalam pidatonya “kalau jadi Hindu, jangan jadi orang India, Kalau jadi Islam, jangan jadi orang Arab, kalau jadi Kristen, jangan jadi orang Yahudi. Tetaplah jadi orang Indonesia dengan adat budaya Nusantara yang kaya raya ini”.

Pesan Bung Karno inilah yang ingin dipertegas kembali oleh Pewarna agar tetap menjadi “Kristen Nusantara” yang harus menjunjung tinggi budaya dan semangat kebangsaan.

Mendengar hal tersebut, Ahmad Basarah menyambut dengan baik ide yang dipikirkan oleh Pewarna dan bersemangat untuk mendukung kegiatan tersebut agar benar-benar diwujudkan. Karena menurutnya, selama ini belum pernah ada dari kalangan Kristen yang memikirkan hal demikian.

Lebih lanjut Basarah  juga menyatakan akan memfasilitasi kegiatan tersebut dan akan menyampaikannya kepada Ketua Umum PBNU, Ketua Umum Muhammadiyah dan kepada organisasi atau tokoh-tokoh terkait lainnya.

Mantan Sekjen Presidium GMNI juga menegaskan bahwa semangat tersebut tidak hanya untuk Kekristenan, tetapi ini adalah semangat juang untuk seluruh anak bangsa yang harus diperjuangkan. Oleh karena itu, hal demikian perlu untuk disampaikan kepada organisasi-organisasi di luar dari organisasi Kristen yang terus berjuang untuk menjunjung tinggi nilai-nilai budaya di Negara Kesatuan Republik Indonesia. (*/sisco)




Wawancara Khusus Pewarna Indonesia Bertahan Ditengah PPKM Darurat

Jakarta,GN- Persatuan Wartawan Nasrani (PEWARNA) Indonesia, melalui Departemen Penelitian dan Pengembangan yang diketuai oleh Asiong Munthe mencermati kondisi selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa dan Bali 3-20 Juli 2021.

Reaksi masyarakat terhadap PPKM terkait dengan pemenuhan kebutuhan ekonomi, apakah itu pekerja kantoran, sektor informal dan ataupun pedagang mengeluhkan  berkurangnya pendapatan yang berakibat pada pemenuhan kebutuhan hidup. Singkatnya PPKM Darurat menjadi pukulan telak bagi ekonomi rakyat.

Untuk alasan itulah Litbang Pewarna Indonesia mengambil tema “BERTAHAN DITENGAH PPKM DARURAT” dalam Wawancara Khusus dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DR. H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A, M.B.A. Wawancara dilakukan melalui plarform Zoom pada Kamis (21/7) pukul 16.00-17.00 wib.

Wawancara juga di hadiri oleh Ketua Umum Pewarna Indonesia Yusuf Mujiono beserta jajarannya, Penasehat Pewarna DR. Jimmy Lumintang, Lukman Pandji, Ketua Vox Point Indonesia Budi Handojo, ketua TAPPAI Jahmada Girsang dan peserta lainnya.

Wawancara khusus dipandu oleh Asiong Munthe. Dimulai dengan pertanyaan dengan data 34 juta orang yang menggantungkan nasib dari sektor  pariwisata dan ekonomi kreatif.

Menurut Sandi, data yang disampaikan bahwa Pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) adalah rumah bagi 34 Juta orang. Mengutip ucapan Presiden Joko Widodo, bahwa kementerian harus memiliki sense of crisis. Ditambahkannya, apa yang presiden Jokowi sampaikan yaitu kementerian Parekraf harus memiliiki juga sense of urgency dan sense of humanity.

“Kita patut syukuri bahwa PPKM Darurat sudah berakhir dan perpanjangan hingga tanggal 25 Juli ini adalah PPKM Ketat level 3 dan 4” ungkap Sandi bersemangat.

