Delapan Desa Tak Berlistrik, Cindy Wurangian Pacu Ranperda Untuk Menjawab Kesenjangan Pembangunan

Sulut,GN- Pimpinan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Sulut sementara melakukan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2025-2044.

Cindy Wurangian (foto: Gemparnews)

Wakil Ketua Pansus RTRW Cindy Wurangian menegaskan akan menjadikan solusi bagi warga di desa-desa yang belum teraliri listrik.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Sulut ini memberikan apresiasi atas terobosan pemerintah sulut untuk melakukan revisi Ranperda RTRW.

Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Minahasa Utara dan Kota Bitung ini,mengatakan draft Ranperda RTRW Pemprov Sulut mencantumkan delapan desa tersebut yamg semuanya berada di daerah kabupaten kepulauanSangihe.

Adapun Desa tersebut berada di pulau atau Kecamatan Tatoareng :
Desa Kahakitang, Desa Para,Desa Dalako Bembanehe dan Desa Taleko Batusaiki serta Desa Para I. Selanjutnya ada satu Desa di Kecamatan Tabukan Selatan Tengah yakni Desa Beeng

Sementara ada dua di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Kecamatan Tagulandang, Desa Pumpente dan Desa Laingpatehi. Namun untuk dua Desa ini masyarakat disana sudah di relokasi ke tempat lain.

“Untuk desa Pumpente dan Laingpatehi itu lokasinya di gunung ruang dan masyarakat sudah di relokasi,” jelas Cindy.

Guna mempercepat adanya sentuhan PLN ke warga di desa tersebut maka kata Cindy, pembahasan Ranperda RTRW terus dipacu.

Menurut Cindy, melalui pembahasan Ranperda ini pemerintah daerah ingin menjawab ketimpangan dan kesenjangan pembangunan yang masih terjadi di beberapa wilayah yang belum tersentuh oleh aliran listrik.

“Ranperda ini ketika ditetapkan, mampu menjawab kebutuhan-kebutuhan masyarakat terkait usaha, pekerjaan termasuk sarana prasarana,” pungkas Cindy. (sisco)




Louis Carl Schramm Pertayakan Listrik dan Air Bersih di Pulau Bunaken

Sulut,GN- Usai pemaparan Dinas ESDM Provinsi Sulut, Anggota Pansus Pembahasan LKPJ Gubernur tahun 2024,Louis Carl Schramm, SH,MH langsung menyampaikan pertanyaan terkait penerangan lampu listrik dan air bersih di pulau Bunaken kecamatan Bunaken kepulauan.

Louis Carl Schramm,SH,MH (foto: Gemparnews)

Louis menyampaikan bahwa saat dirinya turun reses lalu disalah satu lingkungan yakni kampung islam di pulau Bunaken, selama tiga hari mengalami pemadaman. Bahkan kata louis, sarana air bersih pun tidak ada di pulau Bunaken.

” Ketika saya melakukan reses di Bunaken, selama tiga hari listrik tidak menyala. Bahkan sarana air bersih pun sangat sulit di sana. Jadi mohon di perhatikan karena masyarakat sangat membutuhkan air bersih,” kata louis, Selasa (15/4/2025).

Sebelumnya Kepala Dinas ESDM Provinsi Sulut Fransiscus Maindoka telah memaparkan bahwa ada program yang sudah dikerjakan diantaranya pemasangan listrik di beberapa desa yang belum teraliri listrik. Dan pengeboran air bersih di beberapa kabupaten di provinsi Sulawesi Utara.

SKPD Sulut (Foto : Gemparnews)

Menjawab apa yang di sampaikan anggota DPRD Sulut, Kepala Dinas menjelaskan akan melakukan koordinasi dengan pihak PLN terkait kebutuhan listrik di pulau Bunaken.

Begitu juga terkait sarana air bersih, Maindoka menjelaskan pihaknya sudah beberapa kali melakukan survei lokasi untuk pengeboran air bersih, namun belum di temukan.

” Kami akan melakukan koordinasi dengan PLN terkait kebutuhan listrik disana. Demikian juga sarana air bersih di pulau Bunaken. Kami akan kembali melakukan survei lokasi, mudah – mudahan ada titik lokasi air tawar yang bersih. Karena beberapa kali kami melakukan survei lokasi, namun airnya payau. Tetapi kami akan mencoba lagi mencari lokasi yang lain untuk air bersih,” tandasnya. (sisco)




10 Desa di Sulut Belum Berlistrik, Maki : 2 Desa Target Tuntas Tahun Ini

Sulut,GN – Listrik penting untuk desa karena dapat meningkatkan kualitas hidup, pertumbuhan ekonomi, dan produktivitas masyarakat.  Listrik juga memberikan manfaat untuk desa terkait pengembangan usaha dan peningkatan akses informasi dan pendidikan.

Kepala Bidang Listrik Dinas ESDM Sulut Micriority Y Maki,ST (foto : Gemparnews)

Terkait itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terus berupaya memaksimalkan desa yang ada di seluruh kabupaten agar teraliri pembangkit listrik.

