RDP Dengan Komisi 3 DPRD Sulut, Kepala BPJN Sulut Jelaskan Secara Gamblang Progres Pembangunan Jalan Nasional

Sulut,GN- Komisi 3 DPRD Sulut mengundang Balai Pelaksana Jalan Nasional Sulawesi Utara (BPJN Sulut) untuk memberikan penjelasan terkait progres pembangunan jalan nasional yang ada di bumi nyiur melambai. Beberapa pertanyaan yang di sampaikan oleh pimpinan komisi Berty Kapojos, Amir Liputo dan anggota komisi 3 diantaranya Boy Tumiwa dan Yongkie Limen di jawab bahkan dijelaskan secara detail oleh kepala BPJN Sulut Hendro Satrio.

Terkait progres jalan nasional Komangan di Bolaang Mongondow dan jalan nasional wori-Likupang-Bitung serta jalan nasional di kabupaten kepulauan Talaud di jelaskan secara gamblang.

“Seperti diKabupaten Talaud kini kami sedang mengerjakan proyek jembatan di Esang-Rainis. Juga pembuatan jalan yakni peningkatan pengerjaan jalan tanah sepanjang 23 kilometer yang akan diaspal (overlay), begitu pun proyek pengerjaan jembatan di Ranowangko kabupaten Minahasa Selatan,juga pengerjaan beberapa titik ruas jalan Manado-Tomohon yang akan di pacing. selain itu juga ada pengerjaan jalan di Komangan Bolmong Raya , juga di Minut beberapa ruas jalan yang di pacing meliputi jalan raya Wori-Likupang-Bitung,” jelas Hendro Senin (29/5/2023).

Lanjut Hendro mengatakan budget anggaran untuk tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun 2022 kemarin, pagu anggaran tahun 2023 ini sebesar 862 milyar, dibanding tahun lalu sebesar 738 milyar, berarti pagu anggaran meningkat 130 milyar.

Program BPJN tahun 2023 ini kata Hendro, sedang dikerjakan, walau ada beberapa yang masih dalam proses tender. Hendro menyebutkan untuk pembuatan jalan dan jembatan ditahun 2023 ini, sedang dipacu pengerjaannya dan diharapkan tahun ini selesai semua. “Kami harapkan semua bisa selesai tahun ini,” tandasnya. (sisco)

 




Hendro : Pelebaran Dua Sisi Jembatan Pesawangan Sementara Dikerjakan

Sulut,GN- Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara (Sulut) terus pacu pembangunan jembatan dan jalan nasional. Ini mulai terlihat di beberapa pengerjaan proyek jembatan dan jalan nasional di wilayah kerja Provinsi Sulut. Diantaranya pengerjaan proyek pelebaran dua sisi kiri dan kanan jembatan pesawangan.

Kepala BPJN Sulut Hendro Satrio (foto: Gemparnews)

Kepada media gemparnews.com Kepala BPJN Sulut Hendro Satrio menjelaskan pekerjaan proyek pelebaran dua sisi kiri dan kanan jembatan pesawangan saat ini lagi dikerjakan. ” Iya lagi dikerjakan. Dua sisi kiri dan kanan akan di lebarkan supaya jadi empat lajur. Jembatan lama tidak akan di bongkar, kami hanya melebarkan sisi kiri dan kanan jembatan,” jelas Hendro Jumat (12/05/2023).

Anggaran proyek pelebaran jembatan pesawangan menurut Hendro sekitar 13 miliar dan selesai akhir tahun 2023 ini. ” Akhir tahun 2023 ini proyek sudah selesai dikerjakan,” kata Hendro.

Proyek Pelebaran Jembatan Pesawangan (foto: Gemparnews)

Sementara pekerjaan proyek jalan nasional di Kabupaten Sangihe sepanjang 8,6 kilo meter dan pekerjaan penanganan longsor ada tiga titik kata Hendro juga sementara di kerjakan. “Di Sangihe ada dua paket pekerjaan yakni pengaspalan overlay dengan anggaran 19 miliar dan pekerjaan penanganan longsor 15 miliar. Saat juga sementara dikerjakan,” tandas Hendro.

