Transformasi Budaya Kerja, RSUP Kandou Manado Tegakan Disiplin Pegawai

Manado,GN- Direktur Utama Prof Dr dr Starry Rampengan,SpJP(K),FIHA,MARS yang diwakili Direktur Sumber Daya Manusia, Pendidikan dan Penelitian (SDM Diklit) RSUP Prof Dr RD Kandou Manado dr Yune Laukati,MKes melakukan sidak di sejumlah ruangan, Kamis (26/03/2026).

Sidak ini dilakukan guna mengecek kehadiran pegawai RSUP Kandou Manado pasca libur lebaran tahun 2026.

Pantauan awak media ini, Direktur SDM Pendidikan dan Penelitian mengecek kehadiran pegawai di ruangan Hukum dan Humas. Selanjutnya mengecek pegawai di ruangan tim kerja pendidikan dan pelatihan, ruangan tim kerja pelayanan keperawatan, ruangan tim kerja keperawatan dan penunjang, ruangan instalasi rekam medis, kemudian ruangan satuan pemeriksaan internal dan ruangan lainnya.

Pengecekan kehadiran pegawai rumah sakit ini oleh Direktur SDM Pendidikan dan Penelitian juga dalam rangka transformasi budaya kerja dalam penegakan kedisiplinan pegawai.

” Ini di lakukan dalam rangka transformasi budaya kerja. Sehingga OSDM melakukan sidak kehadiran pegawai untuk penegakan disiplin,” tegas dr Yune.

Selain itu kata dr Yune, sidak ini di lakukan sebagai bentuk penilaian bagi setiap pegawai untuk penilaian insentif berbasis kinerja. ” Tentu ini sebagai bentuk penilaian insentif berbasis kinerja,” pungkasnya. (sisco)




Pasca Libur Lebaran, Direktur SDM dan Diklit Sidak Kehadiran Pegawai RSUP Kandou

Manado,GN- Direktur Utama Prof Dr dr Starry Rampengan,SpJP(K),FIHA,MARS yang diwakili Direktur Sumber Daya Manusia, Pendidikan dan Penelitian (SDM Diklit) RSUP Prof Dr RD Kandou Manado dr Yune Laukati,MKes melakukan sidak di sejumlah ruangan, Kamis (26/03/2026).

Sidak ini dilakukan guna mengecek kehadiran pegawai RSUP Kandou Manado pasca libur lebaran tahun 2026.

Pantauan awak media ini, Direktur SDM Pendidikan dan Penelitian mengecek kehadiran pegawai di ruangan Hukum dan Humas. Selanjutnya mengecek pegawai di ruangan tim kerja pendidikan dan pelatihan, ruangan tim kerja pelayanan keperawatan, ruangan tim kerja keperawatan dan penunjang, ruangan instalasi rekam medis, kemudian ruangan satuan pemeriksaan internal dan ruangan lainnya.

Pengecekan kehadiran pegawai rumah sakit ini oleh Direktur SDM Pendidikan dan Penelitian juga dalam rangka transformasi budaya kerja dalam penegakan kedisiplinan pegawai.

” Ini di lakukan dalam rangka transformasi budaya kerja. Sehingga OSDM melakukan sidak kehadiran pegawai untuk penegakan disiplin,” tegas dr Yune.

Selain itu kata dr Yune, sidak ini di lakukan sebagai bentuk penilaian bagi setiap pegawai untuk penilaian insentif berbasis kinerja. ” Tentu ini sebagai bentuk penilaian insentif berbasis kinerja,” pungkasnya. (sisco)




Dirut Prof Starry Rampengan Dorong Peserta PPDS Wajib Memahami Sistem Budaya Kerja dan aturan di RSUP kandou

Manado,GN– RSUP Kandou Manado kerjasama Fakultas Kedokteran Unsrat, Selasa (03/03/2026) menggelar kegiatan Orientasi, Pendidikan, dan Pelatihan BHD, PMKP,PPI, K3RS, dan Pelayanan Prima bagi Peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis – 1 (PPDS-1).

Sebagai pemateri Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado, Prof. Dr. dr. Starry  Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, MARS. Pada kesempatan itu, Dirut mengatakan komitmen RSUP Kandou sebagai rumah sakit pendidikan yang menjalankan kebijakan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan bagi peserta didik sesuai regulasi yang berlaku.

Kata Dirut, Kebijakan tersebut berpedoman pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan beserta aturan turunannya.

