Kunker Komisi II Dan Pansus Bantuan Hukum Di Sambut Baik Walikota Kotamobagu Dan Jajarannya

Sulut,GN- Kunjungan Kerja (Kunker) Komisi II DPRD Sulut dan Panitia Khusus (Pansus) Bantuan Hukum Untuk Mayarakat Miskin Di Kota Kotamobagu Kamis (08/10/2021) di sambut baik oleh Walikota bersama jajarannya.

Ini di sampaikan oleh Ketua Komisi II DPRD Sulut Cindy Wurangian kepada awak media ini. Wurangian menjelaskan setelah melakukan pertemuan, pihaknya mendapatkan masukan terkait Ranperda tersebut. ” Yang pertama saya secara pribadi kagum, ternyata Kota Kotamobagu sudah ada Ranperda Bantuan Hukum untuk masyarakat miskin. Ranperda ini di Kota Kotamobagu di mulai sejak tahun 2019 dan awal masuk tahun 2020 di evaluasi oleh Biro Hukum Provinsi Sulawesi Utara, namun karena terkendala covid-19 maka tahun 2021 selesai di evaluasi,” jelas Wurangian.

Dia mengapresiasi langkah cepat yang sudah di lakukan oleh pemerintah Kotamobagu sekaligus kepada Walikota Ibu Tatong Bara bersama jajarannya. ” Dalam pembicaraan dari awal, kami sudah mengerti betapa gigihnya dan berkomitmen dan begitu smart Ibu Walikota dalam mengusahakan kesejahteraan bagi masyarakat Kota Kotamobagu,” terangnya.

Sementara terkait dengan Ranperda ini, Walikota dan segenap jajaran yang hadir dalam diskusi menitipkan agar ketika Ranperda Bantuan Hukum untuk masyarakat miskin, setelah ditetapkan sebagai Perda di Provinsi Sulawesi Utara, kiranya memperhatikan kuota masyarakat miskin yang ada di Kota Kotamobagu. ” Dan yang kedua untuk memperhatikan juga lembaga-lembaga bantuan hukum yang ada di Kota Kotamobagu,” katanya.

Selain itu kata Wurangian, Walikota dan jajaran bersama masyarakat juga mengapresiasi atas bantuan dari Provinsi Sulut dimana Gubernur yang tanggap terhadap aspirasi dari warga masyarakat dengan memberikan bantuan sebesar sepuluh miliar dari total proposal yang ada untuk pembangunan rumah sakit yang di Kota Kotamobagu. ” Kami mendukung dan mendorong sepenuhnya atas kepedulian Gubernur untuk menggenapi bantuan rumah sakit di Kota Kotamobagu sebesar sepuluh miliar. Sehingga sepuluh miliar untuk pembangunan rumah sakit dan bisa di tambah lagi sepuluh miliar untuk mecanical dan electrical, agar supaya pemanfaatan dapat dirasakan oleh masyarakat Kotamobagu dan sekitarnya,” tutup legislator DPRD Sulut ini. (sisco)




Kunker Komisi I DPRD Sulut Ke Kabupaten Bolaang Mongondow

Sulut,GN- Kunjungan kerja (Kunker) Komisi I DPRD Sulut ke Desa Pangian dan Passi Kabupaten Bolaang Mongondow Kamis, (9/9/2021).

Kunjungan tersebut dalam rangka koordinasi terkait penyaluran dana Desa untuk pelaksanaan program padat karya tunai dan kunjungan kerja dinas pemberdayaan masyarakat desa Kota Kotamobagu guna menjalankan fungsi pengawasan DPRD Sulut terkait pemilihan serentak Sangadi di Kota Kotamobagu.

Ikut dalam kunjungan kerja tersebut adalah pimpinan dan anggota komisi I diantaranya Vonny Paat (Ketua),Herol V Kaawoan (Wakil Ketua), Mohammad Wongso (Sekretaris) dan Arthur Kotambunan (anggota). (sisco)




Komisi IV DPRD Kunjungi Asrama Mahasiswa Sulut Di Bogor

Sulut,GN- Kunjungan Kerja (Kunker) Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ke asrama mahasiswa Sam Ratulangi yang terletak di daerah di Bogor Baru I dan Bogor Baru II, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat, Rabu (17/3/2021) didampingi Badan Penghubung Provinsi Sulawesi Utara.

