Audiensi Pewarna Indonesia Dan Dewan Pers, Menjaga Kualitas Jurnalis Handal Dan Terpercaya

Jakarta,GN- Hubungan Pewarna Indonesia dengan Dewan Pers sudah dimulai sejak kepemimpinan (Alm).Leo Batubara, dan tetap berjalan hingga kini.

Menurut Yusuf Mujiono Ketua Umum Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna Indonesia), profesi jurnalis memiliki peran penting bagi kebutuhan informasi publik, untuk itu perlu mengikuti ketentuan yang sudah di atur dalam UU Pers dan kode etik jurnalistik. “Dalam rangka peningkatan dan pengakuan kualitas Jurnalis maka perlu dukungan dan kerjasama dengan Dewan Pers” ungkap Yusuf dalam perbincangan audiensi via Zoom dengan Dewan Pers (DP) Jumat (1/7) yang dimulai pukul 10.00 WIB.

Yusuf menambahkan permohonan pewarna agar dewan pers menfasilitasi untuk uji kompetensi serta menjadikan pewarna sebagai anggota dewan pers atau konstituennya dewan pers dan mengupayakan pewarna bisa membuat lembaga penguji.

Hadir mewakili Dewan Pers, Totok Suryanto ketua komisi hubungan antar lembaga dan luar negeri, Maria Susilawati sekretariat Dewan Pers.

Atas pernyataan Ketum Pewarna Indonesia, Totok menyambut baik dan akan meneruskan dalam rapat dewan Pers. “Saya apresiasi Pewarna Indonesia sebagai organisasi pers yang sudah memiliki kepengurusan daerah di hampir sebagian jumlah propinsi, ujarnya. Totok juga mengharapkan jurnalis pewarna Indonesia untuk menjaga kepentingan masyarakat dalam pemberitaannya.

Pertemuan yang berlangsung relatif singkat ini dari Pewarna Indonesia selain Ketua umum Yusuf Mujiono hadir Sekretaris Jenderal Pewarna Indonesia, Ronald Stevly Onibala, Bendahara Umum Albert Muntu, ketua Departemen (Dept) Penelitian dan Pengembangan(Litbang) Ashiong Munthe, Ketua Dept. Pelatihan Jurnalistik Prambudi, Pengurus Dept. Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) Endharmoko,Dewan penasehat Pengurus Daerah (PD) Banten Henry Winoto, Ketua PD Banten Philip Bulolo, Ketua PD. DKI Jakarta Johan P. Silaban, Ketua PD Jawa Barat Kefas H.Devananda, ketua PD Yogyakarta Harun Sumadi, Ketua PD Jawa Timur Meilamsen Simamora, Ketua PD Bali Vidi Simanjuntak, Ketua PD Sulawesi Utara Sisco Mamossoh, Ketua PD Kalimantan Tengah Frida Magdalena.

Pada kesempatan tersebut Sekjen Pewarna Indonesia Ronald Onibala menginformasikan jumlah keanggotaan dan kepengurusan Pewarna Indonesia dan progres kegiatan Pewarna Indonesia. (*/red)




Panitia Umumkan 51 Peserta UKW Kompeten

Sulut,GN- Uji Kopetensi Wartawan (UKW) ke-26 Sukses di gelar selama dua hari (21-22 September 2021) bertempat di NDC Resort Molas Kota Manado. Kegiatan ini di laksanakan oleh Dewan Pers bekerja sama dengan Lembaga Pers Dr. Soetomo dengan menghadirkan para penguji yang sangat profesional.

Koordinator Tim Penguji Umumkan Hasil UKW Di Manado (Foto: gemparnews.com)

Adapun jumlah peserta yang ikut UKW berjumlah 54 wartawan termasuk Televisi, Media Cetak dan Media Elektronik di Provinsi Sulut.

Saat pengumuman oleh panitia pelaksana hanya 51 wartawan yang hadir dan dinyatakan Kompeten (Lulus) sedangkan 3 wartawan dari daerah kepulauan Sangihe dan Talaud gagal hadir karena terkendala cuaca di perairan Sulawesi.