Data yang dihimpun media ini, ada 10 desa di Sulut belum teraliri pembangkit listrik. Desa tersebut berada di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Sitaro.

Kepala Dinas ESDM Provinsi Sulut Fransiscus Maindoka, melalui Kepala Bidang Listrik Micriority Y Maki,ST saat di konfirmasi, membenarkan 10 desa di Sulut yang belum teraliri pembangkit listrik.

Kepala bidang listrik menjelaskan 6 desa di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan 4 desa berada di Kabupaten Kepulauan Sitaro.

” Jadi semua ada 10 desa yang belum berlistrik. 6 desa di Sangihe yakni desa Beeng darat, desa kahakitang,desa dalako bembanahe, taleko batusaiki, desa para 1 dan desa para. Sedangkan 4 desa berada di Sitaro yakni desa tapile,desa pahepa, desa pumpente dan desa laingpatehi,” jelasnya di kantor Dinas ESDM Sulut Selasa. (11/2/2025).

Lanjut Maki menjelaskan, ada dua desa yakni desa pumpente dan laingpatehi sampai saat ini belum ada informasi, karena warga di kedua desa ini tidak kembali dan menetap di sana pasca erupsi gunung ruang di tagulandang Sitaro.

“Kami tinggal menunggu status kedua desa ini, karena sampai sekarang kami belum mendapatkan informasi terkait status kedua desa,” ucapnya.

Sementara, untuk desa pahepa dan tapile di targetkan tahun 2025 ini selesai pengerjaan pembangkit listrik. ” Rencana bulan april ini, pembangkit listrik di desa tapile dan pahepa akan segera terpasang. Jadi target 2 desa tahun ini sudah teraliri listrik,” kata Maki.

Pengerjaan pembangkit listrik kata Maki, merupakan anggaran Penyertaan Modal Negara (PMN) dan ditangani langsung oleh PLN. ” Ini anggaran penyertaan modal negara yang di tangani langsung oleh PLN,” tandasnya. (sisco)




Oktober Mendatang Listrik Di Kepulauan Beroperasi

SANGIHE,GN-Masyarakat Kampung Kawaluso, Kecamatan Kendahe mengeluhkan aliran listrik yang sampai sekarang ini belum juga beroperasi walaupun sudah ada material yang terpasang di wilayah tersebut.
Menanggapi hal ini, Manager PT PLN UP3 Tahuna, Mulke Gal Tumanken, saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Jumat (23/8/19) mengatakan,selain Kawaluso juga ada kampung Matutuang dan Kawio yang merupakan wilayah Kecamatan Kepulauan Marore yang sedang dalam proses pemasangan listrik oleh Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Propinsi Sulawesi Utara pada PT PLN Unit Induk Wilayah Sulutenggo.
“Setelah proses pembangunan sarana kelistrikan selesai, selanjutnya pengoperasian akan dilaksanakan dan akan diserahkan kepada kami PLN UP3 Tahuna sebagai penanggung jawab yang akan mengelolanya. Terkait perkembangan di Kawaluso, Matutuang dan Kawio, pihak PLN tinggal menunggu material pelengkap untuk pengoprasian listrik yaitu Trafo Step Up dan Tangki Induk yang berfungsi sebagai penampungan bahan bakar minyak (BBM) guna menyuplai ke mesin,” kata dia.
Lebih lanjut disampaikannya, pembangkit listrik berupa mesin dan jaringan sudah terpasang di wilayah kepulauan, namun peralatan berupa Trafo Step Up dan Tangki Induk tersebut yang masih diusahakan oleh pihak PLN Tahuna, rencananya bulan Oktober ini jika sudah tersedia, akan segera dikirim untuk diinstal, agar listrik dapat mulai beroperasi.
“Untuk pengiriman material ke wilayah pulau harus juga melihat kondisi cuaca, agar tidak terjadi kerusakan sebelum digunakan, khususnya pada trafo step up. Berharap ketika listrik sudah siap dioperasikan di tiga wilayah pulau tersebut, masyarakat  bisa melakukan permohonan untuk pemasangan listrik sehingga terdaftar sebagai pelanggan PLN,”tandasnya.
Dia juga menambahkan, nantinya jika mendaftar untuk menjadi pelanggan PLN, untuk biaya penyambungan ada program Biaya Penyambungan Cicil dari PLN yang dapat memudahkan masyarakat mendapatkan listrik dari PLN.
“Dan terkait administrasi serta biaya penyambungan, PLN Unit Pelayanan Pelanggan (ULP) Petta akan melaksanakan sosialisasi terlebih dahulu sebelum pengoperasian di 3 pulau tersebut dilaksanakan. Pulau Kawaluso, dan Seluruh Wilayah Kecamatan Marore, masuk dalam wilayah pelayanan PLN ULP Petta,”tutupnya. (ROBIN)