Catat Sejarah Perdana Di Indonesia Timur, RSUP Kandou Manado Sukses Laksanakan Operasi Transplantasi Ginjal

Manado,GN- Meskipun mengalami beberapa kali penundaan persiapan Transplantasi Ginjal di RSUP Prof Dr RD Kandou Manado, akhirnya rencana tersebut dapat terwujud dimana tim Transplantasi Ginjal RSUP Kandou Manado di dampingi tim Transplantasi Ginjal dari RSCM Jakarta berhasil dan sukses melaksanakan tugas yang diemban.

Direktur Utama RSUP Kandou Manado Dr dr Jimmy Panelewen,SpB-KBD Saat Memberikan Sambutan (foto : Gemparnews.com)

Dengan keberhasilan ini, tentu menjadi catatan sejarah bagi RSUP Kandou Manado di mana operasi transplantasi Ginjal ini merupakan perdana dilaksanakan di Indonesia timur. Hal ini tentu menjadi kebanggan tersendiri bagi dunia kesehatan di RSUP Kandou Manado.

Di ketahui juga sebelumnya, RSUP Kandou Manado juga mencatat sejarah, dimana telah berhasil melakukan operasi pemisahan kembar Siam tahun lalu.

Direktur Utama (Dirut) RSUP Prof Dr RD Kandou Manado Dr dr Jimmy Panelewen, SpB-KBD menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas kerja keras dan semangat tinggi dari tim Transplantasi Ginjal RSUP Kandou Manado dan tim pengampuh tranplantasi Ginjal RSCM Jakarta, telah sukses dan berhasil menjalankan tugas dalam operasi transplantasi ginjal.

“Saya merasa bersyukur bahwa kegiatan perdana transplantasi ginjal oleh RSUP Kandou Manado bisa terlaksana secara sukses. Operasi yang dilaksanakan itu berjalan sangat lancar Dimata saya dan ini juga diakui oleh teman-teman tim Transplantasi ginjal. Persiapan yang dilakukan itu sungguh-sungguh sesuai dengan apa yang menjadi tuntutan regulasi,” jelas Dirut Panelewen, Sabtu (18/03/2023) saat konferensi pers di ruangan PBVC Lantai 4 RSUP Kandou Manado.

Foto Bersama Usai Konferensi Pers (foto : Gemparnews)

Lanjut Kata Dirut Panelewen, kegiatan ini sebenarnya bersifat monumental, karena ini adalah perdana di Lakukan Di RSUP Kandou Manado dan perdana juga dilaksanakan di Indonesia timur.

“RSUP Kandou Manado berusaha keras menjawab dan mensuport kegiatan atau program nasional. Syukur hari ini kita bisa melaksanakan itu. Ini bukan hanya kerja direksi akan tetapi kerja dari semua jajaran RSUP Kandou Manado yang di dukung oleh tim pengampuh Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo,” kata Panelewen.

Dirut juga menyampaikan terimakasih atas dukungan dari Kementerian Kesehatan yang telah memback up RSUP Kandou dalam suksesnya kegiatan ini.

“Saya berharap nantinya kepada tim Transplantasi ginjal, tolong niat dan semangat dan roh dari kegiatan ini akan membantu masyarakat,” terangnya.

“Sekali lagi saya mengucap syukur kepada yang Maha Kuasa yang mencintai kita semua dan menyampaikan terima kasih kepada semua teman-teman yang terlibat dalam kegiatan ini, Tuhan akan selalu menolong kita semua,” tutup Dirut Panelewen. (sisco)




RSUP Kandou Manado Jadwalkan Kembali Pelaksanaan Operasi Transplantasi Ginjal

Manado,GN- Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Dr RD Kandou Manado kembali menjadwalkan pelaksanaan operasi transplantasi ginjal untuk pasien.

dr Jehezkiel Panjaitan (foto: gemparnews)

Meskipun sempat mengalami beberapa kali penundaan pelaksanaan operasi transplantasi Ginjal, namun pihak RSUP Prof Dr RD Kandou Manado sudah memastikan untuk pelaksanaan operasi transplantasi ginjal tersebut.

