Bupati Canangkan Desa Cantik 2026 Di Tamako

SANGIHE,GN – Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe Michael Thungari, S.E., M.M., bersama Wakil Bupati Tendris Bulahari secara resmi membuka kegiatan Pencanangan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) dan Pembinaan Statistik Sektoral Seri I Kabupaten Kepulauan Sangihe, di Kampung Pokol, Kecamatan Tamako, Rabu (6/5/2026).

Kegiatan tersebut sebagai bagian dari program Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Pada kesempatan itu turutdalam kegiatan ini Kepala BPS Kabupaten Kepulauan Sangihe Eko Siswanto, S.S.T., M.S.E, unsur Forkopimca, para pejabat pimpinan tinggi pratama Pemkab Kepulauan Sangihe, Camat Tamako, para Kapitalaung, serta tokoh masyarakat setempat.

Sebagai bentuk komitmen nyata Pemerintah Daerah dalam mendukung program tersebut, kegiatan ditandai dengan penandatanganan Piagam Pencanangan Program Desa Cinta Statistik, sebagai landasan peningkatan literasi statistik dan kapasitas aparatur kampung dalam pengelolaan data yang akurat, berkualitas, serta berkelanjutan.

Kepala BPS Kabupaten Kepulauan Sangihe, Eko Siswanto menjelaskan bahwa program Desa Cantik telah berjalan kurang lebih tiga tahun terakhir di Sangihe.

“Pada tahun 2023 kami melaksanakan di Kampung Utaurano, Kecamatan Tabukan Utara. Kemudian tahun 2025 di Kampung Kuma I, Kecamatan Tabukan Tengah. Tahun 2026 ini kami melaksanakan Desa Cantik di tiga kampung yakni Nagha I, Bebu, dan Pokol di Kecamatan Tamako,” ungkap Eko.

Ia menegaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab BPS sebagai lembaga statistik dalam mendukung perencanaan dan kebijakan pembangunan, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Menurutnya, melalui program Desa Cantik, BPS ingin meningkatkan literasi statistik di level pemerintahan terkecil agar desa mampu menyelenggarakan kegiatan pendataan serta memanfaatkan data secara tepat.

“Setiap kebijakan yang diambil pemerintah pusat maupun daerah harus didukung indikator atau data yang berkualitas dan akurat. Salah satu cara mencapainya adalah menyiapkan data dari level terkecil yaitu desa,” tambahnya.

Dalam program tahun ini, BPS akan melakukan pembinaan terkait pemutakhiran data sosial ekonomi di tiga kampung Desa Cantik tersebut.

BPS juga akan menyiapkan aplikasi pengumpulan data berbasis Android yang akan digunakan aparat kampung dalam melakukan pendataan.

“Kami akan membuat aplikasi untuk pengumpulan data berbasis android untuk Kampung Nagha I, Pokol dan Bebu. Aplikasi ini akan kami serahkan ke desa dan harapannya bisa dipakai di seluruh desa yang ada di Kabupaten Kepulauan Sangihe,” jelas Eko.

Selain itu, BPS juga akan menyediakan website bagi tiga kampung tersebut untuk menampilkan indikator-indikator yang telah dikumpulkan, sehingga data dapat diakses dan dimanfaatkan dalam mendukung pembangunan kampung.

“Kami lakukan ini sebagai bentuk tanggung jawab BPS untuk mendampingi sampai level desa dalam melakukan pengumpulan data dan tidak ada pungutan sepeser pun,” tegasnya.

Ia berharap setelah program Desa Cantik berjalan, aparat kampung memiliki pola pikir dan rancangan mandiri dalam pengelolaan data karena instrumen pendataan telah disiapkan.

Dalam sambutannya Bupati menegaskan bahwa data merupakan fondasi utama dalam perumusan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran, efektif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, penguatan kapasitas desa dalam mengelola data statistik sangat penting guna mendukung perencanaan pembangunan yang lebih terarah dan terukur.

Selain pencanangan Desa Cantik, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Pembinaan Statistik Sektoral Seri I, yang bertujuan memperkuat sinkronisasi data antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya Satu Data Sangihe yang terintegrasi dengan Program Satu Data Indonesia, demi memastikan data pembangunan daerah lebih valid dan dapat dipertanggungjawab (RB)




Terkait Pengelolaan Dana Desa, jika Bermasalah Akan Ditindaklanjuti Lebih Tegas

SANGIHE,GN – Pengelolaan anggaran dana desa (ADD), secara transparan benar-benar menjadi perhatian oleh Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe Michael Thungari,SE,MM.

