Wakili Dirut RSUP Kandou Manado, Manager Diklat Buka Kegiatan Orientasi Mahasiswa D3 Keperawatan Poltekes Manado

Manado,GN- Bertempat di ruang aula lantai tiga kantor administrasi RSUP Prof Dr RD Kandou Manado, Jumat (15/08/2025) Puluhan mahasiswa D3 Keperawatan Poltekkes Kemenkes Manado mengikuti kegiatan pelaksanaan orientasi dan pendidikan serta pelatihan.

Kegiatan orientasi dan Diklat dibuka oleh Direktur Utama RSUP Kandou Manado, Prof Dr dr Starry Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, MARS, diwakili Manajer Diklat, dr Judy Flora Sengkey, MKes.

Dalam sambutannya, dr Judy menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada RSUP Kandou Manado sebagai rumah belajar sekaligus rumah praktek.

“Jadi orientasi ini bertujuan untuk mengenalkan lingkungan kerja rumah sakit, pendidikan utama, dan bagaimana memahami standar operasional yang berlaku dirumah sakit, aturan – aturan atau kebijakan, budaya keselamatan pasien dan tentunya bagaimana membangun sikap profesionalitas sesuai dengan nilai – nilai yang dianut di dalam rumah sakit Kandou ini,” kata dr Judy.

Manager Diklat menegaskan bahwa rumah sakit Kandou berkomitmen melaksanakan pendidikan yang bebas dari perundungan.

“Pada kesempatan ini saya menegaskan bahwa rumah sakit ini berkomitmen untuk melaksanakan pendidikan sebagai suatu proses pendidikan yang bebas dari perundungan atau bullying, sehingga saya katakan tidak ada tempat bagi intimidasi, pelecehan atau diskriminasi di bidang pembelajaran. Dan kami memastikan bahwa kita semua menciptakan suasana belajar yang aman dan inklusif saling menghargai sehingga semua peserta dapat berkembang secara optimal,” ujar dr Judy.

“demikian juga para pembimbing serta tenaga pendidik diharapkan dapat menjadi teladan dan membimbing dengan empati dan memberikan umpan balik yang membangun,” sambungnya.

Pada akhir sambutannya, dr Judy mengucapkan selamat kepada peserta untuk dapat mengikuti orientasi dengan baik.

” Akhir kata saya mengucapkan selamat mengikuti orientasi dan memulai masa praktek kerja lapangan di rumah sakit Kandou dan jadikan setiap pengalaman sebagai pelajaran, setiap pasien sebagai sumber ilmu dan setiap tantangan sebagai peluang untuk menjadi perawat profesional, yang unggul, berintegritas dan berhati melayani,” tandasnya.

Untuk diketahui, peserta mengikuti orientasi dan Diklat ini kurang lebih lima bulan ke depan. (sisco)




RSUP Kandou Gelar Pelatihan Keperawatan Kanker Dasar Untuk 9 RS Ampuh dan 2 RS Swasta

Manado,GN – RSUP Prof Dr RD Kandou Manado menggelar pelatihan bagi Peserta fasilitator, clinical instructur (CI) pelatihan keperawatan kanker dasar.

dr Judy Flora Sengkey,MKes (foto : Gemparnews)

Direktur Utama RSUP Prof Dr RD Kandou Manado Dr dr Ivonne E Rotty,MKes melalui Plt Manager Tim Kerja dr Judy Flora Sengkey,M.Kes kepada media Gemparnews.com menjelaskan pelatihan Keperawatan kanker dasar merupakan pelatihan yang ditujukan kepada rumah sakit. Ada 17 rumah sakit yang di ampuh, dan juga ada rumah sakit swasta.

Untuk kegiatan ini lanjut dr Judi menjelaskan pihaknya bekerjasama dengan pusat kanker nasional rumah sakit Dharmais dan juga Fakultas ilmu keperawatan UI, himpunan keperawatan Onkologi Indonesia (Himponi) dan lainya.

“Jadi tujuan dari pelatihan ini untuk tersedianya kapasitas perawat unpologi yang terstandardisasi sehingga memenuhi pelayanan pasien kanker di rumah sakit,” jelas dr Judy ketika ditemui diruangan kerjanya.

Dokter Judi mengatakan Pelatihan ini sudah berlangsung sejak 1 sampai 5 Juli secara daring, dan 8 sampai 12 Juli secara luring, dan mereka akan melakukan praktek lapangan sesuai dengan asuhan keperawatan dan kanker nantinya juga akan telementoring selama tiga bulan. Setiap dua Minggu akan ada pertemuan dengan klinical instruktur.

Sementara untuk jumlah peserta yang mengikuti pelatihan kata dr Judi sebanyak 25 orang yang terdiri dari RSUP kandou Manado 4 orang, dan RS yang diampu 17 orang yakni RS ODSK 2 orang, RSUD Bitung 2 orang, RSUD Amurang 2 orang, RSUD Noongan 2 orang, RS Leimena Ambon 2 orang, RS kota Kotamobagu 2 orang, RS datue binangkang 2 orang, RS Ratatotok buyat 2 orang, RS Walanda maramis 1 orang. Sedangkan RS swasta ada 4 orang antara lain RS Siloam 2 orang dan RS Sentra Medika 2 orang.

Untuk itu diharapkan setelah mendapatkan pelatihan ini mereka dapat mempunyai kemampuan untuk menjadi seorang perawat Onkologi.

“Diharapkan setelah mendapatkan pelatihan ini, mereka mempunyai kemampuan untuk menjadi seorang perawat Onkologi yang mampu melakukan asuhan keperawatan terhadap pasien kanker yang ada di rumah sakit. Sehingga dengan pelatihan ini dapat terstandardisasi asuhan keperawatannya seperti apa dan tentunya untuk memenuhi pelayanan dan kebutuhan pasien kanker di rumah sakit,” tutupnya. (sisco)