Dirut RSUP Prof Dr RD Kandou Manado Tinjau Lokasi Pelaksanaan Vaksin Covid-19

Manado,GN- Memasuki hari ke-4 pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 bagi tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Dr RD Kandou Manado, Direktur Utama (Dirut) Dr dr Jimmy Panelewen,SpB-KBD meninjau kembali pelaksanaan vaksinasi covid-19.

Dirut RSUP Prof Dr RD Kandou Manado Dr dr Jimmy Panelewen,SpB-KBD Ketika Di Wawancarai Media (foto : gemparnews)

Dirut pada kesempatan itu didampingi Direktur SDM Dr dr Ivone Rotty MKes, Direktur Medik keperawatan dan penunjang dr Jehezkiel Panjaitan serta jajaran RSUP Kandou Manado.

Usai melakukan peninjauan, Kepada awak media gemparnews.com Dirut mengatakan bahwa target pemerintah untuk vaksinasi bagi tenaga kesehatan dalam satu minggu di Seluruh Indonesia sebanyak satu juta  yang sudah di vaksin. ” yang dikejar oleh pemerintah dalam satu minggu ini mencapai satu juta,” kata Dirut Kamis,(21/01/2021) di muka lobi RSUP Prof Dr RD Kandou Manado.

Selanjutnya, dijelaskan oleh Dirut bahwa rumah sakit vertikal yang ada diseluruh provinsi adalah proiritas termasuk RSUP Kandou Manado yang ada di Ibukota Provinsi Sulawesi Utara. “Jadi prioritas minggu ini rumah sakit vertikal di Ibukota Provinsi,” jelasnya.

Setelah rumah sakit vertikal di Ibukota Provinsi kata Dirut, pekan depan akan.dilakukan selanjutnya di rumah sakit lainnya. ” Selanjutnya minggu depan akan dilaksanakan vaksinasi covid-19 di rumah sakit lain,” pungkas Dirut. (sisco)




RSUP Prof Kandou Manado Gelar Vaksinasi Covid-19

Manado,GN- Kegiatan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di RSUP Prof Dr RD Kandou Manado Senin, (18/01/2021) dibuka oleh Direktur Utama (Dirut) Dr dr Jimmy Panelewen,SpB-KBD dan dihadiri Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenkes RI dr Imran Agus Nurali, SpKO, dewan Direksi dan Pejabat terkait lainya.

Direktur Utama RSUP Prof Dr RD Kandou Manado Saat Menyampaikan Sambutan (foto : ist)

Pada kesempatan itu, Dirut mengatakan pelaksanaan vaksinasi mulai hari ini, besok dan di perkirakan satu bulan ke depan mengingat tenaga kesehatan di RSUP Prof Kandou Manado sebanyak dua ribuan sehingga nantinya akan terseleksi berdasarkan dengan adanya indikasi-indikasi seseorang yang akan mendapatkan vaksinasi. ” Dari kelompok pertama 20 orang ini, dapat kita saksikan hari ini tidak ada tanda-tanda yang kita sebutkan KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi). Tentu saja ini propaganda kita semua kepada warga masyarakat, pertama juga kepada tenaga kesehatan,dokter dan perawat serta tenaga kesehatan lainnya dari semua komponen di RSUP Kandou Manado,” terangnya.

Direktur Utama RSUP Prof Dr RD Kandou Manado Saat Melakukan Vaksin Covid-19 (foto : ist)

Lanjut Dirut mengatakan dari penelitian secara epidemiologi surveilens kemudian penelitian klinis, vaksinasi ini adalah cara satu-satunya yang mungkin paling efektif untuk meredam atau memutus rantai penularan. ” Selain kita melakukan 3M yang sudah di dengung-dengungkan tetapi saat ini vaksinasi adalah cara terbaik kita berupaya keras memutuskan penularan ini,” pungkasnya. (sisco)