Hal ini ditegaskan Thungari dalam rapat koordinasi Pemerintahan desa SE- Kabupaten Kepulauan Sangihe jumat (6/11/2025), di Papanuhung Tampungang Lawo.

Dia menegaskan agar Pengelolaan ADD harus benar-benar transparan dan jika ada temuan-temuan kecil akan disampaikan apa kelemahannya dan alasannya apa.

” Jika ada temuan-temuan kecil kami akan beri tahu kelemahannya apa dan alasannya apa,” kata Bupati

Namun Bupati menegaskan jika temuan itu berulang-ulang, menjadi besar dan fiktif akan ditindaklanjuti dengan tegas.

” Jika temuan itu sudah berulang-ulang menjadi besar dan apa lagi Fiktif maka akan ditindaklanjuti lebih tegas dan prosesnya sampai dengan putusan pengadilan,.dan hal ini harus menjadi perhatian dari Bapak/Ibu Kapitalaung dan Kaur keuangan di Kampung- Kampung ,” tegas orang nomor satu di Bumi Tampungang Lawo ini.(RB).




Delapan Desa Tak Berlistrik, Cindy Wurangian Pacu Ranperda Untuk Menjawab Kesenjangan Pembangunan

Sulut,GN- Pimpinan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Sulut sementara melakukan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2025-2044.

Cindy Wurangian (foto: Gemparnews)

Wakil Ketua Pansus RTRW Cindy Wurangian menegaskan akan menjadikan solusi bagi warga di desa-desa yang belum teraliri listrik.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Sulut ini memberikan apresiasi atas terobosan pemerintah sulut untuk melakukan revisi Ranperda RTRW.

Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Minahasa Utara dan Kota Bitung ini,mengatakan draft Ranperda RTRW Pemprov Sulut mencantumkan delapan desa tersebut yamg semuanya berada di daerah kabupaten kepulauanSangihe.

Adapun Desa tersebut berada di pulau atau Kecamatan Tatoareng :
Desa Kahakitang, Desa Para,Desa Dalako Bembanehe dan Desa Taleko Batusaiki serta Desa Para I. Selanjutnya ada satu Desa di Kecamatan Tabukan Selatan Tengah yakni Desa Beeng

Sementara ada dua di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Kecamatan Tagulandang, Desa Pumpente dan Desa Laingpatehi. Namun untuk dua Desa ini masyarakat disana sudah di relokasi ke tempat lain.

“Untuk desa Pumpente dan Laingpatehi itu lokasinya di gunung ruang dan masyarakat sudah di relokasi,” jelas Cindy.

Guna mempercepat adanya sentuhan PLN ke warga di desa tersebut maka kata Cindy, pembahasan Ranperda RTRW terus dipacu.

Menurut Cindy, melalui pembahasan Ranperda ini pemerintah daerah ingin menjawab ketimpangan dan kesenjangan pembangunan yang masih terjadi di beberapa wilayah yang belum tersentuh oleh aliran listrik.

“Ranperda ini ketika ditetapkan, mampu menjawab kebutuhan-kebutuhan masyarakat terkait usaha, pekerjaan termasuk sarana prasarana,” pungkas Cindy. (sisco)




Luar Biasa! Masyarakat Desa Serei Antusias Sambut HUT Ke – 127

Minut,GN – Ibadah syukur perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke – 127 di sambut antusias warga masyarakat Desa Serei. Acara yang digelar di gedung sarana dan prasarana Desa Serei, Selasa (08/4/2025) terbilang sukses dilaksanakan.

Ketua Panitia Pelaksana Rein Sineri,SPd.MM Menyampaikan Laporan Kegiatan (foto : Gemparnews)

Pantauan media ini, ratusan warga masyarakat menghadiri ibadah syukur tersebut. Bahkan para tokoh masyarakat, perangkat desa, dan mantan kepala desa (hukum tua) yang masih ada turut hadir memeriahkan hari ulang tahun Desa Serei ke 127.