“Sebagai rumah sakit pendidikan, kita memiliki tanggung jawab tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu, tetapi juga memastikan proses pendidikan berjalan sesuai standar, etika, dan profesionalisme,” kata Dirut.

Dia menjelaskan seluruh peserta didik PPDS, wajib memahami sistem, budaya kerja, serta aturan yang berlaku di RSUP Kandou. Karena ini penting untuk mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman, tertib, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Lanjut Dirut menuturkan pentingnya integritas, disiplin, serta komunikasi yang baik antarprofesi dalam mendukung pelayanan dan pendidikan klinis. Sinergi antara peserta didik dan tenaga kesehatan menjadi kunci dalam menjaga mutu layanan di rumah sakit rujukan tersebut.

Orientasi ini merupakan tahapan awal bagi PPDS baru sebelum menjalani proses pendidikan klinis di berbagai instalasi dan departemen di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado. Diharapkan dalam orientasi ini para peserta didik dapat beradaptasi secara cepat serta menjalankan peran secara profesional dan penuh tanggungjawab. (sisco)




Mantap..! Gerak Cepat Dirut Prof Starry Rampengan Maksimalkan Pelayanan Prima

Manado,GN- Langkah yang tepat dilakukan oleh Direktur Utama (Dirut) Prof Dr dr Starry Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, MARS bersama jajarannya untuk memaksimalkan pelayanan secara prima di RSUP Prof Dr RD Kandou Manado.

Direktur Utama RSUP Kandou Saat Melakukan Telusur (foto: ist)

Terbukti komitmen Direktur Utama Selasa (27/01/2026) melakukan telusur langsung ke sejumlah unit pelayanan rumah sakit. Dirut memastikan berbagai fasilitas vital, termasuk ruang operasi, berfungsi dengan baik dan optimal. Bahkan sistem antrian online tidak luput dari pentauannya. Dia menegaskan sistem antrian online telah berjalan efektif dan memberikan kemudahan bagi pasien.

“Kita lihat langsung, ruang operasi berfungsi dengan baik, sistem antrian online juga sudah berjalan dengan baik. Secara keseluruhan saya sangat puas,” ujar Dirut.

Kecepatan pelayanan di RSUP Kandou kata Dirut, harus selalu berjalan seiring dengan kualitas dan aspek keselamatan pasien. Dia menuturkan bahwa soal pelayanan prima bukan hanya soal teknis, tetapi juga menyangkut nilai kemanusiaan yang perlu di perhatikan.

Direktur Utama RSUP Kandou Saat Melakukan Telusur (foto: ist)

“Gerak cepat, pelayanan prima, dan patient safety adalah prioritas utama. Karena pada dasarnya kita ada di sini untuk menolong sesama,” ungkap Dirut.

Upaya pembenahan sistem, peningkatan kualitas layanan, serta perhatian terhadap kenyamanan pasien terus dilakukan secara berkelanjutan. Penegasan ini tentunya menjadi atensi semua pihak dalam melakukan pelayanan di Kandou lebih baik lagi. ” Tentu saya puas hari ini, semua pelayanan sudah berjalan dengan baik,” pungkas Dirut. (sisco)

 




Ini Penjelasan Manajemen RSUP Kandou Manado Terkait Keluhan Tenaga Cleaning Service

Manado,GN — Menanggapi viralnya keluhan sejumlah tenaga cleaning service atas dugaan ketidaksesuaian upah dengan UMK,Pemotongan BPJS hingga pemberhentian kerja sepihak tanpa kompensasi, manajemen RSUP Prof Dr R D Kandou Manado akhirnya angkat bicara.

Dalam keterangannya, rumah sakit menegaskan bahwa tenaga cleaning service yang bertugas di RSUP Kandou tidak memiliki hubungan kerja langsung dengan manajemen rumah sakit, tetapi berstatus sebagai karyawan perusahaan penyedia jasa alih daya (outsourcing) yang menjadi mitra resmi rumah sakit.

“Status hubungan kerja tenaga kebersihan berada sepenuhnya di bawah perusahaan vendor. Rumah sakit tidak melakukan rekrutmen, penggajian, maupun pengelolaan hak-hak ketenagakerjaan mereka,” kata manajemen RSUP Kandou Manado.

Pihak manajemen menyampaikan, seluruh proses mulai dari perekrutan, penempatan kerja, pembayaran gaji, kepesertaan BPJS, hingga pemenuhan hak normatif pekerja merupakan tanggung jawab penuh perusahaan outsourcing sesuai perjanjian kerja sama yang telah disepakati bersama.

