Poltekes Kemenkes Manado Gelar Pengabdian Kepada Masyarakat PPDM Tahun 2026 di Desa Kalasey Dua Mandolang

Manado,GN- Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekes Kemenkes) Manado melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada masyarakat, Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM).

Kegiatan tersebut menyangkut tentang Pelatihan Pengembangan Produk Daun Kelor Pada Remaja Dalam Upaya Mengatasi Anemia Remaja Putri di Desa Kalasey dua Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa.

Tim dosen yang ikut melaksanakan kegiatan ini yakni Ketua Nita R. Momongan,S.Pd,SST,M.Si (NIDN 4018017201), anggota Ana B. Montol,S.Pd,M.Si NIDN (4017086601)
Henry S. Imbar,S.Pd.,M.Kes (NIDN 4025096801), Olfie Sahelangi,S.Pd,M.Si (NIDN 4010107301).

Desa Kalasey Dua adalah salah satu desa yang terletak di wilayah administratif Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara yang merupakan desa mitra pembinaan Poltekkes Kemenkes Manado.

Berdasarkan wilayah pelayanan kesehatan desa Kalasey Dua bagian dari wilayah pelayanan Puskesmas Tateli Kabupaten Minahasa. Desa Kalasey dua saat ini merupakan desa Binaan Poltekkes Kemenkes Manado yang masih banyak ditemukan masalah kesehatan termasuk masalah anemia pada anak remaja dan ibu hamil.

Terdapat berbagai fasilitas umum yang ada di desa Kalasey dua, seperti sekolah, rumah ibadah, perkantoran,tempat usaha kuliner, dan tempat usaha lainnya. Desa Kalasey Dua memiliki satu buah sarana umum untuk pelaksanaan Posyandu.

Menurut World Health Organization WHO di tahun 2023 sebanyak (30,7%) perempuan berusia 15-49 tahun mengalami anemia. Berdasarkan data survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 menunjukan anemia di Indonesia menurut karakteristik umur 15-24 tahun sebesar (15,5%), dan prevalensi anemia pada perempuan Indonesia (18%). Berdasarkan data SKI 2023 tersebut, remaja putri yang tidak meminum tablet tambah dara sebanyak (33,96%)6).
Salah satu upaya yang dilakukan untuk mencegah anemia pada remaja putri adalah memanfaatkan tanaman lokal sebagai pangan fungsional yang ada disekitar tempat tinggal masyarakat yaitu daun kelor (moringo oliefera). Daun kelor memiliki kandungan zat besi sebanyak 28,2 mg/100 gram serbuk daun8).

Pengembangan produk aneka produk olahan daun kelor dapat memberikan nilai tambah dalam pemanfaatannya untuk meningkatkan nilai gizi yang memberi kontribusi terhadap pencegahan dan penyembuhan pada kasus anemia gizi. Fortifikasi dari beberapa mikronutrien pada minuman dapat menurunkan resiko terjadinya anemia defisiensi besi dan anemia gizi besi.

Berdasarkan analisis permasalahan tersebut, masyarakat di desa Kalasey dua lebih khusus remaja puteri perlu diberikan edukasi yang benar tentang permasalahan anemia pada remaja puteri. Pemberian edukasi tentang makanan yang baik untuk mencegah anemia berupa pelatihan pengolahan menu berbahan dasar daun kelor.

Dalam pelatihan ini juga, peserta akan mempraktekan bagaimana cara mengolah menu berbahan dasar daun kelor.Dengan diberikannya edukasi yang benar kepada remaja puteri sehingga mereka bisa langsung mempraktekan pola makan yang baik untuk mencegah terjadinya anemia pada remaja puteri. Peserta juga dapat meneruskan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam mengolah makanan dengan berbahan dasar daun kelor kepada keluarga dan teman-teman sebaya.

Sementara itu, tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pelatihan dalam bentuk edukasi untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan melalui pemberian materi, konseling dan demonstrasi kepada remaja puteri/siswa di Desa Kalasey dua Kabupaten Minahasa.