Kunker Komisi IV tersebut dalam rangka memantau keberadaan mahasiswa yang melanjutkan studi di Provinsi Jawa Barat. Personel Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Utara dalam kunjungannya berdiskusi dan menerima aspirasi mahasiswa Sulawesi Utara yang menuntut ilmu di Jawa Barat.

Kunjungan Komisi IV DPRD Sulut Ke Asrama Mahasiswa Sulawesi Utara Di Bogor Jawa Barat (foto: ist)

Sementara anggota Komisi IV DPRD Sulut Melky Jakhin Pangemanan (MJP) menjelaskan bahwa Komisi IV berkomitmen, menindaklanjuti aspirasi mahasiswa terkait kondisi bangunan asrama yang rusak atau tidak layak ditempati, serta aspirasi soal beasiswa dan bantuan studi akhir buat mahasiswa.

“Komisi IV prihatin dengan kondisi beberapa ruangan (kamar/kamar mandi) yang tidak layak digunakan. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara perlu memperhatikan keamanan dan kenyamanan peserta didik yang tinggal di asrama. Komisi IV akan berjuang maksimal dengan mendorong Pemerintah Provinsi Utara agar mengalokasikan anggaran beasiswa dan bantuan studi akhir bagi mahasiswa serta anggaran perbaikan atau renovasi asrama mahasiswa dalam APBD Provinsi Sulawesi Utara,” ujar Sekretaris Bapemperda DPRD Sulut ini.

Selain itu MJP mengatakan Komisi IV DPRD mengingatkan kepada Badan Penghubung Provinsi Sulawesi Utara agar rutin mengawasi aktivitas di setiap asrama milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

Dia mengharapkan bagi mahasiswa yang tinggal di asrama tersebut, untuk menjaga dan memelihara aset daerah yang ditempati oleh mahasiswa asal Sulawesi Utara.

Hadir dalam kunker Komisi IV DPRD Sulut diantaranya Yusra Alhabsyi, Hilman Firmansyah Idrus, dan Melisa Gerungan berserta Badan Penghubung Provinsi Sulawesi Utara.

Adapun data dan aspirasi yang dirangkum dari hasil kunker Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Utara di asrama mahasiswa Sam Ratulagi Bogor :

– Penghuni Asrama Mahasiswa Sam Ratulangi Bogor Baru II berjumlah 4 orang. Total kamar yang tersedia di asrama 19 kamar, 18 kamar untuk peserta didik dan 1 kamar tamu.
– Ruangan kamar yang masih layak untuk ditinggali berjumlah 8 kamar. Sedangkan 9 kamar sudah tidak layak atau rusak parah.
Penghuni asrama mahasiswa Sam Ratulangi Bogor Baru I berjumlah 4 orang. Total kamar yang tersedia di asrama 11 kamar, 10 kamar untuk peserta didik dan 1 kamar tamu.
– Kondisi ruang tamu memprihatinkan (atap bocor) dan 5 kamar mandi yang tersedia, semuanya dalam kondisi tidak layak. Beberapa kamar peserta didik juga dalam kondisi rusak ringan.
– Mahasiswa berharap ada perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, apalagi ditengah kondisi pandemi buat keberlangsungan pendidikan mahasiswa yang mengambil studi diluar Sulawesi Utara.
Bantuan berupa pembiayaan pendidikan, seperti beasiswa atau bantuan studi akhir saat menyusun skripsi, tesis dan disertasi. (sisco/*)




Kunker Dirut RSUP Kandou Manado Dr dr Jimmy Panelewen Ke RSUD Bolmut Di Sambut Bupati Dan Wakil Bupati

Manado,GN- Kunjungan Kerja (Kunker) Direktur Utama (Dirut) RSUP Prof Kandou Manado Dr.dr Jimmy Panelewen, Sp-B, KBD bersama tim di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) tepatnya di RSUD Bolmut disambut Bupati Drs Depri Pontoh bersama Wakil Bupati Amin Lasena,MAP.

