Fokus Mengawal KRIS- JKN, Standar Pelayanan di RSUP Kandou Manado Jadi Perhatian Serius

Manado,GN- Seperti biasanya setiap Minggu pada hari Selasa, jajaran Direksi RSUP Kandou Manado melakukan penelusuran pada setiap spot ruangan atau instalasi.

Kali ini, Selasa (11/11/2025) Direktur Utama Prof Dr dr Starry Rampengan, yang diwakili oleh Direktur Medik Penunjang dan Keperawatan dr Wega Sukanto SpB, TKV (K) bersama Direktur Layanan Operasional, Dr Erwin Sondang Siagian SSTP melakukan penelusuran ke ruang Dahlia dan ruang Nyiur RSUP Kandou Manado.

Usai melakukan telusur kepada sejumlah media, Direktur Medik Penunjang dan Keperawatan dr Wega Sukanto SpB TKV (K) mengatakan bahwa perhatian serius dari manajemen akan menjadi tolak ukur dan mengevaluasi penerapan standar pelayanan.

“Dari tim akreditasi jadwal telusurnya hari ini mulai dari anggrek lalu ke HD Dahlia dan Nyiur. Di anggrek kita fokus mengawal pekerjaan untuk KRIS-JKN. Mudah – mudahan kita kejar dan selesai diakhir tahun ini,sehingga tidak mengganggu alur pasien. Dan pekerjaan untuk KRIS – JKN di tempat lainnya sudah ada yang selesai,”  kata dr Wega.

“Perhatian serius dari manajemen menjadi tolak ukur dan mengevaluasi penerapan standar pelayanan di rumah sakit,” sambung dr Wega.

Selain itu, dr Wega menjelaskan perlu mengidentifikasi area mana yang memerlukan perbaikan secepatnya.

“Tidak hanya ruangan saja yang menjadi perhatian namun juga tempat parkir diruangan dahlia agar pasien merasa nyaman,”jelas dr Wega.

Beberapa perbaikan di ruangan nyiur memang cukup mengurangi tempat tidur.
Kita harapkan di Nyiur ini bisa menjadi lahan belajar untuk kita rumah sakit memberikan pelayanan eksekutif agar tidak kalah dengan rumah sakit lainnya.

“Kita harapkan eksekutif ini bisa menjadi lebih maju,” pungkas dr Wega. (sisco)




Bangun Kepercayaan Publik, RSUP Kandou Gelar FKP Gandeng Berbagai Unsur

Manado,GN -Dalam rangka meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan publik khususnya dalam pelayanan kesehatan memerlukan peran serta penyelenggara pelayanan publik dan masyarakat selaku pengguna atau penerima pelayanan sebagai upaya membangun sistem penyelenggaraan pelayanan publik yang adil, transparan dan akuntabel.

RSUP Prof Dr RD Kandou Manado menggelar kegiatan Forum konsultasi publik (FKP) yang dilaksanakan diruangan webinar RSUP Kandou, Senin (29/9/2025).

Adapun peserta yang hadir antara lain  Direksi RSUP Kandou Manado, Kapolsek, Koramil,Camat, Lurah, Kepala lingkungan,Tokoh Agama, Kepala Puskesmas dan unsur media.

Kegiatan FKP ini di buka oleh Direktur Layanan Operasional, Dr Erwin Sondang – Siagian di dampingi Direktur Medik Penunjang dan Keperawatan dr Wega Sukanto dan Direktur Keuangan dan BMN Ekwanto,SE.Ak, MM.

Dalam sambutan Dr Erwin mengatakan kegiatan ini sangat penting bagi kita, Untuk itu,rumah sakit Kandou sangat membutuhkan masukan gagasan untuk lebih baik lagi kedepan.

” Harapan kami ini menjadi ruang untuk kita berdiskusi, untuk saran dan masukan menjadi lebih baik, untuk kita lebih sehat dan untuk Indonesia emas 2044,” kata Dr Erwin.

