Keluarga Pasien Apresiasi Pelayanan Pengamanan di RSUP Kandou Manado

Manado,GN – Tingkat kepercayaan terhadap pelayanan kesehatan dan juga pengamanan di area RSUP Prof Dr RD Kandou Manado mendapat apresiasi dari keluarga pasien.

Respon baik atas pelayanan ini, menjadi motivasi bagi civitas hospitalia RSUP Kandou Manado untuk terus memberikan pelayanan yang prima bagi masyarakat.

Novi Rapar,ST (foto : Gemparnews.com)

Apresiasi ini datang dari keluarga pasien, juga selaku warga masyarakat Bolaang mongondow. Ibu Lian selaku keluarga pasien dari desa Imandi menuturkan selama menjaga keluarganya yang sedang dirawat di irina A, para petugas kesehatan begitu ramah. Tak terkecuali dokter dan perawat menjalankan tugasnya dengan penuh tanggungjawab.

” Saya sudah tiga hari di ruangan ini menjaga keluarga yang sedang di rawat. Selama disini kami melihat pelayanan kesehatan oleh petugas kepada semua pasien dilakukan dengan ramah dan penuh tanggungjawab. Kami selaku keluarga pasien sangat mengapresiasi dan berterimakasih kepada management rumah sakit kandou,” tutur ibu lian kepada media Gemparnews.com Selasa, (18/3/2025).

Sementara, keluarga pasien lainnya yang berada di unit gawat darurat turut memberikan komentar dan penilaian terkait pengamanan di RSUP Kandou Manado.

” Pengamanan di sini sangat baik di bandingkan tahun – tahun sebelumnya. Dimana – mana terlihat petugas pengamanan saling komunikasi dan koordinasi. Dengan pengamanan seperti ini meminimalisir hal – hal yang tidak di inginkan bersama seperti kehilangan barang dari keluarga pasien,” kata bapak Aldi.

Dengan pengamanan dan pelayanan yang baik di rumah sakit kandou ini, Aldi menilai tingkat kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit semakin tinggi.

“Artinya masyarakat semakin percaya, atas pelayanan yang di berikan oleh rumah sakit kandou Manado. Dan ini tentunya menjadi salah satu ukuran bagi masyarakat atas pelayanan,” ucapnya.

Direktur Utama RSUP Prof Dr RD Kandou Manado melalui Manager umum Novi Rapar,ST menyampaikan terimakasih atas apresiasi masyarakat terhadap pelayanan di rumah sakit ini.

” Terimakasih apresiasi dari masyarakat atas pelayanan di rumah sakit ini. Kami tidak dapat menilai sendiri bagaimana  pelayanan kami terhadap masyarakat khususnya para pasien di rumah sakit kandou, hanya merekalah yang dapat menilai. Namun kami, rumah sakit kandou tetap optimisme dan terus berkomitmen memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat dari segi pelayanan, kenyamanan dan keamanan di RSUP Kandou Manado,” tandasnya. (sisco)

 




RSUP Kandou Terapkan Penyajian Layanan Gizi Makanan Pasien Sesuai Standar

Manado,GN – Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Dr RD Kandou Manado sampai hari ini menerapkan penyajian layanan gizi makanan untuk pasien sesuai standar yang ada.

hal itu dikatakan oleh Direktur Utama RSUP Kandou Manado melalui Kepala Instalasi Gizi, August Porajou Watak,S.ST kepada sejumlah media, ketika di temui di ruangan kerja, Jumat (28/2/2025).

Kepala Instalasi Gizi RSUP Prof Dr RD Kandou Manado August Porajou Watak,S.ST ( foto : Gemparnews)

“Jadi kami memberikan makanan yang spesifikasinya halal. Untuk ke depan sudah ada sertifikasi halal yang harus di ikuti oleh pihak rumah sakit di instalasi gizi khususnya. Karena dengan adanya hal seperti ini, masyarakat lebih percaya bahwa kegiatan kita menerapkan produk halal. Hal ini perlu di standarisasi sehingga pelayanan kita lebih bermutu. Jadi standar – standar seperti itu harus jelas ada,” kata Watak.

Lanjut Watak menjelaskan, Standar yang telah dibuat tidak menjadi patokan. “Memang ada standar-standar yang sudah dibuat oleh kita namun standar ini tidak menjadi patokan. Jika pasien di ijinkan untuk makan maka kami akan ikuti. Kecuali ada makanan yang nota bene dilarang atau tidak halal maka kami pun melarang untuk pasien,” ujarnya.

Sementara untuk pemberian makanan pada pasien kata Watak, pihaknya menyajikan pelayanan makanan sehari tiga kali plus extra.

” Layanan makanan kami sajikan sehari tiga kali plus ektra tambahan sesuai kebutuhan dan bukan terpaku pada kegiatan rutin namun hanya pada kebutuhan,” ucapnya.

Selain itu kata Watak, pihaknya juga memberikan edukasi kepada pasien bahwa pemberian makanan termasuk cita rasa untuk proses penyembuhan dan pemulihan kesehatan.

