Komitmen RSUP Kandou Manado Bersama Kemenkes RI Perkuat Jejaring Pengampuan Layanan Kanker di Wilayah Regional SulutGomalut

Manado,GN- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) bersama Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Dr RD Kandou Manado mengadakan Rapat Koordinasi Rumah Sakit Jejaring Pengampuan Layanan Kanker Regional Tahun 2026.

Agenda kegiatan ini berlangsung selama tiga hari (22-24/2026) dilaksanakan di Centra Hotel Minahasa Utara, mencakup wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, dan Maluku Utara (SulutGoMalut).

Fokus kegiatan ini pada penguatan jejaring antar-rumah sakit guna mempercepat pengembangan dan peningkatan kualitas layanan kesehatan kanker di kawasan regional.

Kegiatan diawali dengan laporan panitia pelaksanaan kegiatan yang disampaikan oleh Ketua Panitia dr Chisty Natalia Alow MKes. Pada kesempatan itu, dr Christy menjelaskan dan melaporkan pelaksanaan kegiatan secara detil.

Selanjutnya, Direktur Utama RSUP Kandou Prof Dr dr Starry H Rampengan SpJP(K) FIHA MARS MHKes dalam sambutannya menjelaskan kesiapan sebagai tuan rumah dalam mendukung penuh langkah pemerintah pusat mensukseskan agenda ini.

Dirut bahkan memberikan sinyal kuat dimana koordinasi lintas daerah menjadi kunci utama dalam memastikan pelayanan kanker yang makin merata dan bermutu bagi masyarakat.

​Ditempat yang sama, Direktur Pelayanan Klinis Kementerian Kesehatan RI, dr Obrin Parulian MKes, mengatakan program pengampuan kanker baru dapat berjalan progresif tahun ini setelah kendala pembiayaan berhasil diatasi. “Fokus kita adalah mengikis kesenjangan akses layanan berkualitas di seluruh wilayah,” kata dr Obrin.

Menurut Dia, proses evaluasi tidak hanya melihat aspek ketersediaan dan kualitas layanan.tapi juga keberlanjutan program serta dampaknya terhadap peningkatan angka skrining, deteksi dini, hingga kenaikan angka harapan hidup pasien kanker.

​Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUP Kandou Manado, dr Wega Sukanto SpB-TKV(K) sebagai pemateri dalam acara itu, dengan menyampaikan materi teknis terkait penguatan kapasitas layanan medik. (sisco)




Dirut Prof Starry Rampengan Dampingi Dirjen Keslan Azhar Jaya Tinjau Gedung Oncology Center

Manado,GN – Direktur Utama (Dirut) RSUP Prof Dr RD Kandou Manado Prof Dr dr Starry Rampengan, SpJP(K), FIHA, MARS, M.HKes mendampingi Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan (Dirjen Keslan) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dr. Azhar Jaya, S.H., SKM., MARS, meninjau pembangunan Gedung Oncology Center RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, Selasa (25/8/2026).

Turut hadir Ketua Dewan Pengawas RS Kandou, Drg. Yuli Astuti Saripawan, M.Kes, serta jajaran Dewan Direksi RSUP Kandou Manado.

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan pembangunan gedung pusat layanan kanker tersebut berjalan sesuai spesifikasi teknis dan standar yang sudah ditetapkan.

Dirjen Keslan juga meninjau kondisi struktur bangunan dan secara langsung melihat progres pekerjaan di setiap lantai, Gedung Oncology Center RSUP Kandou yang memiliki 12 lantai. Pembangunan gedung tersebut kini memasuki pada tahap akhir pembangunan.

Peninjauan secara menyeluruh untuk memastikan setiap bagian gedung dikerjakan sesuai dengan spesifikasi, sebelum digunakan untuk pelayanan kesehatan kedepannya.

Dari hasil peninjauan ini, selanjutnya akan menjadi bahan laporan kepada Menteri Kesehatan RI sebelum gedung pusat kanker tersebut difungsikan dan diresmikan.

Dirut RSUP Kandou Manado menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dirjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI yang telah melakukan kunjungan kerja selama dua hari di Sulawesi Utara, khususnya di RSUP Kandou Manado.

“Terima kasih kepada Bapak Dirjen Kesehatan Lanjutan yang telah berkunjung dan melihat langsung kondisi serta perkembangan RSUP Kandou, termasuk pembangunan Gedung Oncology Center.Semua saran, masukan dan petunjuk yang diberikan untuk kemajuan RSUP Kandou tentu akan kami tindak lanjuti,” ujarnya.

