BP2MI Sulut selenggarakan wawancara program G to G Jerman

Sulut,GN- BP2MI Sulawesi Utara (Sulut) Kamis, 3-4 Agustus 2022 menyelenggarakan wawancara dalam rangka seleksi kandidat program kerja G to G Jerman tahun 2022.

Kepala BP2MI sulut Hendra Makalalag mengatakan bahwa proses wawancara ini dilaksanakan selama 2 hari dengan jumlah peserta sebanyak 18 orang.

“Tanggal 3 – 4 Agustus, BP2MI Sulut melaksanakan proses wawancara program G to G Jerman bagi 18 kandidat yang sudah lulus verifikasi dokumen di kami. Wawancara dilakukan secara online untuk mencari kandidat terbaik yang nantinya akan ditempatkan untuk bekerja sebagai perawat di Jerman,” kata Hendra.

Hendra menambahkan bahwa wawancara dilakukan langsung oleh pihak Bundesagentur fuer Arbeit (BA) Jerman.

“Wawancara hari ini dilakukan secara online dengan pihak dari badan ketenagakerjaan Jerman atau Bundesagentur fuer Arbeit (BA). Jadi mereka yang turun tangan langsung mewawancarai semua kandidat untuk benar-benar menseleksi siapa-siapa yang nantinya akan lolos dan bekerja disana” jelas Hendra.

Menurut Hendra program G to G Jerman ini adalah yang kedua kalinya diselenggarakan oleh BP2MI. “ ini adalah tahun kedua BP2MI mengadakan program G to G Jerman dan setiap tahun, peminatnya selalu membludak. Tahun lalu dari Sulut hanya 4 orang yang melamar tapi tahun ini ada 18 orang. Alhamdulilah semuanya lolos verifikasi dokumen jadi dua hari ini mereka semua hadir untuk wawancara dengan pihak Jerman. Saya sangat berharap semua diterima di program ini karena peluang kerja ke Jerman langka dan fasilitas yang ditawarkan juga sangat menggiurkan,” terangnya.

“Tahun depan rencananya program ini akan dibuka kembali, untuk itu saya berharap kandidat dari Sulut bisa bertambah dan bisa diterima untuk bekerja di Jerman” tutup Hendra. (sisco/*)




UPT BP2MI SulutGo Verifikasi Berkas Program G to G Jerman

Manado,GN –UPT BP2MI SulutGo ( 20-21 Juni 2022) melakukan verifikasi berkas program G to G Jerman di kantor UPT Kegiatan verifikasi ini merupakan kelanjutan dari program G to G Jerman yang dibuka mulai tanggal 12 Mei – 15 Juni 2022 yang lalu.

Hendra Makalalag selaku kepala UPT BP2MI SulutGo menyebutkan bahwa total pelamar dari Provinsi Sulut dan Gorontalo tercatat ada 19 orang.

“Tahun ini pelamar dari Sulut dan Gorontalo mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Tahun lalu hanya ada 4 pelamar pada program ini namun tahun ini Alhamdulilah ada 19 orang yang melamar dari Sulut 15 orang dari Gorontalo 4 orang” jelas Hendra ketika dihubungi awak media melalui telephone selularnya.

Hendra menambahkan peningkatan jumlah pendaftar yang cukup tinggi ini disebabkan karena sosialisasi yang masif yang dilakukan oleh UPT yang Dia pimpin.

“UPT kami gencar melakukan sosialisasi dan promosi program ini baik melalui media massa dan media sosial. Untuk itu peningkatannya memang cukup signifikan” kata Hendra.

Lebih lanjut Hendra menyebutkan setelah proses verifikasi berkas, para pelamar akan mengikuti tahapan wawancara dengan pihak Jerman.

“Setelah proses verifikasi berkas, para peserta akan menjalani proses wawancara dengan pihak Jerman yang akan dilakukan secara online. Wawancara rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 25 Juli hingga 5 Agustus 2022” tambah Hendra.