Sebelum acara ibadah syukur di mulai, ketua panitia tulude dan hari ulang tahun Desa Serei, Rein Sineri,SPd.MM menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus menyampaikan laporan panitia pelaksana.

Sineri mengatakan, sebelumnya panitia telah menggelar sejumlah kegiatan yang melibatkan masyarakat Desa Serei Minahasa Utara.

” Mulai tanggal 2 April kami telah melakukan kegiatan bakti sosial di sembilan tempat ibadah. Hari Jumat 4 April Kami juga melakukan kegiatan pengobatan gratis, dan Sabtu 5 April ada lomba kebersihan antar jaga. Kemudian Senin 7 April lomba olahraga tradisional,dan juga melaksanakan tabur bunga di lokasi pekuburan tokoh pendiri desa dan almarhum mantan hukum tua. Dan hari ini adalah puncak acara ibadah syukur hari ulang tahun ke- 127 Desa Serei, di lanjutkan lomba menggoreng kue cucur pesertanya lansia dan sebentar malam lomba bintang vokalia,” kata Sineri.

Sementara kegiatan pelayanan pemeriksaan dan pengobatan kesehatan gratis kata Sineri, pasien yang hadir sebanyak 30 orang.

” Pelayanan kesehatan secara gratis ini, melibatkan tim kesehatan yakni Dokter dan perawat dari Puskesmas Mubune Likupang Barat,” ujar Sineri.

Ketua BPD Desa Serei Benyamin Sineri,SPd membacakan sejarah singkat berdirinya Desa Serei. Benyamin menguraikan secara detil sejarah berdirinya Desa Serei, hingga sampai tahun 2025 ini.

Usai laporan panitia dan pembacaan singkat sejarah Desa Serei dilanjutkan dengan ibadah syukur yang dipimpin oleh Pdt Vivi Videlia Lausan Rompas,MTh dengan Pembacaan Firman Tuhan terdapat dalam kitab perjanjian lama, Mazmur 127:1-2 (TB) Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.
Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah — sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.

Para Hamba Tuhan Saat Memimpin Jalannya Ibadah Syukur Hari Ulang Tahun Ke-127 Desa Serei (foto : Gemparnews)

Dalam kotbahnya, Pdt Vivi menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan dimana masyarakat desa Serei boleh merayakan hari ulang tahun ke-127 hari ini.

“Bersyukur kepada Tuhan, karena hari ini masyarakat Desa Serei merayakan hari upang tahun desa ke -127 tahun. Kita juga berterimakasih karena ada orang tua yang sudah mendahului kita dapat membangun Desa Serei ini sehingga kita boleh ada mendiami di desa ini. Kita harus terus mengingat kontribusi mereka untuk Desa Serei yang kita cintai bersama,” tukas pdt vivi.

Dalam pesan rohani, pdt vivi menuturkan bahwa hidup yang paling utama dan terutama adalah takut akan Tuhan. ” Untuk itu, mari kita terus menjaga kebersamaan ini dalam satu kesatuan untuk kemajuan desa kita,” ucapnya.

Sementara itu, Pj Hukum tua Desa Serei Enola M Kaunang,SE dalam sambutan menyampaikan terimakasih kepada seluruh masyarakat Desa Serei yang telah mendukung program kerjanya.

” Terimakasih saya sampaikan kepada seluruh warga masyarakat Desa Serei yang terus membantu dan mendukung program tentunya untuk kemajuan Desa Serei sendiri. Saya telah membentuk panitia pelaksana acara Tulude sekaligus panitia hari ulang tahun Desa Serei Ke -127 tahun. Karena ini adalah perdana kami laksanakan secara umum hari ulang tahun desa dan biasanya hanya di laksanakan di gereja, namun kali ini dilaksanakan secara umum. Saya mempercayakan ketua panitia pelaksana kepada bapak Rein Sineri untuk mengemas acara ini sehingga boleh sukses,” jelas Kaunang.

Pj Hukum tua Enola M Kaunang, SE Saat Pemasangan Lilin Hari Ulang Tahun Ke-127 Desa Serei (foto : Gemparnews)

Dia berharap, kedepannya acara seperti ini terus di laksanakan meskipun dirinya dalam waktu dekat akan memasuki masa purna tugas. ” Harapan kami tahun – tahun selanjutnya acara seperti ini terus dilaksanakan,” tandasnya.

