Motivasi Pemerintah Dan Lapisan Masyarakat Menjadi “Vitamin” Penyemangat Petugas Medis Di RSUP Kandou Manado

Sulut,GN- Dalam menjalankan tugasnya sebagai tenaga medis dan perawat Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Dr RD Kandou Manado perlu dukungan dan motivasi dari pemerintah maupun lapisan masyarakat.

Direktur Utama RSUP Prof Dr RD Kandou Manado Dr dr Jimmy Panelewen (Foto: gemparnews)

Apalagi saat ini, para petugas Medis dan tenaga perawat kesehatan di RSUP Kandou Manado sedang menghadapi pasien yang terdampak Corona Virus Desease (Covid-19).

Maka dari itu, motivasi pemerintah dan lapisan masyarakat menjadi “Vitamin” dan penyemangat petugas medis di RSUP Kandou Manado.

Ini yang di akui oleh Direktur Utama (Dirut) RSUP Prof Dr RD Kandou Manado Dr dr Jimmy Panelewen ketika diwawancarai oleh awak media usai melakukan pertemuan dengan jajarannya untuk memperkenalkan Direktur Pelayanan Medik keperawatan dan Penunjang, Senin (04/05/2020).
“Tenaga medis,perawat dan dokter sampai hari ini, masih semangat dan kuat karena mereka melihat bagaimana suport dari pemerintah Provinsi dan pusat juga lapisan masyarakat serta motivasi-motivasi lainnya seperti LSM,organisasi keagamaan yang bahu-membahu untuk memberikan donasi kepada tenaga kesehatan. Nah, ini merupakan suatu katakanlah Vitamin kepada mereka, bahwa mereka berjuang tidak sendirian,” ungkap Panelewen.
Lebih jauh dikatakannya, RSUP Prof Dr RD Kandou Manado akan terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik yang nantinya jumlah pasien covid-19 ini lebih banyak sembuh. ” Kami akan terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik,” tutupnya. Penulis: sisco




Ini Penjelasan Dirut Jemmy Panelewen Terkait Pasien Di RSUP Prof Dr RD Kandou Malalayang

Direktur Utama RSUP Prof Dr RD Kandou Malalayang Dr dr Jemmy Panelewen

Sulut,GN- Melalui rilis resmi dari Direktur Utama RSUP Prof Dr RD Kandou Malalayang Dr dr Jemmy Panelewen untuk menyikapi pemberitaan adanya kasus terduga pasien corona virus yang sementara dirawat di RSUP Prof Kandou Malalayang, maka dapat kami sampaikan beberapa hal sebagai berikut:

1. Yang bersangkutan bukan warga negara China, tapi warga negara Indonesia yg bekerja sebagai interpreter di salah satu maskapai penerbangan.

2. Tindakan isolasi yg dilakukan oleh aparat kesehatan berdasarkan pada beberapa pertimbangan yakni adanya riwayat perjalanan ke lokasi terjangkit di China dan yang bersangkutan mengeluh dalam kondisi pilek.

3. Kepada yang bersangkutan tidak dikenakan kriteria tersangka karena pada saat pemeriksaan tidak menunjukkan adanya tanda tanda demam dan radang paru atau pneumonia sesuai kriteria dari Kemenkes.

4. Tindakan karantina/isolasi diberlakukan untuk pengawasan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pelayanan publik untuk pencegahan penyakit.

Sementara,Plh Direktur Medik Dan Perawatan Dr dr Ivonne Elizabeth Rotty,MKes menambahkan bahwa pemeriksaan sudah dilakukan terhadap pasien tersebut dan sudah di kirim ke pusat untuk hasil pemeriksaan. ” Sudah di kirim ke pusat,jadi tinggal menunggu hasil,” ujarnya.

Selain itu,dijelaskannya bahwa kriteria pasien ini adalah pengawasan bukan suspec. “Masih dalam pengawasan bukan suspec,” tambahnya.

Plh Direktur Medik Dan Perawatan RSUP Prof Dr RD Kandou Malalayang Dr dr Ivonne Elizabeth Rotty,MKes (foto: gemparnews.com)

Dia berharap masyarakat tetap tenang jangan panik. “Yang inti disini, masyarakat tetap tenang,” tutupnya saat diwawancarai di RSUP Prof Kandou Malalayang Minggu, (26/01/2010) siang tadi. (Sisco)