“Tahun ini Jerman akan menerima sekitar 300 orang untuk ditempatkan di 8 posisi yang kekurangan tenaga medis yaitu pada Unit Perawatan Intensif, Perawatan Geriatri/ Panti Asuhan/ Perawatan lansia, Bangsal Umum, Bangsal Medis dan Bedah, Ruang Operasi, Neurologi, Ortopedi dan bidang terkait, Psikiatri, Bangsal Anak dan Neonatal dengan gaji yang cukup besar yaitu sebesar  € 2.300 atau Rp. 38.865.566,31 (kotor/ nilai kurs 1 Euro x Rp.16.898,07) Kemudian nanti kalau mereka lulus uji penyetaraan, gaji yang diberikan sebesar €2.800 atau Rp.47.314.602,47 (kotor/nilai kurs 1 Euro x Rp.16898,07) dengan pajak penghasilan sebesar 30%. Saya berharap pemuda daerah Sulut dan Gorontalo bisa diterima semua karena pastinya akan meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka dan daerah kita juga” tutup Hendra. (*/sisco)




DPW PPNI Provinsi Sulut Kunjungi UPT BP2MI SulutGo

Manado,GN- Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Persatuan Perawat Nasional Indoneia (PPNI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) melakukan kunjungan ke kantor UPT BP2MI SulutGo, Selasa (14/6/2022) melakukan audiensi.

Hadir dalam kunjungan ini Wakil Ketua Divisi Hubungan Antar Lembaga PPNI Sulut Joike James Lumatauw beserta tim dan diterima langsung oleh Kepala UPT BP2MI SulutGo Hendra Makalalag.

Menurut Hendra kunjungan dari PPNI Sulut kali ini ingin membahas mengenai penyiapan calon pekerja migran Indonesia khususnya pada jabatan di sektor kesehatan.

“Kedatangan PPNI kali ini ingin berkoordinasi dengan BP2MI terkait rencana kerjasama dengan BP2MI dan juag terkait penyiapan CPMI pada sektor kesehatan. Seperti yang diketahui, BP2MI saat ini sedang membuka lebar peluang kerja ke luar negeri melalui beberapa program yaitu mulai dari program G to G, SSW maupun penempatan melalui perusahaan penempatan berizin yang rata-rata banyak membuka lowongan pada jabatan Nurse dan Care Worker. Negara-negara penempatan yang membuka peluang ini juga terbilang sangat mumpuni. Ada Jerman, Jepang, bahkan Arab Saudi dan negara-negara lain di kawasan Asia Pasifik” jelas Hendra.

Hendra menambahkan lembaga PPNI sangat antusias mengetahui bahwa ada banyak lowongan pekerjaan dibidang kesehatan yang terbuka lebar.

“PPNI sangat antusias mengetahui bahwa ternyata banyak program penempatan untuk jabatan di bidang kesehatan. Apalagi gaji yang ditawarkan juga terbilang sangat besar untuk ukuran Indonesia yaitu mulai dari angka 20 jutaan hingga 40 jutaan/ bulannya. Hal ini karena anggota mereka terbilang cukup banyak sehingga mereka berharap dapat menempatkan anggota mereka dalam jabatan-jabatan ini diluar negeri sana” kata Hendra.

Wakil Ketua Divisi Hubungan Antar Lembaga PPNI Sulut Joike James Lumatauw menyebutkan bahwa pihaknya sangat antusias akan beberapa peluang kerja ke luar negeri yang disampaikan oleh kepala UPT BP2MI SulutGo.

“Kami sangat antusias mendengar penyampaian pak kepala UPT tadi. Ternyata jabatan di bidang kesehatan banyak sekali dibutuhkan di luar negeri. Untuk itu dalam waktu dekat kami akan mengundang UPT BP2MI SulutGo untuk rapat koordinasi dengan Dewan Perwakilan Daerah PPNI di 15 Kab/Kota yang ada di Sulut untuk membahas rencana kerja kedepannya,” terang Joike.

