Direksi RSUP Kandou Manado, Paparkan Kerusakan Alat Medis Saat RDP Bersama Lintas Komisi DPRD

Manado,GN- Rapat Dengar Pendapat (RDP) RSUP Kandou Manado bersama Lintas Komisi DPRD Sulut, Senin (16/6/2025) dilaksanakan di lantai tiga ruangan serba guna.

RDP di pimpin oleh Ketua Komisi IV Vonny Paat di dampingi Sekretaris Komisi IV Cindy Wurangian dan Wakil Ketua DPRD Sulut Stella Runtuwene serta anggota DPRD.

Foto Bersama RSUP Kandou Manado Bersama Pimpinan Lintas Komisi DPRD Sulut (foto : Gemparnews)

Pada kesempatan itu, Ketua komisi IV memberikan kesempatan kepada keluarga almarhum Gabriel Sineleyan untuk mengemukakan hal yang berkaitan  dengan pelayanan di RSUP Kandou termasuk juga keberadaan alat medis.

Usai mendengarkan pemaparan pihak keluarga almarhum Gabriel Sineleyan, Pimpinan rapat memberikan kesempatan kepada Direksi RSUP Kandou Manado menjelaskan kronologi kerusakan alat medis berupa bor dan komponen lainnya.

Plh Direktur Utama dan juga selaku Direktur Layanan Operasional RSUP Prof Dr R D Kandou Manado, dr Wega Sukanto, SpB TKV (K), memaparkan secara rinci audit kerusakan alat medis

Sebelumnya dr Wega menyampaikan rasa belasungkawa mendalam kepada keluarga almarhum Gabriel Sineleyan.

Lebih jauh dr Wega menjelaskan bahwa kerusakan pada alat medis yang dimaksud pertama kali terdeteksi pada 20 Januari 2025.

Sebagai prosedur standar, rumah sakit segera memanggil tenaga ahli untuk mengevaluasi apakah alat tersebut dapat diperbaiki di tempat atau perlu dikirim ke luar daerah.

“Bila ada kerusakan alat medis, strategi kita adalah mencari pinjaman alat dari pihak lain selama proses perbaikan berlangsung,” jelas  dr Wega.

Kemudian kata dr Wega, pada 4 Februari 2025, atau sekitar dua minggu setelah kerusakan terjadi, RSUP Kandou berhasil mendapatkan alat medis pinjaman.

Namun, pada 6 Mei 2025, alat pinjaman tersebut juga mengalami kerusakan di luar kendali pihak rumah sakit.

“Direktur Medik saat itu langsung turun tangan mencari alat pinjaman baru dari vendor lain. Sayangnya, kami tidak berhasil mendapatkannya karena alat serupa sedang digunakan rumah sakit lain,” ujarnya.

Dalam kondisi sulit tersebut, RSUP Kandou tetap berupaya agar pasien mendapatkan penanganan semaksimal. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan memberikan rujukan ke rumah sakit lain.

“Karena tidak ada kepastian soal ketersediaan alat, manajemen memutuskan untuk merujuk pasien yang membutuhkan alat tersebut,” kata dr Wega.

Pihak rumah sakit juga berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan terkait prosedur rujukan antar rumah sakit, karena rujukan ini dari rumah sakit tipe A ke rumah sakit tipe yang lebih rendah.

Barulah kabar baik itu datang pada 5 Juni 2025 karena dua alat medis telah tiba di RSUP Kandou, satu alat yang selesai diperbaiki dan satu lagi alat pinjaman baru.

Alat milik rumah sakit yang telah diperbaiki langsung diuji fungsi saat itu dan sudah dapat digunakan kembali.

Sementara itu, Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan, dan Penunjang RSUP Kandou, dr Jehezkiel Panjaitan SH MARS, membenarkan bahwa upaya pencarian alat pinjaman telah dilakukan ke berbagai daerah, termasuk Makassar, Bali, bahkan Jakarta.

“Alat kami buatan Jerman dan memiliki empat komponen yang mengalami kerusakan. Saat dikirim ke Jakarta untuk diperbaiki, kami dipinjamkan alat dengan merek berbeda oleh vendor,” terang  dr Jehezkiel.

Namun, alat pinjaman tersebut hanya dapat digunakan sampai 6 Mei 2025 sebelum mengalami kerusakan.