Acara syukur hari ulang tahun ke -127 Desa Serei mengambil tema “Selamate Su Elo Nidirianding Su 127 Su Taunge Wanua Serei 08 Kaemba 1898 – 08 Kaemba 2025” dan sub tema Tingkatkan Persatuan dan Kesatuan Dalam Mewujudkan Desa Serei Aman dan Tentram.

Turut hadir Anggota DPRD Minahasa Utara Didy Susanto, Kapolsek Likupang, Camat Likupang Barat, Hukum tua Desa Sarawet serta undangan lainnya. (sisco)




Meriahkan HUT Ke-127 Desa Serei, Sineri : Panitia Gelar Sejumlah Kegiatan

Minut,GN – Dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke – 127 Desa Serei Kabupaten Minahasa Utara pada 8 April 2025,, maka panitia pelaksana menggelar sejumlah kegiatan untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun.

Ketua Panitia Rein Hard Sineri,SPd,MM (foto : ist)

Hal itu di katakan oleh Ketua Panitia Rein Hard Sineri,SPd,MM kepada media Gemparnews.com saat di hubungi melalui pesan whatsApp, Jumat (4/4/2025).

Sineri mengatakan sepanjang minggu berjalan ini, panitia telah menggelar kegiatan yang melibatkan masyarakat Desa Serei Minahasa Utara.

” Jadi mulai tanggal 2 April kami telah melakukan kegiatan bakti sosial di sembilan tempat ibadah. Hari ini Jumat 4 April Kami juga melakukan kegiatan pengobatan gratis, dan besok Sabtu 5 April ada lomba kebersihan antar jaga. Kemudian Senin 7 April lomba olahraga tradisional,dan juga melaksanakan tabur bunga di lokasi pekuburan tokoh pendiri desa dan almarhum mantan hukum tua. Pada 8 April puncak acara ibadah syukur hari ulang tahun ke- 127 Desa Serei dan di lanjutkan lomba masak kue cucur lansia serta lomba bintang vokalia,” kata Sineri.

Tim Kesehatan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (foto: ist

Sementara kegiatan pelayanan pemeriksaan dan pengobatan kesehatan gratis kata Sineri, peserta pasien sebanyak 30 orang yang di layani oleh tim kesehatan.

” Pelayanan kesehatan secara gratis ini, melibatkan Dokter dan perawat dari Puskesmas Mubune Likupang Barat. Untuk itu, kami panitia menyampaikan terimakasih dan apresiasi atas kehadiran tim kesehatan dari puskesmas Mubune Likupang Barat,” ujar Sineri.

Melalui pelaksanaan hari ulang tahun Desa, Sineri berharap untuk terus meningkatkan semangat dalam persatuan untuk kemajuan Desa Serei. “Mari kita tingkatkan semangat persatuan dan kesatuan dalam mewujudkan desa Serei yang semakin maju, aman dan tenteram,” tutup Sineri. (sisco)




10 Desa di Sulut Belum Berlistrik, Maki : 2 Desa Target Tuntas Tahun Ini

Sulut,GN – Listrik penting untuk desa karena dapat meningkatkan kualitas hidup, pertumbuhan ekonomi, dan produktivitas masyarakat.  Listrik juga memberikan manfaat untuk desa terkait pengembangan usaha dan peningkatan akses informasi dan pendidikan.

Kepala Bidang Listrik Dinas ESDM Sulut Micriority Y Maki,ST (foto : Gemparnews)

Terkait itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terus berupaya memaksimalkan desa yang ada di seluruh kabupaten agar teraliri pembangkit listrik.

Data yang dihimpun media ini, ada 10 desa di Sulut belum teraliri pembangkit listrik. Desa tersebut berada di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Sitaro.

Kepala Dinas ESDM Provinsi Sulut Fransiscus Maindoka, melalui Kepala Bidang Listrik Micriority Y Maki,ST saat di konfirmasi, membenarkan 10 desa di Sulut yang belum teraliri pembangkit listrik.

Kepala bidang listrik menjelaskan 6 desa di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan 4 desa berada di Kabupaten Kepulauan Sitaro.