“Kami berharap kerjasama yang akan dijalin PPNI Prov. Sulut dengan BP2MI akan menghasilkan sinergi yang positif karena anggota kami banyak sekali dan kalau mereka mendengar info tentang peluang kerja di luar negeri pasti mereka akan antusias untuk mendaftar karena saya tahu gaji kerja di luar negeri sangat besar dan bisa membantu mereka mensejahterakan ekonomi keluarganya” tutupnya. (*/sisco)




BP2MI Segera teken MoU Dengan Pemkot Gorontalo

Manado,GN- Dinas tenaga Kerja, Koperasi dan UMKM Kota Gorontalo mengunjungi kantor UPT BP2MI SulutGo, Senin, (13/6/2022). Kunjungan tersebut dalam rangka pembahasan rencana penandatanganan MoU antara Pemkot Gorontalo dan BP2MI yang akan segera diselenggarakan.

Kepala UPT BP2MI SulutGo Hendra Makalalag menyebutkan bahwa rencana MoU akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat ini.

“Rencananya dalam waktu dekat Pemkot Gorontalo dan BP2MI akan segera tandatangan MoU terkait pelindungan pekerja migran Indonesia (PMI). Hal ini tentu saja merupakan hal yang sangat positif karena artinya pemerintah daerah mulai melaksanakan apa yang diamanatkan oleh UU Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia khususnya pasal 41 mengenai tugas dan tanggung jawab pemerintah kabupaten dan kota” kata Hendra.

Lebih lanjut, Hendra menyebutkan selain membahas tentang MoU, kunjungan dari Disnaker Kota Gorontalo hari ini juga membahas tentang rencana kerja kedepannya antara BP2MI dan Pemkot Gorontalo.

“Hari ini juga kami sekalian membahas mengenai rencana kerja kedepan antara Pemkot Gorontalo dan BP2MI sekalian juga UPT menginformasikan beberapa lowongan pekerjaan yang saat ini mulai terbuka lebar seiring dengan dibukanya beberapa negara penempatan agar kedepannya BP2MI melalui UPT dapat bersinergi positif dalam hal penempatan dan pelindungan PMI asal Kota Gorontalo” jelas Hendra.

Sementara, Kepala Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan UMKM Kota Gorontalo Nikson Rahman menjelaskan terkait penandatanganan MoU ini merupakan bukti keseriusan pemkot Gorontalo untuk menjalankan amanat UU Nomor 18 tahun 2017. “Hari ini kami mengunjungi UPT BP2MI SulutGo atas perintah langsung dari Walikota untuk segera menindak lanjuti rencana penandatanganan MoU dengan BP2MI. Mudah-mudahan akan segera terlaksana karena manfaat penandantanganan MoU ini akan sangat berdampak pada kesejahteraan masyarakat kota Gorontalo” tutup Nikson.

Hadir dalam kunjungan ini Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UMKM Kota Gorontalo Nikson Rahman didampingi oleh Sekretaris Dinas, Kepala Bidang penempatan dan Kepala Seksi Penempatan Pemkot Gorontalo. (*/sisco)




BP2MI perpanjang pendaftaran kerja ke Jerman hingga 15 Juni 2022

Manado,GN- Peluang kerja sebagai Nurse di Jerman melalui program Government to Government diperpanjang waktu pendaftarannya hinggal 15 Juni 2022. Hal ini diungkapkan oleh kepala UPT BP2MI SulutGo Hendra Makalalag hari ini tanggal 10 Juni 2022.

Kepala BP2MI Manado Hendra Makalalag (foto: ist)

“Jadi karena peminatnya masih banyak, maka BP2MI akhirnya memperpanjang waktu pendaftaran program G to G Jerman sampai nanti tanggal 15 Juni jam 23.59. Kami berharap jumlah pendaftar dari Sulut juga akan terus bertambah karena peluang kerja ini sangat bagus dan sebaiknya dimanfaatkan oleh putra daerah” kata Hendra.

Hendra menambahkan bahwa persyaratan yang dibutuhkan cukup mudah.

“Iya persyaratan kerja di Jerman sebagai perawat sebenarnya cukup mudah yaitu Warga Negara Indonesia dan Penduduk tetap Indonesia, berusia minimal 18 Tahun (per tanggal 12 Mei 2022), lulusan dari Lembaga Pendidikan Keperawatan yang terakreditasi dengan memegang gelar Pendidikan D3 Keperawatan atau D4 Keperawatan atau S1 Keperawatan, Memiliki Sertifikat Registrasi Perawat – STR (Surat Tanda Registrasi) Perawat dari Konsil Tenaga Kesehatan Indonesia (KTKI) yang masih berlaku per 9 Juni 2022;dan memiliki dokumen yang dipersyaratkan” tegas Hendra.