Manajemen RSUP Kandou Manado menjelaskan tetap memonitor pelaksanaan kerja sama dengan vendor agar pelayanan kebersihan di lingkungan rumah sakit berjalan optimal dan sesuai standar yang ditetapkan.

Diketahui sejumlah tenaga cleaning service menyampaikan keluhan di media sosial dan juga menyampaikan aspirasinya ke kantor DPRD Sulut. Mereka mengaku telah mengabdi selama belasan hingga puluhan tahun, termasuk tetap bekerja di masa pandemi Covid-19 dengan risiko tinggi, dan berharap mendapatkan keadilan atas hak-hak ketenagakerjaan mereka.

Terkait dengan persoalan ini, manajemen RSUP Kandou berharap dapat diselesaikan sesuai mekanisme dan ketentuan hukum ketenagakerjaan yang berlaku antara pekerja dan perusahaan penyedia jasa terkait. (*/sisco)




Tempuh Sejauh 1,6 KM, RSUP Kandou Manado Lakukan Pengujian Track Pertama Kebugaran Jasmani Pegawai

Manado,GN – Menindaklanjuti surat edaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait program kesehatan pegawai dan perpanjangan jadwal pengukuran kebugaran periode II April 2025, maka Civitas Hospitalia Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Dr RD Kandou Manado menggelar pengukuran kebugaran jasmani bagi pegawai, Jumat (23/05/2025) di halaman kantor pusat RSUP Kandou Manado.

Kegiatan Pengujian Kebugaran Jasmani RSUP Kandou (foto : Gemparnews)

Aplikasi Sitker Kementerian yang di gunakan dalam pengukuran kebugaran ini bagi semua pegawai RSUP Kandou Manado.

Hal itu dikatakan Plt Direktur SDM Pendidikan dan Pelatihan, Ns Suwandi Luneto, S.Kep, M.Kes, di sela sela pengujian jalan sehat. “Hari ini kita melakukan pengujian track yang pertama sejauh 1,6 kilo meter dengan waktu dan ketepatan tertentu, ” kata Luneto.

“Pengukuran kebugaran meliputi empat item utama, yaitu tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan Indeks Massa Tubuh (IMT), serta tes Rockport,” sambung Luneto.

Luneto mengatakan kesehatan bukan gaya- gayaan akan tetapi sehat itu merupakan suatu kebutuhan, terutama saat melayani pasien. “Kita harus benar- benar bugar sesuai dengan regulasi Kementerian Kesehatan,” terangnya.

Pegawai Yang Ikut Kegiatan Pengukuran Kebugaran Jasmani (foto : Gemparnews)

Bagi pegawai yang telah dipanggil namun menolak untuk mengikuti pengukuran kebugaran jasmani, Luneto menegaskan akan dikenakan sanksi sesuai peraturan yang berlaku.

“Ada sanksi yang akan di kenakan kepada pegawai yang di panggil dan menolak mengikuti pengukuran. Namun bagi pegawai yang sedang berstatus tugas belajar atau telah pindah tugas ke instansi lain dibebaskan dari kewajiban ini,” tegas Luneto. (sisco)




RSUP Kandou Terapkan Penyajian Layanan Gizi Makanan Pasien Sesuai Standar

Manado,GN – Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Dr RD Kandou Manado sampai hari ini menerapkan penyajian layanan gizi makanan untuk pasien sesuai standar yang ada.

hal itu dikatakan oleh Direktur Utama RSUP Kandou Manado melalui Kepala Instalasi Gizi, August Porajou Watak,S.ST kepada sejumlah media, ketika di temui di ruangan kerja, Jumat (28/2/2025).

Kepala Instalasi Gizi RSUP Prof Dr RD Kandou Manado August Porajou Watak,S.ST ( foto : Gemparnews)

“Jadi kami memberikan makanan yang spesifikasinya halal. Untuk ke depan sudah ada sertifikasi halal yang harus di ikuti oleh pihak rumah sakit di instalasi gizi khususnya. Karena dengan adanya hal seperti ini, masyarakat lebih percaya bahwa kegiatan kita menerapkan produk halal. Hal ini perlu di standarisasi sehingga pelayanan kita lebih bermutu. Jadi standar – standar seperti itu harus jelas ada,” kata Watak.