Dirut Ajak Nakes Jadi Agen Memberikan Edukasi Kepada Masyarakat

Manado,GN- Direktur Utama (Dirut) RSUP Prof Dr RD Kandou Manado Dr dr Jimmy Panelewen,SpB-KBD mengajak Tenaga Kesehatan (Nakes) menjadi agen untuk memberikan edukasi kepada masyarakat termasuk juga memberikan edukasi terhadap sesama Tenaga Kesehatan dilingkungan Rumah Sakit dan juga kepada teman se profesi nilai-nilai atau velue proses vaksinasi tersebut.
Ini disampaikannya saat membuka kegiatan vaksinasi covid-19 di lingkungan RSUP Prof Dr RD Kandou Manado Senin, (18/01/2021).

Direktur Utama RSUP Prof Dr RD Kandou Manado Saat Melakukan Vaksin Covid-19 (foto : ist)

“Orang kesehatan ini,kenapa dilakukan vaksiansi pertama kali. Tujuannya yang pertama adalah penghargaan dari pemerintah terhadap orang kesehatan juga Nakes. Nantinya orang kesehatan ini yang di vaksinasi menjadi agen untuk memberikan edukasi terhadap mereka atau masyarakat banyak mengenai efikesi atau efektifitas dari vaksinasi ini,” ungkap Dirut.

Dirut berharap, kepada tenaga kesehatan,dokter dan perawat bisa memberikan edukasi atau sesuatu yang sifatnya positif kepada masyarakat banyak. (sisco)




RSUP Kandou Manado Gandeng PERSI Sulut Serta IDI Gelar Seminar Diagnosa Dan Tata Laksana Covid-19 Di Rumah Sakit

Manado,GN- RSUP Prof Dr RD Kandou Manado,Jumat (08/01/21) kembali menggelar Seminar secara virtual Live Streaming Youtobe dengan topik Diagnosa dan Tata Laksana Covid 19 di Rumah Sakit.

Seminar ini di buka oleh Direktur Utama RSUP Prof Kandou Manado, Dr dr Jimmy Panelewen, SpB-KBD yang juga selaku ketua PERSI Sulut.

Dirut memberikan apresiasi atas terlaksananya Seminar tersebut yang di fasilitasi oleh Sikumpro RSUP Kandou. “Saya memberikan apresiasi Kepada teman-teman yang telah melaksanakan seminar daring ini
yang dapat di ikuti sementara 875 peserta. Ini merupakan angka yang cukup fantastis,” kata Dirut.

Lanjut Dirut, seminar ini dilakukan karena ada beberapa pertimbangan yang di pikirkan yang pertama adalah mulai terjadi peningkatan covid-19 di Indonesia maupun di Sulawesi Utara (Sulut) sehingga mempengaruhi persediaan tempat tidur di rumah sakit.

“Di rumah sakit Kandou Manado setelah kita menambah kapasitas tempat tidur untuk pelayanan Pasien covid-19 sejumlah 263 tempat tidur. Pada hari ini Jumat (08/01/21) data terakhir 155 pasien covid-19, itu artinya ada 58.9 persen tempat tidur yang digunakan untuk pasien Covid-19, dan ini menjadi kosentrasi bagi kita semua termasuk teman-teman di rumah sakit lain yang ada di Sulut, sehingga perlu dilakukan antisipasi agar kita tidak kewalahan untuk mengatasi lonjakan Pasien Covid 19” jelasnya.

Strategi penanganan menurut Dirut, bahwa ini pasti ada pendekatan-pendekatan tertentu
Dalam menghadapi lonjakan pasien yang diperkirakan akan memuncak pada bulan januari. “Maka rumah sakit harus berupaya keras untuk melakukan pembenahan dan persiapan termasuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di dalamnya, karena ini akan berdampak pada terganggunya pelayanan terhadap covid-19 apabila tidak ada persiapan bilamana kita menghadapi lonjakan pasien yang diperkirakan memunjak di januari ini maka selain teman-teman Rumah Sakit harus menyediakan jumlah tempat tidur yang lebih mungkin sekitar 30 persen dari total jumlah tempat tidur yang ada di Rumah Sakit, maka ada komponen komponen yang lain yang mengikuti yaitu SDM,” lanjut Dirut.