Di ketahui tim penguji yang dihadirkan LPDS terdiri dari Lestantya R. Baskoro (Ketua Tim Penguji), Maria, A. A. Ariwibowo, Lahyanto Nadie, Sri Mustika, Jufri Alkatiri, Ely Sutanto, Ken Norton Hutasoit dan Zaenal Arifin.

Ujian dilaksanakan selama dua hari dan 51 orang yang terbagi dalam 3 jenjang kompetensi yakni 1 kelompok wartawan utama (6 orang), 1 kelompok wartawan madya (6 orang) dan 7 kelompok wartawan muda, di uji dengan berbagai materi yang menjadi standar kompetensi wartawan. Materi dan ujian di awali dengan melakukan rapat redaksi, bahan liputan terjadwal, liputan investigasi, wawancara cegat, wawancara tatap muka, menulis berita, menulis/memproduksi berita feature, menulis/memproduksi tajuk/komentar/karya jurnalistik opini/editorial, menyunting berita, menentukan bahan liputan layak siaran, rubrik/kanal berita, membangun jejaring dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan ditutup rapat redaksi evaluasi menjadi bahan materi yang harus dipahami dengan baik para peserta yang hadir.

“Alhamdulillah, dari 51 peserta semuanya adalah kompeten,” kata Lestantya R Baskoro, saat acara penutupan dan disambut tepuk tangan peserta.

“Dengan demikian, anda semua menjadi keluarga besar LPDS. Yang seperti kami katakan dahulu, jika ada persoalan hukum menyangkut pemberitaan, maka LPDS akan membantu secara cuma-cuma. Tetapi jika menyangkut masalah kriminal, LPDS juga secara cuma-cuma mengantar anda ke penjara,” ujarnya Baskoro, Rabu (22/9/2021).

Sementara itu, Ahmad Djauhar anggota Dewan Pers yang juga ikut hadir memantau jalannya pelaksanaan UKW di Manado mengatakan kalau setelah mengikuti UKW ini tugas anda tidaklah ringan tapi tugasnya makin berat.

“Itu sebagai tanggung jawab kalian setelah mengikuti UKW ini,” tukas Djauhar mengingatkan.

Layanto Hadi salah seorang penguji berpesan kepada peserta untuk mengimplementasikan apa yang diujikan.

“Rapat ya rapat. Perencanaan ya perencanaan. Waktu rapat perdana itu masih grogi, begitu perencanaan sudah mulai matang, reporting makin keren, penulisan dahsyat,” pesan Layanto kepada seluruh peserta.

Perwakilan peserta UKW di berikan kesempatan oleh panitia untuk menyampaikan pesan dan kesannya dalam mengikuti UKW ini..

Usai dinyatakan berkompeten, para peserta langsung diberikan piagam dari LPDS yang ditandatangani oleh Hendrayana, S.H., M.H., selaku Direktur Eksekutif LPDS.

Salah seorang wartawan Sulut Jeane Rondonuwu dinyatakan sebagai kader/penguji dari LPDS dan di umumkan langsung malam itu. (sisco)




LPDS Luncurkan Empat Buku Pada Peringatan HUT Ke-33 Tahun

Jakarta,GN- Menteri Sosial, Tri Rismaharini akan menjadi pembicara kunci pada seminar nasional daring yang bertajuk Media dan Disabilitas Jumat, 23 Juli 2021 untuk memperingati HUT ke 33 Lembaga Pers Dr Soetomo (LPDS). Perayaan HUT LPDS kali ini terasa istimewa, karena diadakan di tengah pandemi Covid-19 yang sejak Maret 2020 melanda Indonesia dan telah memakan banyak korban jiwa. Ketua Dewan Pers, Mohammad NUH tampil pula sebagai pembicara dengan makalah berjudul Tanggungjawab Media dalam Pemberitaan Disabilitas.

Ketua Dewan Pers Indonesia Mohamad Nuh Dan Peserta Webinar Lainnya (foto: ist)

Tiga disabilitas berprestasi, akan menjadi narasumber tamu. Mereka membahas topik-topik menarik seputar kewirausahaan, paralympic, dan dunia jurnalistik. Mereka adalah Senny Marbun (Ketua Umum Paralympic Committee of Indonesia), Nicky Clara (Pendiri berdayabareng.com) dan Cheta Nilawati, wartawan Tempo. Juga Wili Yatno, SME Channel Specialist dari Galeri Indonesia blibli yang berpengalaman menangani disabilitas untuk berwirausaha.

