Instalasi Promkes Dan Pemasaran RSUP Kandou Manado Kerjasama KSM Dan Kulit Serta PERDOSKI Sulut Gelar Edukasi Kesehatan

Manado,GN- Dalam rangka Dies Natalis Fakultas Kedokteran (FK) Unsrat ke 63, Instalasi Promosi Kesehatan (Promkes) dan Pemasaran RSUP Kandou bekerjasama dengan KSM dan Kulit Kelamin serta PERDOSKI Sulawesi utara (Sulut) Rabu, 25 Mei 2022 kembali menggelar edukasi kesehatan bagi masyarakat luas. Edukasi kesehatan kali ini dilaksanakan di SMA Kristen 2 Binsus Tonohon.

Dalam edukasi tersebut ada 3 materi menarik dan penting yang disampaikan bagi siswi dan siswa di sekolah tersebut.Materi pertama mengenai Penyakit Skabies yang dibawakan oleh Dr Enricco Mamuaja, SpKK. Materi kedua mengenai Bahaya merokok bagi jantung yang dibawakan oleh Dr Victor Joseph, SpJP(K), FIHA. Sedangkan materi terakhir mengenai Bahaya cedera kepala pada orang muda yang dibawakan oleh Dr. Sekplin Sekeon, Sp.S, MPH.

Kegiatan tersebut, juga turut memperkenalkan kepada para siswa dan siswi tentang berbagai layanan unggulan yang ada di RSUP Kandou Manado, termasuk layanan konsultasi kesehatan lewat aplikasi TelmeK atau Telemedicine Kandou. sembari mengingatkan untuk tetap berprilaku hidup bersih dan sehat, dan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Materi yang disampaikan oleh narasumber sangat direspon oleh peserta.Kesempatan tanya jawab pun tidak dilewatkan oleh peserta.

Apresiasi juga disampaikan oleh guru sebagai pendamping siswa dan siswi dimana telah dikunjungi langsung oleh tim dokter spesialis dari Rumah Sakit ternama di Sulawesi Utara RSUP Kandou Manado.

Dengan digelarnya edukasi kesehatan ini menambah ilmu pengetahuan bagi siswa dan siswi, bahwa pentingnya menjaga kesehatan terutama yang berkaitan dengan kulit dan kelamin, bahaya merokok dan lainnya.

Usai kegiatan, instalasi promkes selalu memberikan apresiasi kepada para siswa dan siswi, yang sudah berpartisipasi dengan memberikan masker dan handzanitaiser serta sabun mandi kesehatan. (sisco/*)




Edukasi Kesehatan Instalasi Promkes Dan Pemasaran Hadirkan Ketua Perhimpunan Ahli Ilmu Penyakit THT

Manado,GN- Dalam rangka hari pendengaran sedunia, instalasi Promosi Kesehatan (Promkes) dan Pemasaran RSUP Kandou Manado, kembali mengadakan edukasi kesehatan bagi pasien dan keluarga serta pengunjung, Jumat (4/3/2022).

Dengan  mengangkat topik Gangguan Pendengaran Diakibatkan  Kebisingan menghadirkan Nara sumber dr Steward Mengko, Sp.THT-KL(K)  bertempat diruang Tunggu Poliklinik Bedah.

Dokter Steward dalam materinya menyampaikan bahwa kebibisingan jika sudah 80 keatas sangat berbahaya untuk pendengaran, sehingga perlu pengaturan suara atau bunyi. “Perlu pengaturan suara atau bunyi, jika masih dibawah 80 kb itu masih aman untuk pendengaran,” kata dokter steward.

Gangguan pendengaran permanen lanjut dokter steward mengatakan, dapat mengganggu komunikasi, pembelajaran dan masa depan. “Gangguan pendengaran akibat paparan bunyi dengan intensitas tinggi terutama jika terjadi dalam periode waktu yang lama dapat terjadi gangguan pendengaran permanen,” terangnya.

