Kolaborasi BP2MI Dan Komisi IX DPR RI Sosialisasikan Pelindungan PMI Di Bitung

Manado,GN- BP2MI bekerjasama dengan Komisi IX DPR RI Jumat, (26/11/2021) menyelenggarakan sosialisasi pelindungan PMI yang bertempat di Desa Kakenturan I Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara.

Hadir langsung dalam sosialisasi ini Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene, Deputi Penempatan dan Pelindungan Kawasan Eropa dan Timur Tengah BP2MI Irjen. Pol Achmad Kartiko, Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bitung Abdul Rahmat Dunggio serta Kepala UPT BP2MI Manado Hendra Makalalag.

Acara sosialisasi dihadiri oleh sekitar 200 orang peserta yang berasal dari organisasi kepemudaan, koordinator desa dan masyarakat umum.

Dalam sambutannya, Ketua Komisi IX DPR RI Felly Runtuwene menyatakan dukungan terhadap eksistensi BP2MI.
“BP2MI hadir untuk memberikan pelindungan kepada para pekerja migran kita mulai dari hulu sampai ke hilir untuk itu saya mendukung penuh keberadaan lembaga ini terutama dalam memberantas para sindikat penempatan ilegal yang sangat merugikan para pekerja migran dan keluarganya” kata Felly.

Felly juga menambahkan Bitung merupakan salah satu daerah maritim yang banyak melahirkan pelaut-pelaut handal dan harus mendapatkan pelindungan dari sindikat penempatan ilegal. “Kota Bitung adalah salah satu daerah maritim asal dari banyak pelaut handal, untuk itu pelindungan bagi mereka khususnya pelaut awak kapal dan pelaut perikanan harus diperhatikan karena pasti banyak sindikat penempatan ilegal yang berkeliaran di sini untuk mencari mangsanya. Saya kira BP2MI dan Pemda khususnya Disnaker haruslah bersinergi agar program pelindungan ini dapat dijalankan dengan maksimal” tegas Felly.

Pernyataan Felly ini ikut diamini oleh Deputi Penempatan dan Pelindungan Kawasan Eropa dan Timur Tengah BP2MI Irjen Pol Achmad Kartiko. Dalam pemaparannya, Achmad menyebutkan bahwa BP2MI telah menyatakan perang terhadap para sindikat penempatan ilegal lewat program Sikat Sindikat. “BP2MI telah menyatakan perang terhadap sindikat penempatan ilegal PMI dengan membentuk Satgas Sikat Sindikat yang setiap harinya berusaha untuk menyelamatkan para PMI kita dari penempatan secara non prosedural. Selain itu, kami juga gencar mensosialisasikan peluang serta prosedur kerja ke luar negeri yang aman baik melalui pertemuan langsung dengan masyarakat maupun melalui informasi grafis di media sosial agar masyarakat paham bagaimana cara kerja keluar negeri dengan benar dan prosedural” jelas Achmad.

Achmad juga menambahkan bahwa sinergi antara BP2MI dan pemerintah daerah khususnya Disnaker akan lebih memaksimalkan program pelindungan PMI yang dimaksud. “Sinergi antara BP2MI dan Pemda pastinya akan memaksimalkan program pelindungan bagi PMI karena BP2MI tidak bisa kerja sendiri, haruslah didukung oleh Pemda agar sindikat-sindikat yang selama ini menempatkan para pemuda kita secara ilegal bisa kita berantas sama-sama” tutup Achmad. (*/sisco)




Kunjungi UPT BP2MI Manado, Disnaker Kabupaten Pohuwato Bahas Kerjasama Perlindungan Pekerja Migran Indonesia

Manado,GN-  UPT BP2MI Manado Jumat (19/11/2021) dikunjungi oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pohuwato Gorontalo. Rombongan yang dipimpin oleh Sekretaris Dinas Fatma Katili disambut dengan antusias oleh Kepala UPT BP2MI Manado Hendra Makalalag.