Menurutnya, arahan dari Kementerian Kesehatan menjadi bagian penting dalam upaya RSUP Kandou Manado meningkatkan mutu pelayanan dan memperkuat perannya sebagai rumah sakit rujukan sekaligus pusat pendidikan dan pelayanan kesehatan di kawasan Indonesia Timur.(SM)




Resmi dibuka Kemenkes RI, Prodi Anestesi RSUP Kandou Mulai Aktif Kembali

Manado,GN– Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan (Dirjen Keslan) Kementerian Kesehatan RI, dr. Azhar Jaya, S.H., SKM., MARS., menyambangi RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado, Senin (24/8/2026).

Kehadiran Dirjen Keslan Kemenkes RI di terima oleh Direktur Utama RSUP Kandou, Prof. Dr. dr. Starry Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, MARS, MH.Kes., bersama jajaran Dewan Direksi. Kunjungan kerja tersebut bertujuan melakukan penandatanganan dokumen pembukaan kembali Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi di RS Kandou Manado.

Penandatanganan dilakukan oleh Dirjen Keslan dr. Azhar Jaya mewakili Kemenkes, Dirut Prof. Starry Rampengan mewakili RSUP Kandou; Plt. Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc.; serta Dekan Fakultas Kedokteran Unsrat, dr. Billy Kepel, M.Med.Sc., Sp.KKLP.

Dirut RSUP Kandou Manado menyampaikan laporan penanganan perundungan di lingkungan pendidikan kedokteran RS Kandou. Dalam pemaparan tersebut, rumah sakit menyampaikan berbagai langkah konkret yang telah diambil guna memastikan proses pendidikan berjalan sesuai ketentuan, sekaligus menciptakan lingkungan yang aman bagi peserta didik, tenaga pendidik, dan pasien.

Ditempat yang sama, Plt Rektor Unsrat Prof. Jamaluddin Jompa mengatakan  setiap kejadian perlu dijadikan bahan evaluasi dan pelajaran berharga untuk perbaikan ke depan. “Setiap kejadian kita ambil hikmahnya. Ini berlaku untuk semua program studi. Kita harus membangun iklim yang produktif dalam kerja sama dua institusi ini demi kemajuan bersama,” ujarnya.

Sememtara itu, Dirjen Keslan Kemenkes RI dr. Azhar Jaya menegaskan pencegahan perundungan merupakan tanggung jawab bersama di seluruh lingkungan pendidikan. Ia menjelaskan bahwa perundungan adalah tindakan penindasan atau kekerasan yang dilakukan secara sengaja oleh satu orang atau lebih terhadap individu lain dalam hubungan penyalahgunaan relasi kuasa. Menurutnya, praktik semacam itu tidak boleh terjadi di rumah sakit pendidikan karena berdampak langsung pada keselamatan pasien dan etika profesi. “Harus dicegah terjadi di rumah sakit pendidikan karena menyangkut patient safety dan etika,” tegasnya.

Dia mengingatkan pendidikan dokter spesialis memerlukan aturan yang jelas dan disiplin tinggi. Namun, ketegasan tersebut tidak boleh diwujudkan lewat tindakan yang merendahkan martabat peserta didik. “Pendidikan itu tidak bisa lembek, aturan harus tegas, tetapi jangan merendahkan,” sambungnya.

Pembukaan kembali Prodi Anestesi kata Dirjen Keslan, wajib dibarengi komitmen seluruh pihak untuk menjaga kualitas pendidikan, menerapkan tata kelola yang baik, serta menjamin lingkungan belajar yang aman dan profesional. Ia meminta seluruh pihak berani mencegah dan menindak setiap bentuk bullying.

“Stop bullying. Pendidikan harus bebas dari bullying. Jika ditemukan bullying, silakan ditindak sebelum Kementerian Kesehatan yang turun tangan,” ucapnya.

Lanjut kata Dirjen, perundungan tidak hanya merugikan peserta didik, tetapi juga merusak kualitas pendidikan, etika profesi, hingga keselamatan pasien. Kemenkes pun menyiapkan sanksi berat bagi pelakunya.

“Bagi yang melakukan bullying, Kementerian Kesehatan tidak akan mengeluarkan Surat Izin Praktik (SIP) dan yang bersangkutan tidak bisa berpraktik selama dua tahun,” tegasnya.

Terkait penandatangan kesepakatan tersebut, Direktur Utama RSUP Kandou Manado menyatakan kesiapan rumah sakit untuk terus memperkuat sistem pendidikan dan pelayanan kesehatan secara paralel. Sebagai rumah sakit pendidikan, RS Kandou bertanggung jawab menjaga kualitas pelayanan pasien sekaligus menyediakan ruang belajar yang profesional.

