Dari Atas Gunung Awu Ketinggian 1000 M Bupati Tinjau Lokasi Kebakaran Hutan dan Lahan

SANGIHE,GN – Setelah melakukan pendakian gunung Awu selama kurang lebih 5 jam dengan proses perjalanan yang jauh dan medan jalan yang menantang akhirnya sekitar pukul 13:58 Bupati Michael Thungari,SE,MM, Dandim 1301/ Sangihe Letkol CZI Nazarudin, ST,MIP beserta rombongan tiba di titik hutan yang terbakar dengan ketinggian 1000M.

Diatas gunung awu Bupati,didampingi Dandim langsung meninjau kebakaran hutan dan lahan di area gunung Awu.

Saat memantau Bupati berdiri di lokasi kebakaran yang apinya sudah padam.Thungari Menyampaikan bahwa hutan yang terlihat terbakar di titik yang posisi ke Kampung Kendahe, maselihe dan sekitarnya.

” Seperti yang kita lihat,bahwa yang terbakar adalah tumbuh-tumbuhan yang mudah terbakar, dan ini masih jaraknya sekitar 5 km dari pemukiman penduduk jadi saya rasa masih dalam taraf aman sampai saat ini, karena kecepatan api yang menjalar pun dengan posisi kurang angin, api menjalar tidak terlalu cepat, dan kita semua berharap tentunya api cepat padam,” kata Bupati.

Turut bersama Bupati Mendaki gunung awu di titik peninjauan api yaitu, Dandim 1301/.Sangihe, Kabag Pro-Kopi Setda Kabupaten Sangihe Maya Budiman, Kepala Dinas Perindag Threenov Toufan Pontoh,Kasat Sat-Pol PP Ario Areba,anggota TNI/Polri, Media,dan masyarakat kolongan Beha .(*)




Aktivitas Gunung Awu Meningkat,Bupati JEG Imbau Warga Sangihe Tetap Waspada

SANGIHE,GN – Aktivitas Gunung Awu di Kabupaten Kepulauan Sangihe, naik dari level I normal menjadi level II waspada.

Hal ini dibenarkan Subanrio Puyo, Petugas pos pengawasan gunung awu Sangihe pada sejumlah awak Wartawan Senin, (13/12/2021).

“Pada kemarin Minggu 12 Desember 2021, status tingkat aktivitasnya gunung awu dinaikkan dari level I (normal) menjadi level II (waspada). Sejak 1 Desember 2021 hingga 11 Desember 2021, terekam 67 kali gempa Vulkanik Dangkal, 22 kali gempa Vulkanik Dalam, 2 kali gempa Tektonik Lokal, 1 kali gempa Terasa, 97 kali gempa Tektonik Jauh, dan 6 kali gempa Double Event.
Untuk gempa Vulkanik, itu tidak bisa di rasakan oleh manusia, yang bisa merasakan gempa vulkanik hanya alat perekam gempa,” jelas Puyo sembari berharap kepada masyarakat Sangihe agar tidak terpancing isu-isu mengenai aktivitas Gunung Awu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Merespon hal itu, Bupati kabupaten kepulauan Sangihe Jabes Ezar Gaghana pun segera menghimbau masyarakat kabupaten kepulauan Sangihe agar selalu waspada dan berhati-hati.

“Saya sudah memerintahkan kepada Kaban BPBD untuk segera melakukan koordinasi dengan para camat dan lurah yang wilayahnya masuk zona bahaya gunung Awu. Saya juga menghimbau kepada masyarakat yang berada dan tinggal disekitar lereng gunung Awu, agar segera berpindah ke tempat yang lebih aman, dan tidak melakukan aktivitas pada radius 1 KM dari puncak gunung Awu,” ucap Gaghana. (ROBIN)