Pasca Libur Idul Fitri Ruas Jalan Nasional Poigar – Kaya – Maelang Dan Wori – Likupang Mulai Dikerjakan Kembali

Sulut,GN- Pasca libur idul Fitri 1444 hijriah ruas jalan nasional Poigar – Kaya -Maelang dan ruas jalan Wori – Likupang mulai dikerjakan kembali.

Kepala BPJN Sulut Hendro Satrio (foto: Gemparnews)

Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara (Sulut) Hendro Satrio melalui Kepala Sub Bagian Tata Usaha Jendry Wongkar kepada awak media ini Jumat, (28/04/2023) saat ditemui di ruangan kerjanya.

Jendry menjelaskan ruas jalan nasional Poigar – Kaya – Maelang yang akan di lanjutkan pengerjaannya kembali meliputi rehap minor jalan, rehap mayor jalan, rekonstruksi jalan, pemeliharaan rutin jalan dan pemeliharaan rutin jembatan.

” Jadi itu yang akan dikerjakan kembali oleh pihak penyedia jasa. Terkait prosentase realisasi yang dikerjakan, kami masih sementara berkoordinasi dengan PPK di lapangan,” jelasnya.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Jendry Wongkar (foto : Gemparnews)

Panjang ruas jalan nasional seluruhnya Poigar – Kaya – Maelang diperkirakan 80,0 Kilo meter dan pengerjaannya selama setahun apabila proyek multi years maka sampai 2024 tahun depan.

Sementara untuk lanjutan pekerjaan ruas jalan Wori – Likupang, Jendry mengatakan juga akan di kerjakan kembali awal mei pekan depan. Segmen pekerjaan yang akan di kerjakan antara lain tambal lubang (pecing red) dan pengaspalan baru. ” Karena karyawan penyedia jasa mudik libur idul Fitri maka pengerjaan akan di lanjutkan kembali awal mei,” tandasnya. (sisco)

 




Antisipasi Longsor Melebar, BPJN Sulut Pasang Bambu Darurat Samping Box Cover Jembatan Bailang

Sulut,GN- Untuk mengantisipasi longsor semakin melebar di samping box cover jembatan Bailang Manado, Tim Reaksi Cepat (TRC) Balai Pelaksana Jalan Nasional Sulawesi Utara (BPJN Sulut) memasang bambu darurat sebagai pengaman. Sehingga memudahkan untuk melakukan pengecoran di sisi bahu jembatan yang terjadi longsor akibat kikisan air yang mengalir.

Pantauan media ini, cuaca ekstrem yang melanda Kota Manado sejak 14 Februari 2023 kemarin, sisi samping box cover jembatan Bailang masih dalam kondisi darurat.

Kepala BPJN Sulut Hendro Satrio melalui Kepala Sub bagian umum dan TU Jendry Wongkar ketika diwawancarai pekan lalu, menjelaskan bahwa pemasangan bambu itu hanya sementara atau darurat. Semua kejadian atau kerusakan akan di laporkan ke pemerintah pusat dan Ketika disetujui anggaran atau dana darurat bencana maka pihaknya akan mengerjakan dan memperbaikinya. ” Itu hanya sementara atau darurat saja. Jika dana sudah di setujui maka akan diperbaiki,” kata Kasub umum dan TU.

Warga apresiasi kerja BPJN Sulut

 Selain jembatan Bailang, beberapa wilayah seperti jembatan Minaesa sudah dapat di lalui kembali. Diketahui jembatan Minaesa juga sempat mengalami kerusakan box cover sehingga untuk mengatasi masalah tersebut, BPJN Sulut langsung gerak cepat mencari solusi dengan menutupi box cover dengan material sehingga dapat dilalui oleh kendaraan kembali.

Atas : Kepala BPJN Sulut Hendro Satrio
Bawah : KTU Jendry Wongkar (foto : Gemparnews)

Sementara itu, warga masyarakat yang melewati jalur tersebut mengapresiasi dan berterimakasih atas kerja cepat BPJN Sulut. ” Terimakasih atas perhatian pemerintah melalui BPJN Sulut yang sudah memperhatikan jembatan ini. Kalau melewati jalur lain sangat jauh menuju Kota Manado, tapi kalau lewat jalan ini cepat sampai,” ungkap warga kepada media ini yang enggan menyebutkan namanya. (sisco)




Masa Tenggak Waktu, BPJN Sulut Dorong Kontraktor Selesaikan Jembatan Ammat Cs Di Talaud

Sulut,GN- Pengerjaan jembatan Ammat cs di Kabupaten Kepulauan Talaud mengalami keterlambatan. Hal mempengaruhi penyelesaian pekerjaan dimasa Tenggak waktu yang sudah di berikan kepada kontraktor.

Atas : Kepala BPJN Sulut Hendro Satrio
Bawah : KTU Jendry Wongkar (foto : Gemparnews)

Meskipun mengalami keterlambatan, pihak BPJN Sulut terus mendorong pihak kontraktor untuk menyelesaikan pengerjaan jembatan Ammat cs di masa denda.

Kepala BPJN Sulut Hendro Satrio melalui Kepala Tata Usaha (KTU) Jendry Wongkar Menjelaskan terkait keterlambatan pengerjaan jembatan Ammat cs tersebut.

” Memang jembatan tersebut (Ammat cs) mengalami keterlambatan dan saat ini sementara dikerjakan dimasa denda selama 90 hari. Keterlambatan ini dikarenakan cuaca yang ekstrim,material yang lambat masuk dan masalah bahan bakar minyak (BBM) di lapangan,” kata Jendry kepada sejumlah media, Selasa (06/02/2023) ketika di temui Diruangan kerjanya.

Lanjut kata Jendry, untuk pengecoran jembatan sangat membutuhkan waktu karena terlebih dahulu akan dibuat tiang jembatan.

“Untuk pengecoran ada jangka waktunya. Itu bisa mencapai 30 hari atau bisa melebihi 30 hari, di karenakan pengecoran jembatan bertahap. Jadi tidak ada kekuatan jembatan jika penyusunannya hanya 15 hari, itu bisa ambruk karena pengecoran jembatan ada masanya dan paling lama satu bulan kemudian bisa dilanjutkan lagi,” jelas Jendry.

Lebih jauh, Jendry mengatakan untuk pengecoran harus sesuai spesifikasi yang ada. “Pada dasarnya pengecoran harus sesuai spesifikasi, selanjutnya tinggal dikerjakan pemasangan orbit dan pemadatannya,” tutupnya. (sisco)