Hendro berharap pekerjaan ini selesai tepat waktu dan dapat di manfaatkan untuk masyarakat yang ada di kepulauan Sangihe. (sisco)




Hendro Satrio : Dalam Waktu Dekat, Dua Paket Jalan Daerah Di Sitaro Bakal Di Kerjakan

Sulut, GN- Pengusulan dua paket proyek jalan daerah Di Kabupaten Sitaro dalam waktu dekat ini akan segera di kerjakan. Proyek jalan ini didapat melalui anggaran Inpres untuk daerah Sitaro.

Kepala BPJN Sulut Hendro Satrio Ketika Di Wawancarai Media Diruangan Kerja (Foto : Gemparnews)

Hal ini di jelaskan oleh Kepala BPJN Sulut Hendro Satrio kepada media Gemparnews.com Selasa (02/05/2023) di ruangan kerjanya.

“Untuk jalan Nasional dan jalan Tol itu dari pusat yang dianggarkan lewat APBN. Tapi kalau jalan daerah di lakukan melalui Inpres, dengan catatan kami (BPJN Sulut red) yang melaksanakan. Dan ketika proyek itu selesai kemudian diserahkan kepada daerah untuk fisiknya,” jelas Hendro.

Lanjut, Hendro mengatakan dua paket proyek jalan tersebut menghubungkan jalan menuju bandara Bung Karno di Siau.
Pengerjaannya selama enam bulan dan kalau cukup waktunya. Sementara usulan panjang 13 kilo meter dan 18 kilo meter, dengan anggaran 19 miliar dan 26 miliar.

“Sekali lagi, proses anggaran dan pelaksanaannya dari kita (BPJN Sulut red). Ketika sudah selesai pekerjaannya, kemudian kita hibahkan ke daerah. Kenapa, asetnya tetap aset daerah sedangkan sumber dananya prosesnya hibah dari APBN. Ketika sudah jadi PHO, kami hibahkan perkejaan yang sudah kami kerjakan, untuk selanjutnya handjobnya ke daerah untuk penanganan pemeliharaan selanjutnya ke daerah,” kata Hendro.

Hendro menegaskan untuk pekerjaan dua paket proyek jalan daerah di Kabupaten Sitaro dipastikan harus selesai 6 bulan agar dapat di nikmati oleh masyarakat. “Yang pastinya harus selesai enam bulan agar supaya dapat dimanfaatkan dan di nikmati oleh warga masyarakat,” tandasnya.

Kasatker III Wilayah Nusa Utara (Kabupaten Sangihe,Talaud Dan Sitaro) Okto Silitonga (Foto : Gemparnews)

Sementara itu secara terpisah, Kasatker III Wilayah Nusa Utara (Kabupaten Sangihe,Talaud,Sitaro) Okto Silitonga senada dengan apa yang di sampaikan oleh Kepala BPJN Sulut.

Okto mengatakan dua paket jalan tersebut akan segera dikerjakan dalam waktu dekat ini. ” Itu pengusulan dua paket proyek jalan daerah di Sitaro melalui Inpres. Proyek tersebut dalam waktu dekat segera di kerjakan,” tutupnya. (sisco)

 




Pasca Libur Idul Fitri Ruas Jalan Nasional Poigar – Kaya – Maelang Dan Wori – Likupang Mulai Dikerjakan Kembali

Sulut,GN- Pasca libur idul Fitri 1444 hijriah ruas jalan nasional Poigar – Kaya -Maelang dan ruas jalan Wori – Likupang mulai dikerjakan kembali.

Kepala BPJN Sulut Hendro Satrio (foto: Gemparnews)

Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara (Sulut) Hendro Satrio melalui Kepala Sub Bagian Tata Usaha Jendry Wongkar kepada awak media ini Jumat, (28/04/2023) saat ditemui di ruangan kerjanya.

Jendry menjelaskan ruas jalan nasional Poigar – Kaya – Maelang yang akan di lanjutkan pengerjaannya kembali meliputi rehap minor jalan, rehap mayor jalan, rekonstruksi jalan, pemeliharaan rutin jalan dan pemeliharaan rutin jembatan.

” Jadi itu yang akan dikerjakan kembali oleh pihak penyedia jasa. Terkait prosentase realisasi yang dikerjakan, kami masih sementara berkoordinasi dengan PPK di lapangan,” jelasnya.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Jendry Wongkar (foto : Gemparnews)

Panjang ruas jalan nasional seluruhnya Poigar – Kaya – Maelang diperkirakan 80,0 Kilo meter dan pengerjaannya selama setahun apabila proyek multi years maka sampai 2024 tahun depan.

