Mantiri Serap Aspirasi Warga Manembo – Nembo Bitung

Sulut,GN- Eugenie Mantiri, S.Pd. MAP selaku anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara dari Daerah Pemilihan Minahasa Utara–Kota Bitung, melaksanakan kegiatan Reses II Tahun 2026 di Kelurahan Manembo-Nembo, Kecamatan Matuari, Kota Bitung.

Kegiatan yang dihadiri masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama, pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), serta perangkat Kelurahan Manembo-Nembo. Reses menjadi ruang dialog langsung antara wakil rakyat dan masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi serta kebutuhan pembangunan di wilayah setempat.

Mantiri menjelaskan bahwa pelaksanaan reses merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawab Anggota DPRD untuk turun langsung ke tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi, sekaligus melihat dan menyampaikan perkembangan atas berbagai usulan yang telah disampaikan sebelumnya.

Mantiri juga menyampaikan sejumlah aspirasi masyarakat yang telah mendapatkan perhatian, salah satunya pekerjaan pembangunan jalan paving yang telah direalisasikan. Sementara sejumlah aspirasi lainnya saat ini masih dalam proses penginputan melalui mekanisme Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD.

Setelah penyampaian tersebut, masyarakat diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi dan berbagai persoalan yang dihadapi di wilayah masing-masing.

Salah satu aspirasi disampaikan Denny Kaunang, warga Jemaat Manembo-Nembo, yang meminta perhatian terhadap kondisi lampu penerangan jalan yang mengalami kerusakan di sejumlah wilayah, khususnya Lingkungan 1 hingga Lingkungan 4. Menurutnya, penerangan jalan sangat penting untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan kenakalan remaja.

Bobby Gumansalangi, warga RT 2 dan RT 3, mengusulkan perbaikan drainase dan jalan lingkungan yang mengalami kerusakan dan berlubang.

Sementara itu, Mario selaku Sekretaris LPM, mengusulkan pengadaan lampu penerangan di sekitar kawasan pemakaman umum Manembo-Nembo. Penerangan tersebut dinilai penting untuk mendukung keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Dari Lingkungan 5, Devi Watuna menyampaikan kebutuhan pembangunan dan peningkatan drainase serta jalan lingkungan hingga ke wilayah Sungai Jengki. Menurutnya, saluran yang sebelumnya dibangun melalui program PNPM kini tidak lagi mampu menampung kebutuhan masyarakat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan perkembangan kawasan permukiman.

Aspirasi terkait penerangan dan jalan juga disampaikan warga Lingkungan 6. Sementara Kristian Waefa, warga Lingkungan 2 RT 02, mengusulkan normalisasi aliran Sungai Girian hingga ke titik pembuangan di Kuala Jengki untuk menjaga kelancaran aliran air dan mengantisipasi potensi genangan maupun banjir.

Selain itu, Hendri Wantah menyampaikan permohonan perbaikan fasilitas lampu jalan yang mengalami kerusakan di wilayah Manembo-Nembo.

Sementara Frans, warga Sagerat Weru 2 RT 12, mengusulkan pembangunan atau peningkatan jalan yang menghubungkan wilayah Sagerat menuju arah Kelabat. Adapun Ibu Dewi mengusulkan pembangunan drainase dari kawasan AMI Bitung menuju SMECO Bitung, tepatnya di Lingkungan 5 RT 6.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Eugenie Mantiri menyampaikan bahwa seluruh masukan masyarakat akan menjadi bahan catatan dan perjuangan untuk ditindaklanjuti melalui mekanisme DPRD serta dikoordinasikan dengan pemerintah daerah dan perangkat daerah terkait sesuai kewenangan masing-masing.

“Reses ini merupakan kesempatan bagi kami untuk bertemu langsung dengan masyarakat dan mendengar apa yang menjadi kebutuhan serta persoalan di lapangan. Semua aspirasi yang disampaikan akan kami catat dan perjuangkan sesuai mekanisme dan kewenangan yang ada,” ujar Mantiri.

Dia menegaskan, aspirasi masyarakat yang berkaitan dengan pembangunan jalan, drainase, penerangan, maupun normalisasi sungai akan dikoordinasikan dengan instansi teknis terkait untuk mendapatkan perhatian sesuai prioritas pembangunan dan kemampuan keuangan daerah.

Menurut Mantiri, komunikasi yang berkelanjutan antara masyarakat dan wakil rakyat sangat penting agar kebutuhan riil di lapangan dapat menjadi bagian dari proses perencanaan pembangunan.

“Aspirasi masyarakat adalah bagian penting dari tugas kami sebagai wakil rakyat. Karena itu, apa yang disampaikan dalam reses ini akan menjadi catatan untuk terus dikawal dan diperjuangkan,” tandasnya.

Kegiatan Reses II Tahun 2026 di Kelurahan Manembo-Nembo berlangsung dengan baik, aman, dan lancar. Berbagai aspirasi yang berhasil dihimpun selanjutnya akan menjadi bahan untuk dikawal melalui mekanisme DPRD dan dikoordinasikan bersama pemerintah daerah. (*/sisco)

 




Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono Resmikan Jembatan Gantung Manembo Nembo

Sulut, GN- Apresiasi Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono atas hasil pekerjaan pembangunan jembatan gantung Manembo nembo Girian Bawah kota Bitung.

Hal tersebut dikatakan Menteri Basuki saat meresmikan jembatan dengan panjang 42 meter Rabu (18/1/2023) yang mampu diselesaikan dalam waktu lima bulan.

” Alhamdulilah jembatan gantung ini bisa diselesaikan dalam waktu lima bulan, jembatan gantung ini sudah diselesaikan dengan produksi dalam negeri dibangun oleh kontraktor lokal sendiri, “ujar Menteri Basuki.

Dengan selesainya pembangunan jembatan gantung tersebut Menteri Basuk berharap masyarakat dapat memanfaatkan bahkan ikut memelihara jembatan yang telah lama menjadi harapan warga setempat.

” Jadi bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Manembo nembo, mudah – mudahan dapat dipelihara dan dimanfaatkan dengan baik” harap Menteri Basuki yang ikut didampingi Staf Khusus Kementerian PU Lucky Korah, Wakil Walikota Bitung Hengky Hoenandar dan Kepala BPJN Sulut Hendro Satrio bersama jajaran.

Menteri Basuki juga membeber sejumlah program pembangunan infrastruktur 2023 di Sulawesi Utara

” Banyak ya, di Sulawesi Utara masih banyak lagi yang dibngun kalau besok pagi pak Presiden akan meresmikan beberapa proyek, Bendungan Kuwil, Malalayang Beach Walk kemudian di Bunaken, kemudian ada Rusun ada juga politeknik yang sudah selesai kemudian jalan, jembatan dan menara Masjid. Masih banyak lagi termasuk yang akan kita selesaikan bendungan Lolak ada juga TPA, air minum, Bitung juga masih ada KEK. Gubernur juga sudah minta beberapa investor yang akan masuk. pungkasnya. (*/sisco)