Louis Scramm Minta Diskominfo Perhatikan Internet di DPRD Sulut

Sulut,GN- Ketua Pansus RPJMD Provinsi Sulut tahun 2025_2029 Louis Scramm menegaskan agar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sulut memperhatikan Internet di Kantor DPRD Sulut.

Rapat pansus RPJMD tahun 2025_2029 (Foto: Gemparnews)

Louis mengatakan beberapa minggu ini, internet di gedung rakyat mengalami kerusakan. Bukan hanya di kantor DPRD saja, namun di kantor – kantor dinas pun mengalami masalah internet.

Louis mengingatkan agar Diskominfo Sulut memperhatikan masalah internet ini. “Saya cuma mau ingatkan, internet di dewan saat ini tidak ada, ini tanggungjawab Kominfo. Beberapa minggu ini tidak ada internet. Bahkan internet di kantor-kantor dinas juga bermasalah,” sebut Louis saat rapat pansus, Senin (04/08/2025) di DPRD Sulut.

Lanjut kata Louis, Internet juga bermasalah di rumah sakit daerah. “Mereka butuh untuk melakukan operasi melalui teleconfrence tapi tidak bisa,” ujar Louis.

” Internet yang tidak bermasalah cuma hanya ada di ruangan kantor Gubernur, Wakil Gubernur dan rumah dinas. Diluar itu internet semua mati namun anggaran sudah berjalan,” tambahnya.

Louis berpesan agar permasalahan internet ini disampaikan kepada Plt Diskominfo Sulut. “Tolong disampaikan ke Asisten 1 selaku Plt Diskominfo Sulut, kalau tidak akan mau viral ini,” tandasnya. (sisco)




Tahun 2024 Sangihe Dapat Bantuan Dari Kementerian Kominfo 143 titik Akses Internet

SANGIHE,GN- Tahun 2024 ini Kabupaten Sangihe mendapat bantuan akses internet dari Bakti Kementerian Kominfo,, sehingga ini menjadi kabar gembira bagi masyarakat di Bumi Tampungang Lawo ini, yang berdomisili di wilayah masih area blank spot.

Hal ini dibuktikan melalui hasil kerja dari rapat Komisi II DPRD Sangihe didampingi Kepala Dinas Kominfo Sangihe Ziefried Harikatang di Kantor Bakti Kementerian Kominfo baru-baru ini.

Kepala Dinas Kominfo Sangihe melalui Sekretaris Dinas Yermias Bukasiang menjelaskan, Kadis mendampingi Komisi II DPRD Sangihe terkait proses bantuan BTS untuk daerah 3T dan akses internet melalui Bakti Kementerian Kominfo.

“Namun untuk BTS sampai saat ini masih dipending dulu karena permasalahan hukum yang melibatkan direktur bakti dan beberapa orang lainnya, sehingga proses untuk BTS masih dipending,”jelas Bukasiang.

Dan untuk akses internet kata dia, tetap dilanjutkan dengan pemberitahuan dari pihak bakti bahwa di tahun 2024 sampai 2025, Sangihe mendapat kuota 143 titik bantuan akses internet.

“Ini merupakan usulan kami dari tahun sebelumnya ke pihak bakti dan ter acc sebanyak 143. Dan akses internet ini akan ditempatkan di wilayah kampung dan diutamakan yang blankspot,” tuturnya.

Akses internet ini akan dipasang di kantor kampung, tapi tidak semua kantor kampung karena ada juga di fasilitas kesehatan, kemudian titik-titik potensi seperti potensi wisata atau potensi perikanan.

“Untuk kampung yang blank spot mungkin akan mendapat dua titik akses internet. Dan bantuan akses internet ini berupa piringan dan perangkat internet mirip WiFi Nusantara tetapi kalau ini adalah Bakti Aksi Kominfo, berbeda dengan BTS bantuannya berupa Tower,” kunci Yermias. (ROBIN)