“Untuk persyaratan bahasa tidak menjadi syarat mutlak karena nanti apabila kandidat lulus seleksi pasti akan mengikuti pelatihan bahasa Jerman di Bandung dan di Jerman” tambah Hendra lagi.

Hendra menyebutkan bahwa Jerman membutuhkan sekitar 300 perawat untuk ditempatkan pada 8 posisi yang kini kekurangan tenaga medis.

“Ada sekitar 300 perawat yang dibutuhkan untuk ditempatkan di 8 posisi yang kekurangan tenaga medis yaitu pada Unit Perawatan Intensif, Perawatan Geriatri/ Panti Asuhan/ Perawatan lansia, Bangsal Umum, Bangsal Medis dan Bedah, Ruang Operasi, Neurologi, Ortopedi dan bidang terkait, Psikiatri, Bangsal Anak dan Neonatal dengan gaji yang cukup besar yaitu sebesar  € 2.300 atau Rp. 38.865.566,31 (kotor/ nilai kurs 1 Euro x Rp.16.898,07) Kemudian nanti kalau mereka lulus uji penyetaraan, gaji yang diberikan sebesar €2.800 atau Rp.47.314.602,47 (kotor/nilai kurs 1 Euro x Rp.16898,07) dengan pajak penghasilan sebesar 30%” jelas Hendra.

“Bagi yang tertarik ingin mendaftar silakan akses: https://siskop2mi.bp2mi.go.id/ dan mengunggah semua dokumen yang dibutuhkan disitu. Pokoknya kami tunggu sampai tanggal 15 Juni 2022” tutup Hendra. (*/sisco)




Pengentasan Pengangguran, Peningkatan Perekonomian Masyarakat! Sekprov Apresiasi Program Kerja BP2MI Sulawesi Utara dan Gorotalo

Manado,GN- Kepala BP2MI Sulawesi Utara dan Gorontalo Hendra T. Makalalag, S.I.P, Rabu,  (27 April 2022) melakukan Audiensi dengan Sekretaris Provinsi Sulawesi Utara Asiano Gemmy Kawatu didampingi oleh Staf Ahli Gubernur Ir. Haerfey Sendoh dan Kepala Biro Administrasi Pimpinan Abdullah Mokoginta, SE, M.Si.

Pada kesempatan tersebut Kepala BP2MI SulutGo menyampaikan berbagai peluang bekerja ke Luar Negeri untuk menjadi Pekerja Migran Indonesia sampai dengan Program yang sudah mulai dirintis oleh BP2MI. “Peluang kerja ke Jepang, Korea dan Jerman dengan Skema G to G, Jepang dengan Skema SSW sampai Negara tujuan Inggris Raya merupakan Peluang yang harus diambil CPMI asal Sulawesi Utara, dimana Negara-negara tersebut menerapkan Perlindungan yang memadai bagi para Pekerja Asing serta Upah yang terbilang cukup besar” ujar Hendra Makalalag.

Dan dalam rangka menunjang Tahun 2022 sebagai Tahun Penempatan maka BP2MI SulutGo juga sudah Mengusulkan untuk Pelaksanaan Test Bahasa Jepang diadakan di Manado dan telah disetujui oleh Atase Ketenagakerjaan Jepang Mr. Sasaki Hiroki pada Kunjungan beliau ke Sulawesi Utara. Selain itu, Kepala BP2MI Bapak Benny Rhamdani telah menunjuk Manado sebagai pusat pelaksanaan Verifikasi Dokumen bagi CPMI program G to G Korea tahun 2022 untuk Wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan.