“Pembukaan kembali Prodi Anestesi menjadi tanggung jawab bersama. Kami di RS Kandou berkomitmen memastikan proses pendidikan berjalan sesuai aturan, menjunjung etika, disiplin, keselamatan pasien, serta menghormati setiap peserta didik,” tutupnya.




Tunjang Pelayanan di RSUP Kandou Manado, Kemenkes Salurkan Bantuan Alkes Heart Lung Machine

Manado,GN – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memberikan bantuan Alat Kesehatan (Alkes) berupa Heart Lung Machine (mesin jantung-paru) di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Dr RD Kandou Manado, Kamis (25/6/2026). Bantuan dari Kemenkes RI ini melalui program Strengthening Indonesia’s Healthcare Referral Network (SIHREN).

Direktur Utama Prof Dr dr Starry H Rampengan, SpJP(K), FIHA, MARS, menerima langsung Alkes Heart Lung Mechine. Alkes tersebut diserahkan oleh Planning and Budgeting Officer Direktorat Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI, Ahmed Ramadhan Nur Lubis, kepada Direktur Utama RSUP Kandou Manado dan didampingi jajaran direksi.

Diketahui Program SIHREN merupakan inisiatif Kementerian Kesehatan untuk memperkuat layanan rujukan nasional melalui penyediaan alat kesehatan bagi layanan prioritas Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi (KJSU).

Dengan hadirnya Alkes Heart Lung Machine di RSUP Kandou Manado, diharapkan dapat menunjang dan meningkatkan kapasitas pelayanan bedah jantung dalam penanganan kasus-kasus kompleks bagi masyarakat Sulawesi Utara dan kawasan Indonesia Timur.

Dirut Prof Starry pada kesempatan itu, memberikan apresiasi dan terimakasih kepada Kementerian Kesehatan atas dukungan yang diberikan dalam meningkatkan pelayanan kesehatan di RSUP Kandou Manado.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan RI atas kepercayaan yang diberikan kepada RSUP Kandou. Bantuan Heart Lung Machine melalui program SIHREN ini semakin melengkapi layanan kami dan akan terintegrasi dengan layanan yang telah ada maupun pengembangan layanan baru di Pusat Kanker RSUP Kandou. Alat ini berperan penting dalam operasi jantung karena mampu mengambil alih fungsi jantung dan paru-paru selama tindakan berlangsung, sehingga meningkatkan keselamatan pasien dan memungkinkan tim medis menangani kasus-kasus yang lebih kompleks,”kata Dirut Prof Starry.

Selanjutnya dilakukan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) dan peninjauan langsung terhadap unit Heart Lung Machine. (sisco)




Belajar di RSUP Kandou Manado, Ini Pesan Dirut Prof Dr dr Starry Rampengan Kepada Mahasiswa Poltekes Kemenkes Gorontalo

Manado,GN- Mulai 1-4 September 2025, Mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Gizi dan Dietetika Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan (Poltekes) Kemenkes Gorontalo mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) BHD, PMKP, PPI, K3RS dan Pelayanan Prima di RSUP Prof Dr R.D Kandou Manado.

Kegiatan ini dibuka oleh Direktur Utama (Dirut) RSUP Kandou Manado Prof Dr dr Starry Rampengan, SpJP(K)FIHA, MARS.

Dalam sambutannya Dirut memberikan apresiasi kepada Politeknik Kesehatan Kemenkes Gorontalo telah mempercayakan Rumah Sakit Kandou untuk menjadi tempat menimbah ilmu bagi Mahasiswa.

Dirut mengatakan RSUP Kandou Manado sebagai pelaksana Diklat ini, akan memotret peserta selama berjalannya pendidikan dan pelatihan.

” Peserta Mahasiswa akan dinilai lewat Pre Test dan Post Test, juga perilaku serta performance,” kata Dirut Senin (1/9/2025).

Semua materi dalam Diklat ini kata Dirut, agar dapat diperhatikan, karena ini menjadi syarat bagi yang melakukan praktek di RSUP Kandou akan dibekali terlebih dahulu dengan pelatihan terkait dengan Bantuan Hidup Dasar(BHD, Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi(PPI), Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit (K3RS), dan Pelayanan Prima,

“Agar saat melakukan praktek nanti dilapangan, sudah dibekali terlebih dahulu dengan ilmu dasar. Jadi saya harap apa yang kalian dapat dalam pelatihan ini dapat di implementasikan dan akan menjadi bekal di institusi kalian masing masing,”ujar Dirut

Sementara, Direktur Poltekkes Gorontalo, mengingatkan kepada para mahasiswa untuk mengikuti kegiatan ini dengan baik selama pelatihan berlangsung, sehingga RSUP Kandou Manado bisa menjadi lahan praktek bagi mahasiswa selanjutnya.