Menurut Hendra, Disnaker Pohuwato datang secara khusus ke UPT yang ia pimpin untuk membahas mengenai rencana kerjasama antara Pemda Pohuwato dengan BP2MI. “Ibu Sek (Sekretaris Dinas) ingin membahas mengenai rencana kerjasama dalam bidang pelindungan pekerja migran Indonesia (PMI) yang akan dilakukan antara Pemda Pohuwato dengan BP2MI. Mudah-mudahan dapat terealisasi dalam waktu dekat untuk itu kunjungan ini adalah koordinasi awal dari kedua belah pihak” tegas Hendra.

Hendra menambahkan bahwa saat ini peluang kerja ke luar negeri terbuka lebar dan Pemda Pohuwato ingin memanfaatkan momen yang ada.
“Seperti yang kita ketahui saat ini peluang kerja ke luar negeri terbuka lebar untuk Indonesia khususnya ke negara-negara Asia seperti Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Singapura, Malaysia, dan Hongkong. Tidak hanya itu, peluang ke negara-negara Eropa juga mulai terbuka seperti ke Jerman, Polandia, Norwegia, dan masih banyak lagi. Nah, Disnaker Pohuwato ingin memanfaatkan peluang kerja ini untuk menempatkan pemuda asal daerahnya agar dapat membantu pemda mengurangi pengangguran dan menambah pemasukan lewat remitansi” jelas Hendra.

Dalam pertemuan ini Hendra juga sedikit menyinggung mengenai pendidikan dan pelatihan kerja bagi calon pekerja migran Indonesia seperti yang diamanahkan oleh UU Nomor 18 Tahun 2017 pasal 41. “ Dalam UU nomor 18 tahun 2017 pasal 41 dengan jelas menyebutkan bahwa pendidikan dan pelatihan calon pekerja migran Indonesia menjadi tugas dan tanggung jawab dari pemerintah daerah. Untuk itu dengan adanya kunjungan ini, kami berharap agar amanah UU nomor 18 tahun 2017 ini dapat segera diwujudkan dengan kerjasama antara pemda Pohuwato dan BP2MI” kata Hendra.

Ditemui di kantor UPT BP2MI Manado, Fatma Katili selaku Sekretaris Disnaker Pohuwato mengatakan bahwa pihaknya ingin segera mewujudkan kerjasama dengan BP2MI dalam hal pelindungan PMI. “Kami berharap agar rencana kerjasama yang telah di inisiasi bisa secepatnya terlaksana. Sebagai langkah awal kami meminta agar UPT BP2MI Manado dapat bersinergi dengan kami dalam mensosialisasikan peluang kerja ke luar negeri ke hadapan masyarakat Kabupaten Pohuwato. Mudah-mudahan tahun depan kita bisa mulai program sosialisasi ini” tutup Fatma. (sisco/*)




UPT BP2MI Manado sosialisasikan peluang kerja ke luar negeri di Kabupaten Bolsel

Manado,GN- UPT BP2MI Manado, Kamis (18/11/2021) menggelar sosialisasi peluang kerja ke luar negeri di hadapan 150 peserta di Desa Milangodaa Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel).

Hadir dalam kesempatan ini Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemda Bolsel Mohammad Suja Alamri, Kepala UPT BP2MI Manado Hendra Makalalag dan Kadisnakertrans PM, dan PTSP Pemda Bolsel Arsalan Makalalag yang juga turut menyampaikan materi tentang ketenagakerjaan.

Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Pemda Bolsel yang diwakili oleh Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Mohammad Suja Alamri yang menyampaikan apresiasinya kepada UPT BP2MI Manado.
“Dalam kesempatan ini saya ingin mengapresiasi UPT BP2MI Manado yang telah memilih Bolsel sebagai tempat sosialisasi peluang kerja ke luar negeri. Mohon sampaikan juga salam hormat saya untuk bapak Benny Rhamdani Kepala BP2MI atas kepeduliannya terhadap daerah terutama Sulawesi Utara dan lebih khususnya Bolaang Mongondow Raya terkait penyiapan CPMI dan PMI” kata Mohammad.