Sekprov mengapresiasi Kinerja BP2MI SulutGo dalam melayani masyarakat Sulawesi Utara melalui Proses Penempatan dan Perlindungan PMI. “Apresiasi Program BP2MI sangatlah membantu Pemerintah Daerah dalam rangka Pengentasan Pengangguran dan Peningkatan Perekonomian dan hal ini harus ditangkap”
“Diharapkan kedepannya dapat ditingkatkan, Kerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja maupun Dinas Sosial dalam agar Penanganan CPMI maupun PMI lebih Optimal lagi serta Potensi Lulusan Perguruan Tinggi seperti Politeknik Nusa Utara, Politeknik Manado dan lainnya untuk dapat menjadi PMI” lanjut Sekprov.

“Kami juga telah mencanangkan untuk pelatihan CPMI oleh LPK maupun P3MI untuk memberikan Materi Pariwisata Sulawesi Utara bagi para CPMI sehingga diharapkan mereka dapat mempromosikan potensi wisata yang ada di Sulawesi Utara sebagai Duta Wisata” tutup Hendra.(*/sisco)




Menyusul 10 Pemkab Di Sulut, Bupati Minsel Segera Teken Kerjasama Dengan BP2MI

Minsel,GN- UPT BP2MI Manado pimpinan Hendra Makalalag mengadakan pertemuan dengan Bupati Minahasa Selatan (Minsel) Franky Donny Wongkar Rabu,16 Maret 2022.

Dalam pertemuan ini, Hendra memaparkan tentang peluang kerja ke luar negeri terutama ke Jepang dan Jerman sebagai perawat dan perawat lansia melalui program G to G dan Specified Skilled Worker (SSW) yang kini dibuka dan bisa dimanfaatkan oleh putra daerah Minsel. “Peluang kerja ini sepatutnya dimanfaatkan oleh putra-putri Minsel karena dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat Minahasa Selatan dan dapat membantu pemerintah untuk meningkatkan pendapatan daerah melalui remitansi yang akan dikirimkan oleh para pekerja migran ini, karena gaji yang ditawarkan oleh kedua negara ini sangat menggiurkan. Yaitu mulai dari Rp. 21 jutaan untuk Jepang dan mulai dari Rp 38 jutaan untuk Jerman” tukas Hendra.

Selain itu Hendra juga turut mensosialisasikan perihal tugas dan tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota yang tercantum dalam UU nomor 18 tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

Untuk saat ini di Sulawesi Utara sudah ada beberapa lembaga yang bisa memfasilitasi pendidikan dan pelatihan bahasa dan skill ini, namun pelatihan tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit. “Untuk itu UPT BP2MI Manado mengadakan dialog dengan Bupati Minsel agar dapat memfasilitasi pelatihan dan pendidikan bagi calon pekerja asal daerahnya sesuai dengan yang diamanatkan oleh UU nomor 18 tahun 2017,” jelas Hendra.

Sementara itu, Bupati Minahasa Selatan menyambut baik kunjungan ini dan berkomitmen untuk melaksanakan amanat UU Nomor 18 Tahun 2017 dan akan menganggarkan dana pendidikan dan pelatihan bagi Calon Pekerja Migran Indonesial (CPMI) asal Minsel pada APBD perubahan tahun ini atau tahun 2023.
“Peluang kerja ke luar negeri merupakan peluang yang sangat bermanfaat bagi daerah Minsel karena selain dapat membantu menambah penghasilan daerah, pekuang ini juga pastinya akan membantu mengurangi tingkat pengangguran di daerah kami.” kata Wongkar.

Sebelum mengakhiri silaturahmi, Hendra Makalalag menyampaikan bahwa pihaknya siap untuk memfasilitasi perjanjian kerja sama antara BP2MI dengan Bupati Minahasa Selatan untuk bersama-sama mewujudkan penempatan PMI asal Minsel ke luar negeri.  “UPT BP2MI Manado akan memfasilitasi perjanjian kerjasama ini, sebagai wujud komitmen kami bersama dengan Bupati Minsel untuk menempatkan PMI asal Minsel pada pekerjaan terampil dan professional di luar negeri” tutup Hendra. (*/sisco)




Tingkatkan Kualitas CPMI Asal Sulut, BP2MI Bakal Kerjasama Dengan Institusi Pendidikan

Manado,GN- UPT BP2MI Manado Senin, (13/12/2021) menyelenggarakan rapat koordinasi dengan beberapa institusi pendidikan di Sulawesi Utara dalam rangka pembahasan peningkatan kualitas SDM CPMI/PMI asal Sulut.

