Difasilitasi Bupati Minut, BPMS GMIM Diminta Evaluasi Pelaksanaan TOT KPRS GMIM di Jakarta

Sulut,GN- Gagal kali kedua mengikuti training of trainer (TOT) KPRS GMIM, Bupati Minut Joune Ganda membayar segala keperluan kegiatan pelaksanaan, mulai dari pemateri hingga akomodasi. Bahkan tak tanggung-tanggung, pelaksanaan TOT KPRS GMIM kali ini dilaksanakan di Ibu Kota Jakarta untuk mengikuti waktu dari politisi PDIP tersebut.


Hal itu membuat gaduh pelayanan GMIM, lebih khusus pelayanan remaja. Karena, kepemilikan sertifikat TOT adalah salah satu syarat yang diwajibkan bagi calon Ketua KPRS GMIM.

“Patutkah TOT dilaksanakan dalam kurun waktu berdekatan hanya selisih kurang dari 2 bulan? kalau dengan alasan kebutuhan pelayanan, apa yang menjadi urgensi dilaksanakan TOT di Jakarta, sementara TOT sebelumnya belum jelas status kelulusan pesertanya,” ungkap sejumlah penatua remaja belum lama ini.
Salah satu pembina remaja GMIM, Billy Lintjewas meminta BPMS GMIM untuk dapat mengevaluasi KPRS GMIM terkait pelaksanaan TOT di Jakarta, karena dinilai menciderai pelayanan remaja GMIM.

“BPMS GMIM segera mengevaluasi pelaksanaan TOT KPRS GMIM di Jakarta yang dibiayai Bupati Minut Joune Ganda. KPRS GMIM seakan akan membuat Joune Ganda sebagai peserta VVIP sehingga harus mengikuti waktu Bupati Minut tersebut,” kesalnya.
Wakil Sekretaris KPRS GMIM, Aldrin Lombogia mengaku pelaksanaan TOT merupakan keputusan KPRS GMIM.

“Pelaksanaan TOT so keputusan KPRS dari Juli 2025,” singkatnya.
Sementara itu, Plt Ketua BPMS GMIM Pdt Adolf Wenas hingga berita ini terbit belum memberikan keterangan terhadap konfirmasi media ini.
Diketahui pelaksanaan TOT KPRS GMIM di Sunbreeze Hotel Senayan Jakarta merupakan kali kedua selang dua bulan terakhir di tahun 2025.
Dari informasi yang didapat, seluruh biaya mulai dari tiket pesawat PP Manado-Jakarta untuk belasan orang, akomodasi hotel dan uang jalan yang berjumlah puluhan juta semuanya ditanggung oleh Mahasiswa Program Studi Doktor Ilmu Pemerintahan, Sekolah Pascasarjana Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor Sumedang tersebut.




Sebelum Mendaftar Cabup di Kantor KPU Minut, Joune Ganda Bersama Istri Ziarah ke Makam Ibunda Vonny Maramis

Minut,GN– Sebelum pergi mendaftar di Kantor KPU Kabupaten Minahasa Utara (Minut) , bakal calon kepala daerah Joune Ganda bersama istri tercinta Rizya Ganda Davega berziarah ke makam ibunda terkasih, Mami Vonny Maramis, Kamis (29/08/24) pagi.

Diyakini JG sapaan akrabnya, meski sang ibu telah berpulang kepangkuan Sang Ilahi, dirinya percaya bahwa ia dan wanita yang telah melahirkannya di dunia itu, hanya berpisah raga tapi jiwa terus menyatu, dalam ikatan ibu dan anak.

“11 bulan lebih mami meninggalkan kami anak-anak dan cucu, tapi saya selalu mengingat dengan jelas hal-hal baik yang Mami ajarkan pada saya, sejak saya kecil, mami punya peranan penting ketika saya maju pada Pilkada Minut 2020 lalu, dan pagi ini saya datang ke mami, meminta restu meski mami sudah tidur panjang dalam keabadian,” kata Joune Ganda

Diketahui, semasa hidupnya, almarhumah Mami Vonny Maramis selalu mengatakan Joune Ganda adalah anak yang baik, sopan, dengar -dengaran orang tua, serta suka membantu menjaga warung milik ibunya terkasih.