Dalam kegiatan ini diharapkan solusi untuk mengatasi permasalahan penyakit anemia remaja puteri dan permasalahannya di desa Kalasey Dua Kecamatan Mandolang Wilayah Puskesmas Tateli Kabupaten Minahasa.
Pemberian edukasi berupa pelatihan remaja puteri diharapkan juga dapat mencegah terjadinya masalah anemia di desa Kalasey Dua.

Kegiatan PkM dilakukan dalam bentuk edukasi dengan memberikan pelatihan kepada remaja puteri di desa Kalasey dua dengan memberikan informasi dan menu makanan untuk mencegahan dan menanggulangi anemia. Pelatihan ini disertai dengan praktek pembuatan makanan sesuai berbahan dasar daun kelor.

Dalam tahapan pelaksanaan kegiatan PkM yaitu melakukan intervensi PkM dalam bentuk memberikan pelatihan pada remaja puteri yaitu siswa SMP 4 Pineleng Kalasey sehingga mereka bisa lebih memahami tentang pembuatan menu dan pola makan yang baik pada penderita anemia sehingga akan diteruskan kepada keluarga dan teman-teman.

Pemberian pelatihan mengikuti modul dan buku resep yang sudah dibuat berdasarkan hasil kajian dan hasil riset yang telah dilakukan. Teknik pelatihan yaitu pemberian materi dalam bentuk ceramah dan diskusi serta praktek membuat menu makanan dan melakukan konseling.

Pemberi materi dalam pelatihan ini adalah Tim pengabmas yang berjumlah empat (4) orang dibantu oleh mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Manado yang berjumlah tiga (3) orang.

Pelatihan ini disertai dengan demonstrasi pembuatan makanan sesuai resep-resep bagi penderita anemia. Pelatihan dilakukan selama tiga hari di balai pertemuan umum desa Kalasey dua. Peserta pelatihan berjumlah 40 orang yang terdiri dari siswa remaja puteri.

 

Peserta yang mengikuti pelatihan dibekali dengan ilmu pengetahuan tentang anemia pada Wanita usia subur/remaja puteri serta pola makan yang baik bagi penderita anemia. Peserta diberikan juga modul dan buku resep sesuai materi yang akan diberikan. Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang sudah diterima kepada keluarga dan teman-teman remaja puteri.

Pada awal dan akhir kegiatan pelatihan dilakukan evaluasi berupa pretest dan postest untuk mengetahui keberhasil kegiatan pelatihan dan kesiapan peserta pelatihan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Kegiatan PkM dilaksanakan pada bulan Agustus 2026.

Untuk keberlanjutan program ini, maka selain peserta pelatihan yang diberikan modul dan buku resep, masyarakat atau keluarga yang memiliki Wanita usia subur di desa Kalasey dua juga akan diberikan modul dan buku resep supaya menjadi acuan keluarga dalam pemberian pola makan yang baik bagi untuk mencegah dan menanggulangi anemia pada remaja puteri. (*/sisco)




Poltekes Kemenkes Manado Gelar Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat PPDM di Kelurahan Kakaskasen 1

Tomohon,GN- Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat tentang Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) oleh Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekes Kemenkes) Manado dilaksanakan di Kelurahan Kakaskasen I Kota Tomohon pada Agustus 2025 lalu.

Kegiatan tersebut meliputi Pelatihan Konseling Menyusui Dan Pemberian Makanan Anak Pada Kader Dan Tokoh Agama Dalam Upaya Penanggulangan Stunting Dan Obesitas Anak Balita di Kelurahan Kakaskasen 1 Kota Tomohon

Tim yang turun melakukan pelatihan ini yakni Henry S Imbar, S.Pd.,M.Kes (NIDN 4025096801) selaku ketua tim. Kemudian anggota, Ana B. Montol,S.Pd,M.Si (NIDN 4017086601), Nita R. Momongan,S.Pd,SST,M.Si (NIDN 4018017201), dan Olfie Sahelangi, S.Pd,M.Si (NIDN 4010107301).

Kelurahan Kakaskasen 1 merupakan salah satu kelurahan yang terletak di wilayah administratif Kecamatan Tomohon Utara Kota Tomohon Provinsi Sulawesi Utara. Berdasarkan wilayah pelayanan kesehatan kelurahan Kakaskasen 1 bagian dari wilayah pelayanan Puskesmas Kakaskasen Kota Tomohon.