Melalui RDP ini, RSUP Kandou berharap masyarakat dan pemangku kepentingan memahami tantangan teknis dan logistik yang dihadapi dalam pengelolaan peralatan medis, khususnya saat terjadi kerusakan.

Terrkait pentingnya pelayanan di rumah sakit untuk masyarakat Sulut, management RSUP Kandou Manado berharap jiga suport dari DPRD Sulut.

Hadir dalam RDP tersebut Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian, Ns Suwandi Luneto SKep MKes dan Direktur Keuangan, Dr Erwin Sondang Siagian SSTP MSi, dan para Manager. (sisco)




Kegiatan Donor Darah Sukarela di RSUP Kandou Manado di Buka Untuk Masyarakat Sulut

Manado,GN- Kegiatan donor darah yang dilaksanakan di RSUP Kandou Manado berjalan dengan sukses. Pendaftar perdana yang mendonorkan darahnya adalah Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUP Kandou dr. Jehezkiel Panjaitan,MARS,SH, Senin (16/6/2025).

Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang RSUP Kandou Manado dr Jeheskiel Panjaitan Pendonor Pertma Dalam Kegiatan ini (foto : Gemparnews)

“Kegiatan donor darah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan darah karena  mengingat kita adalah rumah sakit rujukan nasional,” kata drr Jeheskiel.

Kegiatan donor darah ini dilaksanakan mulai 16-18 Juni 2025 melibatkan staf RSUP Kandou  tetapi juga memberikan ruang kesempatan kepada masyarakat Sulut untuk sukarela menyumbangkan darahnya.

“Kami membuka seluas-luasnya bagi seluruh warga Sulawesi utara, karena setetes darah anda sangat penting dalam membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan,” ujar dr Jeheskiel.

Sebagai rumah sakit rujukan, tambah dr Jeheskiel, banyak pasien yang membutuhkan darah. “Karena RSUP Kandou merupakan rumah sakit rujukan. Semua pasien yang membutuhkan darah apalagi dalam tindakan operasi, sehingga membutuhkan darah tersedia di RS Kandou Manado,” tutupnya. (sisco)




Pimpinan RSUP Kandou Manado Dorong Pegawai Semangat Memberikan Pelayanan

Manado,GN- Seluruh unit pelayanan kesehatan maupun administrasi untuk terus mempertahankan kinerja baik yang telah dicapai. Hal ini di ingatkan oleh Pelaksana Harian (Plh) Direktur Utama RSUP Kandou Manado Ns Suwandi Luneto SKep MKes pada saat apel di halaman kantor utama gedung RSUP Kandou, Senin (28/4/2025).

Direksi RSUP Kandou Manado Memberikan Motivasi (Foto : Gemparnews)

“Melakukan evaluasi dan perbaikan jika ada target yang belum terlaksana sesuai harapan yang ada,” kata Luneto.

Luneto menekankan agar tidak neko – neko bekerja melaksanakan tugas pelayanan kesehatan.

“Kita jangan neko-neko untuk bekerja dan memberikan pelayanan kesehatan. Kita dalam posisi ‘Gas 100’, karena itu jangan kendorkan semangat sebagaimana harapan pimpinan di Kementerian Kesehatan RI,” ujarnya.

Dikesempatan Apel Kerja, dua direksi lainnya yakni Direktur Layanan Operasional dr Wega Sukanto SpB-TKV serta Direktur Medik, Keperawatan dan Penunjang dr Jehezkiel Panjaitan SH MARS turut memotivasi kepada setiap staf untuk terus meningkatkan target kerja yang ada. (sisco)




Wamenkes Bakal Buka Ground Breaking Gedung Pusat Layanan Kanker Terpadu RSUP Kandou

Manado,GN- Rencana acara Ground Breaking gedung pusat layanan kanker RSUP Kandou Manado,seperti di beritakan sebelumnya 10 Februari 2025 hari ini, di tunda pelaksanaannya karena masih menyesuaikan waktu dari kementerian.

Direktur Pelayanan Medik Keperawatan dan Penunjang RSUP Prof Dr RD Kandou Manado dr Jehezkiel Panjaitan,SH,MARS (foto: Gemparnews)

Hal ini di sampaikan oleh Plh Direktur Utama RSUP Kandou Manado dr Jeheskiel,SH.MARS kepada media Gemparnews.com ketika di temui di halaman kantor RSUP Kandou Senin,(10/2/2025).

” Iya, acaranya di tunda karena kita menyesuaikan waktunya pak menteri dan hari ini pak menteri berhalangan hadir,” jelas dr Jeheskiel.

