World Sight Day 2025, Cegah Kebutaan Akibat Diabetes, Periksa Mata Sebelum Terlambat

Manado, GN– Dalam rangka memperingati World Sight Day 2025, RSUP Prof dr RD Kandou melalui program Promkes Bercerita menghadirkan episode khusus bertema “Diabetes dan Mata “Cek Retina Sebelum Terlambat”, Acara ini menghadirkan Dr. dr. Ade John Nursalim, MM, MARS, Sp.M, ChM, FICS, dokter spesialis mata divisi Vitreoretina RSUP Kandou, bersama drg. Elisa Mavilinda sebagai moderator.

Dalam bincang santai namun penuh makna, Dr. Ade menjelaskan bahwa diabetes tidak hanya menyerang ginjal dan jantung, tetapi juga dapat merusak retina mata—bagian penting yang berfungsi menangkap cahaya dan mengirim sinyal ke otak. “Banyak pasien masih melihat jelas padahal retinanya sudah rusak akibat gula darah tinggi. Karena itu, deteksi dini sangat penting,” tegasnya.

RSUP Kandou kini telah dilengkapi teknologi OCT Angiografi (OCTA) yang mampu mendeteksi kelainan pembuluh darah retina bahkan sebelum gejala muncul, memungkinkan terapi dilakukan lebih awal dan mencegah kebutaan.

Dia menekankan bahwa pengobatan kini jauh lebih maju, mulai dari suntikan anti-VEGF hingga operasi retina yang rutin dilakukan di RSUP Kandou dengan hasil memuaskan. “Ketika sudah didiagnosis diabetes, segera periksa ke dokter mata. Jangan tunggu gejala muncul. Deteksi dini dan pencegahan selalu lebih baik daripada mengobati,” pesannya.

Melalui peringatan World Sight Day 2025 yang bertema “Putting People at the Heart of Eye Health”, RSUP Prof. dr. R. D. Kandou mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan mata dan melakukan pemeriksaan rutin, terutama bagi penderita diabetes.(*/sisco)




Instalasi Promkes Dan Pemasaran RSUP Kandou Manado Gelar Edukasi Kesehatan Penyuluhan Diabetes

Manado,GN- Instalasi Promosi Kesehatan (Promkes) dan Pemasaran Rumah Sakit Kandou Manado menggelar Edukasi Kesehatan. Penyuluhan kepada Pasien dan Keluarga Pasien yang datang untuk berobat Selasa, (06/12/ 2022). Kegiatan Penyuluhan ini dilaksanakan di Poliklinik Bedah RSUP Kandou dengan Materi Penyuluhan “Diabetes”.

Dalam kegiatan Penyuluhan ini dr Bisuk Parningotan Sedli, SpPD selaku Narasumber menyampaikan bahwa penyakit Diabetes merupakan suatu penyakit dimana kadar gula dalam darah tinggi karena tubuh tidak dapat menghasilkan atau menggunakan insulin secara cukup. dr. Bisuk Parningotan Sedli, Sp.PD adalah dokter spesialis penyakit dalam di Poliklinik penyakit dalam RSUP Prof. dr. R D Kandou, Manado.
Narasumber memulai penyuluhan dengan menjelaskan statistic dan faktor risiko terjadinya kerusakan retina akibat diabetes mellitus. Sekitar 80% pengidap diabetes di Indonesia tidak sadar menderita diabetes.

Menurut WHO ada 422 juta penderita diabetes didunia. “Faktor risiko penyakit diabetes ada yang bisa di ubah dan tidak bisa di ubah. Faktor yang bisa di ubah antara lain berat badan, aktifitas fisik, hipertensi, diet tidak seimbang, dyslipidemia, dan riwayat penyakit jantung. Sedangkan faktor risiko yang tidak bisa diubah yaitu usia diatas 40 tahun, kehamilan dengan gula darah tinggi, ibu dengan riwayat melahirkan bayi dengan BBL diatas 4 kg, bayi yang memiliki BBL kurang dari 2.5 kg dan mempunyai riwayat keluarga menderita diabetes,” jelasnya.

Diabetes mellitus dapat di cegah dengan mempertahankan berat badan ideal, makan makanan sehat, rutin beraktifitas fisik 30 menit setiap hari, tes glukosa darah dan kadar HbA1c secara teratur, dan menghindari penggunaan tembakau (merokok) serta hindari konsumsi alcohol.
Para audiens sangat antusias dengan Materi yang dibawakan oleh Narasumber, beberapa orang memberikan pertanyaan seputar permasalahan kesehatan dan di jawab dengan baik oleh narasumber.

Kepala Instalasi Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado yang diwakili oleh Kepala Unit Administrasi dr. Ade John Nursalim, Sp.M, MARS, MM menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada narasumber dan seluruh pasien dan keluarga yang mendampingi pasien telah berkenan mengikuti edukasi kesehatan.

