Membahayakan Ekosistem Di Laut, ISPIKANI Sulut Pasang Poster Himbuan ” Jangan Buang Sampah Di Pesisir Pantai”

Sulut,GN- Kepedulian yang tinggi terhadap ekosistem di laut dan kelestarian terhadap lingkungan sekitarnya, Ikatan Sarjana Perikanan Indonesia (Ispikani) Sulawesi Utara (Sulut) langsung turun lapangan memasang poster sebagai himbauan kepada masyarakat untuk sadar akan kebesihan lingkungan dan ekosistem di laut.

Pemasangan poster himbauan oleh Ispikani Sulut, karena pemandangan yang tidak elok di pesisir laut, jalan trans Sulawesi tepatnya di Desa Mokupa Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa telah menumpuk sampah plastik maupun sampah rumahtangga. Hal ini dapat membahayakan ekosistem di laut jika sampah mengalir dan di konsumsi.

ISPIKANI Sulut Pasang Poster Himbauan Jangan Membuang Sampah Di Pesisir Pantai (foto : gemparnews)

Terkait hal itu, Ketua tim pakar Ispikani Sulut Prof Dr Ir Winda Marcedes Mingkid, MArg Sc angkat bicara. Prof Winda mengatakan hal tersebut dapat merusak ekosistem yang ada di pesisir pantai.

“Jadi begini, kita tau bersama bahwa menuju ke laut itu ada alurnya yaitu dari hulu ke hilir kan. Tapi apa yang terjadi pada saat ini kita lihat ini langsung di tempatnya, bukan dari hulu ke hilir lagi namun langsung di pinggir pantai dan ini akan sangat membahayakan bagi kehidupan organisme yang ada di laut karena langsung ke laut. Karena, kita tidak tau sampah-sampah yang ada diplastik tersebut, kalau misalnya dia hanya sampah organik mungkin tidak terlalu lama dia akan berdekomposisi, tapi kalau misalnya dia plastik atau bahan-bahan berbahaya limbah beracun dan berbahaya kita tidak tau. Nah itu akan sangat mengganggu organisme yang ada di perairan atau di laut,” jelasnya kepada sejumlah media, Kamis (20/5/2021).

Dia berharap, pemerintah Desa Mokupa dapat memperhatikan hal tersebut. “Saya sangat mengharapkan bahwa Pemerintah untuk memperhatikan. Karena mungkin hal ini terjadi karena tidak ada Tempat Pembuangan Sampah. jadi mari pemerintah bersama-sama dengan masyarakat untuk boleh mencari solusinya bagaimana,” pungkas Prof Winda.

Usai memasang Poster himbauan, Pengurus ISPIKANI Sulut juga langsung mendatangi kantor Desa Mokupa untuk menyampaikan aspirasi mereka terkait sampah tersebut, karena kondisi sampah dilokasi sudah sampai ke pantai sehingga bisa mencemarkan laut nantinya.

Ketua ISPIKANI Sulut Dr Ir Heidy Malingkas, MSi bersama pengurus saat mendatangi Kantor Desa Mokupa di sambut baik Sekretaris Desa (Sekdes) Mokupa Beny Lolowang.

Pengurus ISPIKANI Sulut Menyampaikan Informasi Kepada Pemerintah Desa Mokupa Terkait Sampah (foto : gemparnews)

Lolowang selaku Sekdes Mokupa, menanggapi hal tersebut, menjelaskan bahwa Pemerintah Desa Mokupa masih mencari tau siapa yang telah melakukan pembuangan sampah tersebut. Dia mengatakan bahwa sampah tersebut sudah dibersihkan beberapa bulan lalu namun terjadi lagi saat ini. Pihak pemerintah desa hingga saat ini belum melakukan pembersihan sampah tersebut karena pemerintah ingin melakukan tangkap tangan terhadap pelaku yang membuang sampah tersebut dan apabila ada warga kedapatan akan di proses secara hukum.