Dalam sambutannya, kepala UPT BP2MI Manado Hendra Makalalag menyebutkan bahwa rapat koordinasi yang diadakan hari ini adalah langkah awal persiapan kerjasama yang akan digalang oleh BP2MI dengan institusi pendidikan di Sulut.

“Hari ini kami mengundang beberapa Institusi Pendidikan yang ada di wilayah Sulawesi Utara untuk membicarakan poin-poin yang nantinya akan dibawa pada nota kesepakatan yang akan segera ditandatangani” tukas Hendra.

Lebih lanjut Hendra menyebutkan bahwa saat ini jumlah peluang kerja ke luar negeri untuk pekerja asal Indonesia sedang terbuka lebar.

“Saat ini lowongan kerja ke Jepang dan Jerman sedang terbuka lebar. Khususnya Jepang yang memiliki kuota lowongan sebanyak kurang lebih 70.000 posisi untuk tenaga kesehatan harus segera dimanfaatkan oleh pemerintah untuk ditempati oleh pekerja migran asal Indonesia. Untuk itu UPT BP2MI Manado selaku perpanjangan tangan dari BP2MI pusat ingin melibatkan intitusi pendidikan di Sulut dalam hal pengembangan sumber daya manusia khususnya calon pekerja migran Indonesia (CPMI), untuk membekali mereka dengan keterampilan sesuai dengan kebutuhan lowongan pekerjaan di negara tujuan penempatan” jelas Hendra.

Hendra juga menambahkan bahwa pendidikan dan pelatihan CPMI adalah kunci awal penting ketika akan ditempatkan sebagai pekerja migran di negara asing.

“Kuota memang banyak namun setiap negara penempatan juga memiliki beberapa persyaratan bagi pekerja yang akan menduduki posisi yang lowong tersebut. Contohnya Jepang yang mensyaratkan setiap pekerja yang ingin bekerja di negaranya wajib memiliki sertifikat kemampuan bahasa dan skill sesuai dengan bidang yang dilamar. Jadi kerjasama dengan institusi pendidikan adalah salah satu hal yang krusial dalam hal penyiapan calon pekerja migran” tutup Hendra.

Adapun perguruan tinggi yang hadir dalam rapat koordinasi antara lain UNPI Manado, Politeknik Kesehatan Manado dan Akper Rumkit Tkt. III Manado. (*/sisco)




Kabupaten Pohuwato Siap Kolaborasi Dengan BP2MI

Gorontalo,GN- Kepala UPT BP2MI Manado Hendra Makalalag  Jumat, (10/12/2021) bersilaturahmi ke Wakil Bupati Kabupaten Pohuwato Suharsi Igirisa.

Melalui rilis resmi yang di terima media ini, Hendra menyampaikan tentang peluang kerja ke luar negeri khususnya peluang sebagai perawat dan perawat lansia di Jepang dan Jerman serta peluang sebagai pekerja migran formal di beberapa negara lain seperti Korea Selatan, Taiwan, Polandia, Norwegia, Australia dan beberapa negara di jazirah Arab.

“Saat ini Jepang dan Jerman sedang membutuhkan banyak pekerja khususnya pekerja di bidang kesehatan untuk ditempatkan sebagai perawat dan perawat lansia atau care worker. Gaji yang ditawarkan pun sangat fantastis. Untuk Jepang sendiri gajinya mulai dari Rp. 20 juta/bulan dan Jerman lebih besar lagi yaitu sekitar 38 juta/bulan. Untuk itu sebaiknya peluang yang sangat baik ini harus segera diambil oleh putra daerah ” Kata Hendra saat melakukan kunjungannya.

Dalam kesempatan yang sama, Hendra juga menyampaikan perihal amanat Undang-Undang Nomor 18 tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, khususnya pasal 41. Di mana di pasal ini jelas disebutkan tugas dan tanggung jawab dari pemerintah daerah kabupaten/kota.

