Pewarna Siap Kolaborasi Bersama Dirjen Aptika Kemkominfo

Jakarta,GN- Pengurus Pewarna Indonesia, organisasi yang mewadahi wartawan nasrani, mengadakan pertemuan strategis dengan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Dirjen Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Hokky Situngkir, guna membahas kerja sama dalam meningkatkan literasi digital di kalangan masyarakat luas, Jumat (6/9/2024) di Gedung Kemkominfo, Jakarta.

Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara Pewarna Indonesia dan Kemenkominfo dalam mendorong penggunaan teknologi digital secara positif dan membangun kesadaran akan pentingnya etika serta keamanan dalam dunia digital. Dirjen Aptika, dalam pertemuan ini, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, media, dan masyarakat untuk mengatasi berbagai tantangan yang muncul di era digitalisasi, termasuk penyebaran hoaks, keamanan data, dan perlindungan anak di internet.

“Kami melihat Pewarna Indonesia sebagai mitra strategis dalam menyebarkan informasi yang benar dan membangun narasi positif di tengah masyarakat, terutama dalam konteks memperkuat toleransi dan harmoni antar umat beragama di Indonesia,” ujar Dirjen Aptika.

Ketua Pewarna Indonesia, Yusuf Mujiono, didampingi beberapa pengurus pusat Pewarna Indonesia mengungkapkan harapannya agar kerja sama ini dapat membangun jaringan komunikasi yang lebih baik antara media dan pemerintah, sehingga publik mendapatkan akses informasi yang valid dan bermanfaat. “Media memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Kami berharap kolaborasi dengan Kemenkominfo dapat semakin memperkuat kapasitas jurnalis dalam menyampaikan informasi yang mendidik dan membangun,” jelasnya.

Pertemuan tersebut juga membahas program-program pelatihan literasi digital yang akan digagas bersama, terutama bagi komunitas-komunitas yang rentan terhadap penyebaran informasi palsu. Direncanakan beberapa program pendidikan digital akan diluncurkan di berbagai daerah, dengan fokus pada peningkatan kemampuan kritis masyarakat dalam menyaring informasi di era digital.

“Dengan kolaborasi ini, diharapkan media, khususnya yang tergabung dalam Pewarna Indonesia, dapat memainkan peran penting dalam menyebarkan informasi yang membangun dan memperkuat karakter bangsa di tengah kemajuan teknologi informasi,” tutup Hokky sembari pamit untuk melanjutkan pertemuan dengan Menteri Kominfo. (sisco/*)




Kolaborasi Jasa Raharja Dan PNM Gelar Pelatihan Safety Riding

Sulut,GN- Jasa Raharja bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menggandeng PT Astra Motor Sulseltrabon, menggelar pelatihan safety riding kepada Account Officer (AO) PNM. Acara tersebut dilaksanakan di Hotel Gammara Makassar, Sulawesi Selatan Selasa (06/06/2023).

Dalam kegiatan tersebut, para AO PNM diberikan berbagai materi pelatihan, baik secara teori maupun praktik. Diantaranya tentang cara berkendara yang baik dan aman bagi pengendara sepeda motor, sosialisasi produk dan prosedur santunan Jasa Raharja.

Kegiatan Safety Riding untuk AO PNM, dibuka oleh Direktur Operasional Jasa Raharja Dewi Aryani Suzana, bersama Direktur Operasional PT PNM, Sunar Basuki.

“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya kami dalam memberikan edukasi untuk menurunkan angka kecelakaan dan fatalitas korban. Skill dan attitude di jalan juga sangat penting,sehingga kita bisa melindungi diri sendiri dan orang lain,” ujar Dewi dalam sambutannya.

Dewi berharap, pelatihan yang diikuti 100 orang AO PNM ini memberikan dampak positif terhadap perilaku berkendara dan berlalu lintas.

“Terlebih, AO PNM ini sebagian besar melakukan aktivitas pekerjaannya menggunakan sepeda motor,” ucapnya.

Lebih lanjut Dewi menyampaikan, bahwa sampai dengan Mei 2023, Jasa Raharja telah menyerahkan santunan sebesar Rp1,21 triliun kepada korban maupun ahli waris korban kecelakaan lalu lintas.

