Sekda Harry Wolf Buka Lomba Boat Race Champoinship

SANGIHE,GN – Sekda Harry Wolf membuka Boat Race Championship Sabtu (23/05/2026), di Teluk Peta, Kampung Peta, Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe. Event balap perahu yang menyedot perhatian masyarakat ini dijadwalkan berlangsung hingga 11 Juli 2026 mendatang.

Turut hadir anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara Vioneta Kiera, Plt Ketua DPRD Kabupaten Sitaro Alfred Ronald Takarendenang, S.E., Ak., serta anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe Arsat Lawendatu dan Muslim Sasikome, S.Pd.I.

Ketua Dekopimda Kabupaten Kepulauan Sangihe, Abdul Aziz Maaling, S.Ag., dalam sambutannya menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan ini memiliki tujuan lebih besar daripada sekadar perlombaan balap perahu.
Menurutnya, Teluk Peta Boat Race Championship menjadi wadah untuk menyalurkan minat dan bakat generasi muda di bidang olahraga air, sekaligus mendorong pengembangan potensi wisata bahari di wilayah Kepulauan Sangihe.

“Ini bukan sebatas ajang lomba, tapi lebih dari itu, Dekopimda terpanggil untuk mengembangkan minat generasi muda di daerah Sangihe sekaligus mengembangkan potensi mereka, serta menjadi bagian dari wisata bahari yang terus dikembangkan di masa-masa mendatang,” ujar Abdul Aziz Maaling.
Ajang adu ketangkasan dan sportivitas tersebut mempertandingkan empat kelas utama dengan total peserta mencapai 58 orang. Rinciannya yakni Kelas Pakura Bangkarera atau kelas bebas sebanyak 12 peserta, Kelas Pambut 18 PK kategori lomba sebanyak 16 peserta, Kelas Pambut 18 PK kategori nelayan sebanyak 14 peserta, serta Kelas Pambut 8 PK kategori nelayan sebanyak 16 peserta.
Para peserta akan memperebutkan total hadiah sebesar Rp53 juta berupa uang pembinaan, trofi, dan medali.

Sekda Kabupaten Kepulauan Sangihe Harry Wolff membacakan sambutan Bupati berharap event tersebut dapat menjadi titik awal berkembangnya destinasi wisata baru di Teluk Peta, sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat setempat.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia penyelenggara dari Dekopimda serta para sponsor yang telah mendukung suksesnya pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Atas nama pemerintah daerah, Bapak Bupati, kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya. Keberhasilan acara yang sebelumnya sempat dilaksanakan sebagai penunjang Festival Sangihe ini menjadi pemikiran awal teman-teman Dekopimda untuk menyelenggarakan kegiatan hari ini. Semoga ini menjadi titik awal perkembangan Teluk Peta sebagai salah satu destinasi wisata dan pusat pergerakan ekonomi dan H
harapan Pemerintah daerah dengan kegiatan Boat Race Championship mampu meningkatkan motivasi para nelayan di wilayah kepulauan perbatasan, sehingga berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat secara inklusif,” tutup Sekda membacakan sambutan Bupati
(RB)




Jelang Hari Raya Idul Fitri Bupati Pantau Stok dan Harga Barang di Pasar Petta

SANGIHE,GN -Menjelang hari raya idul Fitri Bupati bersama Forkopimda melakukan Pantauan terhadap harga dan stok barang di Pasar Petta, Kecamatan Tabukan Utara, Selasa (17/03/2026).


Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok serta memastikan ketersediaan stok pangan menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Sidak pasar rutin dilakukan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) guna mengantisipasi lonjakan harga dan potensi kelangkaan barang.

Rombongan yang terdiri dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kepulauan Sangihe turut melakukan pemantauan langsung terhadap harga sejumlah komoditas penting di lapak para pedagang.

Bupati Michael Thungari,SE,MM berdialog dengan para pedagang untuk mendengarkan langsung berbagai keluhan dan aspirasi.
Adapun sejumlah permasalahan yang menjadi perhatian dalam sidak tersebut antara lain kondisi infrastruktur pasar yang membutuhkan perbaikan, seperti atap yang bocor dan sistem drainase yang tersumbat sehingga kerap menimbulkan genangan air saat hujan.

Selain itu, pedagang juga mengeluhkan ancaman abrasi di area pasar yang berbatasan dengan sungai. Tidak hanya itu, penataan pasar juga menjadi fokus perhatian, khususnya terkait masih adanya pedagang yang berjualan di luar area resmi atau tidak sesuai dengan site plan yang telah ditetapkan.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Bupati Michael Thungari menegaskan komitmennya untuk segera menindaklanjuti perbaikan fasilitas pasar yang bersifat mendesak. Hal ini dilakukan guna menciptakan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat dalam berbelanja, terutama menjelang hari raya.

Sementara itu, Danlanal Tahuna Kolonel Laut (P) Hadi Subandi menegaskan bahwa TNI Angkatan Laut siap mendukung penuh langkah pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas wilayah, termasuk dalam aspek ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan.

Sinergi lintas sektoral ini diharapkan mampu memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi serta kondisi pasar tetap kondusif menjelang Idul Fitri.(RB)




Ancam Keberadaan Wilayah Pertanian, Cindy Wurangian Minta Pansus Menolak Peta Pertambangan

Sulut,GN- Pansus RTRW dan pihak eksekutif Pemprov Sulut kembali melaksanakan rapat pembahasan, terkait peta ketentuan khusus wilayah pertambangan di Sulawesi Utara.

Namun pada rapat kali ini antara pansus RTRW dan eksekutif tak menemui titik temu. Pasalnya, peta yang disodorkan pihak eksekutif itu, semua wilayah Sulawesi Utara masuk wilayah pertambangan.

Tentunya ini menuai kritik anggota pansus. Jika merujuk dari peta itu, tak akan ada lagi wilayah pertanian dan perkebunan, sebab sudah diganti dengan wilayah pertambangan.

“Jangan sampai suatu hari nanti tiba-tiba ada perusahaan asing mengklaim rumah kita, kebun kita sebagai wilayah tambang,” kata Sekretaris Pansus RTRW Cindy Wurangian, Selasa (19/8/2025) saat pembahasan.

Lanjut Cindy meminta pansus untuk menolak peta tersebut karena mengancam keberadaan wilayah pertanian sebagai wilayah pangan berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Pansus Henry Walukow juga meminta Dinas ESDM untuk mengubah peta tersebut.

“Kami minta agar peta ini bisa direvisi lagi. Tolong pihak ESDM tak usah berkeras. Revisi saja peta ini,” ujar Henry.

Kadis ESDM Provinsi Sulut Fransiskus Maindoka tetap bersikukuh tak akan mengubah peta tersebut. “Petanya memang sudah seperti ini,” tukasnya.

Dengan tidak adanya titik temu ini, pembahasan terkait peta itu dipending.

“Kita pending dulu pembahasan soal peta ini. Lanjut saja di pembahasan pasal lain,” tambah Henry.

Dalam peta itu, diketahui semua wilayah Sulawesi Utara masuk wilayah pertambangan, kecuali Kota Manado, pesisir pantai kota Manado, kaki Gunung Lokon dan kaki Gunung Dua Saudara. (sisco)