“Itu juga kami lakukan para ahli gizi untuk menyampaikan pola makanan kepada pasien. Demikian juga para dokter spesial gizi klinik untuk memberikan proses penanganan penyakit gizi yang berhubungan dengan pasien. Ada perbedaan kegiatannya antara ahli gizi dan dokter spesialis gizi klinik,” ungkapnya.

“Jadi fokus kita pada proses asuhan gizi atau layanan gizi sedangkan dokter spesialis gizi klinik fokus pada penyakit gizinya artinya penyakit yang disebabkan oleh gizi,” sambung watak.

Terkait pemberian bumbu makanan untuk pasien di rumah sakit, Watak menjelaskan menyesuaikan dengan kondisi dan penyakit yang di derita oleh pasien.

” Kami memberikan cita rasa garam dan kecap secukupnya dan juga bahan alami lainnya. Karena kami memberikan sajian layanan makanan sesuai standar dan kondisi penyakit pasien. Kami tidak memakai bumbu penyedap rasa seperti ajinomoto, masako dan bumbu penyedap rasa lainnya, karena itu sangat di larang untuk pemulihan dan penyembuhan kesehatan.di rumah sakit ini,” tandasnya. (sisco)




Keluarga Pasien Sampaikan Terimakasih Kepada RSUP Kandou Manado Fasilitasi Operasi Celah Bibir dan Lelangit Secara Gratis

Manado,GN- Keluarga dan orangtua pasien celah bibir dan lelangit saat ditemui sejumlah awak media, Sabtu (01/02/2025) di ruang tunggu RSUP Kandou Manado menyampaikan terimakasih dan rasa syukur dimana mendapatkan pengobatan dan operasi Gratis dari RSUP Kandou Manado.

Orangtua pasien celah bibir dan lelangit ketika diwawancarai media (foto : Gemparnews)

Mereka pun angkat bicara dan turut mengapresiasi kegiatan bakti sosial ini, telah membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan operasi celah bibir secara gratis.

Salah satu orang tua pasien asal Desa Bilalang Dua Kota Kotamobagu Wiraldy Mokoginta menyampaikan bahkan menceritakan bagaimana mengetahui informasi tentang operasi celah bibir secara gratis ini.

“Saya mendapatkan informasi dari sebuah berita online yang kami serching di geogle tentang adanya operasi gratis di RSUP Kandou Manado. Kemudian saya juga melihat pengumuman di Instagram RSUP Kandou  yang memberikan penjelasan lebih lanjut,” kata Wiraldy.

Ibu Meylan warga Gorontalo, yang juga orangtua pasien celah bibir dan lelangit menuturkan bahwa mengetahui adanya pengobatan gratis melalui media sosial.

“Saya pertama kali melihat unggahan di Facebook RSUP Kandou Manado yang memberitakan tentang operasi celah bibir secara gratis. Kesempatan bagi kami bahkan informasi ini sangat membantu. Saya sangat berterima kasih kepada RSUP Kandou yang telah memfasilitasi kami dengan pengobatan ini,” ungkapnya.

Banyak orangtua sangat terbantukan dari informasi yang mudah diakses melalui media sosial dan media online dan tidak lagi terbebani dengan biaya pengobatan yang mahal.

Pada pertemuan sebelumnya dengan sejumlah media, Direktur Layanan Operasional RSUP Kandou, dr Wega Sukanto,SpB.TKV.(K), mendorong agar informasi mengenai kegiatan di RSUP Kandou pentingnya peran platform berita online dan media sosial RSUP kandou dalam menjembatani informasi kesehatan kepada masyarakat luas, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah terpencil.

“Kami akan terus memanfaatkan media sosial dan berita online untuk menginformasikan program pengobatan gratis ini kepada sebanyak mungkin orang tua yang membutuhkan,” terangnya. (sisco)




SOS Cabang Manado Gelar Aksi Sosial Berbagi Kasih Kepada Pasien di RSUP Kandou

Manado,GN – Sahabat Orang Sakit (SOS) cabang Manado menggelar kegiatan aksi sosial berbagi kasih dengan membagikan makanan siap saji kepada pasien di Irina C, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Dr RD Kandou Manado, Senin (30/12/2024).

Koordinator SOS Wilayah Sulawesi Utara Meily Kambey menjelaskan kegiatan aksi sosial dilaksanakan setiap tahun dan untuk tahun ini dilaksanakan di RSUP Kandou Manado. ” Setiap tahun kami melaksanakan kegiatan aksi sosial,” kata Kambey.

Selain membagikan makanan kata Kambey, sahabat orang sakit juga melakukan pelayanan dengan mengunjungi pasien di rumah sakit untuk didoakan. ” Kami juga mendoakan pasien yang ada di rumah sakit,” ujarnya.

Sebelumnya sahabat orang sakit juga melaksanakan pelayanan aksi sosial di beberapa tempat. “Pelayanan juga kami laksanakan di tempat pembuangan sampah dan juga di jalan,” ucapnya.

