Ketua Komisi IV DPRD Sulut Minta Perhatian Khusus Pemerintah Daerah Untuk Disparda Sulut

Sulut,GN- Ketua Komisi IV DPRD Sulawesi Utara (Sulut) Dra Vonny A Paat, meminta perhatian khusus kepada Dinas Pariwisata Daerah (Disparda) Sulut. Hal ini disampaikan oleh ketua komisi IV saat mengundang rapat dengar pendapat Disparda Sulut, Selasa (30/8/2022).

Ketua Komisi IV DPRD Sulut, Dra Vonny Paat menegaskan untuk tahun anggaran 2022 retribusi anggaran pendapatan daerah yang di targetkan tidaklah kecil yaitu 1,1 Miliar termasuk dua daerah wisata yaitu bukit kasih kanonang dan Sumeru Endo Remboken.
” Perlu ada tunjangan anggaran,jangan di plot Pendapatan Asli Daerah (PAD) besar tetapi anggaran pengembangan kecil,” tegasnya.

Sementara itu, dalam penjelasan Kepala Dinas Pariwisata Daerah Henry Kaitjily mengatakan bahwa bukit kasih kanonang dan Sumeru Endo target retribusi untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun anggaran 2022 sebesar 1,1 Miliar sampe dengan semester ini sudah masuk 500 juta rupiah.

Lebih lanjut kata Kaitjily, dana PEN pengusulan 10 Miliar di setujui 3,5 Miliar di gunakan untuk pengembangan di bukit kasih kanonang tahun 2021 dan Silpa 472 juta yang masuk untuk tahun anggaran 2022. “Masih kurang karena masih butuh biaya tambahan untuk pengembangan di dua titik itu seperti toilet dan jalan,” katanya. (sisco)




Dorong Program ODSK, Disparda Sulut Genjot Destinasi Super Prioritas Pariwisata KEK Likupang

Sulut,GN- Nama Likupang ditetapkan sebagai Destinasi Super Prioritas pada bulan Desember 2019 lalu utk menyusul DSP Danau Toba, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo. Likupang juga sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Kepala Dinas Pariwisata Daerah Sulut Henry Kaitjily,SH (foto : ist)

KEK Likupang ini memiliki nilai keunggulan pada sektor pariwisata dengan tema resor dan wisata budaya .Tema ini didukung oleh kawasan sekitarnya yang memiliki pantai dan dekat dengan Wallace Conservation Center.

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat ini terus melakukan pengembangan infrastruktur demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat, termasuk di Sulawesi Utara (Sulut) lewat pengembangan Destinasi Super Prioritas (DPSP) Likupang yang terintegrasi dengan wilayah sekitarnya yaitu: Manado, Minut, Bitung, Tomohon dan Tondano

Bagaimana dengan progres area pengembangan KEK Likupang dan apa saja daya tarik yang dimiliki destinasi super prioritas tersebut.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Daerah (Kadisparda) Sulawesi Utara (Sulut) Henry Kaitjily, menyebutkan pengembangan KEK Likupang, saat ini telah menyelesaikan beberapa ruas jalan di DPSP Likupang. Pekerjaan ini termasuk preservasi dua ruas jalan dan satu jembatan yakni preservasi Jalan Girian (Bitung) dan Likupang. Preservasi jalan ini akan membuat waktu tempuh dari Manado ke Likupang lebih cepat.

Selain itu kata Henry, Pekerjaan peningkatan Jalan Pantai Pulisan, penggantian Jembatan Marinsow dengan total panjang jalan dan jembatan pun telah dirampungkan. Ada juga Program lainnya seperti program pengadaan Homestay di Sekitar DSP yaitu di Desa Pulisan, Marinsouw, dan Kinunang . “Program tersebut berjumlah 263 unit Homestay,” kata Henry.

Di sisi lain Henry Kaitjily menjelaskan desa wisata menjadi salah satu program unggulan dalam pengembangan KEK Likupang. ” Likupang memiliki beberapa desa wisata seperti Desa Pulisan, Desa Kinunang, Desa Bahoi, dan Desa Pulau Gangga yang di bangun jembatan untuk pariwisata,” jelasnya.

Selain desa wisata lanjut Henry, pesona alam Likupang membuat pengunjung mudah terpikat. Pulau Lihaga yang terkenal dengan spot diving yang masih belum terjamah, lengkap dengan pantai eksotis dengan pasir putihnya dan ada Pantai Paal yang dikenal surga tersembunyi di Likupang. Daya tarik Pantai Paal adalah pasir putih yang lembut dengan lokasi pantai yang dikelilingi perbukitan membuat pemandangannya jadi lebih menarik dan sangat memikat hati setiap pengunjung. (sisco)