” Jadi semua ada 10 desa yang belum berlistrik. 6 desa di Sangihe yakni desa Beeng darat, desa kahakitang,desa dalako bembanahe, taleko batusaiki, desa para 1 dan desa para. Sedangkan 4 desa berada di Sitaro yakni desa tapile,desa pahepa, desa pumpente dan desa laingpatehi,” jelasnya di kantor Dinas ESDM Sulut Selasa. (11/2/2025).

Lanjut Maki menjelaskan, ada dua desa yakni desa pumpente dan laingpatehi sampai saat ini belum ada informasi, karena warga di kedua desa ini tidak kembali dan menetap di sana pasca erupsi gunung ruang di tagulandang Sitaro.

“Kami tinggal menunggu status kedua desa ini, karena sampai sekarang kami belum mendapatkan informasi terkait status kedua desa,” ucapnya.

Sementara, untuk desa pahepa dan tapile di targetkan tahun 2025 ini selesai pengerjaan pembangkit listrik. ” Rencana bulan april ini, pembangkit listrik di desa tapile dan pahepa akan segera terpasang. Jadi target 2 desa tahun ini sudah teraliri listrik,” kata Maki.

Pengerjaan pembangkit listrik kata Maki, merupakan anggaran Penyertaan Modal Negara (PMN) dan ditangani langsung oleh PLN. ” Ini anggaran penyertaan modal negara yang di tangani langsung oleh PLN,” tandasnya. (sisco)




Keunikan Tempat Wisata Kampung Bowongkali

SANGIHE,GN- Kabupaten Kepulauan Sangihe memiliki banyak destinasi wisata yang menarik dan beragam budaya serta terdapat keunikan dari masing-masing Kampung.

Seperti di Kampung Bowongkali Kecamatan Tabukan Tengah terdapat satu tempat destinasi yaitu pantai humusu.daya tarik di dipantai ini pasir putih bersih,airnya bersih,suasana di pantai sejuk dan ketika menuju pantai pengunjung dapat menikmati suasana alam dengan melihat pemadangan perkebunan warga,pepohonan dan mendengar kicauan burung-burung dan dapat menghirup udara segar serta merasakan suasana asri dan sejuk.

Tak hanya itu keunikan wisata di Kampung ini ketika pengunjung ke pantai humusu dapat meliwati melihat langsung lokasi sejarah kampung ini yaitu ada satu lokasi sejarah tanah yang gundul tidak ditumbuhi rerumputan dari dahulu sampai sekarang karena tanah itu digali ( dalam bahasa daerah Bowone-nikali),sehingga disebut Kampung Bowongkali dan tempat tersebut sampai sekarang dijaga dan dilesatarikan oleh masyarakat setempat,sehingga ketika pengunjung berwisata ke pantai humusu langsung mengunjungi lokasi bersejarah ini.

Kapitalaung Kampung Bowongkali Pintje Matheos ketika diwawancarai media ini mengatakan bahwa kedepan jika ada angggaran pantai humusu akan dikembangkan dengan membangun akses jalan langsung ke pantai,membangun gasebo,tempat santai dan mendirikan icon di lokasi sejarah kampung Bowongkali.

” Memang kerinduan Kami kedepan jika tersedianya dana maka,pantai humusu akan dikembangkan dengan membangun penambahan jalan langsung ke pantai,membangun gasebo,membangun tempat-tempat santai dan mendirikan icon atau monumen di lokasi sejarah kampung Bowongkali sehingga ketika pengunjung ke pantai humusu mampir boleh foto-foto di tempat bersejarah ini,” ucap Matheos .(ROBIN).




Ini Harapan Bupati Tamuntuan, Kampung Mohong Sawang Wakili Lomba Desa Tingkat Propinsi

SANGIHE,GN -Lomba desa tingkat Propinsi Sulut kembali digelar,dan mewakili dari Kabupaten Sangihe adalah Kampung Mohong Sawang Kecamatan Kendahe .

Kabupaten Kepulauan Sangihe salah satu dari 6 Kabupaten yang terpilih mengikuti lomba desa tingkat Provinsi yang penilaiannya berlangsung pada Selasa (21/6), dengan Ketua Tim Penilai Mutu Mokoginta dan Turut dihadiri langsung Penjabat Bupati Kepulauan Sangihe dr Rinny Tamuntuan.