Kepala UPT BP2MI Manado Hendra Makalalag menyampaikan bahwa kesempatan sosialisasi kali ini adalah kesempatan yang sangat baik untuk menginformasikan berbagai peluang kerja ke luar negeri ke hadapan masyarakat Bolsel.

“Kesempatan sosialisasi ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk menginformasikan peluang kerja ke luar negeri secara prosedural karena melalui kesempatan kali ini kami bisa menjabarkan secara jelas mengenai cara bekerja ke luar negeri utamanya ke Jepang agar masyarakat Sulawesi Utara khususnya Bolaang Mongondow Selatan bisa mendapatkan gambaran sehingga tertarik dan berminat untuk kerja ke luar negeri,” ungkap Hendra.

Lebih lanjut Hendra menyebutkan bahwa peluang kerja ke luar negeri adalah salah satu cara yang efektif untuk membantu pemerintah daerah mengurangi pengangguran. “Kerja ke luar negeri merupakan peluang yang sangat baik dan juga cara yang efektif untuk mengurangi pengangguran. Untuk itu sebaiknya dimanfaatkan dengan sebaik mungkin karena gaji dan tunjangan yang akan didapatkan juga sangat menggiurkan.” kata Hendra.

Hendra juga menambahkan bahwa gaji yang akan didapat ketika bekerja sebagai pekerja migran di luar negeri memang cukup besar.
“Contohnya saja gaji sebagai Care Worker di Jepang melalui program SSW dan G to G yang dimulai dari angka Rp 20 jutaan/bulan. Dikurangi biaya hidup dan lain-lain para pekerja migran ini masih bisa menerima penghasilan bersih kurang lebih 12 jutaan perbulannya. Nah dengan penghasilan sebesar itu, kami harapkan para pekerja migran asal Sulawesi Utara khususnya Bolaang Mongondow Selatan dapat mensejahterakan keluarganya di Indonesia, membantu pemerintah daerah mengurangi pengangguran, serta dapat membangun daerahnya masing-masing lewat remitansi yang dikirimkan setiap bulannya” tutup Hendra.
Acara sosialisasi ini juga turut dihadiri oleh Anggota DPRD Bolaang Mongondow Selatan Jefry Djauhari dan Sangadi Milangidaa Utara Arkan Idris.(*/sisco)




Waspada Hoax! Masyarakat Di Minta Berhati-Hati Dalam Menanggapi Berita Terkait BP2MI

Manado,GN- Kepala UPT BP2MI Manado Hendra Makalalag menyampaikan keprihatinannya terkait beredarnya berita Hoax di internet dan media sosial tentang “Undangan Tahapan Seleksi dan Penetapan Penempatan Kerja oleh BP2MI“ yang saat ini sedang ramai dibicarakan oleh netizen.

Melalui rilis yang di terima media ini, Kepala UPT BP2MI Manado menyampaikan agar masyarakat berhati-hati atas berita hoax yang menyesatkan. “Hati-hati karena itu adalah berita menyesatkan” tegas Hendra.

Dia menjelaskan bahwa BP2MI tidak pernah menyelenggarakan seleksi semacam ini. “BP2MI tidak pernah menyelenggarakan seleksi semacam ini karena yang kami lakukan adalah pendaftaran untuk seleksi program penempatan G to G baik ke Jepang, Korea, dan Jerman” Jelas Hendra.

Untuk itu Hendra meminta masyarakat untuk tetap bersikap hati-hati dalam menanggapi berita hoax ini. “Masyarakat harus berhati-hati karena diluar sana banyak sekali oknum yang tidak bertanggung jawab yang ingin memanfaatkan situasi” tegas Hendra.