Selain itu, Dirut mengatakan mekanisme panambahan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di rumah sakit harus dipikirkan Pimpinan rumah sakit tersebut,terkait kompetensi keilmuan yang ada di masing- masing SDM yang bekerja di area pelayanan covid-19, juga sarana prasarana dan penyediaan obat bahan abis pakai , perubahan adaptasi terhadap sistem pelayanan. ” Komponen-komponen ini harus dipikirkan kita semua yang di percayakan mengoprasionalkan rumah sakit, sehingga PERSI merasa perlu untuk melaksanakan seminar ini, agar supaya dapat membantu kita semua termasuk pimpinan rumah sakit di Sulawesi Utara,” terangnya.

Dia berharap dengan dilaksanakan seminar ini, memberikan pemahaman baru terhadap tata laksana covid-19. “Saya berharap seminar ini bisa memberikan pemahaman baru kepada kita untuk perkembangan ilmuan dan regulasi terhadap tata laksana covid-19, karena dalam konteks pelayanan ternyata kita masih berkutat dalam persoalan penolakan masyarakat terhadap keputusan klinis yang diberikan tenaga kesehatan, disaat kita menetapkan seseorang harus di rawat sesuai protokol covid-19, maka terjadi resistensi yang dilakukan oleh Pasien dan keluaraga, Sehingga menjadi beban tersendiri bagi rumah sakit maupun tenaga kesehatan.Untuk itu sangat penting bagi kita mengikuti materi mengenai komunikasi dan informasi tehadap Pelayanan Covid-19,”pungkasnya.

Adapun moderator dalam seminar ini menghadirkan Prof Dr dr LW Rotty,Sp PD-KHOM (Ketua program studi penyakit dalam fakultas kedokteran Universitas samratulangi). Dr dr Ivonne Rotty,MKes (Direktur SDM Pendidikan dan Umum RSUP Prof Dr RD Kandou Manado), Sekretaris PERSI Sulut, dr Jehezkiel Panjaitan (Direktur Pelayanan Medik,Keperawatan dan Penunjang RSUP Prof Dr RD Kandou Manado), dr Stephanus Agung Nugroho, SpPd KPTI (Ketua Divisi Penyakit Tropik RSUP Prof Dr RD Kandou Manado, Dr dr Erwin G Kristanto,SH Sp FM(K) (Ketua PMKP RSUP Prof Dr RD Kandou Manado), dr BJ Waleleng,SpPD(Ketua SPI RSUP Prof. Dr.R.D. Kandou Manado) serta dr Steven P Dandel, MPH(Kabid Pencegahan, dan Pengendalian Penyakit.Dinas Kesehatan Provinsi Sulut.(*sisco)




Dirut : RSUP Kandou manado Siap Fasilitasi Hak Pilih Pasien di Pilkada Serentak

 

Manado,GN- Direktur Utama (Dirut) RSUP Kandou Dr dr Jimmy Panelewen SpB-KBD mengatakan bahwa sejauh ini, komunikasi intens dilakukan dengan pihak penyelenggara pilkada. Dia pun memastikan siap bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum, agar hak politik semua pasien dan keluarganya bisa tersalurkan.

“Sejauh ini, komunikasi intens dengan penyelenggara Pilkada terus dilakukan supaya teknis pelaksanaan di rumah sakit dapat berlangsung lancar,” ujar Dirut Jimmy Panelewen.

Dirut Dr dr Jimmy Panelewen SpB-KBD (kanan) didampingi Direktur Medik, Keperawatan dan Penunjang dr Jehezkiel Panjaitan (foto : ist)

 

Dikatakannya, salah satu yang menjadi concern bersama KPU yaitu jaminan hak politik bagi pasien yang sedang dirawat di ruang isolasi Covid-19 juga skrining isolasi IGD. “Ini harus diantisipasi sebab pasien Covid tak bisa keluar. Begitu juga nantinya petugas tak bisa sembarang masuk ruang isolasi,” terang Dirut.