Sementara itu, Direktur utama dalam arahannya menyampaikan tujuan dilaksanakan FKP ini adalah untuk menerima masukan dari berbagai pihak demi peningkatan kualitas pelayanan dari RSUP Kandou Manado.

“Sebagai rumah sakit vertikal kementerian kesehatan RSUP memilki tanggungjawab untuk berbenah guna memberikan pelayanan yang berkualitas, aman dan terjangkau,”ujarnya.

Lanjutnya mengatakan, forum ini adalah wadah bagi kita semua untuk saling bertukar pikiran, memberikan masukan, dan bersama-sama merumuskan standar pelayanan yang tidak hanya sesuai dengan regulasi. “Tetapi juga benar-benar memenuhi harapan dan kebutuhan pasien serta keluarga,” tambahnya.

Forum komunikasi publik ini kata Dirut, merupakan langkah progresif RSUP Kandou dalam mewujudkan visi menjadi rumah sakit rujukan terkemuka yang memberikan pelayanan prima dan berorientasi pada keselamatan pasien.

“Dengan adanya standar pelayanan yang partisipatif dan transparan, diharapkan kepercayaan publik terhadap pelayanan kesehatan di RSUP Kandou akan semakin meningkat,” ungkapnya.

“Harapan kami, kegiatan ini dapat menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi, membangun kepercayaan publik, serta menjembatani aspirasi masyarakat demi pelayanan rumah sakit yang semakin baik, inklusif, dan humanis,”sambung Dirut.

“Kami percaya bahwa dengan mendengarkan langsung dari mereka yang merasakan pelayanan, kami bisa mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki dan mengimplementasikan solusi yang tepat sasaran,”tukasnya.(sisco)




Direksi RSUP Kandou Manado, Paparkan Kerusakan Alat Medis Saat RDP Bersama Lintas Komisi DPRD

Manado,GN- Rapat Dengar Pendapat (RDP) RSUP Kandou Manado bersama Lintas Komisi DPRD Sulut, Senin (16/6/2025) dilaksanakan di lantai tiga ruangan serba guna.

RDP di pimpin oleh Ketua Komisi IV Vonny Paat di dampingi Sekretaris Komisi IV Cindy Wurangian dan Wakil Ketua DPRD Sulut Stella Runtuwene serta anggota DPRD.

Foto Bersama RSUP Kandou Manado Bersama Pimpinan Lintas Komisi DPRD Sulut (foto : Gemparnews)

Pada kesempatan itu, Ketua komisi IV memberikan kesempatan kepada keluarga almarhum Gabriel Sineleyan untuk mengemukakan hal yang berkaitan  dengan pelayanan di RSUP Kandou termasuk juga keberadaan alat medis.

Usai mendengarkan pemaparan pihak keluarga almarhum Gabriel Sineleyan, Pimpinan rapat memberikan kesempatan kepada Direksi RSUP Kandou Manado menjelaskan kronologi kerusakan alat medis berupa bor dan komponen lainnya.

Plh Direktur Utama dan juga selaku Direktur Layanan Operasional RSUP Prof Dr R D Kandou Manado, dr Wega Sukanto, SpB TKV (K), memaparkan secara rinci audit kerusakan alat medis

Sebelumnya dr Wega menyampaikan rasa belasungkawa mendalam kepada keluarga almarhum Gabriel Sineleyan.

Lebih jauh dr Wega menjelaskan bahwa kerusakan pada alat medis yang dimaksud pertama kali terdeteksi pada 20 Januari 2025.

Sebagai prosedur standar, rumah sakit segera memanggil tenaga ahli untuk mengevaluasi apakah alat tersebut dapat diperbaiki di tempat atau perlu dikirim ke luar daerah.

“Bila ada kerusakan alat medis, strategi kita adalah mencari pinjaman alat dari pihak lain selama proses perbaikan berlangsung,” jelas  dr Wega.