Kambey menyebutkan sahabat orang sakit sudah terbentuk di beberapa daerah termasuk di Kota Manado, Kota Bitung dan Kota Tomohon. Sementara untuk Wilayah Kabupaten Kepulauan, Kambey menjelaskan bahwa pihaknya sementara merintis.

Sahabat orang sakit terbentuk sejak tahun 2015 di Sulawesi Utara dan sudah bekerjasama dengan beberapa rumah sakit.

“Jadi setiap hari kami melakukan pelayanan, untuk mendoakan pasien yang ada di rumah sakit, dan juga mendoakan sampai dirumah ketika pasien sudah di izinkan pulang,” tandasnya. (sisco)




Dr Wiyono : Tidak Ada Pasien Mpoks di RSUP Kandou Manado, Berita dan Foto Beredar di Medsos Hoaks

Manado,GN- Terkait berita dan foto yang beredar di media sosial bahwa RSUP Prof Dr R.D Kandou Manado ada pasien Mpoks yang sedang diwarat adalah Hoaks.

“Berita tersebut adalah hoaks,” tegas dr Wiyono, Manager Tim Kerja Pelayanan Medik RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (12/09/2024).

Dokter Yono sapaan akrabnya menjelaskan di rumah sakit Kandou memang ada pasien perempuan umur 61 tahun, masuk rumah sakit dengan kelainan kulit.Pasien diperiksa lebih lanjut dan dikolaborasikan dengan sangat disiplin.

Akan tetapi sebagai kewaspadaan, Langkah-langkah Pencegahan dan prosudur Mpoks tetap dilakukan oleh tim medis.

“Pasien tersebut kami lakukan dengan prosudur Mpoks yaitu pemeriksaan laboratoium dan swap atau hapusan tenggorok, hapusan nasuparing, hapusan leci dan hapusan anus, ilmu kulit menyimpulkan bahwa pasien tersebut didiagnosa herpes atau biasa disebut dengan muntah ular.” jelas dr Wiyono.

Dengan demikian dr Wiyono didampingi Asisten Manajer Tim Kerja Pelayanan Medik dr Christi Natalia Allow, Asisten Manajer Tim Kerja Hukum dan Humas, Novita,SH, menegaskan hingga saat ini, RSUP Prof Dr RD Kandou Manado tidak menerima pasien dengan kasus Mpox.

Dia menghimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan informasi yang belum jelas sumbernya dan selalu mengkonfirmasi kebenaran informasi tersebut kepada pihak yang berwenang.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang tidak benar dan dapat menimbulkan kepanikan,” tandas dr Wiyono.

Pihak rumah sakit juga menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada serta mengikuti protokol kesehatan yang dianjurkan untuk mencegah penyebaran penyakit menular. (sisco/*)




Ini Penjelasan Dirut Jemmy Panelewen Terkait Pasien Di RSUP Prof Dr RD Kandou Malalayang

Direktur Utama RSUP Prof Dr RD Kandou Malalayang Dr dr Jemmy Panelewen

Sulut,GN- Melalui rilis resmi dari Direktur Utama RSUP Prof Dr RD Kandou Malalayang Dr dr Jemmy Panelewen untuk menyikapi pemberitaan adanya kasus terduga pasien corona virus yang sementara dirawat di RSUP Prof Kandou Malalayang, maka dapat kami sampaikan beberapa hal sebagai berikut:

1. Yang bersangkutan bukan warga negara China, tapi warga negara Indonesia yg bekerja sebagai interpreter di salah satu maskapai penerbangan.

2. Tindakan isolasi yg dilakukan oleh aparat kesehatan berdasarkan pada beberapa pertimbangan yakni adanya riwayat perjalanan ke lokasi terjangkit di China dan yang bersangkutan mengeluh dalam kondisi pilek.

3. Kepada yang bersangkutan tidak dikenakan kriteria tersangka karena pada saat pemeriksaan tidak menunjukkan adanya tanda tanda demam dan radang paru atau pneumonia sesuai kriteria dari Kemenkes.

4. Tindakan karantina/isolasi diberlakukan untuk pengawasan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pelayanan publik untuk pencegahan penyakit.

Sementara,Plh Direktur Medik Dan Perawatan Dr dr Ivonne Elizabeth Rotty,MKes menambahkan bahwa pemeriksaan sudah dilakukan terhadap pasien tersebut dan sudah di kirim ke pusat untuk hasil pemeriksaan. ” Sudah di kirim ke pusat,jadi tinggal menunggu hasil,” ujarnya.

Selain itu,dijelaskannya bahwa kriteria pasien ini adalah pengawasan bukan suspec. “Masih dalam pengawasan bukan suspec,” tambahnya.

Plh Direktur Medik Dan Perawatan RSUP Prof Dr RD Kandou Malalayang Dr dr Ivonne Elizabeth Rotty,MKes (foto: gemparnews.com)

Dia berharap masyarakat tetap tenang jangan panik. “Yang inti disini, masyarakat tetap tenang,” tutupnya saat diwawancarai di RSUP Prof Kandou Malalayang Minggu, (26/01/2010) siang tadi. (Sisco)