“Acaranya akan di laksanakan Jumat 14 Februari 2025. Jadi pak Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes red) akan hadir pada acara ground breaking,” sambung direktur PMKP RSUP Kandou.

Diharapkan acara ground breaking kantor pusat layanan kanker terpadu ini, dapat berjalan dengan baik dan sukses.

” Mohon doa restu agar acara ground breaking gedung pusat layanan kanker terpadu berjalan dengan lancar sehingga pembangunannya juga selesai dengan baik,” pungkas dr Jeheskiel.

Untuk diketahui, gedung pusat layanan kanker terpadu RSUP Kandou Manado merupakan pusat layanan kanker di Indonesia timur dan akan dibangun sebanyak 12 lantai. (sisco)

 




Kegembiraan Anak Penderita Kanker Ikut Lomba Menggambar dan Mewarnai

Manado,GN – Kegembiraan dan antusias anak penderita kanker mengikuti Lomba Menggambar dan Mewarnai,Selasa (4/2/2025) yang diselenggarakan oleh RSUP Kandou Manado.

Keceriaan anak penderita kanker nampak terlihat dari raut wajah mereka ketika kegiatan lomba akan dimulai.

Lomba ini laksanakan dalam rangka memperingati HUT ke – 30 tahun RSUP Kandou Manado, sekaligus ground breaking Gedung Layanan Kanker Terpadu yang akan digelar 10 Februari 2025.

Pada kesempatan itu, Plh Dirut RSUP Prof RD Kandou Manado dr Jehezkiel Panjaitan, SH,MARS mengatakan kegiatan ini adalah bagian kepedulian terhadap anak penderita Kanker.

“Kami juga mengajak kepedulian dari masyarakat guna meringankan beban penderita Kanker,” ujarnya.

“Digelarnya lomba menggambar dan mewarnai bagi anak penderita kanker ini dapat membangkitkan semangat,” sambung dr Jeheskiel.

Lanjut kata dr Jeheskiel, menjalani kehidupan dan tetap optimis untuk sembuh menjadi motivasi dan semangat bagi anak – anak.

“Meski menderita sakit namun mereka yang didampingi orang tua tetap bersemangat dalam menjalani kehidupan dan tetap optimis untuk sembuh,” pungkas Direktur PMKP itu. (sisco)




Direktur PMKP RSUP Kandou Manado Tandatangani PKS Penelitian  Kolaboratif  Onkologi 

Medan,GN- Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Dr RD Kandou Manado sepakat melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di bidang Penelitian Kolaboratif Onkologi bersama tiga rumah sakit yakni RSUP  Adam  Malik  Medan,  RSUP  Mohammad  Hoesein  Palembang dan RSUP  Soeradji  Klaten.

Direktur PMKP RSUP Kandou Manado Lakukan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (foto: ist)

Direktur Pelayanan Medik Keperawatan dan Penunjang (PMKP) RSUP Kandou Manado dr Jeheskiel Panjaitan,SH,MARS melakukan Penandatanganan Perjanjian kerja sama ini yang di laksanakan di Kota Medan Provinsi Sumatera Utara,Kamis (16/1/2025)

Penandatanganan PKS ini laksanakan saat menghadiri acara groundbreaking Gedung Kanker Terpadu di RSUP Adam Malik Medan Provinsi Sumatera Utara.

Direktur PMKP RSUP Kandou Manado di dampingi Manajer Penelitian, dr. Hanry Takasenseran mengatakan Kerjasama  ini  menunjukkan  komitmen  bersama  dalam  memajukan  pengetahuan  dan  teknologi  di  bidang  onkologi  untuk  memberikan  pelayanan  kesehatan  kanker  yang  lebih  baik  bagi  masyarakat.

“Kerjasama  ini  merupakan  langkah  strategis  dalam  meningkatkan  kualitas  pelayanan  kesehatan  kanker  di  Indonesia,”  kata dr Jeheskiel.

“Kami  berharap  kerjasama  ini  dapat  menghasilkan  inovasi  dan  penemuan  baru  yang  bermanfaat  bagi  pasien  kanker  di  seluruh  Indonesia,” sambungnya.

Kerjasama  ini,  RSUP  Kandou  Manado  akan  berkolaborasi  dengan  rumah  sakit  lainnya  dalam  menjalankan  penelitian  di  bidang onkologi. Diharapkan Penelitian  ini  dapat  meningkatkan  pengetahuan  dan  teknologi  di  bidang  onkologi,  sehingga  dapat  meningkatkan  kualitas  pelayanan  kesehatan  kanker  bagi  masyarakat.