“Bagi masyarakat yang ingin mengetahui segala informasi mengenai Pekerja Migran Indonesia baik terkait alur, prosedur, dan update lainnya, masyarakat bisa mengaksesnya melalui website resmi BP2MI di www.bp2mi.go.id” tutup Hendra.(*/sisco)




UPT BP2MI Manado Gelar Rapat Virtual Bersama Pemkab Mitra,Bolmong Dan Bolmut

Manado,GN- UPT BP2MI Manado dan pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) serta Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Kamis, (21/10/2021) menggelar rapat virtual dalam rangka membahas kesepakatan bersama yang akan dilakukan antara pemerintah daerah ketiga kabupaten tersebut dan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

Rapat virtual yang digagas oleh UPT BP2MI Manado ini turut dihadiri Asisten I Kabupaten Minahasa Tenggara, Asisten II Kabupaten Bolaang Mongondow, Asisten I Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Biro Perencanaan dan Administrasi Kerjasama BP2MI, Biro Hukum Dan Humas BP2MI.

Kesempatan itu, kepala BP2MI Benny Rhamdani ikut menyempatkan hadir untuk menyapa seluruh peserta.

Terkait rencana penandatanganan nota kesepakatan yang akan diadakan dalam waktu dekat, kepala UPT BP2MI Manado Hendra Makalalag menyebutkan bahwa draft nota kesepakatan telah disetujui oleh seluruh pihak dalam rapat virtual ini.

“Ruang lingkup dalam Nota Kesepakatan telah disetujui oleh seluruh Pemkab dan BP2MI. Tinggal langkah-langkah teknis untuk pelaksanaan yang akan dibahas untuk dituangkan dalam Rencana Kerja” ungkap Hendra.

Lebih lanjut Hendra meyebutkan bahwa rapat pembahasan nota kesepakatan ini merupakan awal yang baik dari kerjasama sinergis lintas kelembagaan.”Rapat kali ini berhasil mencapai kesepakatan terkait draft yang nantinya akan ditandatangani oleh ketiga Pemkab dengan BP2MI sebagai bentuk implementasi pelaksanaan amanah UU No 18 tahun 2017 tentang pelindungan pekerja migran Indonesia serta sebagai bentuk kerjasama sinergis yang baik lintas kelembagaan” kata Hendra.

Dalam kesempatan yang sama, Hendra juga turut menyampaikan rencana strategis dari UPT yang Ia pimpin, khususnya terkait rencana penempatan untuk meningkatkan penempatan CPMI profesional pada beberapa jabatan yang ada di luar negeri khususnya di negara Jepang.

“Ada sekitar 14 sektor pekerjaan di Jepang yang saat ini sedang membutuhkan tenaga kerja asing. Dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan juga cukup banyak yaitu sebesar 345.150 orang yang dibagi dengan beberapa Negara Asia lain, dengan gaji mulai dari Rp. 20 jutaan per bulannya. Saat ini yang bisa diisi oleh pekerja asal Indonesia adalah di sektor perawat lansia, pertanian, industri pelayanan makanan, dan industri pengepakkan makanan dan minuman karena saat ini ke-4 industri ini yang sudah ada tesnya di Indonesia. Kedepannya 10 sektor pekerjaan yang lain juga pasti dapat diisi oleh PMI, kami tinggal menunggu tesnya dibuka di Indonesia ” tutup Hendra. (*/sisco)




UPT BP2MI Manado Gelar kegiatan pemberdayaan bagi PMI Purna dan keluarganya

Manado,GN- UPT BP2MI Manado menggelar kegiatan pemberdayaan bagi PMI Purna dan keluarganya,Senin (11/10/2021) di Kecamatan Ratahan, Kabupaten Minahasa Tenggara. Release yang di terima media ini, kegiatan tersebut digagas UPT BP2MI Manado dan dihadiri sekitar 20 peserta.
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Minahasa Tenggara Ferry Uway.

Acara yang dilaksanakan selama 4 hari kedepan, seluruh panitia dan peserta tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat dengan mengukur suhu badan sebelum masuk ke ruangan, menjaga jarak, dan memakai masker.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Minahasa Tenggara dalam sambutannya menyampaikan rasa apresiasi atas penyelenggaraan acara ini. “Terima kasih saya sampaikan kepada semua pihak khususnya UPT BP2MI Manado yang telah menggagas kegiatan pemberdayaan sehingga dapat terselenggara dengan baik di daerah kami. Kami berharap agar kerjasama yang baik ini dapat terus berlanjut demi kepentingan PMI di Sulawesi Utara” ucap Ferry.