Diketahui, RSUP Prof Kandou memiliki lima ruang perawatan khusus pasien Covid-19. Yaitu ruang Irina F Atas, Irina F Bawah, Irina Anggrek, dan Irina Nyiur Melambai dan Juga di skrining IGD. (*/sisco)




Kunker Dirut RSUP Kandou Manado Dr dr Jimmy Panelewen Ke RSUD Bolmut Di Sambut Bupati Dan Wakil Bupati

Manado,GN- Kunjungan Kerja (Kunker) Direktur Utama (Dirut) RSUP Prof Kandou Manado Dr.dr Jimmy Panelewen, Sp-B, KBD bersama tim di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) tepatnya di RSUD Bolmut disambut Bupati Drs Depri Pontoh bersama Wakil Bupati Amin Lasena,MAP.

Pada kesempatan itu, Dr dr Jimmy Panelewen mengatakan bahwa kunker ini dalam rangka pendampingan terhadap RSUD Bolmut dari RSUP Kandou terkait penurunan angka kematian ibu dan bayi.

Kunjungan Kerja Dirut RSUP Kandou Manado Dr dr Jimmy Panelewen,SpB-KBD Di sambut Bupati Bolmut H Depri Pontoh Bersama Wakil Bupati A Lasena (foto : ist)

”Jadi pendampingan ini berdasarkan permintaan pihak RSUD Bolmut kepada Kemenkes RI yang disampaikan melalui Aplikasi. Kebetulan pertama di sulut yang minta adalah Bolmut.Kemudian dijawab oleh Kemenkes agar RSUP Kandou turun melakukan pendampingan di RSUD Bolmut,”ucap Jimmy Panelewen saat diwawancarai awak media ini disela-sela kunjungannya di RSUD Bolmut,Kamis (3/12/2020).

Menurut Dirut Jimmy Panelewen bahwa pendampingan tidak hanya berlangsung hari ini saja tetapi berkelanjutan. ”Jadi pendampingan tidak hanya hari ini,tetapi akan terus berlanjut.Di awal ini kita masih melihat kondisi real sebenarnya dari Rumah Sakit ini guna melakukan pemetaan sehingga nantinya bisa dilakukan analisis yang begitu tajam,” terang Panelewen.

Lebih lanjut Dia menjelaskan setelah melakukan analisis ditahap awal ini, Panelewen berharap kedepannya sudah ada rekomendasi-rekomendasi. ”Kami berharap kedepannya terus ada rekomendasi, baik rekomendasi Prasarana,SDM maupun Sistim.” lanjut Panelewen.

Dirut menilai bahwa keberadaan RSUD Bolmut sudah bagus tapi masih terkendala beberapa hal. ” Kalau saya melihat sih,Rumah Sakit ini bagus ,tetapi barangkali juga RSUD Bolmut terkendala dengan Prasarananya,SDMnya maupun Sisitimnya,” tukasnya.

Ditegaskannya, dalam pendampingan kali ini pihaknya akan memberikan sistim yang telah dibangun di RSUP Kandou untuk diterapkan di RSUD Bolmut. ” Jadi nanti sistim yang telah kita bangun di RSUP Kandou akan kita share disini (RSUD Bolmut,red) sehingga isitilahnya kita akan Growing Together atau tumbuh bersama,” tegasnya.

Sementara itu, pihak RSUD Bolmut telah memaparkan beberapa hal kepada Dirut dan timnya diantaranya soal sarana dan prasarana,data-data dari kematian ibu dan bayi,kondisi terbatas dari sisi SDM dan sistim. ”Termasuk juga yang mereka paparkan adalah hal yang cukup krusial yakni ketersedian darah dimana ketersediaan darah di RSUD Bolmut harus menunggu dari Manado,Kotamobagu dan juga harus menunggu dari gorontalo,” jelas Dirut.

