Periksa Kondisi Aset BMN, RSUP Kandou Manado Gelar Apel Kendaraan Dinas

Manado,GN – Apel kendaraan dinas RSUP Prof Dr RD Kandou Manado di laksanakan di halaman parkir kantor pusat administrasi Kamis (08/06/2023).

Direktur Utama (Dirut) RSUP Kandou Dr.dr Jimmy Panelewen,SpB-KBD, serta didampingi Direktur Pelayanan Medik Keperawatan dan Penunjang, dr Yeheskiel Panjaitan,S.H, MARS, Direktur Layanan Operasional, dr Wega Sukanto,Sp.BTKV, Direktur Perencanaan Keuangan dan BMN, Dr Erwin Siagian,SSTP M.Si.

Menurut Dirut, ini wajib dilaksanakan secara reguler untuk melihat kuantitas dan kualitas Barang Milik Negara dalam bentuk kendaraan, sehingga pimpinan bisa mengetahui bagaimana kondisi dari aset yang dimiliki Kementerian Kesehatan di RSUP Kandou Manado.

“Saya berharap kepada pejabat yang memegang aset negara agar dapat bertanggung jawab dan menjaga serta merawat dengan baik, karena aset ini juga untuk menunjang kelancaran tugas pekerjaan,” kata Panelewen.

Lanjut kata Dirut, kegiatan ini juga mengingatkan kepada mereka yang sudah di fasilitasi oleh negara,agar dapat menjaga dan merawat dengan baik aset ini.

Selain itu Dirut juga menjelaskan apel kendaraan ini adalah salah satu bentuk pengamanan barang milik Negara.

“Banyak aset kita harus di tata dijadikan rapi sehingga proses pemilikan Barang Milik Negara (BMN) menjadi jelas untuk mewujudkan pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) yang transparan dan akuntabilitas, dan semua harus taat terhadap regulasi yang ada,” tutupnya.

Selanjutnya pejabat pemegang  kendaraan dinas melakukan penandatangan surat pertanggung jawaban.

Untuk diketahui kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban serta akuntabilitas terhadap aset-aset milik pemerintah,RSUP Prof Dr R.D Kandou Manado, melalui Bagian pengelolaan Barang Milik Negara. (sisco)




Dirut Panelewen : Soft Skil Memberi Kontribusi Besar Dalam Kesuksesan Seseorang

Manado,GN- Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Dr dr Jimmy Panelewen, SpB-KBD mengatakan bahwa hal penting dalam membangun suatu tim yang kuat dan solid harus mempunyai soft skil.

Hal itu dikatakan Dirut RSUP Kandou Manado saat membuka kegiatan capacity Building, Direktorat Perencanaan, Keuangan dan BMN, Kamis (22/9/2022) di Nusantara Dive Center (NDC) Molas Manado.

 

Dirut menjelaskan soft skil banyak memberikan kontribusi besar dalam kesuksesan seseorang. ” Soft skil adalah kemampuan untuk berinteraksi dalam membuat sebuah net working,” kata Dirut.

Dirut berharap Direktorat perencanaan, keuangan dan BMN harus mempunyai satu tim yang kuat dengan soft skil, sehingga apa yang di programkan menjadi tercapai. ” Saya berharap manfaatkan momen ini, mudah-mudahan kita lebih matang lagi dan lebih bersemangat dengan mewujudkan program ke depan,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan capacity Building Direktorat Perencanaan, Keuangan dan BMN yakni koordinator anggaran Ahnec Sepang SE, koordinator BMN Rini Novita Hamdani SE Ak dan koordinator Perencanaan dan Evaluasi Marcel Lahiang SE serta staf lainnya. (sisco)




Panelewen : Mahasiswa Harus Mampu Lakukan Service Exelent

Manado,GN- Bertempat diaula lantai 2 RSUP Kandou Manado, Senin 18 April 2022 pelaksanaan Pembukaan Pendidikan dan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar, Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien, Kesehatan dan Keselamatan Rumah Sakit serta Covid-19 bagi Mahasiswa peserta program pendidikan dan teknologi Laboratorium Poltekkes Manado dan Keperawatan Stikmah Tobelo Provinsi Maluku Utara.

Direktur Utama (Dirut) RSUP Kandou Manado, Dr.dr. Jimmy Panelewen, Sp.B-KBD didampingi Direktur SDM Pendidikan dan Umum Dr.dr. Ivonne Elisabeth Rotty, M.Kes, Direktur Poltekkes Manado Dra.Natalia Barung, M.Kes, Apt Koordinator Diklat dr. Hanry Takasenseran dan pejabat terkait lainnya.

Dirut Panelewen saat membuka pelatihan mengatakan bahwa pada saat mahasiswa ini berada diRSUP Kandou Manado, disitu ada tanggiung jawab tidak hanya menjadi nama institusi pendidikan dari para mahasiswa tetapi juga nama baik RSUP Kandou. Maka kalian akan direkam selama melakukan proses pendidikan di RSUP Kandou Manado, tentunya ada penilaian – penilaian seperti perilaku, attitude dan juga skill. Hal itu mahasiswalah yang menjadi titik tangkap atau didalam penilaian tersebut.

Dimana dalam peleyanan kesehatan kepada masyarakat makan komponen ini adalah komponen yang sangat penting, karena ini memperlihatkan kemampuan seseorang dalam menjalani hubungan antar sesama manusia atau human relationship, termasuk komunikasi kepada pasien dan keluarganya, termasuk juga komunakasi dengan sesama rekan kerja.