Di tempat yang sama, kepala UPT BP2MI Manado Hendra Makalalag juga menyatakan apresiasinya terhadap seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.“Terima kasih saya ucapkan kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Minahasa Tenggara serta kepada seluruh mitra kami yang telah mendukung kegiatan kami.” kata Hendra.

Lebih lanjut, Hendra juga menyampaikan bahwa penyelenggaraan acara ini bertujuan agar PMI bisa mendapatkan ilmu untuk dapat membuka usaha baru di daerahnya masing-masing sehingga dapat membantu pemerintah setempat dalam mengurangi pengangguran.”Program pemberdayaan merupakan salah satu program perluasan kesempatan kerja yang diadakan oleh BP2MI dengan tujuan agar PMI yang telah pulang ke tanah air dapat memanfaatkan penghasilan yang sudah didapatkan di luar negeri untuk membuka peluang usaha baru di daerahnya masing-masing. Lewat program pemberdayaan, mereka akan diberikan pembekalan mengenai cara merintis usaha langsung dari pakarnya sehingga para PMI ini kelak bisa menjadi pengusaha di kampung halamannya sendiri dan membantu pemerintah setempat menekan angka pengangguran ” jelas Hendra.

Dalam kegiatan ini, UPT BP2MI Manado menghadirkan pemateri dari Disnakertrans Minahasa Tenggara, Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi, mitra UKM dan Bank BNI 46 untuk memberikan pengetahuan terkait perbankan serta pemateri dari UPT BP2MI Manado yang memberikan materi tentang edukasi keuangan. (*/sisco)




DPRD Mitra Sambangi Kantor UPT BP2MI

Manado,GN- Komisi III DPRD Minahasa Tenggara (Mitra) menyambangi kantor UPT BP2MI Manado guna persiapan MoU antara Pemkab Mitra dengan BP2MI Selasa, 29 Juni 2021. Rilis yang diterima media gemparnews.com bahwa kunjungan Komisi III DPRD Minahasa Tenggara yang dipimpin oleh Christ Rumansi melakukan kunjungan ke UPT BP2MI Manado guna persiapan MoU antara Pemkab Minahasa Tenggara dengan BP2MI.

Sementara itu, Hendra Makalalag selaku kepala UPT BP2MI Manado menyambut dengan antusias kunjungan dari rombongan yang datang. Hendra mengatakan selain sebagai persiapan penandatanganan kerjasama, Komisi III DPRD Minahasa Tenggara juga berkunjung untuk menunjukkan dukungannya akan MoU yang akan ditandatangani dalam waktu dekat ini.
“Kunjungan dari Komisi III DPRD Minahasa Tenggara ini selain untuk koordinasi persiapan MoU dengan Pemkab nanti, juga sebagai bentuk pernyataan sikap dari para wakil rakyat di Minahasa Tenggara bahwa mereka sangat mendukung pelindungan dan penempatan bagi pekerja migran asal daerahnya” jelas Hendra.

Hendra juga menyatakan bahwa kunjungan ini pastinya akan membawa dampak positif bagi pemuda daerah Minahasa Tenggara yang berminat untuk bekerja ke luar negeri.“Peluang kerja ke luar negeri itu sebenarnya banyak dan terbuka lebar, namun ada beberapa hal yang menjadi kendala antara lain bahasa dan kemampuan atau skill yang diminta oleh pemberi kerja di negara tujuan penempatan. Kunjungan komisi III DPRD ini merupakan wujud keberpihakkan wakil rakyat, untuk mensupport pemkab agar melaksanakan amanat UU No 18 Tahun 2017 untuk menanggung biaya pendidikan dan pelatihan calon pekerja migran asal daerahnya agar pemuda dari Mitra dapat dilatih sehingga bisa memenuhi kualifikasi yang diminta oleh pemberi kerja.” terang Hendra.