Kelurahan kakaskasen saat ini merupakan kelurahan dengan pemukiman modern yang beridentitas kuat terhadap kebudayaan setempat. Terdapat berbagai fasilitas umum yang ada, seperti sekolah, rumah ibadah, perkantoran, Puskesmas pembantu, tempat-tempat usaha kuliner, dan tempat-tempat usaha lainnya.

Permasalahan prioritas di lokasi kegiatan yaitu kelurahan Kakaskasen 1 adalah terjadi masalah gizi ganda yaitu masih ditemukan anak dengan status gizi buruk dan stunting sementara anak yang obesitas juga tinggi. Permasalahan ini perlu untuk ditanggulangi karena keadaan gizi pada masa anak – anak sangat berpengaruh dengan kualitas hidup anak tersebut ketika dewasa.

Anak stunting dapat mempengaruhi produktifitas ketika dewasa termasuk kemampuan kognitif karena berkaitan dengan permasalahan pertumbuhan dan perkembangan otak ketika anak tersebut stunting.

Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pelatihan dalam bentuk konseling kepada kader kesehatan dan tokoh agama tetang ASI ekslusif dan makanan bayi dan Balita untuk memperbaiki keadaan gizi anak di Kelurahan Kakaskasen 1.

Untuk jenis Kegiatan PkM dilakukan dalam bentuk edukasi dengan memberikan pelatihan konseling kepada kader kesehatan dan tokoh agama tentang menyusui ASI eksklusif dan pola makan yang baik bagi anak Balita.

Sementara untuk tahap-tahap pelaksanaan kegiatan PkM yaitu Persiapan terdiri koordinasi dan advokasi dengan Mitra lokasi Pengabmas dan persiapan ATK dan sarana prasarana untuk kegiatan Pengabmas. Pengadaan modul dan modul e-elektronik tentang ASI eksklusif dan pola makan.

Melakukan intervensi PkM dalam bentuk memberikan pelatihan pada kader kesehatan dan tokoh agama sehingga mereka bisa lebih memahami tentang pemberian ASI eksklusif dan pola makanan anak Balita yang baik sehingga akan diteruskan kepada masyarakat. Pemberian pelatihan konseling mengikuti modul yang sudah disiapkan berdasarkan standar dari Kementerian Kesehatan dan hasil riset yang telah dilakukan tim pelaksana dan riset-riset lainnya.

Teknik pelatihan yaitu pemberian materi dalam bentuk ceramah dan diskusi serta praktik melakukan konseling. Pemberi materi dalam pelatihan ini adalah Tim pengabmas yang berjumlah empat orang dibantu oleh mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Manado yang berjumlah tiga orang.

Peserta pelatihan yang hadir berjumlah 35 orang yang terdiri dari kader kesehatan, tokoh agama, dan dari Puskesmas Kakaskasen.Peserta yang mengikuti pelatihan dibekali dengan ilmu pengetahuan tentang gizi khususnya ASI eksklusi dan makanan sehat bagi anak dan diberikan pegangan berupa modul elektronik tentang materi yang diberikan.

Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang sudah diterima kepada masyarakat dan jemaat/umat bagi tokoh agama. Kader kesehatan bisa melakukan langsung ke masyarakat dalam pertemuan – pertemuan dan berkunjung kerumah keluarga yang memiliki bayi dan anak Balita. Kader kesehatan juga dapat melakukan edukasi pada saat kegiatan Posyandu Balita.

Untuk Tokoh agama mereka dapat memberikan edukasi kepada umat/jemaat pada saat melakukan ceramah/khotbah atau kegiatan-kegiatan ibadah lainnya. Tokoh agama juga dapat melakukan edukasi pada saat ada pasangan calon pengantin yang melakukan katekisasi atau persiapan sebelum pernikahan sehingga saat keluarga mereka memiliki anak sudah ada pemahaman yang benar tentang menyusui eksklusif.

Metode ini sesuai riset yang telah dilakukan oleh tim pelaksana sangat efektif untuk dilakukan. (redaksi)