Lanjut Sandi, bila terjadi penurunan penyebaran pada tanggal. 26 Juli nanti maka proses kebangkitan Parekraf bisa mulai diwujudkan, membuka lapangan pekerjaan. Meningkatkan inovasi, adaptasi dan kolaborasi. Mendorong lahirnya skill baru untuk bisa bertahan, ambil peluang dan cetak pemenang.
“Sudah saatnya kita Upskilling, membuka onlineshop, menciptakan konten kreatip, lakukan transformasi. Dengan demikian bisa menjadi saluran berkat dengan penciptaan lapangan pekerjaan,” terangnya.

Kunci kebangkitan ini ada pada program vaksinasi. Untuk itulah Sandi bersama tim kemenparekraf mengkonversi sentra-sentra vaksinasi di destinasi wisata dan sentra ekonomi kreatif. Upaya ini untuk percepat vaksinasi mencapai 5 juta orang perhari.

Untuk itu perlu dilakukan perluasan testing, tracing dan treatment serta  menambah fasilitas kesehatan.

Kemenparekraf keluarkan sertifikasi CHSE. Yaitu Cleanliness (kebersihan), Health (kesehatan), Security (keamanan) dan Environment (ramah lingkungan) . Sertifikasi CHSE adalah proses pemberian sertifikat kepada Usaha Pariwisata, Destinasi Pariwisata, dan Produk Pariwisata lainnya untuk memberikan jaminan kepada wisatawan terhadap pelaksanaan Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan.

Upaya lain yang dilakukan adalah percepat bantuan sosial, hibah, insentif, ketersediaan tenaga kesehatan dan pelaku pariwisata.

Sandi menjelaskan bahwa kemenparekraf menjalankan program pemerintah untuk meningkatkan proses vaksinasi.

“Memastikan destinasi wisata seperti Bali, Jogjakarta, Danau Toba, Mandalika, Labuhan Bajo dan Boroudur sehat dengan vaksinasi” ungkap Sandi.

Bukan hanya itu, ada kewajiban untuk setiap wisatawan domestik dan luar negeri menunjukkan surat vaksin sebelum memasuki objek wisata.
Menurut Sandi Tantangan kita yang terbaru adalah adanya varian baru dari covid19 dan ini menimbulkan dinamika dari penanganan Covid19.

Ada Adagium The Pandemic For the Unvaccinated artinya Pandemi terjadi bagi yang belum di vaksin. Bukan hanya di Indonesia peningkatan kasus masih akan terjadi bila belom mencapai herd immunity. Imunitas Komunal harus terbentuk dan ini hanya bisa dicapai dengan 80 persen orang di satu negara yang sudah di vaksin.

Dari data kesehatan yang ada bahwa warga dan atau lingkungan yang mayoritas sudah di vaksin maka tingkat kesembuhan lebih cepat, tidak gejala berat dan bahkan tidak bergejala (otg)
Terkait Vaksinasi Massal, ketua TAPPAI, Jahmada Girsang yang sudah mengusulkan sistem Tempat Pemberian Vaksin (TPV) melalui surat ke Presiden, Kememterian Kesehatan dan kordinator PPKM Jawa Bali Luhut Binsar Panjaitan. Mengungkapkan bahwa percepatan vaksin dapat dilakukan dengan cara yang sama seperti pemilu, didirikan TPV di tiap RT dengan tenaga kesehatan terlatih.

“17 Agustus 2021 peringatan 76 tahun Indonesia merdeka jadi momentum kita Gelorakan Merdeka dari Covid19” tegasnya bersemangat.

Apa yang di usulkan Jahmada, di respon baik oleh Menteri Sandi dengan menceritakan bagaimana proses vaksin diluar negeri sudah dapat dilakukan di sebuah mini market. Hal ini di alami putrinya yang bersekolah di luar negeri.

Untuk mewujudkan TPV tersebut butuh sistem yang kuat, tenaga vaksin yang memadai, database yang lengkap dan ketersediaan vaksin. Contoh daerah yang cepat lakukan vaksin adalah Jakarta dan Bali.