Camat Kendahe Suharto Mandiri dalam laporannya menyampaiakan, Kampung Mohong Sawang memiliki 1069 jiwa dengan 369 kepala keluarga. Pada 2019 lalu Kampung Mohong Sawang mengikuti lomba desa tingkat kabupaten dan mendapat juara II dan tahun 2022 ini diberikan kesempatan mewakili Kabupaten Sangihe mengikuti lomba desa tingkat provinsi.

“Kami meminta dukungan semua komponen masyarakat untuk dapat mendukung Kampung Mohong Sawang dalam ajang lomba desa tingakat Provinsi ini. Dan kami berharap Kampung Mohong Sawang bisa mewakili Sulut di tingkat nasional,” ujar Mandiri.

Sementara itu, Ketua Tim Penilai Mutu Mokoginta dalam sambutannya menyampaikan, selamat kepada Kampung Mohong Sawang yang bisa bersaing dengan desa di seluruh Sulawesi Utara.

“Landasan penyelenggaraan lomba desa terdapat pada permendagri nomor 81 tahun 2018 yang meliputi aspek pemerintahan, kewilayaan dan kemasyarakatan. Kita berharap Kampung Mohong Sawang bisa bersaing di tingkat provinsi dan bisa meraih agar menjadi motivasi untuk kita semua dalam membangun desa” kata Sekretaris Dinas PMDD Sulut ini.

Sementara itu Pj Bupati dr Rinny Tamuntuan yang turun langsung pada penilaian Lomba Desa di Kampung Mohong Sawang berharap,
Kampung Mohong Sawang bisa memenangkan perlombaan desa tingkat provinsi. Diakuinya kedatangan dirinya di kegiatan penilaian, karena kepedulian dan rasa bangga serta berharap lewat lomba desa ini Mohong Sawang bisa mewakili Sulut di tingkat Nasional.

“Kami berharap, Lewat lomba desa ini Kabupaten Kepulauan Sangihe bisa dikenal di kanca nasional. Kami juga berharap, Kampung Mohong Sawang bisa mewakili Sulut pada ajang lomba tingkat Nasional,” ungkap Tamuntuan.

Bupati juga akan memberikan apresiasi kepada kampung Mohong Sawang sebagai pemenang lomba desa tingkat Kabupaten.

“Karena itu, saya minta Kampung Mohong Sawang dapat memaksimalkan setiap potensi yang ada di desa dan memanfaatkan teknologi dalam mengikuti lomba tingkat provinsi,” tutup Pj Bupati Sangihe ini.(ROBIN)




Reses II Tahun 2021, Nick A Lomban Serap Aspirasi Warga Desa Kokole 1

Sulut,GN- Reses II Tahun 2021 Anggota DPRD Sulut Nick Adicipta Lomban melaksanakan reses di Desa Kokole I, Minut pada Jumat, (27/8/2021).

Pada kesempatan itu, Legislator Dapil Bitung-Minut ini menyampaikan tugas dan fungsi pokok Anggota DPRD Sulut. “Fungsi pengawasan, Butgeting dan Legislasi,” jelasnya.

Warga yang ikut hadir menyampaikan sejumlah aspirasinya yakni :
– Jalan utama di kawasan kokole I yang berpotensi ambruk, diminta agar dinas PU memperhatikan hal ini.

– Banyak warga bekerja sebagai petani dan sekarang ini sebagian besar warga menanam jagung tapi untuk saat ini harga pupuk sangat mahal, diminta agar harga pupuk kembali normal.

– Usulan, untuk dana desa yang turun rata-rata mencapai 1 miliar, diminta apakah bisa mengambil dana dari dandes untuk membeli traktor, karena warga petani sangat membutuhkan itu. Dan tentunya petani akan sejahtera.

– Untuk kartu tani yang sudah diberikan kepada petani di Sulut, sampai saat ini belum bisa digunakan. Kartu tani sekaligus ATM BNI yang dibuatkan oleh dinas pertanian tidak ada gunanya, saya memohon agar bisa dicari tahu apa kendalanya.

– Ada Poskesdes di Kokole I tapi tidak pernah difungsikan kiranya melalui perjuangan Anggota DPRD Nick Lomban, Poskesdes ini bisa di aktifkan.

