Ketua DPRD Sulut : Ranperda Penegakan Hukum Prokes Dan Pengendalian Covid-19 Segera Di Paripurnakan

Sulut,GN- Ketua DPRD Sulawesi Utara (Sulut) dr Fransiscus Andi Silangen, SpB-KBD menegaskan bahwa Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19 usulan Eksekutif telah tuntas dibahas DPRD Sulut bersama instansi terkait dengan melibatkan para pakar.

Ketua DPRD Sulut dr Fransiscus Andi Silangen,SpB-KBD Ketika Diwawancarai Awak Media (foto : gemparnews)

“Ranperda Covid-19 sudah selesai, tinggal dibacakan dalam paripurna. Karena ini merupakan prioritas dari Gubernur dan kemarin sudah dirapatkan dengan Forkompinda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah). Karena dari Polda dan Pangdam memerlukan itu untuk penegakan hukum protokol kesehatan. Itu salah satunya,” ujar Silangen Kamis, (17/3/2021) kemarin.

Dijelaskannya, penetapan Raperda Covid-19 tinggal menunggu pihak eksekutif kemudian akan di paripurnakan. “Kalau selesai di bahas oleh dewan, sudah difinalisasi di Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri), tinggal eksekutif tetapkan kapan akan diparipurnakan. DPRD Sulut menunggu kabar dari eksekutif,” pungkasnya. (sisco)




RSUP Kandou Manado Terima Vaksin Covid-19

Manado,GN- Pelaksanaan Vaksinasi bagi Tenaga Kesehatan (Nakes),Dokter dan pegawai di lingkup RSUP Prof Kandou Manado akan di laksanakan Senin, (18/01/2021). Vaksin Covid-19 untuk Nakes di RSUP Prof Kandou Manado telah diterima dan saat ini sudah berada di gudang Farmasi.

Ini disampaikan Direktur Medik dan Keperawatan dr Jehezkiel Panjaitan kepada media ini. ” Vaksin covid-19 telah sampai di gudang farmasi sejumlah 240vial untuk 2 hari@60 vial per hari,” tulis Panjaitan melaui aplikasi whatsApp Kamis (14/01/2021).

RSUP Prof Dr RD Kandou Manado Menerima Vaksin Covid-19 (foto : ist)

 

Sementara untuk pelaksanaan vaksinasi direncanakan senin pekan depan. “Kami rencananya besok simulasi jumat 15 Januari 2021 dan pelaksanaanya senin 18 Januari 2021,” sambung panjaitan.

RSUP Prof Kandou Manado lanjut Panjaitan,telah membagi tiga periode waktu dengan membuka dua posko sehingga perhari mencapai 120 orang yang memperoleh vaksinasi. “Kalau kapasitas per hari 1 posko dibatasi 60 orang dibagi dalam 3 periode waktu dan kami saat ini membuka 2 posko sehingga perhari bisa sampai 120 0rang yang memperoleh vaksinasi,” pungkasnya.

Untuk diketahui,pada intinya RSUP Prof Dr RD Kandou Manado telah siap melaksanakan vaksinasi covid-19. (sisco)




Terhitung Selang Waktu 2 Hari, Bertambah 5 Kasus Positif Covid-19 Di Sangihe

SANGIHE,GN– Terhitung dua hari terakhir terhitung 1-2 Desember 2020, di Kabupaten Sangihe mengalami penambahan 5 kasus pasien positif Covid 19.

Data ini sesuai Siaran Pers.Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulawesi Utara tanggal 1 Desember 2020, terdapat ketambahan 2 kasus Covid-19 di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Juru bicara penanganan satgas penanganan covid 19 Kabupaten Sangihe Joppy Thungari, mengatalan bahwa, ini tercatata sebagai Pasien 41 dan Pasien 42 dengan rincian pasien 41 jenis kelamin Laki-laki umur 59 tahun, alamat Kelurahan Sawang Bendar Kecamatan Tahuna. Untuk pengambilan swab 26 November 2020, meninggal dunia tanggal 28 November 2020, dan sedang dilakukan tracing dan testing kontak erat. Selanjutnya pasien 42 jenis kelamin Perempuan umur 33 tahun alamat Kampung Talawid Kecamatan Kendahe, untuk pengambilan swab tanggal 25 November 2020, dan saat ini sedang isolasi mandiri, kami sedang melakukan tracing kontak erat,” ungkap Thungari.

Lanjut dijelaskannya, sesuai Siaran Pers Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulawesi Utara tanggal 2 Desember 2020, terdapat ketambahan 3 kasus Covid-19 di Kabupaten Kepulauan Sangihe yakni Pasien 43, Pasien 44 dan Pasien 45.

“Pasien 43 jenis Laki-laki umur 31 tahun, alamat Kampung Kaluwatu Kecamatan Manganitu Selatan, untuk pengambilan swab dilakukan di Manado dan sedang isolasi di Manado, Pasien 44 jenis kelamin Laki-laki 63 tahun, alamat Kampung Nanedakele Kecamatan Nusa Tabukan, pengambilan swab 24 November 2020 dan saat ini sedang dirawat di RSUD Liun Kendage Tahuna, akan dilakukan tracing dan testing kontak erat. Sedangkan Pasien 45 jenis kelamin Laki-laki umur 25 tahun, Kampung Bengketang Kecamatan Tabukan Utara, pengambilan swab di Manado dan sedang diisolasi di Manado,” tutup Thungari.(ROBIN)




Terapkan Dua Strategi BSG Sukses Kendalikan Penanganan Covid-19 Di Lingkungan Kerja

Direktur Utama Bank SulutGo Jefry Dendeng (foto: gemparnews)

Sulut, GN- Masa pandemi Covid-19 sangat memukul perekonomian bahkan melumpuhkan aktivitas masyarakat maupun kalangan Perbankan di Sulawesi Utara (Sulut). Semua protokol kesehatan diterapkan dimana-mana untuk mengantisipasi penyebaran virus covid-19 kepada masyarakat.

