Serahkanlah Segala Kekuatiranmu Dan Berserahlah Pada Tuhan!

Manado,GN- Kata berserah mengandung arti pasrah atau kita tidak mampu berbuat apa-apa selain dari atau kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Ayat Firman Tuhan yang terdapat dalam kitab perjanjian lama Mazmur 55:23 adalah merupakan permohonan dan Doa Minta tolong terhadap musuh. Raja Daud begitu yakin dan percaya ketika Dia mengalami pengalaman yang pahit dan indah bersama dengan Tuhan maka Doa merupakan salah satu alat komunikasi untuk dapat bercakap-cakap dengan Tuhan.

Daud pun pernah mengalami pengalaman yang indah ketika Dia masih menggembalakan kawanan domba. Ketika itu, kawanan domba di serang oleh sekelompok binatang buas yang mengancam kehidupan kawanan domba tersebut.

Gembal Sidang GPdI Siloam Malalayang Satu Manado Pdt Marthen Padanun,STh (foto : gemparnews)

Demikian juga Daud pernah mengalami hal indah ketika Dia dipercayakan oleh Tuhan bersama bangsanya pada waktu itu, untuk melawan raja Goliat pada saat pertempuran dan peperangan. Sehingga pengalaman yang indah dan kemenangan dapat diraih oleh Daud bersama bangsanya.

Pengalaman yang indah itu membuat Daud menjadi semangat dalam menghadapi segala situasi dan kondisi apapun yang di hadapi. Banyak cara Tuhan menolong umatNya ketika ada dalam kesesakan dan pergumulan.
Kadangkala pengalaman dalam menghadapi persoalan dan pergumulan itu datang kepada kita semua. Namun itu merupakan sebuah ujian yang harus kita hadapi tanpa ada persungutan. Sebuah proses dalam pergumulan yang diijinkan itu terjadi harus kita lalui sehingga lebih berhikmat dalam mengahadapi pergumulan dalam kehidupan kita.

Selain itu, kita juga harus memiliki kelemah lembutan dan kerendahan hati dalam menghadapi persoalan. Segala kekuatiran yang ada dalam diri kita harus kita serahkan kepada Tuhan. Seperti ayat Firman Tuhan berkata Serahkan segala kekuatiranmu maka Ia akan memelihara engkau. Firman Tuhan mengajak kita untuk menyerahkan segala apa yang menjadi kekuatiran kita sehingga Tuhan akan memelihara kita dengan segala berkatNya.

Tuhan memperlihatkan maksud, kuasa dan mujizatNya (1 Korintus 10:13 ) sehingga membuat kita tidak menjadi goyah asalkan tetap setia dan terus mengiring Tuhan.
Oleh sebab itu, Tuhan tidak membiarkan kita tergelatak, (Mazmur 37:23-24) sebab tangan Tuhan akan terus menopangnya. Seperti petrus saat mau tenggelam namun Tuhan Yesus datang dan menghapiri dia dan mangangkat serta menolongnya. ” Saat ini, kita masih menghadapi pandemi. Saya mengajak jemaat untuk terus berdoa dan berserah pada Tuhan . Hadapi setiap persoalan dan pergumulan dalam doa kita. Jangan takut menghadapi pandemi ini, tetap kita berserah kedalam tangan Tuhan, Ia pasti sanggup meluputkan kita dari setiap pergumulan yang kita hadapi, puji Tuhan Haleluya,” tutup hamba Tuhan Pdt Marthen Padanun,STh mengakhiri kotbahnya di ibadah Minggu,(14/3/2011) pagi Jemaat GPdI Siloam Malalayang Satu Manado. (sisco)




Jangan Berhenti Percaya Dan Mengasihi TUHAN

Manado,GN- Kitab Ibrani berbicara tentang Iman dimana kita di ajak untuk tidak berhenti percaya dan mengasihi Yesus Kristus. Permohonan lewat puji-pujian yang kita sampaikan kepada Tuhan yang mengandung makna sangat dalam. ” Kristus Yesus adalah Imam besar,” kata hamba Tuhan Pdm Jhon Rorimpandey dalam penyampaian Firman Tuhan dalam kitab perjanjian baru Ibrani 9 : 11-14 di GPdI Siloam Malalayang Satu Manado Minggu, (21/2/1021).

Hamba Tuhan Pdm Jhony Rorimpandey (foto : gemparnews)

Kita bertumbuh di dalam Iman kepada Yesus Kristus. Ibrani mengingatkan agar jangan berhenti mengasihi dan menyayangi Tuhan. Penderitaan kristus sempurna di kayu salib. Yesus menyelamatkan manusia bukan dengan korban hewan tetapi dengan diriNya sendiri (Matius 26 :28) “Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa”.

Pengorbanan Yesus di kayu salib juga menebus dosa kita. Oleh darah Yesus kita mendapat penebusan dosa ( Efesus 1 : 7) “Sebab di dalam Kristus kita telah mendapat kebebasan, yang dimeterai dengan darah-Nya, serta pengampunan dosa. Dalam hal ini nyata kebesaran rahmat-Nya, Sebab, oleh kematian Kristus, kita dibebaskan oleh Allah, berarti Ia sudah mengampuni kita dari dosa-dosa kita”. Dia menebus dosa kita semua lewat pencurahan darahNya di kayu salib (1 petrus 1 :18) bahkan darah Kristus membenarkan kita (Roma 3 :24). Dia juga menyucikan hati nurani kita (Ibrani 9 :14, Ibrani 10 : 19-22)”Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus,karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri,dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah.Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni”.

“Marilah kita menyucikan hati kita yang jahat dan tubuh kita di basuh dengan air murni. Firman Tuhan adalah peneguhan iman kita kepada Tuhan Yesus Kristus, Haleluya,” tutup hamba Tuhan ini mengakhiri khotbahnya. (sisco)