Pada kesempatan ini LPDS juga akan meluncurkan empat buku jurnalistik yang berisi karya para pengajar dan alumni. Keempat buku tersebut berjudul: LPDS 33 Tahun Mengabdi, Bunga Rampai Peradaban Kewartawanan; Saya Wartawan Kompeten, Petunjuk Praktis UKW Berwawasan Kebaruan; dan Bukan Demagog: Pers Merawat Kepercayan Publik, serta Rumah Kami LPDS, Cerita Alumni tentang Lembaga Pers Dr. Soetomo.

Diharapkan buku-buku yang mengupas masalah jurnalistik kekinian ini menjadi bacaan berharga bagi para jurnalis yang ingin meningkatkan kompetensinya dan khalayak yang berminat pada bidang jurnalistik. Sebagai Pusat Pelatihan dan Pengembangan Jurnalisme Profesional, LPDS senantiasa berusaha untuk meningkatkan kompetensi jurnalis melalui pelatihan-pelatihan dan penerbitan buku. Selama masa pandemi LPDS menyelenggarakan kelas virtual dengan berbagai topik yang berkaitan dengan jurnalistik dan isu-isu kekinian. Kelas virtual ini diikuti para jurnalis dari seluruh Indonesia, dari Aceh hingga Papua dan juga dari Timor Leste, dosen dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

LPDS juga memberikan hadiah senilai Rp 33 juta kepada sembilan pemenang Lomba Karya Tulis Disabilitas dan Media Massa dengan topik “Menggali Potensi, Mengukir Prestasi”. Lomba ini diikuti oleh tiga kategori peserta, yakni wartawan, disabilitas, dan umum. Sebelum lomba, LPDS menyelenggarakan pelatihan menulis tentang disabilitas secara gratis.

Tema disabilitas dipilih mengingat jumlah penyandang disabilitas di Indonesia mencapai 30,38 juta jiwa atau 14,2 persen dari penduduk. Jika selama ini penyandang disabilitas belum banyak mendapat perhatian, kini saatnya media massa mengangkat dan memberdayakan mereka melalui tulisan-tulisan yang penuh simpati dan empati, serta menginspirasi. (*/Red)




Agus Sudibyo: Dewan Pers Tidak Akan Intervensi Jika Institusi Atau Pemda Mensyaratkan Sertifikasi Media Sebagai Syarat Placement

Sulut,GN- Perkembangan media di Sulawesi Utara (Sulut) semakin bertumbuh sehingga semakin menggairahkan para pembaca, baik pembaca media mainstreeming,radio maupun ciber online. Namun seiring dengan pertumbuhan media,dewan pers selalu mengingatkan dan mendorong agar semua media tersetifikasi di dewan pers.

Hal ini disampaikan Agus Sudibyo salah satu pengurus dewan pers, usai memberikan materi pada kegiatan media gathering yang di laksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi utara Rabu,(29/01/2020) di hotel aryaduta Manado.

Lebih lanjut dikatakannya, jika ada institusi, apakah itu dari Pemerintah Daerah (Pemda) yang mensyaratkan sertifikasi media sebagai syarat placement, Dewan pers tidak akan mengintervensi. “Karna itu sudah sesuai dengan program nasional sertifikasi media,” tegasnya kepada sejumlah awak media.

Menurutnya, media yang punya sertifikasi,adalah merupakan langkah maju agar mendorong media lainnya untuk segera melakukan sertifikasi. ” Sertifikasi Media itu,program dewan pers terus dilanjutkan dan kalau ada pihak tertentu mensyaratkan,buat dewan pers adalah bagus,” ucapnya.

Selain itu,dikatakannya dewan pers akan bertindak jika tidak sesuai dengan semangat kebebasan pers dan profesionalisme. ” Kalau ada Pemda atau institusi lain yang mengatakan syaratnya adalah harus memberitakan berita positif terus,maka dewan pers akan bertindak karena tidak sesuai dengan semangat kebebasan pers dan profesionalisme,” tutupnya.
Penulis : sisco