Dengan demikian menjadi satu kebanggaan bagi RSUP Kandou Manado dengan status Rumah Sakit Pendidikan yang Institusi diklat sudah terakreditasi. Semua proses pelatihan yang di gelar di RSUP Kandou Manado sudah sesuai dengan regulasi.

Turut hadir Manajer Diklat dr Judy Flora Sengkey, Asisten Manager Pendidikan dr.Silvana E Lumeno , dr Eny Ermawaty Samian, Direktur Poltekkes Gorontalo Masrif SKM, M.Kes, Ketua Jurusan Gizi Indra Domili SKM,M.Kes. (sisco)

 




Prestasi Gemilang, Bapelkes Dinkes Sulut Raih Akreditasi A

Sulut,GN – Prestasi gemilang dicatat kembali oleh UPTD Bapelkes Dinkes Sulawesi Utara (Sulut). Setelah melalui berbagai prosedur dan mekanisme penilaian dari tim asesor direktorat mutu Kementerian Kesehatan (Kemenkes), akhirnya Bapelkes Dinkes Sulut meraih Akreditasi A.

Penyerahan sertifikat Akreditasi A di terima langsung oleh Kepala Bapelkes Dinkes Sulut dr Samuel Tanos,MKes usai kegiatan Pembinaan lembaga penyelenggara pelatihan bidang kesehatan dan penyerahan sertifikat akreditasi lembaga pelatihan bidang kesehatan di Jakarta pekan lalu.

Kepada media Gemparnews.com saat ditemui di ruangan kerjanya, Kepala Bapelkes Dinkes Sulut menjelaskan terkait penerimaan sertifikat Akreditasi A dari Kemenkes direktorat mutu.

” Iya, Bapelkes Sulut menerima sertifikat Akreditasi A dari Kemenkes. Tahun sebelumnya Bapelkes Sulut Akreditasi B, namun tahun ini sudah naik setingkat menjadi Akreditasi A,” jelasnya.

Dengan di terimanya sertifikat Akreditasi A dari Kemenkes kata dr Sam, maka Bapelkes Sulut sudah dapat menyelenggarakan pelatihan, webinar dan seminar di bidang kesehatan.

” Ini adalah standar akreditasi untuk institusi pelatihan tenaga kesehatan. Jadi Bapelkes merupakan salah satu institusi pelatihan tenaga kesehatan yang sudah terakreditasi, dimana setelah tim asesor direktorat mutu turun langsung melakukan penilaian kualitas dan kuantitas dari institusi kami saat menyelenggarakan pelatihan di bidang kesehatan melalui berbagai proses penilaiannya sehingga kami mendapatkan penilaian bahwa Bapelkes Sulut terakreditasi A,” kata dr Sam.

“Jadi semua pelatihan – pelatihan untuk tenaga kesehatan, institusi kami sudah terakreditasi A dan tandanya bahwa apabila peserta dinyatakan lulus dari pelatihan yang kami selenggarakan, akan mendapatkan sertifikat dari kementerian kesehatan direktorat mutu yang ber SKP,” tandasnya. (sisco)




Tingkatkan Service Excellent di RSUP Kandou, Tim Kerja Humas Yankes Kemenkes Gelar Bimtek

Manado,GN- Untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat umum di RSUP Prof Dr RD Kandou Manado tim kerja Informasi dan Humas Pelayanan Kesehatan (Yankes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) terkait perilaku interaksi pelayanan publik (Service excellent) bagi Dokter, perawat, tenaga kesehatan lainnya, administrasi, security dan cleaning service, Kamis (29/02/2024) di kantor pusat administrasi RSUP Kandou.

Bimtek ini di buka secara langsung oleh Plt Dirut RSUP Prof Dr RD Kandou Manado Dr dr Ivonne E Rotty,MKes di dampingi Direktur Layanan Operasional dr Wega Sukanto,SpB TKV.