“Kami  berkomitmen  untuk  terus  berinovasi  dan  mengembangkan  program  di  bidang  onkologi  agar  RSUP  Kandou  dapat  memberikan  pelayanan  kesehatan  kanker  yang  berkualitas  bagi  masyarakat  Sulawesi  Utara,” tandasnya.

Diketahui, acara tersebut turut disaksikan perwakilan dari Kementerian Kesehatan dan Islamic Development Bank. (*/sisco)




Panjaitan : Penghargaan Ini Menjadi Motivasi Untuk Terus Berinovasi

Manado,GN- Direktur Utama RSUP Kandou Manado melalui Direktur Medik Penunjang dan Keperawatan dr Jeheskiel Panjaitan, SH,MARS menyebutkan penghargaan WSO Angerls Award merupakan bukti bahwa RSUP Kandou terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan stroke.

 

“Penghargaan ini merupakan bukti bahwa RSUP Kandou terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan stroke dan menjadikan rumah sakit ini sebagai referensi utama penanganan stroke di Indonesia Timur,” kata Panjaitan usai menerima penghargaan WSO Angels Award, Senin (6/1/2025) diruangan webinar RSUP kandou Manado.

Panjaitan juga menyampaiakan terimaksih kepada semua staf dan karyawan RSUP Kandou, sudah belerja keras meningkatkan pelayanan kesehatan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua staf dan karyawan  RSUP Kandou yang telah bekerja keras dalam meningkatkan kualitas pelayanan stroke di rumah sakit kandou. Penghargaan ini akan menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Sulawesi  Utara,” ucapnya.

Sementara itu, dr fransisca kristina perwakilan Angels indonesia menjelaskan penghargaan WSO Angels Award merupakan pengakuan atas komitmen dan keberhasilan rumah sakit dalam memberikan perawatan stroke berkualitas.

“Untuk meraih penghargaan ini, rumah sakit harus memenuhi beberapa kriteria yang ditetapkan oleh World Stroke Organization (WSO). Secara umum, kriteria yang harus dipenuhi meliputi pengumpulan data. Rumah sakit harus mengumpulkan data secara konsisten mengenai pasien stroke yang dirawat. Data ini biasanya dikumpulkan melalui registri stroke seperti RES-Q atau SITS,” terangnya.

“WSO selaku organisasi yang menerbitkan penghargaan merupakan satu-satunya badan global non profit yang fokus pada pencegahan stroke. Sementara, Angels Initiative adalah program kesehatan yang didedikasikan untuk meningkatkan peluang pasien stroke untuk bertahan hidup dan bebas kecacatan,” tutup dr fransisca. (sisco)




RSUP Kandou Manado Gelar Ibadah Perayaan Natal, Dirut Ajak Tebarkan Cinta Kasih, Kebersamaan dan Komitmen

Manado,GN – Keluarga besar civitas RSUP Prof Dr RD Kandou Manado menggelar ibadah perayaan Natal Yesus Kristus. Ibadah tersebut dilaksanakan Rabu (18/12/2024) di gereja lukas oikumene RSUP Kandou Manado.

Tema yang diusung dalam perayaan Natal kali ini yakni “Marilah Sekarang Kita Ke Betlehem” dan Sub Tema “Melayani Dengan Kasih”.

Ketua panitia, Dr Erwin Sondang Siagian,SSTP, MSi menyampaikan ucapan selamat datang kepada undangan yang hadir dalam ibadah dan dilanjutkan dengan Puji-pujian Natal menghiasi serta menambah semangat suasana ibadah Natal.

Ayat pembimbing terdapat dalam Yohanes 1:14 “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran,”.

Pdt Tedi Robert Kansil, MTh memimpin jalannya ibadah perayaan Natal dengan mengambil pembacaan Alkitab dalam Injil Lukas 2 : 8 – 20.

Pdt Tedy mengatakan pemahaman tentang kalimat marilah kita pergi ke Betlehem harus di pahami secara theologis dan bukan dengan traveling. “Kenapa harus ke Betlehem?,karena di betlehem ada penggenapan janji – janji Tuhan,” kata pdt Tedy.