Sementara untuk lanjutan pekerjaan ruas jalan Wori – Likupang, Jendry mengatakan juga akan di kerjakan kembali awal mei pekan depan. Segmen pekerjaan yang akan di kerjakan antara lain tambal lubang (pecing red) dan pengaspalan baru. ” Karena karyawan penyedia jasa mudik libur idul Fitri maka pengerjaan akan di lanjutkan kembali awal mei,” tandasnya. (sisco)

 




Balai Pelaksana Jalan Nasional Sulawesi Utara Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1444 H

Sulut,GN- Balai Pelaksana Jalan Nasional Sulawesi Utara Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1444 H




Pecing Jalan Nasional Wori-Likupang Tak Kunjung Dikerjakan, Warga Desa Lansa Minta Perhatian BPJN Sulut

Sulut,GN – Pengerjaan pecing (tambal) Jalan Nasional Wori-Likupang tepatnya di Desa Lansa hingga hari ini belum juga di kerjakan oleh pihak ketiga atau kontraktor. Pada hal, jalan tersebut sudah digali sebulan yang lalu bagian ruas jalan yang mengalami kerusakan.

Menurut warga yang enggan menyebutkan nama kepada media ini mengatakan bahwa akibat belum di kerjakan lubang jalan atau pecing membuat pengendara roda dua sering mengalami kecelakaan.

Lanjutnya mengatakan pihak kontraktor pun tidak memasang rambu di jalan. ” Mereka (kontraktor red) tidak memasang tanda di jalan yang sedang dikerjakan,” ujar warga kepada media ini.

Senada dengan keluhan warga, pemerintah Desa Lansa Noldi Sindua meminta pihak BPJN Sulut untuk segera mengerjakan pecing jalan di desa Lansa. ” Jadi beberapa waktu lalu, disini terjadi kecelakaan. Karena pengendara menghindari banyaknya lubang di jalan. Warga disini yang mengalami kecelakaan. Untuk itu, kami sebagai Pemerintah di Desa Lansa mendorong BPJN Sulut untuk mendesak kontraktor segera mengerjakannya,” kata Sindua.

Ketika dikonfirmasi terkait hal itu, Kepala BPJN Sulut melalui Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasub TU) Jendry menjelaskan bahwa pihaknya telah menyampaikan hal itu kepada kontraktor untuk segera mengerjakan pecing jalan dan memasang tanda jalan.

Namun kata Jendry, untuk pengerjaan pecing pihak kontraktor akan mengerjakan secara kolektif. ” Setelah kami konfirmasi ke pihak ketiga atau kontraktor dikatakannya bahwa jika penyedia memproduksi aspal kalau hanya satu atau dua lokasi mereka akan mengalami kerugian karena produksi AMP untuk pecing itu, ada perhitungan. ” Mereka ada perhitungan untuk pengerjaan pecing – pecing,” Kata Jendry, Selasa (11/4/2023) Diruangan kerja.

Untuk pemasangan rambu atau tanda di jalan, Jendry menjelaskan bahwa hal itu sudah disampaikan ke kontraktor. “Menurut kontaktor, memang dijalan telah di pasang rambu-rambu lalulintas untuk mengingatkan pengguna jalan supaya berhati – hari ketika mengendarai kendaraan roda dua maupun roda empat,” jelas Jendry.

Dia pun mengingatkan agar masyarakat di sekitar lokasi, agar tetap berhati-hati jika mengendarai kendaraan melalui jalan yang sedang di perbaiki. ” Kami berharap juga, masyarakat tetap berhati-hati ketika melewati jalan yang sedang diperbaiki,” tandasnya. (sisco)




BPJN Sulut Mengucapkan Selamat Paskah Yesus Kristus tahun 2023

Sulut,GN- Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara (Sulut) mengucapkan Selamat Paskah Yesus Kristus tahun 2023




Kepala BPJN Sulut Hendro Satrio MK,ST.MT Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa ‘Marhaban Ya Ramadhan’ 1444/2023

Sulut,GN- Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa
Marhaban Ya Ramadhan 1444/2023




Hendro : Usai Pecing Jalan Nasional Wori – Likupang Langsung Di Aspal

Sulut,GN- Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara (Sulut) sementara melakukan pengerjaan pecing untuk jalan nasional Wori – Likupang Kabupaten Minahasa Utara (Minut).

