Resmi Di Buka Impounding Bendungan Kuwil Kawangkoan

Sulut,GN- Pengisian air (impounding) di bendungan kuwil Jumat (25/11/2011) di inisiasi oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi I yang dikepalai oleh Ir I Komang Sudana, MT.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey mengatakan bahwa dengan difungsikannya bendungan kuwil ini bisa meredam persoalan banjir. “Karena ada dua sungai besar yang mengaliri kota manado yakni sungai sawangan dan sungai tondano. Jadi bendungan kuwil ini bisa menjadi bagian penting dalam mengatasi persoalan banjir dan tentunya membawa berkah bagi warga Sulut,” Kata Dondokambey saat membuka secara khusus pengisian awal bendungan Kuwil.

Dondokambey menyampaikan bahwa lokasi ini bukan cuma bendungan kuwil tapi telah menjadi tempat pariwisata budaya karena di Minut ini banyak sekali peninggalan-peninggalan budaya seperti Waruga. “Jadi pasti kedepannya ini menarik para turis untuk berkunjung disini,” ujarnya.

Dia mengatakan apa yang telah di berikan pemerintah pusat ini jangan sampai terbengkalai. Karena ada beberapa contoh, dibeberapa daerah pemerintah pusat berikan taman wisata tapi tidak dikelola baik. “Jadi saya bilang ke Bupati jaga baik-baik tempat atau tempat wisata di bendungan kuwil ini,” Ucapnya.

Pada kesempatan itu, Direktur Jendral Sumber Daya Air yang diwakili oleh direktur bendungan dan danau Airlangga Patjiono, ST, MP mengatakan Bendungan Kuwil Kawangkoan merupakan salah satu proyek strategis nasional yang berlokasi di kabupaten minahasa utara, provinsi sulawesi utara.

“Bendungan ini berupa bendungan urugan, random, batu dengan inti tegak setinggi 67 Meter, panjang puncak bendungan 420 Meter dan dapat menampung volume air sebesar 23 juta meter kubik.Pembangunan Bendungan Kuwil kawangkoan dimulai sejak tahun 2016 dan akan berakhir pada tahun 2022 ini. Dengan total biaya pembangunan mencapai 1,9 Triliun rupiah,” terangnya.

Airlangga mengharapkan dengan terbangunnya bendungan kuwil kawangkoan ini kiranya dapat memenuhi salah satu pilar sumber daya air, yaitu pendayagunaan sumber daya air dan pengendalian daya rusak air di Sulawesi Utara. Khususnya Kabupaten Minahasa Utara dan Kota Manado.

“Bendungan Kuwil Kawangkoan ini memiliki manfaat untuk menyediakan air bagu untuk kota Manado, kabupaten minahasa utara, kota Bitung dan Kawasan ekonomi Khusus sebesar 4 stengah meter kubik per detik, Kemudian manfaat pengendalian banjir kota Manado dan sekitarnya sebesar 470 meter kubik per detik, serta terdapat potensi pembangkit listrik tenaga mikrohydro sebesar 2×0,7 Megawatt. Dari 61 bendungan yang telah dan akan dibangun oleh kementerian PUPR pada periode tahun 2014 sampai dengan 2024, selain bendungan kawangkoan juga ada bendungan lolak yang berlokasi di kabupaten bolaang mongondow,” imbuhnya.

“Pengisian awal atau Imfounding pada siang hari ini merupakan tahap awal dalam rangka penyelesaian secara keseluruhan kegiatan pembangunan bendungan Kuwil kawangkoan. Setelah Imfounding ini masih ada beberapa tahapan yang harus dilalui oleh pembangun bendungan sebelum nantinya dapat secara penuh dioperasikan oleh pihak pengelola,” tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWS) Sulawesi I,Ir I Komang Sudana, MT menjelaakan tengah mempersiapkan rencana tanggap darurat ketika Bendungan Kuwil-Kawangkoan di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara sudah beroperasi. “Rencana tanggap darurat sangat penting kita persiapkan mengingat bendungan ini menampung volume air yang cukup besar,” jelasnya

Secara teknis, lanjut I Komang mengatakan bendungan dengan luas lahan genangan sekitar 157 hektare itu, mampu menampung volume air sebesar 26,8 juta meter kubik sehingga informasi-informasi penting terkait dengan bendungan ini perlu menjadi perhatian bersama.

“Karena bendungan ini begitu besar maka kita harus memperhatikan juga dampak-dampaknya. Ketika kedatangan banjir yang melebihi debit, kita bersama-sama sudah mengantisipasinya.
Ketika ada informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tentang prakiraan curah hujan yang cukup tinggi, maka sudah harus dipersiapkan pola operasi bendungan.
Begitu debit yang turun cukup besar ada pintu bendungan. Dan ketika debit air tidak cukup ditampung bendungan, maka ada spill way (pelimpah) yang akan melimpahkan air yang berlebihan di bendungan,”ungkapnya.

Lebih jauh Dia menjelaskan jika bangunan pelimpah tidak cukup menampung, bisa dilakukan pembukaan pintu bendungan.
Untuk membuka pintu bendungan harus dilaporkan ke Gubernur, Kapolda, Pangdam, BNPB, Basarnas bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Oleh karena itu, sebelum dilakukan pengisian awal bendungan, para pemangku kepentingan di daerah diberikan sosialisasi sebagai tindak lanjut dari kebijakan-kebijakan pola operasi bendungan.

