Hari Pertama Uji Kendaraan Keliling di Terminal Tipe A Malalayang di Respon Positif Masyarakat

Manado,GN- Kementerian Perhubungan melalui Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sulawesi Utara (Sulut) mulai hari ini 14 sampai 15 September 2026 melakukan Uji Kendaraan Keliling yang dipusatkan di terminal tipe A Malalayang Manado.

 

Terkait kegiatan tersebut, Kepala BPTD Kelas II Sulut melalui Pengawas Satuan Pelayanan (Wasatpel) Terminal Tipe A Malalayang Bram Takumansang mengatakan kegiatan ini dilaksanakan untuk mengkampanyekan tentang keselamatan.

“Kami dari kementerian perhubungan khususnya dari BPTD Kelas II Sulawesi Utara memberikan satu slogan bagaimana kampanye keselamatan. Ini merupakan satu cara untuk menekan tingkat kecelakaan,” kata Bram.

“Makanya hari ini ada kegiatan yang kita sudah berkoordinasikan dengan rekan pengemudi yang nantinya ada uji kendaraan keliling.Nah ini untuk memastikan setiap kendaraan dengan kondisi laik jalan,” sambungnya.

Rencananya kegiatan akan dilaksanakan selama dua hari, mulai hari ini sampai besok untuk menguji kendaraan yang beroperasi secara aktif di Kota Manado maupun keluar Kota maupun keluar daerah.

“Untuk kendaraan yang di uji ada kendaraan mikro atau kendaraan pinggiran yaitu kendaraan Tateli,koha dan Tanawangko. Untuk Bus juga ada yaitu Bus AKDP dan AKAP . Kendaraan AKDP yakni kendaraan dari Motoling, Tompaso Baru dan Paku Ure yang arah ke Minahasa Selatan. Dan untuk AKAP yakni Kendaraan ke Palu, Toraja dan Makasar.trans Sulawesi,” ujar Bram.

Dia berharap dengan kegiatan ini kampanye tentang keselamatan dapat disampaikan dan diketahui oleh semua kendaraan transportasi darat.

“Harapan kami setelah ada kampanye keselamatan ini dapat menimbulkan kembali rasa andil untuk Masalah keselamatan, karena ini menyangkut nyawa dan menyangkut halayak banyak orang maka kita perlu kampanyekan tentang keselamatan,” terang Wasatpel Terminal tipe A Malalayang itu.

Sementara itu, Andro sopir mikrolet memberikan apresiasi dan terimakasih kepada pihak BPTD Kelas II Sulut telah melaksanakan kegiatan Uji Kendaraan Keliling. ” Kami berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan setiap bulan, agar supaya kami sebagai sopir dapat mengetahui kerusakan kendaraan,” ucapnya.

Ditempat yang sama, James juga sopir angkutan dalam kota, merespon positif kegiatan uii kendaraan keliling. “Kegiatan ini tentu sangat membantu bagi kami sebagai sopir. Dapat mengetahui apa saja yang kurang atau rusak dalam kendaraan yang kami operasikan,” terangnya.

James juga senada dengan Andro, dimana kegiatan seperti ini dilaksanakan minimal sebulan sekali. ” Sebaiknya uji kendaraan keliling dilaksanakan sekali dalam sebulan berjalan. Sekali terimakasih sudah membantu kami sebagai sopir. Melalui alat ini, kami dapat mengetahui kerusakan kendaraan yang sedang kami operasikan,” pungkasnya. (sisco)

 




Kepala BPTD Kelas II Sulut : Program Utama Melakukan Subsidi Angkutan Barang Perintis di Kepulauan

Sulut,GN- Mengawali tahun 2026 Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sulawesi Utara (Sulut) merencanakan program kerja untuk kemajuan transportasi di daerah Bumi Nyiur Melambai.

Kepala BPTD Kelas II Sulut Alexander Hilmi Perdana menyebutkan program strategis yang akan dikerjakan pada tahun 2026 ini berfokus pada pemuatan layanan transportasi, optimalisasi terminal tipe A, pengawasan angkutan barang, pemanfaatan Barang Milik Negara serta mendukung program angkutan massal dan keselamatan di jalan.

“Salah satu contoh program utama kami adalah melakukan subsidi angkutan barang perintis khususnya dikepulauan,” kata Alexander melalui podcast Okestra BPTD Kelas II Sulut.

Dia menjelaskan saat ini ada empat trayek atau lintasan yang sedang dikelola yaitu di kepulauan Talaud, kemudian Tahuna, Siau,Tagulandang dan Biaro.

“Ini manfaatnya sangat dirasakan oleh masyarakat termasuk ketersediaan barang kebutuhan pokok yang lebih terjamin serta bisa menurunkan disparitas harga,” ujar Alexander.

Namun tantangan yang dihadapi kata Alexander adalah kondisi cuaca yang ada di wilayah Sulawesi Utara.

“Karena pengiriman barang ke kepulauan yang saya sebut diatas, mengalami kondisi dan tantangan yang harus perlu kita hadapi bersama,” ucapnya.

Lanjut kata Alexander, kehadiran BPTD Kelas II Sulut, bukan hanya soalnya layanan transportasi tetapi juga tentang solidaritas kemanusiaan.

“Seperti beberapa hari lalu kami juga menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang ada di Siau, yang mengalami musibah banjir bandang,” Jelasnya.

Bantuan BPTD Kelas II Sulut tersebut diterima Bupati Kabupaten Kepulauan Siau,Tagulandang dan Biaro (Sitaro) diwakili Kadishub Sitaro.

BPTD Kelas II Sulut menyalurkan bantuan kepada masyarakat Siau yang mengalami musibah banjir bandang diterima langsung oleh Bupati Sitaro diwakili Kadishub Sitaro (foto: ist)

Selain itu, Alexander menuturkan pihaknya juga mengawasi lintasan transportasi angkutan penyeberangan yang ada di Sulawesi Utara yang dikelola oleh beberapa instansi dan daerah. Kata Alexander, ada tujuh lintasan yang awasi oleh BPTD Kelas II Sulut.

“Tiga lintasan penyeberangan yang dikelola oleh ASDP Bitung, dua lintasan penyeberangan di kelola oleh PD Pelayaran Sitaro, satu lintasan di kelola oleh PD angkutan Talaud dan satu lintasan dikelola oleh PD Perumda Kota Bitung,” ungkap Alexander.

Dia menegaskan dengan adanya lintasan yang dikelola oleh instansi dan daerah maka akan mempermudah sistem konektivitas di wilayah kepulauan.

“Manfaatnya adalah konektivitas lebih terjamin dari segi waktu dan tarif kemudian Peningkatan mobilitas barang dan orang serta memperkuat negara di wilayah terluar,” terangnya.

” Jadi tantangan yang kami hadapi adalah kondisi arus laut yang tidak menentu, sehingga kami harus menunda keberangkatan kapal perintis tersebut,” pungkasnya. (sisco)