Kemudian kata dr Wega, pada 4 Februari 2025, atau sekitar dua minggu setelah kerusakan terjadi, RSUP Kandou berhasil mendapatkan alat medis pinjaman.

Namun, pada 6 Mei 2025, alat pinjaman tersebut juga mengalami kerusakan di luar kendali pihak rumah sakit.

“Direktur Medik saat itu langsung turun tangan mencari alat pinjaman baru dari vendor lain. Sayangnya, kami tidak berhasil mendapatkannya karena alat serupa sedang digunakan rumah sakit lain,” ujarnya.

Dalam kondisi sulit tersebut, RSUP Kandou tetap berupaya agar pasien mendapatkan penanganan semaksimal. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan memberikan rujukan ke rumah sakit lain.

“Karena tidak ada kepastian soal ketersediaan alat, manajemen memutuskan untuk merujuk pasien yang membutuhkan alat tersebut,” kata dr Wega.

Pihak rumah sakit juga berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan terkait prosedur rujukan antar rumah sakit, karena rujukan ini dari rumah sakit tipe A ke rumah sakit tipe yang lebih rendah.

Barulah kabar baik itu datang pada 5 Juni 2025 karena dua alat medis telah tiba di RSUP Kandou, satu alat yang selesai diperbaiki dan satu lagi alat pinjaman baru.

Alat milik rumah sakit yang telah diperbaiki langsung diuji fungsi saat itu dan sudah dapat digunakan kembali.

Sementara itu, Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan, dan Penunjang RSUP Kandou, dr Jehezkiel Panjaitan SH MARS, membenarkan bahwa upaya pencarian alat pinjaman telah dilakukan ke berbagai daerah, termasuk Makassar, Bali, bahkan Jakarta.

“Alat kami buatan Jerman dan memiliki empat komponen yang mengalami kerusakan. Saat dikirim ke Jakarta untuk diperbaiki, kami dipinjamkan alat dengan merek berbeda oleh vendor,” terang  dr Jehezkiel.

Namun, alat pinjaman tersebut hanya dapat digunakan sampai 6 Mei 2025 sebelum mengalami kerusakan.

Melalui RDP ini, RSUP Kandou berharap masyarakat dan pemangku kepentingan memahami tantangan teknis dan logistik yang dihadapi dalam pengelolaan peralatan medis, khususnya saat terjadi kerusakan.

Terrkait pentingnya pelayanan di rumah sakit untuk masyarakat Sulut, management RSUP Kandou Manado berharap jiga suport dari DPRD Sulut.

Hadir dalam RDP tersebut Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian, Ns Suwandi Luneto SKep MKes dan Direktur Keuangan, Dr Erwin Sondang Siagian SSTP MSi, dan para Manager. (sisco)




Pastikan Kesiapan Ruangan Kebijakan KRIS JKN, Direktur Layanan Operasional RSUP Kandou Lakukan Telusur

Manado,GN – Dalam rangka monitoring dan evaluasi pemenuhan fasilitas KRIS (Kelas Rawat Inap Standar) JKN, Kamis (8/5/2025) Direktur Layanan Operasional RSUP Prof Dr R.D Kandou Manado, dr Wega Sukanto,SpB.TKV.(K) bersama jajaran melakukan penelusuran langsung ke sejumlah ruangan rawat inap dan Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Direktur Layanan Operasional RSUP Kandou Manado Lakukan Penelusuran di Sejumlah Tempat (foto : Gemparnews)

Kegiatan ini difokuskan pada aspek teknis seperti ketersediaan oksigen, kamar mandi, nurse call, hingga stop kontak bersama yang menjadi indikator standar pelayanan KRIS.

‎Kunjungan ini dilakukan kata dr Wega, untuk memastikan kesiapan ruangan dalam mengimplementasikan kebijakan KRIS JKN secara menyeluruh. “Intinya kita mengecek persiapan untuk KRIS JKN. Apa yang kurang akan kita bahas lebih lanjut dalam rapat lanjutan,” ucapnya.