“Dalam pasal 41 UU nomor 18 tahun 2017, ada 11 tugas dan tanggung jawab pemda kabupaten/kota antara lain memberikan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia sebelum bekerja dan setelah bekerja di daerah kabupaten dan kota yang kewenangannya serta menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan kerja kepada Calon Pekerja Migran Indonesia. Untuk itu maksud kami melakukan silaturahmi hari ini, adalah agar apa yang sudah diamanatkan oleh UU dapat terlaksana dengan baik tentunya dengan kolaborasi positif dengan pemerintah daerah” jelas Hendra.

Sementara,Wakil Bupati Puhowato Suharsi Igirisa menyambut dengan antusias kunjungan ini dan akan segera menjalin kerjasama dengan BP2MI.

“Paparan peluang kerja ke luar negeri serta paparan tentang tugas dan tanggung jawab pemda kab/kota yang disampaikan oleh Kepala UPT BP2MI Manado, sangatlah bermanfaat bagi kami di daerah karena dapat membantu kami selaku pemerintah untuk mengurangi pengangguran dan juga meningkatkan kesejahteraan warga kami. Untuk itu dalam waktu dekat, kami akan segera mematangkan rencana sinergi dan kolaborasi dengan BP2MI agar apa yang sudah dibicarakan dan direncanakan hari ini akan segera terlaksana secepatnya” tutup Suharsi. (sisco/*)




Kunjungi Pemkab Minahasa Tenggara, UPT BP2MI Manado bahas persiapan penandatanganan Nota Kesepakatan

Manado,GN- UPT BP2MI Manado Senin (29/11/2021) mengunjungi Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara dalam rangka memenuhi undangan rapat koordinasi teknis dengan pihak Pemerintah Kabupaten.

Hendra Makalalag selaku Kepala UPT BP2MI Manado menyebutkan bahwa rapat ini merupakan koordinasi teknis persiapan penandatanganan Nota Kesepakatan pelindungan pekerja migran Indonesia. “Pemkab Minahasa Tenggara dan BP2MI sepakat untuk bekerjasama dalam hal pelindungan pekerja migran Indonesia. Rencananya penandatanganan Nota Kesepakatan akan diadakan dalam waktu dekat untuk itu Pemkab mengundang kami untuk membicarakan teknis form rencana aksi yang merupakan lampiran dari nota kesepakatan yang dimaksud,” ungkap Hendra.

Hendra juga menambahkan bahwa Nota Kesepakatan antara Pemkab Mitra dan BP2MI adalah bukti sinergi positif antara pemerintah pusat dan daerah untuk melaksanakan amanat UU. “Dalam UU nomor 18 tahun 2017 tentang pelindungan pekerja migran Indonesia khususnya pasal 41 mengamanatkan bahwa pemerintah kabupaten/kota memiliki tugas dan tanggung jawab melaksanakan pelindungan bagi pekerja migran Indonesia dalam semua aspek mulai dari pra penempatan, penempatan hingga pasca penempatan. Dengan adanya nota kesepakatan maka pemerintah pusat dan daerah dapat bersinergi untuk melaksanakan amanat UU Nomor 18 Tahun 2017 untuk memberikan pelindungan bagi pekerja migran Indonesia” jelas Hendra.

Ditemui di tempat penyelenggaraan acara, Sekretaris Daerah Pemkab Mitra David Lalandos mengatakan bahwa pihaknya mengundang UPT BP2MI Manado dengan tujuan agar nota kesepakatan yang akan segera disahkan nanti dapat disusun sesuai dengan regulasi yang tepat.
“Kami mengundang Pak Hendra dan tim karena sebentar lagi Nota kesepakatan kan akan ditandatangani, jadi kami ingin memastikan bahwa semua poin-poin yang akan disepakati sudah sesuai dengan regulasi dari Pemkab dan BP2MI.” Kata David.

Dalam rapat ini, Pemkab Minahasa Tenggara diwakili oleh Sekretaris Daerah David Lalandos dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Ferry Uway sedangkan dari UPT BP2MI Manado dihadiri oleh Hendra Makalalag selaku Kepala unit dan Maxmillian Lolong selaku Plt. Kasub Koordinator Penyiapan Penempatan. (sisco/*)