Dirut menambahkan dalam pendampingan, dirinya membawa tim kerja diantaranya Dokter Ahli Kebidanan,Dokter Anak. ”Kemudian ada yang dari peralatannya,ada dari elektromedis,ada perawat yang bekerja diruang rawat bayi dan juga yang bidan.Mereka akan tinggal beberapa hari di Bolmut,” pungkas Panelewen. (*/sisco)




Bentuk Apresiasi Kepada Tenaga Kesehatan, Jajaran RSUP Kandou Manado Serentak Gerakan Tepuk Tangan Selama 56 Detik

Manado,GN- Segenap jajaran RSUP Kandou Manado ikut dalam Gerakan tepuk tangan 56 Detik serentak pukul 12.00 WIB atau 13.00 Wita. Gerakan tepuk tangan serentak ini sebagai bentuk apresiasi kepada tenaga Kesehatan yang di nilai mampu tangani Covid-19. Dengan menerapkan protokol kesehatan, gerakan ini dalam rangka memperingati hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-56, Kamis (12/11/2020) di gelar di lobi Kantor Pusat RSUP Kandou.

Gerakan bertepuk tangan bersama selama 56 detik tersebut juga diikuti Direktur Perencanaan Keuangan dan BMN Dewi Anggraini SE MM, Direktur SDM Pendidikan dan Umum Dr dr Ivonne E Rotty MKes, Direktur Medik Keperawatan dan Penunjang dr Jehezkiel Panjaitan, Ketua SPI dr BJ Waleleng SpPD-KGEH, dan para pejabat struktural.

Dalam penyampaian Direktur Utama RSUP Prof Kandou Dr dr Jimmy Panelewen SpB-KBD bahwa aksi bertepuk tangan selama 56 detik secara bersama adalah sebagai penghargaan kepada tenaga kesehatan yang telahberjuang pada pencegahan dan penanganan Covid-19. “Juga bentuk apresiasi dari seluruh insan kesehatan kepada masyarakat yang telah melaksanakan protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19,” kata Dirut Panelewen.

Dengan mengangkat tema HKN ke-56 “Satukan Tekad Menuju Indonesia Sehat”, dan sub tema ‘Jaga Diri, Keluarga dan Masyarakat Selamatkan Bangsa dari pandemi Covid-19.

Dinjelaskannya, bahwa pemerintah melalui Kementerian Kesehatan terus berupaya membangun masyarakat yang produktif dan aman Covid-19 di era adaptasi kebiasaan baru. “Begitupula memperkuat pembangunan kesehatan di tanah air termasuk strategi penanganan Covid-19 sebagai wujud dan tekad bersama masyarakat Indonesia untuk sehat,” jelas Panelewen.

Panelewen menambahkan, saat ini kita masih berjuang dan akan terus berjuang bersama. Dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun untuk mencegah keterpaparan Covid-19. “Diharapkan dukungan masyarakat untuk terus mematuhi protokol, sebab penerapan protokol kesehatan adalah hal yang tak bisa ditawar lagi,” tutup Dirut. (Framu)




RSUP Kandou Manado Gelar Upacara Memperingati HKN Ke-56 Tahun

Manado, GN – RSUP Prof Dr RD Kandou Manado menggelar upacara dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional yang ke – 56 di gedung aula RS Kandou Kamis, (12/11/2020) pagi tadi.

Peringatan HKN kali ini berbeda dengan tahun – tahun sebelumnya karena pada tahun ini di laksanakan di tengah pandemi COVID-19 yang sudah merenggut banyak jiwa termasuk di dalamnya tenaga kesehatan. Dengan tema “Satukan Tekad Menuju Indonesia Sehat” dan Sub Tema “Jaga diri, keluaraga dan Masyarakat Selamatkan Bangsa dari Pandemi COVID-19, meskipun dilaksanakan secara virtual upacara peringatan HKN ke – 56 berjalan dengan baik.