Sandi menginformasikan pemerintah juga memiliiiki target percepatan vaksin sebab ada agenda internasional yaitu Pertemuan G20 dimana Indonesia menjadi presiden G20 pada desember 2021 di Bali.

Sandi juga berpesan untuk wartawan yang tergabung dalam Pewarna Indonesia untuk memberikan narasi yang baik dan benar terkait program pemerintah untuk Vaksinasi. “Dukungan Media dalam pemberitataan pentingnya vaksin maka kekebalan komunal dapat tercapai.

Jahmada mengingatkan dengan kata bijak. Dalam kondisi sekarang ini, jangan berpikir makan sendiri, keadaan sekarang forcemajeur darurat.

‘Saya optimis Indonesia Emas akan tercapai. Indonesia yang maju, sejahtera, adil dan makmur.Pariwisata akan menuju Personalize, customice, localize dan Smaller in size tapi meningkat Qualitywise dan environmental wise. Pariwisata berbasis Nature and Culture Community Base tourism Ekonomi kreatif tak terlepas dari Tourism Experience,” tandasnya. ( sisco)

 




Terimakasih PEWARNA INDONESIA

Sulut,GN- Terimakasih atas kontribusi dan sumbangsi Persatuan Wartawan Nasrani (PEWARNA) Indonesia. Kalimat tersebut layak disematkan  Sebagai wujud kepedulian, Dewan Pengurus Pusat (DPP) Pewarna melalui Dewan Pengurus Daerah (DPD) Pewarna Sulawesi Utara, turun langsung menyalurkan bantuan kepada anggota yang kediamannya terdampak banjir, Senin (1/2/2021).

Mewakili DPP PEWARNA Indonesia, Sisco Manossoh Menyerahkan Bantuan (foto :gemparnews )

“Saya mewakili DPP Pewarna Indonesia menyalurkan bantuan kepada DPD Pewarna Sulawesi Utara, yang terdampak banjir di Kota Manado. Bantuan terdiri dari bahan natura dan diakonia. Seberapa yang dapat kami berikan, biarlah itu dapat membantu meringankan beban dari teman-teman DPD Pewarna Sulawesi Utara,” ungkap Sisco Manossoh, Ketua Pewarna Sulut.

 

Sisco sendiri mengapresiasi jajaran pengurus Pewarna Indonesia periode 2019-2024, di bawah kepemimpinan Yusuf Mujiono (ketua umum) dan Ronald Onibala (sekretaris umum), yang mau berkontribusi menyediakan bantuan bagi pengurus di daerah.

“Kami juga selaku DPD Pewarna Sulawesi Utara menyampaikan terima kasih kepada seluruh DPP Pewarna Indonesia, baik ketua umum, sekretaris umum, juga segenap anggota yang ada. Kiranya Tuhan memberkati. Shalom,” tandas Koordinator wilayah Sulawesi, Maluku Dan Papua DPP PEWARNA Indonesia itu.(frangky)




Pewarna Indonesia Jabar Gelar Konferda I Di Kota Bekasi

Bekasi, GN- Persatuan Wartawan Nasrani (PEWARNA) Indonesia Jawa Barat (Jabar) menggelar Konferda I di Kota Bekasi Rabu (28/10/2020).

Pewarna Indonesia sebagai organisasi profesi Wartawan terus mengembangkan kepengurusan Daerah (DPD) di seluruh Indonesia. Ini adalah bagian dari amanat Konggres ke 2 PEWARNA Indonesia 2019 yang lalu.

Pelaksanaan Konferda I Jawa Barat bertempat di GBI BICC Lt3 Mega Mall Bekasi Barat yang dihadiri oleh Kasubbid Bela Negara dan Karakter Bangsa Kesbangpol Kota Bekasi Abdul Kadir Djaelani, Kasubag Hubungan Dokumentasi Internal Bagian Humas Setda Kota Bekasi Diah Setiyawati, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bekasi Abdul Manan, Perwakilan MUI Kota Bekasi, Anggota TWUP4 Kota Bekasi Beny Tunggul serta Ketua dan para pengurus Pewarna Indonesia Jabar.