Bahkan, almarhumah Mami Vonny pernah menuturkan meski anaknya Joune Ganda sudah sukses, dan menjadi seorang bupati, belum pernah JG membantah atau melawan apa yang sudah diperintahkan Sang Mami. (sisco)




Kunjungi Minut, Cindy Wurangian: Pansus Matangkan Ranperda Bantuan Hukum Bagi Masyarakat Miskin

Sulut,GN- Untuk mematangkan Ranperda tentang Bantuan Hukum Bagi Masyarakat Miskin, terlebih guna memperkaya draft dan menggali gagasan tentang Ranperda tersebut, Rabu (6/10/2021) Pansus dan Komisi II DPRD Sulut melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) dan DPRD.

Pada kesempatan itu, Bupati Minut Joune Ganda bersama jajarannya menyambut dengan ramah kunjungan komisi II dan Pansus.

Kepada media ini, Cindy Wurangian selaku ketua komisi II juga anggota Pansus menjelaskan terkait maksud kunjungan tersebut. Dia mengatakan pansus maupun Komisi II mendapatkan banyak masukan – masukan terkait dengan Ranperda bantuan hukum bagi masyarakat miskin yang sedang di matangkan di DPRD sulut.

“Berbagai masukan sudah kami dapatkan yang nantinya akan menjadi bahan dalam penyempurnaan atau pembahasan ranperda ini di DPRD sulut,” katanya.

Dengan adanya perda ini,sambung Wurangian maka pemerintah akan menyiapkan sarana lewat advokat-advokat untuk membantu masyarakat, terutama masyarakat miskin yang menghadapi persoalan hukum.”Sehingga rasa keadilan persamaan diatas hukum itu akan berlaku kepada semua masyarakat. Tidak hanya bagi masyarakat yang mampu tetapi juga bagi masyarakat miskin,”tutupnya. (sisco)




Persiapan Pesta Adat Tulude Sulut Terus Dimatangkan

Ketua Umum Panitia Joune Ganda,SE (foto: ist)

Sulut,GN- Persiapan pesta adat Tulude Sulut yang dihelat PB Bamukisst bersama DPC Bamukisst Minahasa Utara di pelataran pelabuhan desa Munte Kecamatan Likupang Barat, Minahasa Utara, terus dimatangkan.

Ketua Umum panitia, Joune Ganda SE, mengatakan pihaknya sejak Senin (20/1/2020) meninjau dua lokasi pelaksanaan acara, desa Munte dan desa Tiwoho.

“Sebab sebelum pelaksanaan pesta adat Tulude, kegiatan diawali dengan lomba Masamper khusus untuk Minahasa Utara,” kata Joune Ganda yang kini lebih sering disapa Pak JG tersebut.

“Kami ingin kegiatan ini sebagai bentuk dukungan ril dan konek dengan program pemerintah pusat yang akan membangun KEK Pariwisata Likupang,” ujar JG seraya meminta seluruh elemen panitia untuk terus bekerja keras mematangkan persiapan.

Lebih lanjut JG mengatakan, untuk Lomba Masamper akan dilaksanakan dua hari sebelum pesta adat Tulude, yakni pada Kamis (6/2/2020). Lomba Masamper ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat Desa Tiwoho.

“Para tua-tua desa Tiwoho sangat mendukung dan berterima kasih Lomba Masamper digelar di desa mereka,” tambah Sekretaris Umum panitia, Alfeyn Gilingan.

Untuk pesta adat Tulude, urai Alfeyn yang juga Sekum PB Bamukisst, akan digelar Akbar sebab melibatkan seluruh warga Nusa Utara yang berdiaspora di Minahasa Utara. “Kemudian akan diundang juga tokoh dan warga Nusa Utara yang berdiaspora di Minahasa, Bitung, Tomohon, Minahasa Tenggara, Minahasa Selatan dan Bolaangmongondow Raya.

“Warga Nusa Utara dari luar Sulut juga akan diundang. Semoga semua persiapan berjalan lancar,” sambung Bendahara Umum panitia, Stenly S. Rahamis.

Panitia pelaksana memproyeksi, pesta adat Tulude kali ini akan dihadiri 10.000 orang. Selain warga Nusa Utara, kegiatan budaya ini akan disaksikan oleh ribuan turis manca negara. (*/sisco)