Pada kesempatan itu, Dr dr Jimmy Panelewen mengatakan bahwa kunker ini dalam rangka pendampingan terhadap RSUD Bolmut dari RSUP Kandou terkait penurunan angka kematian ibu dan bayi.

Kunjungan Kerja Dirut RSUP Kandou Manado Dr dr Jimmy Panelewen,SpB-KBD Di sambut Bupati Bolmut H Depri Pontoh Bersama Wakil Bupati A Lasena (foto : ist)

”Jadi pendampingan ini berdasarkan permintaan pihak RSUD Bolmut kepada Kemenkes RI yang disampaikan melalui Aplikasi. Kebetulan pertama di sulut yang minta adalah Bolmut.Kemudian dijawab oleh Kemenkes agar RSUP Kandou turun melakukan pendampingan di RSUD Bolmut,”ucap Jimmy Panelewen saat diwawancarai awak media ini disela-sela kunjungannya di RSUD Bolmut,Kamis (3/12/2020).

Menurut Dirut Jimmy Panelewen bahwa pendampingan tidak hanya berlangsung hari ini saja tetapi berkelanjutan. ”Jadi pendampingan tidak hanya hari ini,tetapi akan terus berlanjut.Di awal ini kita masih melihat kondisi real sebenarnya dari Rumah Sakit ini guna melakukan pemetaan sehingga nantinya bisa dilakukan analisis yang begitu tajam,” terang Panelewen.

Lebih lanjut Dia menjelaskan setelah melakukan analisis ditahap awal ini, Panelewen berharap kedepannya sudah ada rekomendasi-rekomendasi. ”Kami berharap kedepannya terus ada rekomendasi, baik rekomendasi Prasarana,SDM maupun Sistim.” lanjut Panelewen.

Dirut menilai bahwa keberadaan RSUD Bolmut sudah bagus tapi masih terkendala beberapa hal. ” Kalau saya melihat sih,Rumah Sakit ini bagus ,tetapi barangkali juga RSUD Bolmut terkendala dengan Prasarananya,SDMnya maupun Sisitimnya,” tukasnya.

Ditegaskannya, dalam pendampingan kali ini pihaknya akan memberikan sistim yang telah dibangun di RSUP Kandou untuk diterapkan di RSUD Bolmut. ” Jadi nanti sistim yang telah kita bangun di RSUP Kandou akan kita share disini (RSUD Bolmut,red) sehingga isitilahnya kita akan Growing Together atau tumbuh bersama,” tegasnya.

Sementara itu, pihak RSUD Bolmut telah memaparkan beberapa hal kepada Dirut dan timnya diantaranya soal sarana dan prasarana,data-data dari kematian ibu dan bayi,kondisi terbatas dari sisi SDM dan sistim. ”Termasuk juga yang mereka paparkan adalah hal yang cukup krusial yakni ketersedian darah dimana ketersediaan darah di RSUD Bolmut harus menunggu dari Manado,Kotamobagu dan juga harus menunggu dari gorontalo,” jelas Dirut.

Dirut menambahkan dalam pendampingan, dirinya membawa tim kerja diantaranya Dokter Ahli Kebidanan,Dokter Anak. ”Kemudian ada yang dari peralatannya,ada dari elektromedis,ada perawat yang bekerja diruang rawat bayi dan juga yang bidan.Mereka akan tinggal beberapa hari di Bolmut,” pungkas Panelewen. (*/sisco)




Sekwan Glady Kawatu Terima Kunker DPRD Provinsi Gorontalo

Sulut,GN- Sekretaris Dewan (Sekwan) Glady Kawatu,SH ditugaskan pimpinan DPRD Sulut untuk menerima Kunjungan Kerja (Kunker) DPRD provinsi Gorontalo, Kamis (17/9/2020).