Sementara itu, Plt Direktur Utama Drg Yuli Astuti Saripawan, MKes, mengatakan perayaan Natal menjadi momentum untuk saling adanya cinta kasih, kebersamaan dan komitmen.

” Semua ini untuk menjadikan suatu perubahan yang besar terkait pelayanan bagi masyarakat Sulawesi Utara di RSUP Kandou Manado,” ujarnya.

“Perayaan Natal  tahun  ini  menjadi  momentum  yang  sangat  khusus  bagi  umat  Kristiani  di  seluruh  dunia,  termasuk  di  Sulawesi  Utara dan RSUP Kandou.  Natal  bukan  hanya  perayaan  kelahiran  Yesus  Kristus,  tetapi  juga  merupakan  waktu  yang  tepat  untuk  menebarkan  cinta  kasih  dan  berbagi  dengan  sesama,” tambahnya.

Menurut Saripawan harus ada cinta kasih sayang serta komitmen untuk melakukan suatu perubahan yang besar bagi rumah sakit Kandou.

“Melalui damai Natal mari kita melayani pasien kita yang ada di rumah sakit Kandou dengan penuh kasih sayang,” ucapnya.

Dirut mengajak seluruh karyawan untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat Sulawesi Utara.

“Mari kita wujudkan nilai-nilai Natal ini dalam bentuk pelayanan yang semakin berkualitas bagi masyarakat yang membutuhkan,” tandasnya.

Turut hadir Direktur Pelayanan Medik Keperawatan dan Penunjang (PMKP) dr, Jehezkiel Panjaitan,SH.MARS, Plt Direktur SDM Pendidikan dan Penelitian, Ns Suwandi Luneto,S.Kep, M.Kes, para Manager dan Asisten Manager serta undangan.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan diakonia dan diakhiri dengan ramah tamah. (sisco)




Hearing Dengan DPRD Sulut, Berikut Penjelasan RSUP. kandou Manado Terkait Sistem Pemberian Remunerasi

Manado,GN — DPRD Sulawesi Utara (Sulut) melalui Komisi IV membidangi Kesejahteraan Rakyat, bersama RSUP Prof Dr R D Kandou Manado menggelar Hearing, Senin (16/12/2024) di ruangan komisi IV DPRD Sulut.

Hearing tersebut dipimpin Ketua DPRD Sulut, dr Fransiscus Andi Silangen SpB KBD, serta Ketua Komisi IV, Dra Vonny Jane Paat, dan dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD, Stella Runtuwene, yang juga berperan sebagai Koordinator Komisi IV, serta anggota lainnya, termasuk Sekretaris Komisi IV, Cindy Wurangian.

 

Sementara RSUP Kandou Manado hadir empat direktur, antara lain Direktur Layanan Operasional, dr Wega Sukanto SpBTKV, Direktur Medik Penunjang dan Keperawatan, dr Jehezkiel Panjaitan SH MARS, Direktur Sumber Daya Manusia (SDM), Pendidikan, dan Penelitian, Ns Suwandi Luneto SKep MKes, serta Direktur Perencanaan dan Keuangan, Dr Erwin Sondang Siagian SSTP MSi.

Undangan hearing tersebut atas keluhan masyarakat terkait sistem pemberian remunerasi di RSUP Kandou Manado yang diduga terlambat, tidak sesuai dengan aturan, dan kurang transparan dalam pengelolaannya.

DPRD Sulut menaruh perhatian khusus atas keluhan masyarakat tersebut. DPRD Sulut melalui komisi IV meminta klarifikasi dari pihak rumah sakit mengenai mekanisme dan regulasi terkait remunerasi.

Terkait hal itu, Direktur SDM, Ns Suwandi Luneto pun angkat bicara. Luneto menjelaskan pengelolaan remunerasi di rumah sakit ini melibatkan tiga direktorat.

Dia menegaskan remunerasi diatur sesuai dengan regulasi terbaru, seperti Keputusan Menteri Keuangan Nomor 335 Tahun 2024 dan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/1580/2024, serta Petunjuk Teknis Remunerasi yang diterbitkan oleh Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan.

“Remunerasi terdiri dari gaji dan insentif, dan untuk pembayaran dokter serta tenaga kesehatan (nakes) mengikuti sistem ‘fee for service’, yang artinya dibayar berdasarkan kinerja mereka,” kata Luneto.

Proses pembayaran lanjut Luneto mengatakan dilakukan melalui sistem yang mengintegrasikan data dari BPJS Kesehatan atau berpedoman pada Berita Acara Hasil Verifikasi (BAHV) dari pihak BPJS.