Lanjut Watak menjelaskan, Standar yang telah dibuat tidak menjadi patokan. “Memang ada standar-standar yang sudah dibuat oleh kita namun standar ini tidak menjadi patokan. Jika pasien di ijinkan untuk makan maka kami akan ikuti. Kecuali ada makanan yang nota bene dilarang atau tidak halal maka kami pun melarang untuk pasien,” ujarnya.

Sementara untuk pemberian makanan pada pasien kata Watak, pihaknya menyajikan pelayanan makanan sehari tiga kali plus extra.

” Layanan makanan kami sajikan sehari tiga kali plus ektra tambahan sesuai kebutuhan dan bukan terpaku pada kegiatan rutin namun hanya pada kebutuhan,” ucapnya.

Selain itu kata Watak, pihaknya juga memberikan edukasi kepada pasien bahwa pemberian makanan termasuk cita rasa untuk proses penyembuhan dan pemulihan kesehatan.

“Itu juga kami lakukan para ahli gizi untuk menyampaikan pola makanan kepada pasien. Demikian juga para dokter spesial gizi klinik untuk memberikan proses penanganan penyakit gizi yang berhubungan dengan pasien. Ada perbedaan kegiatannya antara ahli gizi dan dokter spesialis gizi klinik,” ungkapnya.

“Jadi fokus kita pada proses asuhan gizi atau layanan gizi sedangkan dokter spesialis gizi klinik fokus pada penyakit gizinya artinya penyakit yang disebabkan oleh gizi,” sambung watak.

Terkait pemberian bumbu makanan untuk pasien di rumah sakit, Watak menjelaskan menyesuaikan dengan kondisi dan penyakit yang di derita oleh pasien.

” Kami memberikan cita rasa garam dan kecap secukupnya dan juga bahan alami lainnya. Karena kami memberikan sajian layanan makanan sesuai standar dan kondisi penyakit pasien. Kami tidak memakai bumbu penyedap rasa seperti ajinomoto, masako dan bumbu penyedap rasa lainnya, karena itu sangat di larang untuk pemulihan dan penyembuhan kesehatan.di rumah sakit ini,” tandasnya. (sisco)




IPKPRS RSUP Kandou Manado Gelar Edukasi Kesehatan Tentang Pencegahan Demam Berdarah Dengue

Manado,GN- Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Dr R D Kandou Manado secara berkelanjutan terus melakukan edukasi atau pendidikan kesehatan kepada pasien, keluarga pasien, dan pengunjung rumah sakit.

Instalasi Promosi Kesehatan dan Pemasaran (IPKPRS), belum lama ini melaksanakan edukasi kesehatan, kali ini terkait “Pencegahan Demam Berdarah Dengue, di ruang tunggu Poliklinik Bedah, Kamis (27/04/ 2023).

Bertindak sebagai narasumber Dr dr Novie H Rampengan Sp A(K) DTM H, menekankan pentingnya peran serta masyarakat.

“Dalam upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue, peran masyarakat penting. Juga diingatkan tentang pentingnya mengenal gejala dan tanda Demam Berdarah Dengue,” kata dokter Novie.

Secara umum DBD dapat dicegah dengan gaya hidup sehat dari masyarakat, khususnya berkaitan dengan kebersihan lingkungan tempat tinggal.

Tindakan 3M plus, yakni menguras penampung air, menutup bak air, dan mengubur barang bekas, hingga mengenakan kelambu dan lainnya, masih menjadi cara jitu dan praktis mencegah DBD.

Hal ini pun bisa dimaksimalkan dengan kesadaran dan kerja sama seluruh masyarakat dalam suatu lingkungan akan pentingnya menjaga kebersihan.

Sementara itu, demam tinggi hingga 40 derajat Celsius merupakan salah satu gejala DBD.

Gejala lainnya adalah sakit kepala, nyeri otot, tulang atau sendi, mual dan muntah, sakit di belakang mata, kelenjar bengkak, dan ruam.

Masyarakat pun diimbau untuk segera melakukan pemeriksaan ke tempat pelayanan kesehatan terdekat jika menemukan gejala tersebut agar segera mendapat penanganan

Kegiatan tersebut diakhiri dengan tanya jawab guna berinteraksi dengan peserta yang adalah pasien dan keluarga, maupun pengunjung agar materi benar-benar bisa dipahami dan diimplementasikan.

Sebagai bentuk apresiasi diberikan sertifikat oleh Dr Henny Liwe, MKes, dan ucapan terima kasih oleh Dr Neni EkawardaniMKes, kepada narasumber dan peserta yang telah terlibat aktif.