Ketua Penyelenggara Konferda I Jabar , Kefas Hervin Devananda menjelaskan bahwa di Tahun 2020 ini sudah ada 4 DPD yang sudah menyelenggarakan Konferensi Daerah (Konferda). Yaitu DPD DKI Jakarta, DPD Banten, DPD Sulawesi Utara dan DPD Jawa Barat.

Konferda Jabar yang diselenggarakan pada tanggal 28 Oktober 2020 ini mengangkat tema “Merajut Kebhinnekaan, Peran Jurnalis Dalam Membangun Kebersamaan Lintas Agama Dalam Bingkai Pancasila.”

Kefas sebagai ketua panitia mengungkapkan bahwa Konferda I Jabar ditengah situasi pandemi tidaklah mudah. Dikarenakan Jawa Barat memilki wilayah yang lebih luas dengan penduduk yang lebih banyak dibanding daerah lainnya. Tapi dengan modal keyakinan bersama tim panitia bahu membahu menghubungi berbagai jaringan rekan-rekan jurnalis di Jawa Barat.

“Kami panitia modalnya hanya doa dan keyakinan serta langkah nyata dalam mensukseskan Konferda I Jawa Barat” tuturnya. Lebih lanjut dijelaskannya bahwa kerja-kerja panitia dan dukungan rekan-rekan jurnalis di Jawa Barat menghasilkan tahapan persiapan hingga pelaksanaan Konferda I Jabar.

Rangkaian Konferda dimulai dengan pembukaan, sesi diskusi dan lanjut dengan proses pemilihan dan penetapan Ketua DPD. Para pembicara dalam diskusi menyampaikan kesepahaman tentang bagaimana peran Jurnalis dalam pemberitaan. Bahwa Peran Jurnalis ditengah kehidupan berbangsa dan bernegara mengikuti ketentuan UU Pers dan menjadi sumber informasi terpercaya bagi seluruh masyarakat.

Sementara itu Kasubbag Hubungan Dokumentasi Internal yang hadir mewakili Humas Pemkot Bekasi pada Konferda Jabar tersebut memberi apresiasi atas penyelenggaraan Konferda I Jabar yang pelaksanaannya dilakukan di Kota Bekasi.

Dikatakannya peran Jurnalis saat ini sangat penting dalam memberikan informasi yang baik dan benar kepada masyarakat. “Saya berharap konferda I Jabar ini dapat berjalan dengan baik dan lancar sesuai harapan bersama, tandasnya. (*/sisco)




Diskusi Daring Pewarna Indonesia,Mengatasi Kepanikan Orang Tua Terhadap Pendidikan di Masa Pandemi

Jakarta,GN- Pandemi covid-19 sangat berdampak pada dunia Pendidikan, perubahan sistem tatap muka dengan daring menjadi persoalan tersendiri. Maka tak jarang orang tua jadi panik menghadapi cara mendidik putra-putrinya.

Diskusi Daring PEWARNA INDONESIA

Menjawab atas kepanikan tersebut PEWARNA Indonesia menghadirkan diskusi dalam jaringan yang dikaji dari beragam perspektif. Diskusi yang di gelar Jumat, 21 Agustus 2020 Pukul 19.00 – 21.00 WIB menghadirkan Dr Donna M Sampaleng, MPd, DTh dan nara sumber lainnya.

Dr Dona mengatakan, kalau mengutip pernyataan John Dewey Education is Not preparation for life, education is life itself atau diterjemahkan secara bebas Pendidikan Bukanlah persiapan untuk hidup melainkan pendidikan adalah hidup itu sendiri.