‎Penelusuran dimulai dari kantor pelayanan hingga ke sejumlah unit, termasuk Irina B,C,D, CVBC, serta IGD. Menurut dr Wega, sebagian besar ruangan telah memenuhi standar KRIS, namun masih ada tiga kriteria yang harus dilengkapi di beberapa ruang perawatan. “Tinggal tiga kriteria lagi yang masih perlu dilengkapi. Itu yang akan kita kejar dalam waktu dekat,” ujar dr Wega usai melakukan penelusuran.

‎Tantangan terbesar, lanjut dr Wega menjelaskan terletak pada bangunan lama seperti Gedung Irina C yang sudah berdiri sejak tahun 1980-an.

“Beberapa ruangan di Irina C memang tidak memungkinkan untuk disesuaikan dengan standar KRIS karena faktor usia bangunan. Tapi kita akan tetap optimalkan ruangan-ruangan yang memungkinkan,” sambungnya.

Dia berharap agar master plan pengembangan rumah sakit bisa segera direalisasikan. “Dengan adanya master plan, kita bisa mengatasi isu bangunan tua dan infrastruktur yang sudah tidak memadai, agar pelayanan semakin optimal dan sesuai standar nasional,” tutupnya. (sisco)




Plh Dirut RSUP Kandou dr Wega Sukanto Sambut Baik Tim Assesor LAM-PTKes

Manado,GN- Tim Assesor Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes) melaksanakan penilaian Akreditasi program studi anestesiologi dan terapi intensif Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi /RSUP Kandou Manado selama tiga hari mulai 7-9 Januari 2025.

Tim Assesor LAM-PTKes yang hadir untuk melaksanakan penilaian akreditasi yakni Dr dr Aida Rosita Tantri,Sp.An,Subsp.An.R(K) dan Dr dr Sudadi,SpAn-TI,Subsp.N.An(K),Subsp.An.R(K).

Kehadiran tim assesor LAM-PTKes di sambut baik oleh Plh Direktur Utama (Dirut) RSUP Kandou Manado juga selaku Direktur Layanan Operasional dr Wega Sukanto,SpB,TKV(K) dan Plt Direktur SDM Ns Suwandi I Luneto,S.Kep,M.Kes, serta pimpinan program studi FK Unsrat Manado.

Dalam.sambutan Plh Dirut RSUP Kandou Manado dr Wega Sukanto, SpB,TKV (K) menyampaikan terimakasih, dimana terus memberikan dukungan terhadap program rumah sakit dan pemerintah.

“Terimakasih telah mendukung program rumah sakit dan pemerintah dan sudah bersusah payah membangun bersama – sama Rumah Sakit Kandou dan Fakultas Kedokteran Unsrat Manado,” kata dr Wega, Rabu (8/1/2025) di Aula gedung administrasi lantai 2 RSUP Kandou.

Plh Dirut mengatakan meskipun prodi anestesiologi merupakan paling muda di universitas sam ratulangi, namun prodi ini cukup banyak melakukan gebrakan.

“Ini merupakan prodi yang paling muda di Unsrat, akan tetapi kami lihat gebrakannya cukup banyak dan komitmen dari seluruh stafnya mengajar cukup baik dan sangat baik dalam komunikasi dan koordinasi bersama kami,” ujar dr Wega.

Dia berharap akreditasi ini mendapatkan hasil yang maksimal sehingga membuat nilai tambah dan proses akreditasi berjalan dengan lancar.

“Mudah – mudahan dengan akreditasi ini hasilnya semakin maksimal dan saya berharap kami bisa mencapai maksimal sehingga membuat nilai tambah, baik dari tujuan orang – orang yang belajar anastesi di sini dan juga program pemerintah untuk menciptakan SDM yang berkualitas dan bisa memenuhi kebutuhan dokter anestesiologi di seluruh Indonesia. Kami berharap proses akreditasi ini berjalan dengan lancar,” terangnya.