Letjen TNI (Purn) Dr dr Terawan Agus Putranto, Sp Rad (K) selaku Mentri Kesehatan RI mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk selalu menjaga kesehatan. “Saya mengajak seluruh rakyat Indonesia, di Hari Kesehatan Nasional Ke -56 ini mari kita satukan tekad menuju Indonesia sehat, jaga diri, keluarga dan masyarakat, selamatkan bangsa dari pendemi covid-19 dengan cara pakai masker, jaga jarak serta wajib mencuci tangan pakai sabun, mari kita sama – sama meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang lebih banyak demi bangsa ini, salam sehat, sehat Indonesia bersyukur,” ujarnya.

Pada akhir acara Dirut beserta jajaran RS Kandou mengadakan pemasangan lilin sekaligus pemotongan kue tumpeng sebagai simbol untuk memperingati HKN ke – 56 ini, dalam kesempatan ini Dr. dr. Jimmy Panelewn Sp,B-KBD selaku Dirut RSUP Prof Dr R.D Kandou Manado menyampaikan bahwa Rumah sakit Kandou dipilih sebagai salah satu titik dialog dari Kemenkes dan SAKER yang ada di daerah. “Rumah Sakit Umum Pusat diwakili oleh RS Kandou dan saya yakin ini adalah apresiasi dari pimpinan untuk RS Kandou,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Dirut mengucapkan terimakasih kepada semua pihak termasuk pejabat struktural, fungsional dan seluruh jajaran RS Kandou yang sampai saat ini masih tetap semangat, tetap berjuang dalam menghadapi kondisi pandemi covid-19 ini. “Kami juga memberikan apresiasi kepada pimpinan dan lembaga – lembaga lainya yang selalu memberi support dan terlihat sekarang pembangunan ruang isolasi tekanan negatif,” terangnya.

Lanjut Dirut mengatakan,begitu pembangunan ini selesai kita mendapatkan sarana yang sangat memadai sehingga upaya – upaya kita untuk memberikan pelayanan yang terbaik terhadap pasien khususnya yang terinfeksi covid-19 akan dapa di lakukan dengan sangat baik. “Saya yakin kita mempunyai keyakinan yang sama untuk menyatukan tekad untuk menyelesaikan kondisi – kondisi yang merupakan efek dari Pandemi ini, kedepan seluruh jajaran RSUP Prof Dr. R.D Kandou akan semakin tegar dan tangguh menghadapi kondisi apapun yang menjadi tugas Rumah Sakit yang sama – sama kita cintai ini. Salam sehat, Indonesia sehat, bersyukur”. tutupnya.




Dirut Sambut Baik Kedatangan Puslitbangkes Kemenkes RI Di RSUP Prof Dr RD Kandou Manado

Manado,GN- Kedatangan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan (Puslitbangkes) Kementerian Kesehatan RI Dr dr Irmansyah, Sp.KJ(K) bersama Kepala Sub Bidang Pelayanan Kesehatan Primer dan Rujukan dr Tetra Fajarwati, MGisi dan Tim Pusat Penelitian Pengembangan Sumber Daya dan Pelayanan Kemenkes RI yang bertujuan untuk memonitoring penelitian yang dilakukan di RSUP Prof Dr RD Kandou Manado dan juga menyelaraskan data serta mengatasi kesulitan penelitian di RSUP Kandou, di sambut baik oleh Direktur Utama (Dirut) RSUP Prof Dr RD Kandou Manado Dr dr Jimmy Panelewen, SpB – KBD dengan di dampingi oleh Direktur SDM Pendidikan dan Umum Dr dr Ivonne E Rotty bersama Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang dr Jehezkiel Panjaitan,Jumat (9/10/2020).

Dalam kegitan yang di laksanakan di ruang aula RSUP Kandou siang tadi Dr dr Irmansyah, Sp.KJ(K) selaku Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI menyampaikan, penelitian – penelitian seperti ini sangat gencar dilakukan bukan hanya jumlah yang banyak tapi penelitian yang dilakukan Litbangkes harus memenuhi standar tertinggi dari suatu riset.