Turut hadir dalam kegiatan edukasi tersebut Kepala Instalasi Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP Kandou, dr Sekplin Sekeon Sp N(K) MPH. (*/sisco)




Lima Fraksi Di DPRD Sulut Setuju Ranperda Perubahan APBD Tahun 2022 Di bahas Pada Tahapan Selanjutnya

Sulut,GN- Ketua DPRD Sulut dr Fransiscus A Silangen,SpB-KBD memimpin jalannya rapat paripurna DPRD Sulut dalam rangka Penyampaian penjelasan Gubernur terhadap Ranperda tentang perubahan APBD tahun 2022 serta pemandangan umum fraksi terhadap Ranperda sekaligus Tanggapan dan jawaban gubernur terhadap pemandangan umum fraksi.

Rapat tersebut di laksanakan di ruangan Paripurna DPRD Sulut Selasa (20/9/2022).
Dalam memimpin rapat paripurna Ketua DPRD Sulut di dampingi Wakil Ketua Jems A Konjongian dan di hadiri Wakil Gubernur Sulut Drs Steven OE Kandou, sekretaris Provinsi Sulut Praseno Hadi beserta jajarannya.

Pada kesempatan itu, pemandangan umum fraksi di DPRD Sulut menyatakan bahwa kelima (5) fraksi tersebut (fraksi PDI P,fraksi Nasdem,fraksi Golkar,fraksi Demokrat dan fraksi Nyiur Melambai) menyetujui Ranperda perubahan APBD tahun 2022 di bahas pada tahapan pembahasan selanjutnya.

Sementara itu, Gubenur Sulut yang diwakili oleh wakil Gubernur Drs Steven OE Kandou menanggapi pemandangan umum fraksi.

Kandou penyampaian apresiasi setinggi-tingginya kepada fraksi di DPRD Sulut atas pemandangan umum dan banyaknya masukan kepada pemerintah provinsi Sulut, untuk kesejahteraan masyarakat di bumi nyiur melambai. (sisco)




Modalitas Radiologi Canggih Di RSUP Prof Kandou Manado Telah Beroperasi, Dirut : Alat Tersebut Pendukung Pelayanan

Manado,GN- Syukuran Pengoperasian Modalitas Radiologi  RSUP Kandou Manado dilaksanakan Sabtu (22/5/2021) pagi tadi, di RSUP Prof Dr RD Kandou Manado.

Acara syukuran pengoperasian modalitas radiologi di hadiri langsung Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Radiologi Klinik Indonesia (PDSRKI) Letjen TNI (Purn)Prof Dr dr Terawan Agus Putranto, Sp.Rad (K) MSc,MPH dan undangan lainnya.

Direktur Utama RSUP Prof Dr RD Kandou Manado Dr dr Jimmy Panelewen,SpB-KBD (foto : gemparnews)

Usai acara pengoperasian modalitas  radiologi, Direktur Utama (Dirut) RSUP Prof Dr RD Kandou Manado Dr dr Jimmy Panelewen,SpB-KBD mengatakan bahwa alat tersebut sangat lengkap dan canggih yang sudah terupdate.” Sangat lengkap untuk kebutuhan sekarang dan alat canggih itu yang memang terupdate,” kata Dirut. Lanjut Dirut mengatakan, dengan adanya alat tersebut dapat membantu serta mendukung pelayanan sebagai penunjang diagnosis.

” Tentunya dengan adanya alat-alat tersebut bisa mendukung pelayanan, karena modalitas alat di radiologi itu adalah penunjang diagnosis. Karena alat ini canggih dan tajam untuk mendeteksi, maka cara pembuatan diagnosa itu akan lebih baik sehingga penanganannya tentu lebih tepat,” terangnya.

Ditambahkannya, alat tersebut juga dapat meminimalisasi dugaan-dugaan yang sudah terbangun. ” Jadi dugaan-dugaan yang biasanya terbangun itu akan lebih di minimalisasi, karena ketajaman alat ini,” tukas Dirut.

Dia berharap, alat tersebut bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Sulawesi Utara dan Provinsi lainnya. ” Saya berharap bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Sulawesi Utara dan provinsi sekitarnya. Di Indonesia timur di rumah sakit memang sudah ada alat seperti ini,namun di Sulawesi Utara di RSUP Prof Dr RD Kandou Manado alatnya sudah canggihlah,” tandas Dirut. (sisco)