Dalam kunjungan tersebut Wakil ketua DPRD Provinsi Gorontalo H Mohammad Kris Wartabone,S.AP memperkenalkan anggota yang ikut dalam rombongan.

Pada kesempatan itu, Wartabone menjelaskan maksud kunjungan anggota DPRD Provinsi Gorontalo ke DPRD Provinsi Sulut. “DPRD Sulut sebagai “kakak kandung” dari DPRD Provinsi Gorontalo, tujuan kami datang disini ingin belajar peningkatan kapasitas pimpinan dan anggota DPRD (komisi II DPRD Provinsi Gorontalo) dan studi komparasi ke DPRD Sulut terkait proses pembahasan dan mekanisme pengalokasian anggaran pemerintah daerah terhadap rumusan aspirasi pimpinan dan anggota DPRD,” kata Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo ini.

Sementara itu, Sekretaris Dewan Glady Kawatu, SH menyampaikan terimakasih dimana DPRD Provinsi Gorontalo telah memilih DPRD Sulut untuk melakukan koordinasi terkait penyerapan aspirasi. “Merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kami dimana DPRD Provinsi Gorontalo memilih DPRD Sulut datang berkunjung untuk berkoordinasi tentang hal-hal yang berkaitan dengan DPRD. Kami masih banyak hal yang kurang dan lebihnya namun nanti kita diskusikan dan bagikan sesuai pengalaman terutama regulasi yang kami laksanakan terkait penyerapan aspirasi,” ujar sekwan.
Lanjut, Sekwan menyampaikan permohonan maaf dari pimpinan dan anggota DPRD Sulut belum berkesempatan menerima karena berhubung kemarin baru saja menyelesaikan pembahasan APBD Perubahan dan hari ini empat komisi melakukan kunjungan kerja ke luar daerah. ” Untuk itu, Ketua DPRD Sulut menugaskan kami untuk menerima Kunjungan Kerja DPRD Provinsi Gorontalo dan untuk menyampaikan hal-hal yang dapat kami jelaskan dan sepanjang apa yang tidak dapat kami jawab terkait teknis akan kami teruskan ke Pimpinan DPRD,” terang Kawatu.

Usai melakukan sesi diskusi dilanjutkan dengab penyerahan cendera mata. Hadir dalam pertemuan tersebut Kabag keuangan, Kasubag penyerapan aspirasi dan kasubag administrasi kesekretariatan serta staf DPRD Sulut.(sisco)




Jalin Kerjasama, Wabup Gorut Kunker Di RSUP Prof Dr RD Kandou Manado

Manado, GN-Wakil bupati (wabup) Gorontalo Utara (Gorut) Thariq Modanggu mendatangi RSUP Prof Dr RD Kandou dalam rangka kunjungan kerja, siang tadi selasa (7/07/2020).

FOTO: Wakil Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu Ketika Diwawancarai Awak Media

Adapun tujuan kedatanganya yakni untuk menjalin kerja sama antara pemerintah Gorontalo Utara (gorut) dengan RSUP Prof Dr RD kandou Manado. “Dalam rangka pengembangan rumah sakit daerah kami Gorontalo Utara, maka kami melihat perlu adanya kunjungan lapangan serta diskusi bersama pimpinan RSUP Prof Dr RD Kandou,” ucap Thariq.

Dari pertemuan tadi, harapan kami utuk memperoleh pengetahuan sudah terungkap, dan kami sudah menyepakati kerjasama di bidang pengembangan rumah sakit, lanjut Thariq.

Thariq juga menjelaskan, bahwa kerjasama yang akan dijalin nantinya bukan lagi pemda (gorut) dengan rumah sakit, tapi rumah sakit dengan rumah sakit, misalnya kerjasama dalam bidang bedah, pelayanan, dan lain-lain.

“Mengingat posisi Gorontalo Utara rumah sakitnya masih baru kurang lebih lima tahun,Tapi memiliki posisi yang sangat strategis karena berada di lintas Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah sehingga kami melihat perlu adanya kerjasama dengan rumah sakit bertaraf internasional seperti RS kandou, tutup Thariq.(framu)