Lanjut Dosen STT IKAT ini bahwa Pendidikan adalah proses memanusiakan manusia dengan cara yang tepat. “Permasalahan seputar pendidikan sejak dulu kala adalah Akses Pendidikan, Sarana Prasarana, Sumber Daya Manusia, Sistem Pendidikan, Luaran Pendidikan, Pembiayaan Pendidikan, maupun Hubungan Sekolah dan Masyarakat,” ujarnya.

Lebih jauh dikatakannya, Pandemi mendorong perubahan yang terjadi lebih cepat new normal life, new paradigm, new spirit. Selain itu, dalam catatan akhir disebutkan, Pendidikan adalah tanggung jawab bersama.
“Pemerintah dan lembaga pendidikan memanfaatkan masa pandemi ini untuk mendorong melakukan peningkatan sarana prasarana yang mendukung pembelajaran yang berkualitas. Era sudah berubah mari berubah dan beradaptasi dengan situasi baru. Orang tua dan guru bersinergi mewujudkan pembelajaran PAIKEM GEMBROT (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, Menyenangkan, Gembira dan Berbobot) di sekolah maupun di rumah atau dimana saja. Hidupi tatanan kehidupan baru dengan optimis bahwa kemajuan pendidikan Indonesia akan membawa Indonesia maju dalam pengertian yang sesungguhnya,” terang Dr Dona.

Sumber lainnya Jenny Gichara, SH, BEd, MPd menyoroti kepanikan orang tua saat pandemi.

Meskipun demikian, ada dampak positif yang bisa dirasakan dengan pandemi ini. “Akrab atau sosialisasi terbina kembali dalam keluarga, lebih sehat karena menjaga kondisi hidup sehat; memunculkan keterampilan baru, misalnya yang tidak bisa masak menjadi bisa masak, karena dikondisikan untuk memasak; munculnya layanan online yang menyeluruh baik sekolah, pedagang atau kegiatan lainnya,” tutupnya. (sisco)




Pewarna Indonesia Salurkan Bantuan Untuk Elemen Masyarakat Kota Bekasi

Sulut,GN- Persatuan Wartawan Nasrani (Pewarna) Indonesia Selasa,(31/03/2020) berbagi kasih dengan menyalurkan produk kesehatan dari Bintang Toedjoe bekerjasama dengan Forum umat Nasrani bagi kota Ihsan, (Forbakti) Bekasi, Komunitas Ojek Online (Ojol) WWW.KALONG WEWE Setu, dan Komunitas Muda Milenial POSLAH.

Bantuan diberikan kepada Ketua Forbakti Pdt Djajang Buntoro,MTh,ketua Komunitas Ojol Bang Ortega bersama Bang Ray Hantu Blau, Ketua POSLAH Afrizal bersama Muhammad Ikbal.

Dengan kerjasama ini DPP Pewarna Indonesia dapat menjangkau penyaluran bantuan kepada yang membutuhkan.

DJajang Buntoro mengungkapkan kita sabagai umat Tuhan percaya bahwa segala sesuatu yang terjadi dan kita alami seijin Tuhan. Djajang mengutip firman Tuhan dari Kitab Roma 8:28 (TB) “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. “Kita sebagai umat Tuhan jangan takut berlebihan tetapi juga jangan meremehkan,” ujarnya.

ketua Forbakti ini berharap himbauan pemerintah sebagai salah satu otoritas dari Tuhan dalam hidup kita agar beraktivitas dari rumah dan menjaga jarak, ini waktunya kita lebih banyak bangun kembali kedalaman hubungan dengan Tuhan. Disamping kita praktekan kasih Tuhan yang kita terima di lingkungan, untuk orang lain yang membutuhkan kasih Tuhan.”Tuhan panggil kita sebagai garam dan terang,” tegasnya.

Menurut Djajang Ini waktunya kita berkati dan doakan pemerintah, doakan team medis dan juga orang-orang yang terjangkit covid 19.