– Minimalisir kejahatan, warga meminta adanya pos-pos penjagaan dititik-titik yang rawan.

– Usul kalau ada bantuan dana untuk modal usaha bagi anak muda di masa pandemi ini. Karena Bumdes di desa Kokole I itu saat ini macet dan sampai sekarang pertanggungjawabannya tidak ada.

– Penjual captikus di warung-warung yang sudah terlalu banyak sehingga mabuk mabukan di desa sering terjadi, mohon dipikirkan solusinya.

– Usul, Pemberdayaan anak muda yaitu pelatihan-pelatihan khusus agar mereka ada skill tertentu untuk bekerja atau ber-usaha.

– Perhatikan infrastruktur desa yaitu jalan perkebunan, kalau tidak ada jalan perkebunan susah memang untuk mengeluarkan hasil bertani dari dalam kebun.

Menanggapi aspirasi warga, Ketua Fraksi NasDem itu menjelaskan bahwa Likupang ini merupakan salah satu daerah kawasan super prioritas. Di Sulut ini merupakan satu-satunya provinsi yang mempunyai dua kawasan ekonomi khusus, di Bitung KEK industri dan di Minut ada KEK Pariwisata Likupang.

“Oleh karena itu, semuanya sepakat dan setuju bahwa KEK Likupang harus dinikmati oleh seluruh masyarakat likupang. Sehingga perlu adanya pengembangan destinasi unggulan, salah satunya sektor pariwisata yang ada di Kokole, itu harus dikembangkan. Ini menjadi catatan saya dan semoga bisa direalisasikan,” ujarnya.

Untuk jalan utama yang berpotensi ambruk itu nanti menjadi catatan dirinya untuk disampaikan ke Komisi III DPRD Sulut membidangi Infrastruktur. Pastinya hal yang mendesak itu menjadi bagian yang utama. “Terkait harga pupuk, memang saat ini tengah menjadi masalah, di kabupaten lainnya pun mengeluhkan hal yang sama, menurut informasi yang kami komisi II dapati dilapangan bahwa kouta dan kebutuhannya berbanding terbalik, diusulkan sekian tapi realisasinya dibawa rata-rata. Dan terakhir menurut informasi dari pemerintah bahwa kuotanya akan ditingkatkan. Yang saya lihat juga kebutuhan pupuk meningkat karena banyak masyarakat yang beralih menjadi petani,” jelasnya.

“Untuk pengadaan traktor diambil dari dandes nantinya saya akan kaji itu bersama tim ahli fraksi. Nantinya saya akan sampaikan terkait hal itu secara detail. Dan untuk kartu tani juga menjadi perhatian saya untuk di sampaikan, bukan saja di pemprov saya akan tanyakan melalui jalur partai NasDem yang berada di pusat. Intinya saya juga akan berusaha turun di desa kokole bersama dinas pertanian provinsi,” tambahnya.

Aleg Dapil Bitung-minut itu juga menjelaskan terkait Poskesdes yang tidak difungsikan, dimana hal itu memang menjadi kewenangan kabupaten tapi nanti dirinya akan ingatkan hal itu. Nanti saya akan meminta fraksi nasdem minut yang akan mengejar itu.

“Dan untuk adanya pos-pos penjagaan di desa, ini menjadi masukan saya untuk disampaikan ke Komisi I DPRD. Dan aspirasi tadi terkait pemberdayaan para pemuda, kalau memang Bumdes belum maksimal saya usulkan para pemuda terjun ke pertanian ataupun pariwisata karena perlahan-lahan pasti bantuan itu akan datang. Tentunya bisa kami komisi II DPRD Sulut fasilitasi dan bantu. Dan juga untuk pelatihan untuk para pemuda, nanti saya akan koordinasi dengan komisi IV DPRD terkait program-program yang menyentuh para pemuda,” jelasnya lagi.

Terkait penjualan captikus, Nick mengatakan bahwa nantinya hal ini kita semua serahkan ke instansi terkait untuk pengaturannya. Bisa juga dibuatkan regulasi di desa terkait penjualan captikus ini. Nanti juga hal ini menjadi catatan.

