Anggaran 2023 Terbatas,Tamuntuan Lobi Ke Pusat Dan Ajak Seluruh OPD Berserta Jajaran Pemkab Sangihe Optimal Serta Berinovasi Pada Pelaksanaan Program Kerja

SANGIHE,GN- Menghadapi kondisi keuangan yang terbatas tahun 2023 Penjabat Bupati Kepulauan Sangihe dr Rinny Tamuntuan mengajak semua Perangkat Daerah dan Unit Kerja untuk dapat memanfaatkan dengan optimal anggaran 2023 dengan memprioritaskan program kerja yang mensejahterakan masyarakat.

Disamping itu di awal tahun 2023 dr. Rinny Tamuntuan langsung gencar melakukan lobi atau pengusulan permintaan daerah agar berbagai program kegiatan Pemerintah Pusat dapat menyentuh masyarakat yang ada di daerah perbatasan Kabupaten Kepulauan Sangihe. Beberapa lobi yang telah dilakukan yakni :

1. Mengusulkan pengalihan Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jamkesda ke PBI APBN Kabupaten Kepulauan Sangihe Tahun 2023 melalui Kementerian Sosial RI di Jakarta pada Senin, 9 Januari 2023, sehingga dengan dialihkannya PBI dengan anggaran APBN maka anggaran yang semula digunakan untuk Jamkesda dapat dialihkan Pemda untuk kebutuhan lainnya.
2. Mengajukan beberapa proposal ke Badan Pangan Nasional RI terkait ketahanan pangan daerah pada Senin, 9 Januari 2023. Hal ini juga dilakukan dalam rangka menghindari terjadinya kerawanan pangan daerah di tengah isu krisis pangan yang mungkin saja terjadi di Indonesia tahun 2023.
3. Menyampaikan permintaan ke Kementerian Perhubungan RI terkait kontinuitas Tol Laut untuk menghindari terjadinya inflasi di Kabupaten Kepulauan Sangihe tahun 2023, serta melakukan rapat bersama dengan Tim Kementerian Perhubungan RI dan PT. Pelni Pusat pada Selasa, 10 Januari 2023 terkait peluang kemudahan yang dapat diperoleh para pengusaha Sangihe melalui jalur laut untuk mengangkut bahan pokok dan material lainnya, sehingga dapat lebih efisien dalam hal waktu dan biaya. Disamping itu Penjabat Bupati tetap meminta agar jalur transportasi yang menghubungkan pulau-pulau perbatasan dapat lebih ditingkatkan dalam hal kelancaran operasional, sehingga hal inipun tidak akan mengganggu stabilitas ekonomi sosial masyarakat yang ada di perbatasan.

Pj Bupati Sangihe dr.Rinny Tamuntuan mengatakan Di tahun 2022 sudah mencatat berbagai capaian melalui program kerja yang ditujukan untuk mensejahterakan masyarakat, namun masih banyak pula kebutuhan masyarakat yang harus kita perjuangkan, maka untuk tahun 2023 sekalipun dengan anggaran yang lebih sedikit namun tidak menyurutkan semangat Pemerintah untuk memperjuangkan kesejahteraan yang berhak dimiliki oleh masyarakat Sangihe.

” karena itu Saya meminta kepada para Kepala Perangkat Daerah dan segenap jajaran di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe agar selalu optimal dalam pelaksanaan program kerja dan aktif melahirkan berbagai inovasi agar kita tidak hanya terpaku pada besar kecilnya anggaran yang ditransfer oleh Pemerintah Pusat.
Kita punya Sumber Daya Alam yang menjadi kekayaan dan berbagai peluang untuk dapat kita jadikan sumber Pendapatan Asli Daerah. Saya minta kita semua dapat jeli dan bekerja keras, bekerja cerdas dan bekerja tuntas untuk Sangihe yang lebih, maju, sejahtera dan berkualitas,”kata Tamuntuan (ROBIN)




Perjuangkan Pembangunan dan Pengendalian Banjir Di Sangihe,Bupati Tamuntuan Lobi Ke Pemerintah Pusat

SANGIHE,GN- Penjabat Bupati Kabupaten Sangihe dr Rinny Tamuntuan terus berjuang untuk kesejateraan dan kepedulian bagi masyarakat Kabupaten Sangihe.Demi pelayanan bagi warga di Bumi Tampungang Lawo ini,meski belum lama balik dari Jakarta dalam tugas untuk masyarakat Sangihe, Tamuntuan kembali terbang ke Jakarta untuk menemui direktur sumber daya air di Kementrian PUPR yang di wakili R.Nuzulina Ilmiaty Ismail,S.T.M.T Kasubag direktorat III direktorat sungai dan pantai Ditjen Sumber daya air di Kementerian PUPR Jakarta, Kamis, 06 Oktober 2022.


Dalam kunjungan ini, Pj bupati didampingi kadis PUPR membahas terkait Pengusulan Pembangunan pengamanan dan pengendali banjir di kabupaten Kepulauan sangihe. Pj bupati menjelaskan bahwa ada dua lokasi usulan pembangunan tanggul di kepulauan sangihe, yaitu Tanggul pantai kalasuge dan tanggul pantai pananekeng.

” Tanggul pantai Kalasuge dan pananekeng pada saat ini mengalami abrasi dikarenakan ombak besar disaat air laut pasang dan mencapai 10 – 20 Meter serta pada tebing pantai mengalami longsor kecil yang mengancam ruas jalan nasional, pemukiman penduduk dan mengancam sarana terminal stasion kabel laut palapa,” ujar Tamuntuan

Orang nomor satu di Kabupaten Kepulauan Sangihe ini berharap bantuan dari Pemerintah Pusat Khususnya Direktorat Sumber daya air untuk memenuhi usulan pembangunan Tanggul di kabupaten Kepulauan Sangihe.

” Kami berharap bantuan dari Pemerintah pusat khususnya direktorat sumber daya air dapat memenuhi usulan pembangunan tanggul di Kabupaten Sangihe,”harap Pj Tamuntuan.(ROBIN).