Sementara itu, Dr dr Sudadi,SpAn-TI,Subsp.N.An(K), Subsp.An.R(K) mewakili tim Assesor LAM-PTKes dalam sambutannya menyampaikan kegiatan akreditasi ini merupakan yang pertama dilakukan di program studi Anestesiologi FK Unsrat.

“Kami dari LAM-PTKes sebagai assesor berupaya agar prodi Anastesi FK Unsrat mendapatkan nilai yang terbaik. Untuk mendapatkan nilai terbaik tentu ada upaya – upaya, mungkin kemarin sudah mengurus dokumen – dokumen dan mungkin juga melengkapi dokumen. Tujuannya supaya mendapatkan nilai yang terbaik dan lulus dengan nilai terbaik juga. Sehingga prodi ini bisa terakreditasi dan dapat meluluskan peserta didik,” tukas Dr Sudadi.

Lanjutnya mengatakan, apabila tidak terakreditasi maka prodi ini tidak dapat meluluskan peserta didik pula.

“Jadi dalam waktu kedepan kami akan melakukan telusur, supaya program pendidikan ini terstandar secara nasional. Tentu tujuan utamanya prodi ini baik dan kami tidak hanya memotret tetapi akan memberikan saran dan perbaikan,” ucapnya.
Dr Sudadi juga menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada RSUP Kandou Manado atas sambutan yang baik dan telah memfasilitasi kegiatan ini.

“Kami juga memberikan apresiasi dan terimakasih atas sambutan yang baik dari RSUP Kandou dan prodi FK Unsrat yang telah memfasilitasi dan semoga dapat berjalan dengan baik dan lancar,” tutup dr Sudadi.

Pada kesempatan itu, plt Direktur SDM Ns Suwandi I Luneto memaparkan profil tentang RSUP Kandou Manado dihadapan peserta tim akreditasi. (sisco)




Di Acara Festival Sulut Sehat 2024, RSUP Kandou Manado Promosikan Klinik Aesthetic Fasung

Sulut,GN- Masyarakat Sulawesi Utara disajikan dengan berbagai promosi dan edukasi layanan kesehatan dalam kegiatan festival Sulut Sehat tahun 2024.

Pantauan media Gemparnews.com festival kali ini di ikuti oleh berbagai instansi dan rumah sakit yang ada di Sulawesi Utara.

Sementara untuk Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Dr RD Kandou Manado juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan festival Sulut Sehat 2024.

Selain memberikan edukasi tentang kesehatan, RSUP Kandou Manado juga mempromosikan Poliklinik eksekutif  layanan terbaru klinik aesthetic Fasung kepada masyarakat.

” RSUP Kandou Manado ikut berpartisipasi dalam festival Sulut sehat 2024, yang adalah program dari pemerintah provinsi Sulut,” ujar Direktur Utama melalui Direktur Layanan Operasional RS Kandou Manado dr Wega Sukanto, SpB,TKV (K), Senin (22/7/2024) di atrium Mantos tiga.

Lanjut dr Wega menjelaskan edukasi yang di berikan oleh RSUP Kandou dalam festival yakni mengenai penyakit yang ada di masyarakat. “Pertama kami mengedukasi masyarakat tentang penyakit-penyakit yang ada di masyarakat,” ujarnya.

Dia berharap dengan ikut berpatisipasi serta mempromosikan layanan klinik aesthetic Fasung  dalam festival Sulut Sehat, dapat menerima masukan yang positif dari berbagai pihak termasuk juga kalangan masyarakat Sulawesi Utara.

“Kami berharap ada masukan yang positif setelah mempromosikan layanan terbaru klinik aesthetic fasung kepada masyarakat,” pungkas dr Wega di dampingi Manager Hukum dan Humas Ruslianto Urendeng. (sisco)