Selain itu, dokter steward mengatakan, resiko tinggi terjadi gangguan pendengaran, kalau balita di tempat hiburan yang bising, kalau remaja dan dewasa itu karena musik Ipod, MP3, konser musik, bioskop, diskotik, dan karaoke. Juga pabrik dan lingkungan bising. ” Gangguan pendengaran atau tuli disebabkan paparan bising dengan frekuensi lama dan faktor umur, sehingga menyebabkan kerusakan di organ cortik atau sel rambut rusak dan rontok pada telinga,” jelas Ketua Perhimpunan Ahli Ilmu Penyakit THT wilayah Sulawesi Utara ini.

Usai menjelaskan, dokter Steward memberikan kesempatan kepada pesien dan pengunjung, memberikan pertanyaan terkait dengan materi yang sudah dipaparkan oleh dokter Steward.
Setiap pertanyaan dijawab oleh narasumber dengan sangat luar biasa yang juga Ketua Bagian THT RSUP Kandou Manado.

Instalasi Promkes dan Pemasaran sebagai penyelenggara memberikan apresiasi kepada peserta, khususnya mereka yang aktif dalam kegiatan tersebut dengan memberikan gimik berupa handsanitaizer dan Masker.

Di ketahui kegiatan edukasi kesehatan ini, dipandu oleh tim Promkes dan Pemasaran. Pihak Manajemen RSUP Kandou Manado menyampaikan terimakasih dan selalu mendukung sepenuhnya kegiatan edukasi dari Instalasi Promkes dan Pemasaran, memberi motifasi kepada semua pasien dan keluarga pasien yang ikut kegiatan tersebut, senantiasa mentaati protokol kesehatan dengan menerapkan 5M yakni Mencuci Tangan, Memakani Masker, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan dan Mengurangi Mobilitas, dan senantiasa mengajak semua yang hadir untuk tetap berprilaku hidup bersih dan sehat agar kita semua terhindar dari virus (*/sisco)




Edukasi Kesehatan Hipertensi Dan PJK Oleh dr Monique Rotty SpJP

Manado,GN-Kegiatan edukasi rutin Rabu (30/6/2021) Instalasi Promosi Kesehatan dan Pemasaran (IPKPRS) RSUP Prof dr RD Kandou Manado bekerjasama dengan KSM Jantung dan Pembuluh Darah diwakili oleh dr Monique Rotty, SpJP.

Kali ini, dr Monique menjelaskan mengenai Hipertensi dan Penyakit Jantung Koroner (PJK). Dalam edukasi tersebut, dr Monique menjelaskan bahwa kegemukan, merokok dan kurang aktifitas fisik, alkohol berlebihan, makanan berlemak dan diet tinggi garam serta stres berlebihan merupakan faktor resiko hipertensi atau tekanan darah tinggi. Hipertensi dapat menyebabkan komplikasi di mata, jantung, otak maupun ginjal. Salah satu akibat hipertensi terhadap jantung adalah terjadinya penyakit jantung koroner atau PJK, dimana sekitar 9,8% kematian di seluruh dunia terjadi karena penyakit jantung koroner. Karena itulah hipertensi dikenal sebagai The Silent Killer (pembunuh diam-diam).

Pada kesempatan itu, dr Monique mengingatkan pola hidup sehat dan memeriksakan diri secara teratur untuk mengontrol tekanan darah dan berat badan akan membantu mengendalikan hipertensi. ” Pola hidup sehat termasuk juga diet sehat misalnya dengan mengurangi garam dan memperbanyak buah-buahan dan sayur-sayuran,” jelasnya.

Menanggapi pertanyaan salah seorang pasien mengenai konsumsi obat penurun darah tinggi (Nifedipin) apakah harus diminum seumur hidup, dr Monique menjelaskan perlunya meminta petunjuk dokter. Karena tekanan darah yang terkontrol dapat dicapai karena konsumsi obat darah tinggi. Tapi ada juga kondisi tertentu, menurut penilaian dokter, yang memungkinkan pemberhentian obat darah tinggi.

Usai menggelar edukasi kesehatan, Kepala IPKPRS dr Sekplin Sekeon,SpS,MPH mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada narasumber yang telah berkenan membagi ilmu untuk para pasien dan keluarga. Selain itu, menekankan perlunya masyarakat untuk selalu membiasakan pola hidup bersih dan sehat. (*/sisco)