“Terkait jalan perkebunan, waktu rapat KUA PPAS tanggal 24 agustus 2021 lalu saya sudah ingatkan ke eksekutif terkait hal ini karena daerah-daerah lain juga mengeluh tentang ini. Jawaban eksekuti bahwa hal itu belum prioritas untuk 2021 tapi dalam APBD 2022 itu yang akan saya kejar, tapi pengerjaannya akan bertahap karena anggarannya juga pastinya terbatas,” katanya seraya menuturkan dalam masa pandemi ini, ada tiga prioritas yang dilaksanakan pemeritah yakni pemulihan ekonomi, kesehatan dan jaring pengaman sosial.

Nick menutup acara reses itu dengan mengatakan bahwa dalam laporan reses nanti semua aspirasi akan disampaikan.

“Dalam SIPD nanti, pokok-pokok pikiran anggota DPRD, ini akan menjadi Pokir saya. Untuk realisasinya tentu saya akan awasi itu,” tandasnya.

Diketahui, pada reses itu pula secara pribadi Nick membagikan bahan pokok berupa beras kepada semua warga yang hadir. Reses kali ini memperhatikan Protokol Covid-19 secara ketat sesuai dengan himbauan pemerintah. (sisco/*)




Lesa Kelurahan Tangguh,Linmas Dilantik Dan Pos Kamling Diresmikan

SANGIHE,GN – Kelurahan Lesa Kecamatan Tahuna Timur masuk kelurahan tangguh covid 19 , masih zona hijau tidak ada pasien terkonfirmasi positif covid 19 ,serta tangguh kantibmas.

Sebagai kelurahan tangguh Pemerintah bersama masyarakat mendukung,sehingga linmas kembali diaktifkan dan dibangun pos kamling untuk menjaga keamanan masyarakat serta mengawasi setiap orang yang masuk dan keluar dari Kelurahan Lesa.

Terbukti senin (8/3/2021),telah dilaksanakan peresmian pos kamling,dan pelantikan bagi 15 orang anggota Linmas dan 3 orang petugas/pengawas sungai dan Pantai.

15 orang linmas dan 3 orang petugas/pengawas sungai dan pantai dilantik oleh Lurah Lesa Alvin Aling,SE bersama babinsa Serda Alfianus Loris, dan Babin Kantibmas Bribka Mursid Rasubala.

Sementara Pos Kamling yang baru diresmikan oleh Camat Tahuna Timur Imelda Lawendatu,S.STP ditandai dengan pengguntingan pita

Camat Tahuna Timur Imelda Lawendatu,S.STP ketika diwawancarai media ini mengatakan bahwa untuk Linmas untuk persiapan lomba kelurahan tangguh,sekaligus untuk pengamanan masyarakat.

” Jadi pelaksanan siskamling yang memang sudah continue harus dilaksanakan kedepan,fungsi mereka preentif dengan prepentif yaitu,mendeteksi gejala-gejala yang terjadi di wilayah kemudian melakukan pencegahan dalam batasan tugas sebagai linmas,”ucap orang nomor satu di kecamatan Tahuna Timur ini

Lawendatu pun menambahkan jika ada hal-hal sifatnya lebih ke ranah hukum harus melibatkan Babinsa dan Babinkantibmas dengan fungsi koordinasi,sambil berharap agar mereka bisa bekerja secara maksimal,memanfaatkan setiap sumber daya yang ada dalam berbagai keterbatasan dan bekerja penuh tanggungjawab,”harap Lawendatu.

Alvin Aling,SE lurah Lesa mengatakan kepada anggota Linmas yang sudah dilantik berharap dapat bekerja dan melaksanakan tugas dengan baik,untuk menjaga keamanan,ketertiban Kelurahan Lesa.

“Biarlah kegiatan Linmas ini juga bersinergi dengan Babinsa,dan Babinkantibmas sebagai mitra kerja,dan selaku Pemerintah Kelurahan berharap kerja sama antara mitra kerja ini antara Babinsa dan Babinkantibmas terus terjalin sehingga kedepannya keamanan dan ketertiban terus tercipta di kelurahan lesa ini,”kunci Aling.

Hadir pada kesempatan itu Sekretaris Lurah Lesa Ben Medea Tendean,S.AP, Pegawai Kelurahan,para kepala lingkungan di Kelurahan Lesa,Ketua RT,tokoh masyarakat dan masyarakat setempat.(ROBIN).