Hadir dalam kegiatan tersebut yakni Gubernur Provinsi Sulut Olly Dondokambey, Bupati Minut Joune Ganda, Walikota Manado Andrei Angouw, Direktur bendungan dan danau Airlangga Pajiono, Sekprov Sulut Steve Kepel, Kadis PUPR Sulut Alex Wattimena, Kepala BPJN Sulut Hendro Satrio, Kepala BP2P, Kepala BPPW, Kapolsek Airmadidi Yusi dan seluruh instansi vertikal.(sisco)




Suport Pemerintah Sulut Hadapi Potensi Bencana Alam, Kementerian PUPR Bentuk Tim Siaga Bencana

Sulut,GN- Apel kesiap siagaan bencana di pimpin oleh Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi I (BWSS1) Ir. I Komang Sudana, Selasa (8/11/2022).

Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh pegawai dan pimpinan instansi teknis seluruh Balai Wilayah Kementerian PUPR di Sulawesi Utara bersama Basarnas, Polairud Polda Sulut, Dinas PUPR Sulut, BPBD maupun tim reaksi cepat Balai Wilayah Sungai.

Kegiatan yang dipusatkan di halaman kantor Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulut, guna mengantisipasi fenomena alam hidrometeorologi yang berpotensi terjadi intensitas curah hujan tinggi yang beresiko terjadi banjir dan tanah longsor di akhir tahun 2022 dan maupun di awal tahun 2023.

Kepala BWS Sulawesi I, I Komang Sudana mengatakan, kegiatan apel kesiap siagaan yang dilaksanakan bersama stakeholder yang ada di Provinsi Sulawesi Utara untuk menunjukan dan mengahadapi resiko bencana kapan bisa saja terjadi.

” Kita melaksanakan apel kesiapsiagaan bencana ini menunjukan kita siap menghadapi bencana karena kita menerima informasi bahwa kedepan ini bahkan sudah dimulai bencana hidrometeorologi curah hujan makin tinggi serta intensitasnya juga bahkan sudah terjadi banjir dan tanah longsor di beberapa lokasi di Sulut, ” kata I Komang Sudana yang juga koordinator pelaksana kegiatan kepada sejumlah media.

Lanjut kata Dia, dengan adanya tim siaga bencana ini nantinya akan saling berkolaborasi secara bersama
untuk saling menginformasikan bila terjadi bencana dengan kesiapan personil dan peralatan yang ada.

” Mudah – mudahan dengan kegiatan apel ini kita menjadi lebih siaga, waspada dan siap menghadapi bencana kedepannya. Intinya kita kolaborasi, kita semangat menghadapi kemungkinan bencana alam membantu masyarakat dan pemerintah daerah,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Balai BPJN Sulut Hendo Satrio mengatakan pihaknya juga telah menyiapkan sejumlah unit peralatan berat untuk memberikan dukungan di lapangan apangan bila terjadi bencana alam.

” Kami siapkan 22 alat berat yang ada
seperti Louder, escavator Louder, Grader dan lain sebagainya, kami juga siapkan tujuh pos siaga bencana yang tersebar di seluruh lokasi baik di Manado (Kantor BPJN) kemudian Tomohon, Kotamobagu, Nuangan juga di wilayah Bolsel serta Sangihe dan Talaud, ” tukas Hendro.

Dengan kesiapan tersebut tambah Hendro, maka bila terjadi bencana bisa secepatnya ditangani. Dia pun menghimbau kepada masyarakat harus waspada serta mengantisipasi diri untuk mengindari wilayah – wilayah yang berpotensi terjadi bencana alam.

“Bila bepergian agar selalu waspada terutama di lokasi – lokasi yang berpotensi terjadi bencana misalnya longsor dan banjir, agar pada saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi karena walaupun kami telah berupaya mengantisipasi penanganan bencana
kami harapkan juga masyarakat agar selalu siaga,” terangnya.

” Kami juga di tiap posko masing – masing sudah siap karena perintah dari pimpinan kami Bapak Menteri PUPR enam jam saat terjadi bencana alat berat harus segera turun di lokasi,” tandasnya.

Ditempat yang sama, Pemerintah Provinsi Sulawesi Sulawesi Utara diwakili Kepala BPBD Joy Oroh menyampaikan apresiasi kepada Kementerian PUPR melalui instansi teknis di daerah terlebih Balai Wilayah Sungai Sulawesi I yang mendukung upaya pemerintah daerah dalam mengantisipasi terjadi bencana.

”Kami dari pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menyampaikan apresiasi kegiatan kesiapsiagaan bencana yang dimotori oleh Kementerian PUPR di daerah. Tentu ini juga merupakan tindak lanjut dari hasil rapat kita kemarin dipimpin bapak wakil Gubernur Steven OE Kandow terkait kesiapsiagaan seluruh stakeholder menghadapi bencana yang berpotensi terjadi khususnya hidrometeorologi ini,” tukas Oroh.

”Apalagi seperti disampaikan Kepala BWS bahwa perlengkapan untuk penanganan bencana sudah siap tidak hanya di dalam kota Manado saja tetapi juga ditempatkan di seluruh wilayah lainnya di Sulut bahkan sampai ke Kepulauan Sangihe, namun demikian kita semua berdoa serta berharap cuaca akan tetap baik serta tidak terjadi hal – hal yang tidak kita inginkan bersama, ” pungkasnya. (sisco/*)