” Penelitian Plasma Convalescent dan Solidarity Trail ini jauh lebih rumit karena di awasi dan aturan – aturanya jauh lebih kompleks dari sekedar riset biasa sebab menyangkut dua hal penting pertama tentang objek yaitu manusia yang rentan terhadap berbagai resiko dan kedua adalah dampak dari hasil luarbiasa pada semua manusia, kita tentu sangat berterimakasih kepeda RSUP kandu yang sampai saat ini sudah mencapai lima puluh (50) subjek yang temporal untuk monitor dan itu adalah jumlah di atas rata – rata nasional,” ujar dr Irmansyah.

Sementara, Dr dr Jimmy Panelewen, SpB-KBD selaku Direktur Utama RSUP Prof Dr RD Kandou Manado menyampaikan bahwa kunjungan monitoring ini bertujuan untuk menyelaraskan data dan mengatasi kesulitan dalam penelitian yang di lakukan di RSUP Kandou. “Solidarity Trial dan Penelitian Plasma Convalescent ini membawa dampak yang sangat luar biasa bagi masyarakat Sulawesi Utara karena dapat memperoleh akses pengobatan terbaru untuk pasien COVID-19 terutama pasien yang dalam kategori sedang dan berat,” terangnya.

Dirut juga menyampaikan terimakasih kepada Tim Solidarity Trial yang di ketuai Dr dr Irmansyah, SpKJ(K ) yang telah melakukan monitoring visit Solidarity Trial dan Plasma Convalescent di RSUP Kandou, serta memberi apresiasi kepada Tim Plasma Convalescent yang di ketuai oleh Prof dr Linda WA Rotty, SpPD-KHOM yang sudah mempresentasikan bagaimana persiapan dari tim Convalesent RSUP Kandou dalam penelitian ini, karena RSUP Kandou sebagai rumah sakit pendidikan yang di percayakan oleh badan Litbangkes Kemenkes RI untuk turut berpartisipasi dalam penelitian Solidarity Trial dan Plasma Convalescent ini. (Framu)




Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Isolasi Tekanan Negatif RSUP Kandou Manado

Manado,GN- Guna mengantisipasi meningkatnya jumlah pasien terutama yang terindikasi covid-19, RSUP kandou Manado menambah kembali ruangan Isolasi Tekanan Negatif.

Ini yang dikatakan oleh Direktur Utama (Dirut) RSUP Prof Dr RD Kandou Manado Dr dr Jimmy Panelewen,SpB-KBD usai melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung Isolasi Tekanan Negatif, Rabu (30/9/2020) pagi tadi.

” Peletakan batu pertama pembangunan gedung Isolasi Tekanan Negatif ini, exicting ruangan tekanan negatif memang sudah ada dengan memiliki kapasitas 10 tempat tidur, namun dengan meningkatnya jumlah pasien terutama yang terindikasi Covid-19 maka RSUP kandou Manado memerlukan ruangan tambahan, untuk pasien Isolasi Tekanan Negatif. Proyek ini akan bertambah 28 tempat tidur,” jelas Dirut kepada sejumlah wartawan.

Pembangunan proyek ini diharapkan oleh Dirut, dapat selesai dalam dua bulan kedepan. ” Tentu diharapkan proyek ini selesai dalam waktu dua bulan kedepan supaya bisa diresmikan,” terang Dirut.

Turut hadir dalam pelaksanaan peletakan batu pertama pembangunan gedung Isolasi Tekanan Negatif ini, yakni Direktur SDM Pendidikan dan Umum, Dr dr Ivonne E Rotty Mkes, Direktur Perencanaan Keuangan dan BMN Dewi Anggraini SE MM, Direktur Pelayanan Medik Keperawatan dan Penunjang dr Jehezkiel beserta jajaran. (framu/sisco)