DPRD Sulut Berduka, Anggota Fraksi PDI Perjuangan Berpulang

Sulut,GN- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) kembali berduka, salah satu anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sulut Fanny Legoh berpulang.

Fanny Legoh (foto: ist)

Ketua Fraksi PDIP Rocky Wowor bersedih dan berduka atas berpulangnya salah satu anggota fraksi.

“Almarhum adalah figur senior dalam partai maupun dalam pengalaman hidup, beliau selalu memberikan masukan dan dukungan untuk saya maupun fraksi,” ungkap Wowor.

Tak urung, dalam beberapa kesempatan, dituturkan Wowor saat diskusi empat mata dengan almarhum selalu mendapatkan masukan dan wejangan.

“Almarhum tipe visioner terlebih dalam segi budaya, Ia selalu memberikan masukan untuk kemajuan daerah,” lugasnya.

Sementara itu, menurut Sekertaris DPRD Sulut Sandra Moniaga melalui Kabag Persidangan Jerry Hamonsina Almarhum berpulang pada Kamis 12 Januari 2023.

“Informasi dari staf fraksi, almarhum meninggal di RS Advent Teling Manado,” ujar Jerry. (*/sisco)




Fanny Legoh Sebut Ormas Sahabat Nusantara Sulut Jaga Filosofi Sitou Timuo Tumou Tou

Sulut,GN- Setelah di daulat dan dilantik sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Organisasi Masyarakat Sahabat Nusantara (OSN) periode 2021-2026 Sulawesi Utara (Sulut) Pdt Fernando Talumewo, STh MSi langsung menggelar rapat.

Fanny Legoh selaku wakil Ketua Dewan Pembina OSN DPW Sulut mengatakan OSN DPW Sulut harus menjaga filosofi yang dicanangkan oleh Dr Gerung Saul Samuel Jacob Ratulangi. “Semangat sitou timou tumou tou yang dicanangkan oleh Sam Ratulangi harus dijaga dalam organisasi ini,” kata Legoh, Jumat (26/3/2021), di ruang paripurna DPRD Sulut.

Sitou timou tumou tou menurutnya harus menjadi bagian dari OSN. “Sehingga mampu melakukan pekerjaan gotong royong atau mapalus di waktu yang akan datang,” tutup Fanny Legoh yang juga anggota DPRD Sulut. (sisco)




Fanny Legoh Terima Aspirasi Petani Cengkih Sulut

Sulut,GN- Salahsatu anggota komisi IV DPRD Sulut Fanny Legoh menerima aspirasi para petani cengkih Jumat (01/9/2020). Kedatangan petani cengkih ini di kantor DPRD Sulut untuk mencari solusi dengan tujuan mengembalikan harga cengkih kembali normal.

Salah satu petani cengkih pun mengatakan bahwa masalah merosotnya harga cengkih ini sangat mempengaruhi perekonomian, apalagi saat ini masyarakat masih dilanda dengan wabah covid-19.

“Merosotnya harga cengkih berdampak di segala lini. Contohnya, sekarang para pemetik harus dibayar 5 ribu per liter sedangkan harga cengkih mentah hanya sebesar 8 ribu dipasaran, harga cengkih kering pun tidak ada perkembangan yang signifikan, dimana saat ini pembelian cengkih diharga 55 ribu per kilogram, tentunya ini sangat merugikan petani. Kiranya Anggota DPRD Sulut dapat memberikan solusi terkait hal ini,” ungkapnya.

Menanggapi itu, Politisi PDI Perjuangan Fanny Legoh menjelaskan banyak faktor yang mempengaruhi turunnya harga cengkih, salah satunya produksi cengkih Sulut berada diurutan ke-8, tentunya ini berpengaruh.

“Ini memang bukan persoalan dari pemerintah daerah, pemerintah itu hanya pemegang regulasi. Hukum pasar memang seperti itu, bisa naik dan bisa turun. contohnya di negara Madagaskar, harga cengkih disana lebih murah. Tapi terlepas dari itu, tentunya kita harus berpegang pada sila ke-5 keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Pemerintah daerah pun pastinya tengah berjuang agar harga cengkih di Sulut kembali normal,” terang Legoh. (sisco)