Dalam pertemuan dengan komisi III DPRD Minahasa Tenggara ini, Hendra menjelaskan tentang program SSW ke Jepang sebagai peluang kerja ke luar negeri yang sedang membutuhkan banyak tenaga terampil di 14 sektor pekerjaan dengan gaji mulai dari 20 jutaan per bulan. Sampai saat ini peminatan terhadap peluang kerja ke Jepang di Sulawesi Utara sangat tinggi. Hal ini tentu menggembirakan bagi generasi muda Sulut khususnya yang ada di kab/kota. Potensi calon pekerja migran Indonesia yg ada di daerah akan disupport oleh Pemda melalui APBD sebagaimana yang diamanahkan oleh UU 18 Tahun 2017 pasal 41.

Ditempat yang sama, Christ Rumansi mengatakan bahwa Komisi III DPRD Mitra siap untuk mendukung MoU antara pemkab dan BP2MI. “Tentu saja kami akan mendukung MoU ini baik dari sisi anggaran hingga pengawalan pelaksanaan di lapangan nanti agar dana yang dikeluarkan tepat sasaran” kata Christ.

Lebih lanjut Christ juga menyatakan akan terus melibatkan BP2MI dalam proses penyiapan calon pekerja migran asal Minahasa Tenggara. “Pelaksanaan pengawasan dan pemantauan jalannya penyiapan calon pekerja migran akan kami lakukan secara rutin tentu saja dengan melibatkan UPT BP2MI Manado selaku perwakilan BP2MI di Sulawesi Utara” tandasnya. (sisco/*)




Silaturahmi Dengan Walikota Kota Manado, UPT BP2MI Manado Paparkan Peluang Kerja Ke Luar Negeri

Manado,GN- UPT BP2MI Manado mengadakan kunjungan silaturahmi ke Walikota Kota Manado Andrei Angouw pada Senin tanggal 24 Mei 2021. Dalam kesempatan ini, Kepala UPT BP2MI Manado Hendra Makalalag memaparkan mengenai peluang kerja ke luar negeri khususnya program penempatan ke Jepang melalui program G to G dan Specified Skilled Worker (SSW) yang kini sedang membutuhkan sekitar 345 ribu pekerja asing untuk ditempatkan di 14 sektor pekerjaan di Jepang.

Kepala UPTD BP2MI Manado Hendra Makalag Silahturahmi Dengan Walikota Manado (foto : ist)

“Jepang saat ini sedang membuka peluang kerja di 14 sektor pekerjaan dan membutuhkan kurang lebih 345 ribu pekerja untuk mengisi kekosongan pekerjaan akibat adanya defisit tenaga kerja dan populasi yang menua. Namun untuk Indonesia baru ada 4 sektor yang bisa dilamar yaitu sektor pertanian, perawat lansia, industri layanan makanan, dan  industri manufaktur produk makanan dan minuman” jelas Hendra.

“Peluang ini sebaiknya dimanfaatkan oleh pemuda kota Manado karena dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat kota Manado dan utamanya membantu pemerintah kota dalam mengurangi jumlah pengangguran” kata Hendra.

Lebih lanjut Hendra menjelaskan bahwa persyaratan utama untuk bekerja ke Jepang melalui program SSW cukup mudah “Persyaratannya tidak ribet, minimal berusia 18 tahun, pendidikan minimal SMA/SMK, wajib memiliki kemampuan berbahasa Jepang setara N4 dan memiliki sertifikat skill sesuai dengan sektor yang dilamar. Untuk pendidikan dan pelatihan sudah ada beberapa lembaga yang bisa memfasilitasi, namun pelatihan tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit” kata Hendra.

“Untuk itu UPT BP2MI Manado mengadakan silaturahmi dengan Walikota Kota Manado agar dapat memfasilitasi pelatihan dan pendidikan bagi calon pekerja asal daerahnya karena hal tersebut sesuai dengan tugas dan tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota yang tercantum dalam UU nomor 18 tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia” jelas Hendra.