“Tahun kemarin kan torang (kita-red) dapati seperti itu lagi, lalu torang kasih bersih. Terus torang memang sengaja belum pasang sesuatu disitu dalam arti torang mo cari kedapatan ini yang jaga ba buang. Dan sampai saat ini torang belum dapa tau, kalau dia masyarakat Mokupa pasti akan dapa tau. Karena apapun yang terjadi rupa (sama-red) pepatah bilang, Sepandai-pandainya Tupai Melompat, sekali waktu jatuh juga. Tapi torang pe Analisa bukan orang sini (Mokupa) karena orang sini ada lokasi tempat pembuangan sampah. ” ujar Sekdes Mokupa

“Torang juga so bacarita (bicara) dengan polsek, dan polsek mengatakan apabila kedapatan silahkan bawah kesini (kantor polsek).” Tutup sekdes dalam dialeg lokal Manado. (sisco)




Malingkas : Ini Program Rutin Ispikani Sulut Untuk Pengabdian Ke Masyarakat

Sulut,GN- Ikatan Sarjana Perikanan Indonesia (Ispikani) Sulawesi Utara kembali turun lapangan untuk melakukan sosialisasi pengabdian ke masyarakat dan pelestarian lingkungan. Kali ini, Ispikani Sulut menemui masyarakat nelayan pesisir di Desa Mokupa Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa.

Kegiatan Sosialisasi Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Nelayan Desa Mokupa Oleh Ketua Ispikani Sulut Dr Ir Haidy Malingkas,MSi (foto : gemparnews)

 

Kegiatan ini di hadiri pengurus Ispikani Sulut kerjasama Fakultas perikanan dan kelautan Unsrat Manado.
Kepada sejumlah media, Ketua Ispikani Sulut Dr Ir Haidy Malingkas, MSi mengatakan kesadaran masyarakat menjadi tinggi, tau dan mau untuk melakukan hal yang tentunya untuk pengembangan desa mereka ke arah yang lebih baik, Apalagi mereka sebagai pekerja nelayan. ” Tadi kita berbicara tentang ekosistem. Secara tidak langsung dan langsung itu akan mengarah ke perikanan,” kata Malingkas.

Foto Bersama Usai Melakukan Sosialisasi Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (Foto : gemparnews)

 

Selain itu, Malingkas menyebutkan bahwa kegiatan ini program rutin dari Ispikani Sulut pengabdian kepada masyarakat. ” Tentu ini kami mengharapkan kepada pemerintah untuk kepedulian melihat keberadaan nelayan, permasalahan yang ada . Dan kami tentunya yang tergabung ada Profesor,Doktor dan dosen akan melakukan hasil kajian dan ini akan di sumbangkan kepada masyarakat maupun pemerintah,” tandasnya. (sisco)




Peduli Bencana ISPIKANI Sulut Salurkan Bahan Natura Masyarakat Pesisir

Sulut,GN- Pasca bencana gelombang pasang, banjir dan tanah longsor yang melanda Kota Manado pekan lalu, menyisakan kepedihan bagi warga Bahkan banyaknya kerugian bangunan maupun materi yang dialami oleh masyarakat Kota Manado.

Ketua ISPIKANI Sulut Dr Ir Haidy Malingkas,MSi Menyerahkan Bantuan Sembako (foto : gemparnews)

Sebagai bentuk kepedulian, Ikatan Sarjana Perikanan Indonesia (ISPIKANI) Sulawesi Utara (Sulut) turut ambil bagian menyalurkan bantuan bahan Natura berupa Sembilan bahan pokok kepada puluhan warga masyarakat terdampak bencana gelombang pasang.

Penyaluran bantuan di serahkan langsung oleh Ketua ISPIKANI Sulut Dr Ir Haidy Malingkas,MSi kepada masyarakat nelayan yang tergabung dalam forum nelayan pesisir pantai malalayang dua.

Ketua ISPIKANI Sulut Menyampaikan Kata Penyemangat Bagi Kelompok Nelayan Pesisir Yang Terdampak Bencana Gelombang Pasang (foto : gemparnews)

” Sebagai wadah Organisasi yang menaungi masyarakat nelayan, tentu kami merasa senasib sepenanggungan dalam satu kekeluargaan. Apalagi bencana gelombang pasang menimpa masyarakat nelayan di pesisir,” kata Malingkas kepada media ini Sabtu, (30/1/2021).

Diapun berharap, bantuan ini dapat meringankan beban warga masyarakat nelayan pesisir di Malalayang Dua. ” Dengan bantuan seadanya ini, Kami berharap dapat membantu meringankan beban bahkan kebutuhan yang di perlukan oleh warga masyarakat,” terangnya.

Sementara itu, warga masyarakat nelayan pesisir yang enggan menyebutkan nama menyampaikan terimakasih kepada ISPIKANI Sulut yang turut membantu meringankan beban warga. ” Kami sampaikan terimakasih telah membantu masyarakat di sini,” ucap warga penuh haru.

Penyerahan bantuan sembako oleh ISPIKANI Sulut tetap memperhatikan protokol kesehatan seperti memakai masker,jaga jarak dan mencuci tangan. (sisco)