Ada beberapa kegiatan yang sudah dilakukan Djajang bersama Forbakti di kelurahan lingkungan, bantuan untuk ANSOR dengan APD, serta penyemprotan desinfektan, pemberian masker. Bantuan juga diberikan untuk jemaat gereja berupa sembako.

Sementara, Afrizal ketua POSLAH mengatakan bantuan sangat dibutuhkan masyarakat dalam menghadapi keadaan saat ini. “Seperti halnya pemerintah Philipina yang berikan bantuan makanan buat setiap warganya”,kata Ikbal.
Dia menambahkan, keadaan saat ini memberikan dampak yang serius bagi kehidupan para pekerja. Dia berharap wabah ini segera berlalu agar perekonomian tidak ambruk.

Di tempat yang lain, Ketua Komunitas Ojol, Ortega menyakini bahwa wabah ini harus disikapi dengan tetap menjaga kesehatan diri dan keluarga. Senantiasa berdoa dan Yakin bahwa Allah yang menjaga hidup kita.(*/sisco)




PEWARNA Indonesia Dan STT IKAT Sukses Menggelar Kuliah Umum

Jakarta,GN- Persatuan Wartawan Nasrani (PEWARNA) Indonesia dan Sekolah Tinggi Theologi (STT) IKAT sukses menggelar kuliah Umum dengan Tema “Merajut Kebersamaan, Merawat keindonesian, Memperkokoh Persatuan”.

Kuliah umum ini sebagai respon dari sebagian kecil persoalan ditengah-tengah kehidupan anak bangsa. Keberagaman yang diwarnai dengan isu-isu negatif yang bila dibiarkan akan berdampak buruk bagi keutuhan bangsa.

Secara khusus, pelaksanaan kuliah umum dilatarbelakangi oleh isu-isu agama yang kerap kali digunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk kepentingan pribadi dan kelompok. Masyarakat yang berbeda-beda keyakinan yang semula hidup damai, aman dan tentram diusik dengan isu-isu hoak yang memecah belah sesama anak bangsa.

Syekh. Dr. Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang, Ketua Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun Indramayu diundang sebagai narasumber di sesi pertama kuliah umum, yang memulai dengan pembahasan tentang sejarah peradaban bangsa Indonesia dan sejarah masuknya agama-agama di Indonesia.

Syekh Abdussalam menyampaikan dengan sangat rinci dan mendetail tentang sejarah sebagai tonggak penting dalam menjaga kerukunan, menjadi dasar kita untuk hidup berdampingan dan bersahabat.

Syekh Abdussalam mengingatkan bahwa sejarah harus dipahami dengan benar, sebab pemahaman yang benar akan melahirkan perilaku hidup yang benar.

Syek Abdussalam juga menyampaikan bahwabperjalanan sejarah itu penting untuk diketahui agar dapat mengambil nilai-nilai yang hidup dan tumbuh pada masa lalu.

“Karena untuk menyambung segala yang baik pada masa lalu, haruslah mengingat masa lalu sebagai acuan melanjutkan kebaikan-kabaikan dan kedamaian itu” ucapnya.

“seperti halnya kebiasaan kita menyanyikan Indonesia Raya hanya dengan 1 stanza, itu salah. Karena Indonesia Raya sebenarnya 3 stanza. Jika kita menyanyikannya hanya 1 stanza, maknanya akan berbeda saat kita menyanyikannya 3 stanza” ucapnya.

Syehk menegaskan bahwa pemahaman sejarah yang benar adalah bagian dari upaya mempertahankan, merawat dan menumbuhkan kebersaman, kedamaian dan persatuan sesama anak bangsa.

Ketua Pompes Al Zaytun ini juga menyampaikan bahwa Pancasila sebagai ideologi Indonesia sudah sangat tepat dalam bingkai keberagaman yang ada di Indonesia. Memantapkan penerapannya harus kita tumbuh kembangkan lagi, agar hidup rukun dapat terwujud seperti sebelumnya.