Sementara itu, Walikota Kota Manado menyambut baik kunjungan ini dan akan menganggarkan dana pendidikan dan pelatihan bagi Calon Pekerja Migran Indonesial (CPMI) asal Kota Manado pada APBD tahun 2022. “Program penempatan CPMI ke luar negeri khususnya ke Jepang merupakan program yang sangat bermanfaat bagi kota manado karena selain dapat membantu menambah penghasilan daerah, program ini juga pastinya akan membantu mengurangi tingkat pengangguran di kota Manado” jelas Andrei.

Untuk menunjukkan komitmennya, Andrei mengatakan akan menandatangani nota kesepahaman dengan BP2MI dalam waktu dekat ini. “Sebagai wujud komitmen dari Pemkot Kota Manado, serta untuk menjalankan apa yang diamanahkan oleh UU nomor 18 tahun 2017, maka dalam waktu dekat Pemkot Kota Manado akan menandatangani MoU dengan BP2MI” tegas Andrei.

Sebagai penutup, Hendra Makalalag menyampaikan bahwa pihaknya siap untuk memfasilitasi perjanjian kerja sama antara BP2MI dengan Walkota Kota Manado untuk bersama-sama mewujudkan penempatan PMI formal asal Manado ke Jepang. “Draft pejanjian akan segera dibicarakan antara tim BP2MI dan Pemkot Kota Manado sehingga penandatanganan MoU dapat segera terealisasi” tutup Hendra. (*/sisco)




Makalalag : Pengiriman PM Salah Satu Solusi Mengurangi Pengangguran Di Sulut

Sulut,GN- Pekerja Migran (PM) merupakan penyumbang devisa besar bagi negara maupun daerah. Sesuai dengan data yang ada sejak tahun 2017 hingga 2020, ribuan Pekerja Migran asal Sulawesi Utara (Sulut) tersebar di beberapa negara. Pekerja Migran memberikan banyak sumbangsi bagi daerah khususnya Sulawesi Utara.

Kepala UPTD BP2MI Sulut Hendra Makalalag ( foto : gemparnews.com)

 

Hal ini di sampaikan oleh Kepala UPTD BP2MI Sulut Hendra Makalalag kepada awak media gemparnews.com ketika di temui diruangan kerjanya Rabu, (27/01/2021).
” Bayangkan jika ribuan Pekerja Migran ini dalam sebulan mengirimkan uang ke daerah untuk keluarganya,tidak sedikit pemasukan devisa untuk daerah karena banyak uang yang beredar,” jelas Makalalag.

Sementara pengangguran di Sulut lanjut Makalalag sesuai dengan data BPS pengangguran di tingkat sarjana, diploma II,III dan S1 sekitar tiga puluh satu ribu lebih sedangkan di tingkat SLA sebanyak tujuh puluhan ribu pengangguran di Sulawesi Utara. Dan sejak tahun kemarin di masa pandemi banyak yang di PHK dan juga di rumahkan.” Pengangguran menjadi banyak dan meningkat. Nah solusinya seperti apa?. Harus menjadi Pekerja Migran di luar negeri,” ungkapnya.

Data Pekerja Migran Asal Sulut Tahun 2017 - 2020 (foto : ist)

Dia berharap koordinasi dengan pemerintah daerah di Sulut sekiranya dapat terjalin dengan baik. ” Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah,untuk dapat dianggarkan dalam anggaran pendapatan belanja daerah. Sebab ini salah satu langkah dan solusi mengurangi tingkat pengangguran,” terangnya.

Disamping itu, BP2MI Sulut telah melakukan langkah dan terobosan yakni melakukan sosialisasi ke beberapa kabupaten dan kota di sulut. “Sasaran kami adalah sekolah lanjutan atas dimana sosialisasi yang lakukan bagi siswa kelas tiga. Karena pada saat mereka lulus nanti usianya sudah mencapai 18 tahun dan itu adalah usia produktif untuk bekerja. Juga kami melakukan sosialisasi kepada beberapa sekolah maritim termasuk Politeknik kelautan,politeknik di Minsel dan juga Politeknik di Nusa Utara,” tutupnya. (sisco)