“kami dari instalasi promosi kesehatan dan pemasaran menyampaikan terimakasih atas waktu dan kesempatannya. Semoga kegiatan hari ini dapat meningkatkan pemahaman dan pengetahuan bapak ibu dalam bidang ilmu kesehatan,” ungkapnya. (sisco/*)




Dokter Bisuk: Penyakit Diabetes Masih Menjadi masalah kesehatan Di Indonesia

Manado,GN- Instalasi Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP Prof Dr RD Kandou Manado kembali menggelar edukasi kesehatan bagi para pasien dan keluarga yang berobat di RS Kandou. Kegiatan edukasi tersebut dilaksanakan di ruang tunggu poliklinik bedah, dengan memperhatikan protokol kesehatan. Dalam kegiatan tersebut, Dr Bisuk P Sedli, SpPD membawakan materi mengenai Penyakit Diabetes.

Menurut Dr Bisuk, Penyakit Diabetes masih menjadi masalah kesehatan baik di Indonesia maupun di seluruh dunia. Jumlah pasien Penyakit Diabetes, atau yang dikenal dengan sebutan Sakit Gula atau Kencing Manis, semakin meningkat. “Sulawesi Utara saat ini menduduki peringkat ketiga dalam hal jumlah penderita Diabetes secara nasional,” jelasnya.

Kegiatan tersebut dibawakan secara interaktif oleh Dr Bisuk tersebut dan diingatkan ada banyak komplikasi yang bisa ditimbulkan oleh penyakit ini. “Beberapa komplikasi antara lain kebutaan, stroke dan serangan jantung,” jelasnya lagi.

Namun, Dr Bisuk juga menekankan dengan menghindari faktor resiko Penyakit Diabetes, maka peluang menderita penyakit ini dapat diturunkan. Beberapa faktor resiko yang harua diwaspadai misalnya kurang gerak badan, makanan tinggi gula dan juga kadar lemak yang tinggi dalam darah.

Terpantau awak media ini, peserta sangat antusias mengikuti edukasi ini. Kesempatan itu juga Beberapa peserta menanyakan hal-hal yang relevan dalam keseharian mereka dalam hubungan dengan terjadinya penyakit kencing manis ini.

Di ketahui acara dipandu oleh Ns Minar Hutauruk, SKep tersebut diakhiri dengan pembagian souvenir oleh Dr Bisuk maupun oleh Kepala Instalasi Promosi Kesehatan dan Pemasaran Rumah Sakit, Dr Sekplin Sekeon, SpS, MPH.

Usai kegiatan Dr Sekplin berharap agar para peserta senantiasa mempraktekkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Disamping itu juga, sehubungan dengan situasi pandemi, diingatkan juga mengenai pentingnya disiplin menjalankan protokol kesehatan untuk menurunkan penyebaran covid 19.(sisco/*)




Edukasi Kesehatan Tentang “Diabetic retinopathy” Di RSUP Prof Dr RD Kandou Manado Mendapat Respon Positif Dari Pasien Dan Keluarga Pasien

Manado,GN- Kerusakan retina akibat diabetes dapat mengenai 50 persen pasien diabetes mellitus dalam waktu 10 tahun dan 90 persen pasien diabetes mellitus dapat terkena penyakit retina dalam waktu 30 tahun jika tidak di tangani dengan baik. Faktor risiko lain seperti gula darah yang tidak terkontrol, kehamilan, tekanan darah tinggi, gangguan ginjal, merokok dan sebagainya dapat meningkatkan risiko terkenanya kerusakan retina akibat diabetik.

Hal ini dijelaskan oleh dr Ade John Nursalim, MM, MARS, SpM selaku narasumber pada kegiatan penyuluhan dan edukasi kesehatan yang di laksanakan oleh Instalasi Promosi Kesehatan dan Pemasaran Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Kandou Manado Rabu, (16/6/2021).

Lanjut narasumber menjelaskan kerusakan mata akibat diabetic dapat di cegah dengan melakukan memeriksakan kepada dokter spesialis mata untuk mendapatkan penanganan yang baik.

Selain itu, narasumber menyampaikan bahwa penyakit Diabetes juga bisa berdampak pada Mata dengan gejala penglihatan kabur, Floaters, Kehilangan penglihatan progresif tanpa nyeri. Mengingat provinsi Sulawesi utara merupakan salah satu provinsi dengan tingkat diabetes mellitus tertinggi di Indonesia. sehingga pengetahuan yang baik akan penyakit ini lanjut narasumber di harapkan dapat meningkatkan kualitas penglihatan dan kualitas hidup masyarakat.

Pada sesi tanya jawab, beberapa audiens bertanya terkait seputar permasalahan kesehatan mata yang di derita dan fenomena – fenomena yang terjadi di masyarakat. Setiap pertanyaan di jawab dengan baik oleh narasumber.

Usai narasumber memaparkan edukasi kesehatan, kepala instalasi promosi kesehatan dan pemasaran, dr Sekplin, Sekeon, SpS, MPH menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada narasumber dan seluruh pasien dan keluarga yang mendampingi pasien telah berkenan mengikuti edukasi kesehatan. “Kami dari instalasi promosi kesehatan dan pemasaran menyampaikan terimakasih atas waktu dan kesempatannya. Semoga kegiatan hari ini dpat meningkatkan pemahaman dan pengetahuan bapak ibu dalam bidang ilmu kesehatan mata,” tandasnya.

Diketahui kegiatan Penyuluhan ini dilaksanakan di Poliklinik Bedah RSUP Kandou dengan Materi Penyuluhan “Diabetic retinopathy”.(sisco)