Syekh menyampaikan, lahirnya intoleransi salah satunya disebabkan oleh kurangnya ilmu seseorang, karena orang yang tak berilmu tidak akan bisa memerdekakan dirinya. Orang-orang yang radikal dan intoleran adalah orang yang belum merdeka dalam berfikir.

Syekh Abdussalam meminta semua anak bangsa harus memiliki ilmu yang benar, ilmu yang mampu memerdekan cara berfikir kita yang berfokus pada kesatuan dan Keindonesian.

Dr. Ali Mocthar Ngabalin, MA, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Badan Koordinasi Mubaligh Seluruh Indonesia (BAKOMUBIN) diundang sebagai narasumber di sesi 2 kuliah umum,

Dr. Ali Mocthar menyampaikan bahwa masyarakat terpelajar itu diidentifikasi dalam 5 variabel penting yakni,

Believe in God

Kita percaya pada satu titik yang mengatur kehidupan kita, yaitu kepercayaan pada Tuhan yang maha esa. Kita meyakini hidup kita tidak lepas dari campur tangan Tuhan. Semua sendi kehidupan manusia berpusat dan bermuara dari Padanya (Tuhan/Allah).

“Kita memang berbeda dalam keyakinan, kita berbeda dalam banyak hal, tapi mustahil kita tak bisa ketemu dalam satu hal, tidak mungkin” ucapnya.

Dr. Ngabalin juga menyampaikan bahwa takdirlah yang membuat kita berbeda, tapi kasih yang mempersatukan kita.

“kalau ada yang klaim hidupnya paling bersih dan suci, maka itu adalah manusia paling hina dalam sejarah panjang manusia” tegasnya.

Ngabalin menjelaskan bahwa doktrin believe in God itu harus ada, itulah sebabnya semua orang harus percaya kuasa Tuhan hadir dalam hidup semua manusia, itu adalah konsep orang-orang yang memiliki peradaban.

“Tidak ada dikolong negeri ini yang merasa hidupnya tanpa kuasa Tuhan, karena setiap orang yang ada di republik NKRI harus percaya bahwa kuasa Tuhan hadir dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, itulah konsep manusia yang memiliki peradaban” tegasnya.

Intelektual Knowledge

Dr. Ngabalin yang merupakan Tenaga Ahli Utama KSP mengatakan bahwa kehadiran STT IKAT adalah sebagai kampus yang mempersiapkan generasi yang memiliki kemampuan intelektual knowledge.

Ngabalin dalam penjelasannya menyampaikan, bahwa ilmu lah yang merangsang keyakinan pada setiap diri manusia. Karena ilmu pengetahuanlah yang membuat kita dapat membedakan mana hak dan kewajiban, itulah tanda kelompok terpelajar.

“Hanya orang bodoh yang tidak mengerti tentang sistem nilai kebenaran dalam membangun kehidupan, kebersamaan dalam kerangka kesatuan Republik Indonesia” tegas Dr. Ngabalin.

Dr. Ngabalin juga meminta rektor STT IKAT
agar pertemuan-pertemuan seperti ini harus terus dilakukan.

Ngabalin juga menyampaikan bahwa dirinya sudah banyak mengundang tokoh-tokoh lintas agama untuk bicara, kita duduk bersama, ndak mungkin kita tak bisa ketemu dalam satu titik, kita pasti ketemu dalam satu titik tertentu. Karena Roh Keyakinan (Allah) yang ada padaku, ada juga pada pastor, pendeta, karena Tuhanlah yang menjadikan semua. karena itu sebuah keberkahan yang tak mubgkin siapapun bisa menolak.

The founding father kita, sudah sangat tepat mengambil keputusan yang baik untuk negeri ini. tidak mungkin kita lebih pintar dari mereka, Ketuhanan yang maha esa adalah salah produk dari hasil kesepakatan founding father kita, yang awalnya Indonesia ingin dejadikan sebagai negara yang berdasar pada syariat Islam, kemudian diganti jadi ketuhanan yang maha esa, kenapa? demi masa depan peradaban bangsa ini.