Hal ini disampaikan Kepala Balai BPJN Sulut Hendro Satrio saat di temui diruang kerjanya, Selasa (14/03/2023).

“Untuk pekerjaan paket jalan nasional wori – Likupang sementara pengerjaan penutupan lubang atau pecing. Sesudah itu langsung melakukan pengaspalan sepanjang 40 KM dari Wori – Likupang – Girian. Dan 40 persen jalan yang mengalami kerusakan akan dilakukan overlay. Jika memungkinkan bahu-bahu jalan akan di cor agar lebih lebar,” kata Hendro.

Sementara, untuk lokasi yang perlu dibuat saluran, akan dibuat saluran dan jembatan minaesa yang sempat jatuh (amblas red) untuk box cover akan segera di ganti dan di samping jembatan akan di buatkan bronjong.

“Jadi kami sudah turun lapangan, kami lihat untuk pekerjaan pecing sudah melewati jembatan tersebut, selanjutnya akan dilakukan pengaspalan dan juga pecing. Selanjutnya kami akan melakukan overlay,” jelas Hendro.

Lebih lanjut Hendro menyampaikan jika pecing sudah banyak akan dilakukan overlay, karena jalannya sudah tua jadi perlu pengaspalan lagi.

“Jika pecingnya masih jaraknya agak jauh, itu tidak akan di overlay lagi. Yang perlu di overlay apabila pecingnya sudah banyak, maka itu kami akan melakukan overlay,” tandasnya. (sisco)




BPJN Sulut Siap Kerjakan Proyek Pengaspalan Jalan Nasional Wori – Likupang – Girian Sampai Bitung

Sulut,GN – Berbagai upaya dilakukan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara (Sulut) untuk melaksanakan tugas dan kerjanya dengan baik.

Satu diantaranya ialah paket multi years tahun 2023/2024 jalan Nasional Wori – Likupang – Girian sampai ke Bitung, dengan panjang ruas jalan sekitar 106 kilometer, dan dalam waktu dekat ini akan dilakukan pekerjaannya.

“Jalan dari Wori sampai ke Bitung yang melewati jalur Likupang dan Girian sudah diberi tanda patok STA. Itu jaraknya ruas panjang jalan sekitar 106 kilometer dan yang akan dikerjakan untuk pengaspalan sepanjang 40 kilometer,” kata Kepala BPJN Sulut Hendro Satrio saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (28/02/2023).

Hendro pun menguraikan, khusus jalan di seputaran tambang PT MSM yang rusak akibat longsor, menjadi tanggung jawab perusahaan tersebut.

“Untuk jalan di seputaran tambang MSM yang rusak sekitar 900 meter dan itu akan di kerjakan oleh MSM,” ujarnya.

Ditanyakan dengan musim penghujan ini apakah pengaspalan dapat dilakukan? Hendro pun menjawab, pihaknya berharap cuaca akan membaik sehingga pengaspalan dapat dilakukan pada musim panas (kering red) agar supaya dapat dikerjakan dengan baik.

“Kualitas aspal tidak baik apabila pengaspalan dilakukan pada musim penghujan dan pengerjaan pengaspalan harus dilakukan pada musim panas,” terangnya.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) melalui Dinas terkait berkoordinasi dengan pihak Balai Pelaksana Jalan Provinsi Sulut (BPJN) untuk mendatangkan jembatan Bailey yang ada di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) untuk digunakan di jembatan Tumbohon.

Jembatan ini merupakan akses jalan penting yang menghubungkan desa Talawaan, Tumbohon, Patokaan, Warisa,Teep, Warisa Kampung Baru, & Desa Pontoh Kecamatan Wori dan jembatan ini putus akibat bencana banjir dan tanah longsor karena itensitas curah hujan yang tinggi yang terjadi pada tanggal 27 Januari 2023 lalu.

Hendro Satrio menjelaskan, jembatan bailey yang diserahkan ke Pemkab Minut hanya dipinjamkan sementara. “Jembatan tersebut hanya di pinjamkan sementara, kalau jembatannya sudah selesai perbaikan maka di kembalikan lagi ke balai,” Tutupnya.(sisco)