Apresiasi Respon Cepat BPJN Sulut, Bupati Sangihe Dorong Kontraktor Bekerja Sesuai Bestek

Sangihe,GN- Penjabat Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, dr Rinny Tamuntuan meninjau langsung proyek jalan sekaligus tanggul pengaman pantai Kampung Kalasuge Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe dr Rinny Tamuntuan ketika meninjau proyek jalan dan tanggul pengaman pantai di kampung Kalasuge (foto : gemparnews)

Proyek berbandrol Rp 35 miliar ini merupakan hasil kunjungan kerja Bupati ketika tahun lalu dirinya baru dipercaya menahkodai tanah Tampungang Lawo.

Diketahui, kondisi ruas jalan Kampung Kalasuge ini nyaris putus akibat terjangan ombak 6 tahun silam, namun baru mendapat perhatian setelah adanya usulan proposal yang dibawa langsung oleh Bupati.

“Seminggu setelah kunjungan saya dengan dinas PU ke Kampung Kalasuge, saya langsung mendatangi Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Sulut, dan mendapat tanggapan positif dari kepala balai, sehingga tahun 2023 ini langsung dianggarkan dan pengerjaanya sedang berlangsung dengan anggaran Rp 35 miliar,” ujar Tamuntuan.

Bupati memberikan apresiasi yang tinggi kepada BPJN Sulut yang begitu cepat merespon, termasuk meminta pihak kontraktor dapat bekerja sesuai bestek dan menyelesaikannya tepat waktu.

“Apalagi lokasi jalan ini rawan ombak karena berada dekat pantai, saya minta kontraktor pelaksana bekerja sesuai bestek,” tutup Tamuntuan.

Kepala BPJN Sulut Hendro Satrio (foto : gemparnews)

Sementara itu, Kepala BPJN Sulut Hendro Satrio melalui Kasatker wilayah III Nusa Utara Okto Silitonga ketika di konfirmasi awak media ini menjelaskan pihaknya melalui kontraktor terus berupaya memacu proyek tersebut.

” Iya, kontraktor sampai hari ini mengerjakan proyek jalan dan tanggul di sana dan kami harapkan kontraktor bekerja sesuai spesifikasi pekerjaan yang ada sehingga proyek tersebut dapat selesai tepat waktu,” tandasnya. (sisco/robin)




Silitonga Tegaskan Di Masa Tenggak Waktu, Finishing Jembatan Ammat Harus Tuntas

Sulut,GN- Pengerjaan jembatan Ammat di kabupaten kepulauan Talaud proyek APBN tahun 2022 dengan pagu anggaran sebesar Rp. 58.500.000.000,00 sampai saat ini masih di kerjakan oleh pihak kontraktor. Proyek jembatan yang seharusnya selesai November tahun 2022 lalu mengalami keterlambatan sehingga harus dikerjakan pada masa tenggak waktu atau masa denda selama 90 hari.

Kepala BPJN Sulut Hendro Satrio (foto: gemparnews)

Kepala BPJN Sulut melalui Kasatker III Wilayah Nusa Utara Okto Silitonga menegaskan bahwa pengerjaan proyek jembatan Ammat di masa tenggak waktu harus tuntas.

” Kami tegaskan masa tenggak waktu atau finishing proyek jembatan Ammat harus tuntas,” tegas Silitonga.

Silitonga menjelaskan keterlambatan pengerjaan proyek jembatan Ammat oleh pihak kontraktor disebabkan pengiriman bahan atau material yang di pakai harus dari Bitung dan Manado melalui perjalanan laut.

” Faktor yang menyebabkan terjadinya keterlambatan diataranya cuaca yang extrem dan kemudian bahan materialnya harus di ambil dari Bitung atau Manado. Sehingga proses pengiriman material butuh waktu” jelas Silitonga.

Kasatker III Wilayah Nusa Utara (Kabupaten Sangihe,Talaud Dan Sitaro) Okto Silitonga (Foto : Gemparnews)

Sementara progres hingga saat ini, diperkirakan sudah 98 persen. ” Artinya tinggal 2 persen sudah bisa rampung 100 persen pengerjaan proyek jembatan ini,” terangnya.

Silitonga terus berharap agar pengerjaan proyek jembatan ini dapat memberikan asas manfaat bagi masyarakat yang ada di kepulauan Talaud.

” Yang kita harapkan adalah asas manfaat bagi masyarakat dan pengerjaan proyek jembatan Ammat in harus tuntas sehingga dapat memberikan manfaat yang besar bagi warga masyarakat,” tandasnya. (sisco)