“Islam saya ini adalah islam indonesia, maka culture dalam sujud dan peribadatan saya, dalam berfikir saya, dan sikap saya dalam membangun silaturahmi adalah dalam culture Indonesia.

CULTURE

Ngabalin menjelaskan perbedaan-perbedaan keyakinan itu kita pertemukan dalam culture kita yang sama.

“pantang bagi kami, jangankan berbicara dan berteriak, karena dalam culture kami; berjalan didepan guru pun kami tak sanggup” ucap Ngabalin.

“Konsep moral culture yang dibangun oleh STT IKAT mendirikan kampus, karena menyadari kalau Indonesia ini membutuhkan generasi-generasi pelanjut teladan agama, pengembang cinta dan kasih pada orang banyak, dengan nilai-nilai, budaya, iman dan ilmu yang benar” ucap Ngabalin.

THE YOUNG GENERATION

Ngabalin meyakini bahwa kehadiran
injil-injil datang dari tangan-tangan yang telah Tuhan berkati.

“Tuhan menjamin setiap kehidupan manusia. Karena Tuhanlah yang menciptakannya, Kenapa manusia berani menghakimi sesama manusia? bukankah segala ciptaan harus tunduk pada Tuhan? Semua manusia harus juga menghormati semua ciptaannya. Karena Tuhan yang ciptakan kita berbeda, kalau Tuhan mau bisa ciptakan 1 agama. Tapi Tuhan punya kehendak kita berbeda.

“Generasi muda harus melihat perkembangan teknologi
Four Point Zero (4.0) adalah alam teknologi yang semakin maju dan terbuka. Pikiran kita juga harus semakin terbuka tak perlu takut tak karu-karuan, semua sudah terbuka disemua sektor, kenapa masih ada yang takut tak karu-karuan menghadapi perbedan-bedaan yang ada” ucap ngabalin.

Dr. Ali Mochtar Ngabalin menjelaskan bahwa urusan agama adalah urusan pribadi dengan Tuhan, biarkan semua manusia meyakini setiap nilai-nilai kebenaran dengan kepercayaan masing-masing.

“Rakyat Indonesia Itu adalah Kristen, Rakyat Indonesia itu adalah Islam, Rakyat Indonesia itu adalah Hindu, Budha, Khatolik dan Khonghucu” Tegas Ngabalin dengan penuh semangat.

“Negeri ini adalah negeri patahan surga, yang sengaja Tuhan jatuhkan di benua Asia. Karena setiap agama mengajarkan tentang cinta dan kasih” ucap Ngabalin.

Ngabalin juga menyampaikan bahwa dirinya sudah berpidato dimana-mana, bahkan di Gereja Khatolik di Belanda, semua karena nilai-nilai kebenaran, cinta, dan kasih. kerana tak mungkin saya bisa sampai kesana berpidato tanpa semua nilai-nilau itu.

Diakhir pengantar pemaparan, Ngabalin menyampaikan Selamat Hari Natal dan Tahun Baru.

Rektor STT IKAT, Dr. Jimmy Lumintang dalam sambutannya menyampaikan bahwa STT IKAT dalam memilih tema kuliah umum berdasar pada persoalan keberagaman yang sedang dihadapi bangsa Indonesia.

Kuliah umum yang digelar di Ruang Serbaguna Kampus STT IKAT, Jl, Rempoa Permai, Bintaro, Jakarta Selatan (28/01/20) dimulai dari jam 10 pagi hingga jam 4 sore dihadiri ratusan mahasiswa STT IKAT, Mahasiswa Pascasarjana Ikat, anggota Pewarna Indonesia dan tokoh-tokoh Masyarakat Kristen dan Masyarakat Umum.(*/sisco)