Tim Kerja Informasi dan Humas Yankes Kemenkes dibawah pimpinan Auliana Sahrawani,SKM, Ini Wisnujati, S.Kom, dan Rahmat Fathoni,S.Sos, akan memberikan panduan dan arahan kepada peserta bimtek RSUP Kandou tentang bagaimana memberikan pelayanan yang excellent kepada pasien. Selanjutnya akan membagikan pengetahuan dan pengalaman terkait strategi dan praktik terbaik dalam memberikan pelayanan yang ramah, responsif, dan profesional.

“Penyelenggara pelayanan publik di tantang untuk senantiasa membuat inovasi dalam memberikan pelayanan sehingga pelayanan publik tidak terhambat,”ujar Sahrawani.

Lanjut kata Sahrawani, bimbingan Teknis ini bertujuan untuk mensosialisasikan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di RSUP Kandou agar dapat memberikan layanan yang excellent kepada pasien sebagai implementasi peraturan Menteri Kesehatan nomor 33 Tahun 2019 tentang panduan perilaku pelayanan publik dilingkungan Kementerian Kesehatan.

“Dengan membuat sebuah terobosan berupa inovasi dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas untuk memenuhi harapan masyarakat dan kepercayaan publik yang positif,”ucapnya.

Sahrawani berharap bimbingan teknis ini akan memberikan manfaat yang signifikan bagi RSUP Kandou dan dapat menjadi langkah awal menuju peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit Kandou.

Sementara itu, Plt Dirut RSUP Kandou Manado Dr dr Ivonne E Rotty,MKes menyampaikan untuk mempergunakan waktu dan kesempatan yang ada saat mengikuti kegiatan ini.

“Saya berharap kegiatan ini harus dipedomani,dan di implementasikan kepada rekan kerja. Sehingga panduan interaksi pelayanan publik yang ada di peraturan Menteri Kesehatan Nomor 33 Tahun 2019 bisa tersosialisasi,” kata Dirut Ivonne

“Dengan demikian hal ini akan menjadi budaya kerja dimana salah satu tranformasi internal Kementerian Kesehatan adalah budaya kerja, yang nantinya akan memberikan pelayanan excelent kepada masyarakat,” tandasnya. (sisco)




Tim Kerja Kemenkes Lakukan Monitoring Data Integrasi SATUSEHAT Pengiriman Data di RSUP Kandou Manado

Manado,GN- Tim kerja Informasi dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Dirjenyankes Kemenkes) dan tim kerja Pengembangan Sistim Informasi, melakukan kunjungan kerja di RSUP Prof Dr R.D Kandou Manado, guna untuk melakukan Monitoring Integrasi SATUSEHAT Pengiriman Data yang ada di RSUP Kandou Manado.

Direktur Pelayanan Medik Keperawatan dan Penunjang RSUP Kandou, dr Yeheskiel Panjaitan,SH.MARS mengatakan dengan berjalannya sistim ini nantinya semua akan termonitor dalam satu aplikasi.

“Data kesehatan, data keuangan, bahkan data kriminal semuanya termonitor ketikan semuanya sudah terdata dalam satu sistim,” ujarnya.

Untuk ke arah itu kata Panjaitan, membutuhkan waktu yang cukup lama akan tetap RSUP Kandou Manado sangat mendukung program dari pemerintah pusat.

“Kami sudah mempersiapkan tim IT RSUP Kandou untuk mendampingi tim dari Kemenkes dan semua data kami real time dan terupdate ,”katanya.

Lanjut Panjaitan mengatakan pengembangan sistim data ini tidak mengganggu pelayanan yang ada.

“Dalam pelayanan nantinya boleh berjalan secara bersamaan dengan pengembangan ini serta bisa sinkron,” ucapnya.

Dia berharap kedepan nantinya boleh berjalan dengan baik dan bisa tercapai semua data dalam satu portal, sehingga data yang ada bisa berguna untuk kedepannya nanti.

“Saya berharap semua data boleh terintegrasi sehingga kita bisa mengolah data yang ada sehingga boleh bermanfaat hingga 10 hingga 20 tahun ke depan,” tandasnya.

Hal ini untuk menunjang layanan kesehatan yang unggul di Indonesia, pemerintah terus berupaya untuk memberikan kemudahan layanan konektifitas data melalui digitalisasi sistim.

Platform ini merupakan perwujudan dari pilar ke enam transformasi sistem kesehatan yaitu pilar transformasi teknologi kesehatan yang diinisiasi oleh Menkes Budi.

Salah satunya dengan melakukan integrasi data rekam medis pasien di fasyankes ke dalam satu platform Indonesia Health Services (IHS) yang diberi nama SATUSEHAT yang secara resmi di luncurkan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin beberapa waktu lalu. (*/sisco).