Dia juga menekankan bahwa rumah sakit selalu berupaya untuk memastikan bahwa pembayaran remunerasi dilakukan sesuai dengan aturan dan regulasi yang berlaku.

Untuk klaim ke BPJS, jelas Luneto, biasanya dilakukan pada tanggal 1-5 awal bulan dan klaim menunggu 20 hari kerja, baru setelahnya dikirimkan BAHV oleh BPJS.

“Jadi maksimal tanggal 25 baru bisa dilihat berapa yang layak bayar dan berapa tidak layak bayar. Pastinya untuk dokter tidak ada pemotongan karena fee for service,” jelasnya.

Sedangkan yang belum terbayar, itu karena masuk kategori pending atau dispute untuk klaim BPJS-nya dan telah diproses dalam sistem.

Di tempat yang sama, Direktur Keuangan Erwin Sondang Siagian menjelaskan dalam sistem klaim BPJS, terdapat empat kategori dalam BAHV, yakni “Layak”, “Tidak Layak”, “Pending”, dan “Dispute”.

Klaim yang dinyatakan “Layak” langsung diproses untuk pembayaran, sementara yang masuk kategori “Tidak Layak” tidak diproses lebih lanjut.

Untuk yang “Pending” atau “Dispute”, pembayaran baru akan dilakukan setelah dana diterima.

“Proses ini berlaku untuk klaim bulan September yang dibayarkan pada bulan Oktober, dan klaim bulan Oktober yang dibayarkan pada bulan November,” ujar Siagian.

Direktur Layanan Operasional, dr Wega Sukanto, juga menambahkan bahwa pihaknya sedang mengembangkan sistem agar proses penghitungan remunerasi lebih transparan dan dapat diakses oleh semua pihak terkait.

“Kami tidak memotong hak dokter, tetapi terkadang terjadi penundaan. Setelah pembayaran dari BPJS masuk, kami akan segera menyalurkan remunerasi tersebut,” terangnya.

Hingga saat ini, RSUP Prof Dr RD Kandou  Manado tetap komitmen untuk terus memperbaiki sistem pemberian remunerasi lebih transparan sehingga tidak ada pihak yang dirugikan.

Pada kesempatan itu, DPRD Sulut melalui komisi IV akan mengagendakan kembali hearing dengan menghadirkan Direktur Utama RSUP Kandou Manado dan juga pihak BPJS.

Selain itu, DPRD Sulut juga memberikan apresiasi dan terimakasih kepada RSUP Kandou Manado melalui empat Direksi yang telah hadir memenuhi undangan DPRD Sulut untuk meminta penjelasan terkait keluhan masyarakat. (sisco)




Jika Manado Tuan Rumah Natal Nasional, RSUP Kandou Siapkan Layanan Kesehatan Terbaik

Sulut, GN – Dalam rangka menyambut Natal Nasional tahun 2024 yang rencananya di laksanakan di Kota Manado, maka Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Dr RD Kandou akan menyiapkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Sulawesi Utara maupun dari luar Sulawesi Utara.

Direktur Medik Penunjang dan Keperawatan RSUP Prof Dr RD Kandou Manado dr Jehezkiel Panjaitan,SH,MARS (foto: Gemparnews)

Hal itu di sampaikan oleh Direktur Medik Penunjang dan Keperawatan dr Jeheskiel Panjaitan,SH,MARS kepada sejumlah media saat di wawancarai Rabu (4/12/2024) di kantor RSUP Kandou Manado.

Menurut Panjaitan, semua tim kesehatan akan di siapkan sebab, mengingat perayaan Natal Nasional biasanya akan dihadrii langsung Presiden RI.

” Karena Natal Nasional biasanya dihadiri langsung Presiden RI, maka RSUP Kandou sebagai rumah sakit rujukan tentunya harus menyiapkan tim kesehatan mengantisipasi lonjakan pesien,” ujarnya.

Sementara, untuk persiapan peralatan kesehatan Panjaitan menjelaskan semua peralatan kesehatan di RSUP Kandou telah disiapkan. ” Peralatan kesehatan kita disini, pastinya sudah siap dan jika nantinya ada pelayanan kesehatan yang sifatnya urgen kami akan layani dengan pelayanan yang baik,” tandas dokter Panja sapaan akrab Direktur Medik Penunjang dan Keperawatan ini. (sisco)