MJP Terima Aspirasi Warga Pulisan Dan Kinunang Likupang Timur

Sulut,GN- Warga Desa Pulisan dan Kinunang, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara yang tergabung dalam Forum Warga Masyarakat Desa Pulisan dan Desa Kinunang, Senin (20/3/2023) siang sambangi gedung DPRD Provinsi Sulawesi utara (Sulut).

Maksud kedatangan warga tersebut, meminta agar Gubernur Sulut, Olly Dondokambey membentuk Tim Pencari Fakta terkait persoalan kepemilikan tanah warga dengan PT Minahasa Permai Resort Development.

Warga mengusulkan agar tim tersebut melibatkan unsur masyarakat pemilik tanah atau yang diwakilkan dari pemerintah, BPN, MPRD dan unsur-unsr lainnya untuk mendapatkan titik terang.

Selain itu juga warga mengusulkan melibatkan Aparat Kepolisian, dengan maksud bila ternyata ada oknum yang diduga bermain dan memanipulasi surat tanah dan sejenisnya atau adanya Akta Jual Beli yang diduga palsu yang dibuat  tahun 1981 dan tahun 1996 hingga tahun 1998 agar segera di tangkap dan diproses sesuai ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku.

Menanggapi hal itu, Melky Jaklin Pangemanan (MJP) menegaskan persoalan lahan tersebut akan ditindaklanjuti Komisi I Bidang Pemerintahan.

“Dalam institusi pasti ada oknum nakal, jika di dapati itu, sikat, Jangan ditolerir,” tegas MJP. (*/sisco)




Tim Identifikasi KATAMATAKU Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Dan RSCM Bekerjasama Dengan RSUP Prof Dr R D Kandou Manado Serta Universitas Sam Ratulangi Gelar Baksos Di Likupang Timur Minut

Manado,GN-Direktur Utama RSUP Prof Dr R.D dr Kandou Manado, Dr dr Jimmy Panelewen,SoB-KBD, yang di wakili oleh Direktur Medik Keperawatan dan Penunjang, dr Jeheskiel Panjaitan, SH MARS mengatakan bahwa Kemenkes melalui program transformasi kesehatan saat ini tetap menekankan pada pelayanan rujukan dimana pergeseran pola penyakit sudah terlihat dari penyakit menular ke tidak menular.

Hal itu dikatakannya saat kegiatan Program Sehat untuk penderita Lepra, dalam kegiatan Bakti Sosial (Baksos) yang dilaksanakan di Puskesmas Likupang Timur Minahasa Utara, Jumat (19/08/2022) bersama Tim Identifikasi Tanda-tanda Kelainan Mata, Kulit dan Extremitas pada Kusta (KATAMATAKU), Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan RSCM, bekerjasama dengan RSUP Prof Dr R.D Kandou Manado, Universitas Sam Ratulangi  dan Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Utara.

“Kami sebagai Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Kandou Manado,selalu membuka diri untuk rujukan terkait penyakit ini, dan kami juga memberikan apresiasi kepada Tim Katamataku Universitas Indonesia atas kepedulian terhadap penyakit inj sehingga kegiatan ini bisa dilakukan,” kata  dr Jeheskiel.

Sementara itu, ketua Katamataku Dr dr Yunia Irawati,Sp.M (K) Fakuktas Kedokteran Universitas Indonesia menyampaikan terima kasih atas sambutan dari semua pihak terkait yang telah menerima tim katamataku.

“Terima kasih untuk Direktur RSUP Kandou Manado dan semua Pihak terkait yang telah siap bekerjasama dengan kami,” ujarnya.

Dia menyebutkan tujuan kedatangan tim katamataku di Sulawesi Utara karena adanya laporan masih ada kasus kasus baru terkait penyakit kusta ini.
“Penyakit kusta ini Adalah penyakit yang endemis di beberapa daerah terutama di daerah timur pasiennya masih banyak,dan menurut laporan masih ada kasus2 baru sehingga menjadi keprihatinan kita untuk lebih giat lagi menyelengarakan kegiatan untuk deteksi penyakit kusta,” sebutnya.

Menurutnya Penyakit kusta bukan hanya penyakit kulit saja tapi bisa terjadi melibatkan seluruh organ Sehingga Bisa terjadi kecacatan. “Makanya kami datang disini ada dokter Mata,THT dan rehab medis, karena Kusta bisa menyebabkan kelainan di kelopak mata,”terangnya lagi.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Minut yang diwakili Kepala Dinas Kesehatan Minahasa Utara, dr Stela Safitri, Tim Pelayanan Baksos, Nakes Katamataku UI, RSUPN dr Cipto Mangunkusumo, dan Unsrat Manado, serta Nakes RSUP Kandou Manado. (sisco/*)