“Wilayah Sulawesi Selatan merupakan top 10 pareto santunan tertinggi, dengan realisasi sebesar Rp46,8 miliar. Di wilayah ini juga terdapat beberapa titik rawan kecelakaan yang menjadi perhatian Jasa Raharja bersama dengan stakeholder,” terang Dewi.

Dewi memaparkan, secara demografi, korban santunan Jasa Raharja sebanyak 65 persen adalah laki-laki dan 35 persen perempuan.

“40,26 persen mayoritas berusia
26-55 tahun, 33 persen berprofesi sebagai wiraswasta, dan sebesar 55 persen korban kecelakaan adalah pengendara sepeda motor,” ujarnya.

Berdasarkan data tersebut, Dewi menilai bahwa mayoritas korban laka lantas adalah berusia produktif dan tulang punggung keluarga, sehingga juga berpotensi buruk terhadap perekonomian keluarganya.

“Hal inilah yang mendorong Jasa Raharja untuk melaksanakan kegiatan Safety Riding kepada AO PNM yang berada di Makassar,” ungkap Dewi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Direktur Utama PT Micro Madani Institute Mariatin Sri Widowati, Wadirlantas Polda Sulawesi Selatan AKBP Satya Widhy Widharyadi, S.I.K, Kasi Prasarana Jalan, Sungai, Danau dan Penyeberangan BPTD Kelas II Provinsi Sulawesi Selatan Arham Safti, ST., MM.Tr, Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan Mansur Yahya ST,MT, Sekretaris Badan Pendapatan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Dr. H Reza Faisal Saleh, S.STP,M.Si, Kepala Cabang PT. PNM Makassar Maimun Bakri, serta
Kepala Jasa Raharja Cabang Sulawesi Selatan, Hendriawanto. (*/sisco)




Kolaborasi Pemrov Sulut Dan UPT BP2MI SulutGo Siapkan Pelatihan Bagi Pekerja Migran

Manado,GN- Kepala UPT BP2MI SulutGo beserta Staff Khusus Gubernur Sulawesi Utara Helfrits Sendoh dan Olden Kansil, Kamis (2/6/2022) melakukan kunjungan ke Badan Diklat Daerah Provinsi Sulut dalam rangka penguatan program pelatihan bagi calon pekerja migran asal Sulut.

Rombongan disambut langsung oleh Badan Diklat Daerah Provinsi Sulut Roy Tumiwa di ruang kerjanya.

Menurut Hendra Makalalag, kunjungan ini adalah tindak lanjut dari pertemuan dengan Gubernur Sulut Olly Dondokambey yang diadakan bulan lalu.

“Hari ini saya ditemani oleh Staff khusus Gubernur Sulut untuk sama-sama berkoordinasi dengan Kepala Badan Diklat Sulut terkait penyiapan sarana prasarana untuk mendukung program pendidikan dan pelatihan bagi calon pekerja migran Indonesia (CPMI) asal Sulut,” kata Hendra.

Hendra menambahkan bahwa selain berkoordinasi mengenai sarpras diklat bagi CPMI, pertemuan hari ini juga membicarakan mengenai ujian bahasa dan skill bagi CPMI yang akan berangkat ke Jepang.

“Selain itu kami juga berkoordinasi dengan Kadiklat terkait penguatan sarpras untuk menghadapi permintaan ujian bahasa dan skill untuk program penempatan ke Jepang. Saat ini banyak sekali permintaan dari masyarakat agar ujian bahasa dan skill program kerja ke Jepang bisa diadakan di Sulut. BP2MI telah berkoordinasi dengan Atase Ketenagakerjaan Jepang dan telah mendapatkan jawaban positif dari mereka sehingga sarpras harus segera dipersiapkan,” tambah Hendra.

Menurut Hendra, kunjungan hari ini menunjukkan bahwa pemerintah provinsi serius dalam menjalankan amanat UU Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

“Kunjungan hari ini adalah bukti keseriusan Gubernur Sulut Olly Dondokambey untuk menjalankan amanat UU Nomo 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia khususnya pasal 40 yang mana jelas menyebutkan bahwa pendidikan dan pelatihan bagi CPMI menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah daerah provinsi. Pak Gubernur sampai mengutus staff khusus beliau untuk mengawal hal ini, saya yakin sebentar lagi putra-putri daerah Sulut bisa segera mengenyam pendidikan dan pelatihan sekaligus ujian kerja ke luar negeri di badan diklat ini,” tutup Hendra (*/sisco)