Dirut berharap agar para mahasiwa dapat memanfaatkan dengan baik peluang untuk melakukan praktik dan dapat menunjukkan kualitas sebagai perawat yang mumpuni dan haldal serta dapat menangkap hal-hal yang baik selama mengikuti pendidikan. Jika ada yang kurang baik dijadikan pelajaran dan yang baik diadopsi dan bahkan diadaptasi, dan diharapkan mampu melakukan service Excellent.

Sementara itu Direktur Poltekkes Manado menyampaikan apresiasi kepada pihak RSUP Kandou Manado yang sudah menerima dengan baik Mahasiswa yang akan melakukan praktek selama 1 bulan.

Diharapkan agar tercapainya kompetensi dari para mahasiswa, maka semua sudah harus siap dilapangan dan dapat menyesuaikan dengan kondisi dilapangan dan aktif dalam mengikuti praktik lapangan dan bisa memberikan kontribusi bagi rumah sakit. Usai acara dilanjutkan dengan materi praktik yang diberikan oleh Narasumber yang sangat berkompeten. (*/sisco)




Di Buka Dirut RSUP Kandou Manado, 43 Mahasiswa Stikes Muhamadiyah Manado Ikut Workshop

Manado,GN- Sebanyak 43 Mahasiswa Stikes Muhamadiyah Manado Program Studi Ners mengikuti workshop Selasa (15/2/2022) sebelum turun lapangan. Workshop tersebut menyangkut pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), Pengendalian Penyakit Infeksi (PPI) Covid-19 dan Keselamatan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS).
Direktur Utama (Dirut) RSUP Prof Dr RD Kandou Manado, Dr drJimmy Panelewen, SpB-KBD saat membuka kegiatan tersebut didampingi Direktur SDM, Penddikan dan Umum Dr dr Ivonne Elisabeth Rotty, MKes, Perwakilan dari Stikes Muhammadiah Manado Ibu Merry Rineke Rimporok, BSc, SPd, MKes Koordinator Diklit dr Hanry Takasenseran, Kepala Instalasi Diklat Dra Sisca Hutadjulu, MSi serta pejabat terkait lainnya.

Dirut mengatakan saat ini kebutuhan tenaga kesehatan secara lokal, nasional, regional bahkan global sangat dibutuhkan. Oleh karena itu kata Dirut banyak bermunculan fakultas- fakultas baru khususnya dibidang kesehatan selain untuk memenuhi kebutuhan SDM yang ada di Sulawesi Utara, juga dikawasan Indonesia Timur bahkan sampai ditingkat Nasional dan Global.

Lanjut Dirut mengatakan setiap mahasiswa harus mempersiapkan diri secara matang, agar nantinya menjawab tantangan dan berkompetisi sesuai dengan kompetensi dari mahasiswa, namun memang untuk pengembangannya sedikit tertahan karena diakibatkan pandemi Covid-19. “Dalam konteks layanan publik terhadap masyarakat bahwa unsur softskill itu menjadi unsur yang sangat penting, walaupun kita pintar tetapi jika kita tidak mampu menjalin komunikasi dengan baik kepada pasien dan keluarganya, maka anda akan ditinggalkan,” kata Dirut.

Dalam era digitalisasi yang berkembang sangat cepat saat ini, ada beberapa tindakan yang sudah mulai dilakukan dengan menggunakan tenaga robot dan bahkan tenaga robot lebih cepat dari manusia, tetapi bukan berarti hal ini menjadi alasan untuk bisa menggeserkan atau menggantikan yang namanya profesi sebagai dokter, atau perawat karena sebagai manusia tetap harus ada kontak psikologis antara dokter, perawat dan juga pasien yang tidak dimiliki oleh tenaga robot kesehatan.

Lebih jauh panelewen menegaskan semua mahasiswa harus melengkapi diri dengan softskill yang tentunya harus didasari pada keinginan yang sangat kuat dari dalam diri masing-masing dan harus memiliki komunikasi yang baik serta kontak psikologis dengan pasien. Dan juga punya empati dan simpati terhadap pasien dan keluarga pasien.

Dirut mengajak mahasiswa untuk bisa merubah budaya untuk selalu peduli atau Care terhadap pasien sesuai dengan essensi dari pelayanan Dokter dan perawat.

Ditempat yang sama, perwakilan dari Stikes Muhammadiah Merry Rineke Rimporok, BSc, SPd, MKes, menyampaikan apresiasi kepada Manajemen RSUP Kandou Manado, sudah menerima Mahasiswa program studi Ners Stikes Muhammadian untuk melakukan pendidikan praktek lapangan selama 4 bulan dengan harapan agar selama mengikuti pendidikan di RSUP Kandou harus memberikan performa yang baik sesuai dengan standar pelayanan yang ada di RSUP Kandou. Serta tetap menjaga nama baik dari Stikes Muhammadiah dan juga RSUP Kandou.

Diketahui, kegiatan ini berlangsung selama 4 hari (15 -18 Februari 2022) dan peserta akan mendapatkan materi dari Narasumber yang sangat berkompeten dibidangnya dan diawali dengan materi tentang nilai-nilai Revolusi Mental Bidang Kesehatan yakni Integritas, Kerja Keras dan Gotong Royong oleh Dr dr Ivonne Elisabeth Rotty, MKes (*/sisco)