Juru Bicara Covid-19 Bank SulutGo Daniel Rompas (foto: gemparnews)

Demikian pula protokol kesehatan diberlakukan oleh pihak Perbankan salah satunya Bank SulutGo (BSG) dalam pengendalian penyebaran virus kepada pejabat dan karyawan bank tersebut.

Kepada awak media ini, Direktur Utama (Dirut) Bank SulutGo Jefry Dendeng melalui Juru bicara (Jubir) Penanganan Covid-19 Daniel Rompas menjelaskan bahwa BSG berhasil mengendalikan penyebaran virus Covid-19 pada seluruh pejabat dan staf karyawan Bank SulutGo. Keberhasilan ini menurut Rompas, BSG menerapkan dua strategi yang di terapkan di lingkup Bank SulutGo yakni Strategi penangan lingkungan kerja dan Strategi penangan pegawai.

” Selama ini bagaimana kami berhasil melakukan pengendalian, kami menerapkan strategi – strategi yang kami bakukan dan kami buatkan ketentuan internal, ada delapan (8) ketentuan yg kami buat dalam rangka penanggulangan COVID-19 di lingkungan kerja Bank SulutGo dan singkatnya kami bagi menjadi dua (2) strategi” ungkapnya

Lanjutnya, untuk Strategi penangan lingkungan kerja pihak BSG melakukan pengendalian di lingkungan kerja dengan menerapkan protokol kesehatan seperti yang di anjurkan oleh pemerintah yaitu melakukan sterilisasi setiap pagi dan sore dalam ruangan, kemudian setiap pegawai yang masuk dalam ruang kerja dilakukan pengukuran suhu tubuh dan pintu keluar masuk kami kendalikan sedangkan untuk mempertahankan kesehatan pegawai kami menyiapka Exta Fooding setiap hari berupa vitamin dan makanan serta menyediakan masker dan hand sanitizer yang di gunakan seluruh pegawai selama dalam lingkungan kerja.

” Kami juga menerapkan metode work From Home (WFH) untuk sebagian pegawai terutama pegawai yang menangani bagian-bagian tertentu seperti bagian IT. Kemudian untuk pegawai Frontline ( bagian teller atau customer service ) dan back office (bagian laporan keuangan maupun administrasi) kami menerapkan sistem Shift Operation ( pembagian jam kerja) contohnya, sebagian pegawai kami pekerjakan hari ini dan sebagianya lagi di hari kemudian, dan itu di buat dalam daftar secara mingguan ,ini strategi yang kami lakukan agar pegawai tidak bekerja full time di kantor” terang Daniel

Sementara untuk Strategi penangan pegawai dikatakannya, untuk pegawai BSG yang memiliki suhu tubuh di atas ketentuan pemerintah, tidak mengijinkan untuk masuk kantor. ” Jadi untuk hak dari pegawai tersebut baik itu gaji ataupun makanan saat karantina tetap kami bayar dan sediakan tanpa potongan,” tukasnya.

Disamping itu, dalam memasuki masa new normal menurut Daniel, BSG telah menyiapkan panduan kerja yang bersinergi dengan aturan pemerintah. “Memasuki masa New Normal kami sudah menyiapkan panduan kerja yang tentunya bersinergi dengan ketetapan pemerintah, kami menyadari Bank SulutGo di anggap Bank yang sangat sistemik di Sulawesi Utara jadi pelayanan untuk masyarakat harus kami kedepankan tapi dengan mengikuti protokol kesehatan yang di tetapkan oleh pemerintah,” tutupnya. (sisco)




Satgas Covid-19 Nyatakan Hasil Pemeriksaan Pejabat Dan Staf Sekretariat DPRD Sulut Negatif Corona

Juru Bicara Satgas Covid-19 dr Steaven Dandel,MPH (foto:gemparnews)

Sulut,GN- Rapid Tes yang dilakukan Satgas Covid-19 Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ke sejumlah pejabat dan staf di Sekretariat DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang masuk kriteria Kontak Erat Resiko Tinggi Korona, Jumat (27/3/2020) sebanyak 30 orang semuanya dinyatakan negatif.

Dalam konferensi pers bersama sejumlah media, Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Sulut dr Steaven Dandel,MPH menjelaskan bahwa satgas tadi sudah melakukan pemeriksaan rapid tes.

“Ada 30 yang kami periksa, semuanya menunjukan hasil negatif. Tetapi kemudian sesuai dengan SOP dimana sepuluh hari kemudian mereka harus dilakukan pemeriksaan kembali,” kata Dandel.

Lanjut Dia, untuk pemeriksaan rapid tes ini satgas harus menyiapkankan perangkat-perangkat tenaga kesehatan yang kualified.

“Ketika kami melakukan uji coba tadi, rapid tes ini tidak bisa dilakukan oleh masyarakat awam, karena prosedurnya lebih rumit dari yang kita bayangkan,” ujarnya.

Lebih jauh di jelaskannya, untuk pengambilan sampel darah harus di lakukan pengambilan melalui pembulu darah.

“Darahnya tidak bisa diambil hanya melalui tusuk jari, tapi harus diambil dari pembulu darah dengan jarum suntik. Nanti akan dimasukan ke alatnya baru bisa diketahui hasilnya,” tutup dandel.
Penulis: (*/sisco)