“Kami bersama tim sudah siap melaksanakan operasi transplantasi ginjal. Mudah-mudahan 18 Maret 2023 akan di lakukan operasi transplantasi ginjal tersebut,” kata Direktur Medik Penunjang dan Keperawatan dr Jehezkiel Panjaitan,SH MARS ketika di wawancarai awak media ini Senin (13/3/2023) Diruangan kerjanya.

Lanjut kata dr Jehezkiel, dalam pelaksanaan operasi transplantasi ginjal ini, tim dokter RSUP Kandou akan di dampingi oleh tim dokter dari RSCM Jakarta sebagai pengampuh.

“Jadi beberapa waktu lalu RSUP Kandou sudah mengirimkan beberapa dokter untuk ikut pelatihan sambil melihat bagaimana pelaksanaan operasi transplantasi ginjal di RSCM Jakarta. Dan nantinya saat melakukan operasi transplantasi ginjal, tim dokter RSUP Kandou juga akan di dampingi tim dokter dari RSCM Jakarta,” jelasnya.

Selain itu, dr Jehezkiel juga mengatakan bahwa kondisi pasien harus stabil pada saat melakukan operasi tersebut. ” Untuk kondisi pasien harus stabil, jangan drop lagi. Karena pada saat operasi, kondisi pasien harus benar-benar stabil,” tandasnya. (sisco)

 




Ketua DPRD Sulut Sukses Pimpin Operasi Perdana Batu Empedu di RSUD ODSK

Sulut,GN- Ketua DPRD Sulawesi Utara dr Fransiscus Andi Silangen, SpB, KBD sukses memimpin operasi perdana bedah digestif di RSUD ODSK, Senin (6 Juni 2022). Tak tanggung-tanggung, jenis operasi yg dipimpin Dr. Andi bersama dr. Toar Mambu, SpB, KBD adalah operasi canggih dengan menggunakan alat laparoscopi yang masih jarang dilaksakan di Sulawesi Utara. Operasi ikut didampingi oleh Tim Bedah Digestif RSUP Kandou yang dipimpin langsung oleh Dirut RSUP Kandou Dr Dr Jimmy Panelewen, SpB, KBD.

Dokter Andi sapaan akrabnya, dalam keterangan kepada media menjelaskan bahwa operasi yang dipimpinnya adalah operasi laparascopic cholecystectomy untuk mengeluarkan batu empedu dengan menggunakan alat semacam teropong berkamera yang dimasukkan ke dalam rongga perut pasien dengan sayatan rekatif kecil/minimal. “Dengan teknik ini, jika Tanpa komplikasi, pasien bisa pulang dalam 1-2 hari setelah operasi,” urai satu-satunya Ketua DPRD di Indonesia yang juga berprofesi sebagai dokter ahli bedah digestif.

Sementara itu, Direktur RSUD ODSK dr Enriko H Rawung, MARS yang ikut mengawal jalannya operasi di Instalasi Bedah Sentral (IBS) RSUD ODSK menyambut gembira kesuksesan operasi ini. Dokter Enriko menguraikan pasien adalah seorang wanita berusia 70 tahun, dan operasi dilaksanakan sejak jam 18:36-20:15 Wita, berjalan sukses. Ini membuktikan sistem internal RSUD ODSK telah handal dan sanggup melaksanakan operasi yang terbilang canggih ini.

“Persiapannya cukup rumit dan kami gembira bisa terlaksana dengan baik. Dari hasil laporan yang kami terima, kondisi pasien pasca operasi baik dan stabil. Jika tidak ada komplikasi besok atau lusa pasien bisa pulang ,” jelas Direktur yang pernah menyabet ASN Eselon 3 terbaik tingkat Provinsi Sulut tahun 2012.

Masalah penyakit batu empedu adalah masalah yang bisa mengganggu fungsi tubuh lain jika tidak ditangani dengan cepat. Asal tahu saja, kalau meradang, si batu bisa menyebabkan fungsi liver terganggu, dan kolesterol jahat bisa tidak terkontrol. Jika upaya mengeluarkan si batu dengan operasi bedah terbuka konvensional, maka pasien bisa dirawat berminggu-minggu di rumah sakit untuk menunggu luka operasi sembuh dengan resiko komplikasi infeksi pasca operasi. Dengan teknik laparoskopi, hari ini operasi, besok pasien bisa pulang, karena luka sayatan operasi sangat kecil. (*/sisco)