Hebat! Perjuangan Kabalai Hendro Satrio, Pagu Anggaran BPJN Sulut 2023 Naik Sebesar Rp847 Milliar

Sulut,GN- Tahun 2023 Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulut akan melaksanakan berbagai pembangunan yang tersebar di Sulawesi Utara.

Kepala BPJN Sulut Hendro Satrio (foto : gemparnews)

Kepala balai (Kabalai) Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulut Hendro Satrio saat ditemui di ruang kerjanya menjelaskan, tahun 2023 nanti, Pagu anggaran sebesar Rp 847 milliar. “Tahun 2022 pagu yang ada sebesar Rp730 milliar dan 2023 naik Rp117 milliar menjadi Rp847 milliar, ” ujarnya.

Adapun pekerjaan yang dilakukan adalah untuk melanjutkan paket-paket yang sudah dilaksanakan tahun sebelumnya yaitu pekerjaan jalan Maelang Liontong Antingola,
Wori-Likupang dan Girian untuk perbaikan jalan dan jembatan.

“Kami melakukan peliharaan jalan dan jembatan. Pengaspalan dan tambal lubang serta perbaikan saluran dan jembatan, ” tuturnya.

Selain itu, lanjut Hendro Satrio pihaknya juga akan melakukan penangganan penggantian jembatan di Talaud. “Ada 6 jembatan nasional yaitu Jembatan Tanding CS termasuk Jembatan Ambat, ” ujarnya.

Dan untuk di Amurang, ada duplikasi Jembatan Ranowangko dimana waktu lalu ada bencana di Amurang yang merusak jembatan dan jalan yang amblas.

“Jembatan yang amplas akan diganti dan
Digeser di ruas jalan nasional dan di seblahnya jembatan yang sekarang akan dibuat duplikasi. Jalannya ada 4 lajur dan jembatannya 2 lajur, ” ungkapnya.

Lajutnya, BPJN juga akan melakukan
pelebaran jembatan di Sawangan ring road. “Jembatan menyempit sedangkan tersedia jalur jalan 4 sedangkan ada jembatan 2 lajur sehingga akan dilebarkan ke kiri dan kanan serta MOR tahap 3 yang akan dilaksanakan pembuatan 1.9 kilometer, ” imbuhnya. (sisco)




Hendro Satrio Optimis Progres Pengerjaan Anggaran Proyek Capai Seratus Persen Di Akhir Tahun 2022

Sulut,GN- Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulut terus berupaya memastikan agar pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Sulut dapat tuntas hingga akhir tahun 2022 ini. Hal itu diungkapkan Kepala BPJN Sulut Hendro Satrio kepada sejumlah media, Selasa (14/12/2022) di ruang kerjanya.

Kepala BPJN Sulut Hendro Satrio (foto: gemparnews)

“Untuk pekerjaan yang kami kerjakan di 2022 ini paket preservasi jalan dan jembatan semua ruas jalan nasional itu kami pelilhara, yang lubang kita tambal yang rusak diaspal dan sebagainya, termasuk jembatan kalau ada yang rusak diperbaiki, “ungkapnya.

Sementara itu ada juga pekerjaan yang ditangani BPJN Sulut seperti pembangunan jalan baru MORR 3 tahap 2, juga pengerjaan jembatan Sosongian di Tumpaan, Kemudian ada juga penggantian jembatan Ammat di Talaud yang akan selesai di akhir desember ini

Kemudian ada paket multi years yang on going yaitu pekerjaan preservasi jalan Esang-Rainis di Kabupaten Kepulauan Talaud. “itu adalah pekerjaan penuntasan, di paket ini kita ada penanganan panggantian 5 jembatan kayu menjadi jembatan beton, Yang lainya kita ada penggantian jembatan gantung yang sudah selesai jembatan gantung kairagi yang sudah diresmikan dan sudah digunakan, sekarang yang kita kerja jembatan Manembo-nembo di Bitung dan jembatan di Boltim, Kalau jembatan Boulevard 2 sudah selesai dan sudah digunakan,” jelas Hendro.

Lanjut kata Hendro, saat ini progres pengerjaan anggaran sekitar 80 persen lebih untuk proyek-proyek tahun 2022

“Mudah-mudahan nanti di akhir desember ini sudah selesai semua, Saat ini teman-teman PPK dan kontraktor sedang kerja keras di lapangan untuk menyelesaikan semua proyek kami di tahun 2022 ini,” pungkasnya. (sisco)




Proyek Pembangunan BPJN Sulut Tahun Anggaran 2022, Single Year Dipastikan Selesai Akhir Desember

Sulut,GN- Pelaksanaan proyek pembangunan jalan dan jembatan paket preservasi tahun anggaran 2022 yang di kerjakan oleh BPJN Sulut di pastikan akan selesai akhir Desember tahun ini.

Hal ini di sampaikan oleh Kepala BPJN Sulut Hendro Satrio kepada sejumlah media ketika di temui di ruangan kerjanya Rabu, (16/11/2022).

Kepala BPJN Sulut Hendro Satrio (foto: gemparnews)

Proyek pembangunan tersebut kata Hendro sedang on going progres. Paket preservasi yang sementara dikerjakan lanjut Hendro, yakni pembangunan MORR tiga(3) tahap dua(2) Kalasey-Winangun, penggantian jembatan Sosongian Tumpaan, jembatan Amad di Kabupaten Talaud dan pengerjaan pengaspalan. “Untuk pengerjaan MORR 3 tahap 2 Kalasey-Winangun, penggantian jembatan Sosongian Tumpaan, jembatan Amad Kabupaten Talaud dan pengerjaan pengaspalan, selesai pada akhir Desember tahun 2022 ini,” ujarnya.

Hendro menegaskan, apabila proyek pembangunan single year tidak selesai pengerjaan maka akan di berikan waktu perpanjangan selama 50 hari dan akan dikenai denda. “Kalau ada pekerjaan yang tidak selesai tanggal 31 Desember ini,yang paketnya single year tahun anggaran 2022, maka akan di berikan kesempatan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dan dihitung masa denda,” ungkapnya.

“Jadi memang ada aturan klausul, jadi bisa terus kerja untuk menyelesaikan pekerjaan tapi di masa denda. Akan kita kenakan denda sesuai jumlah hari yang terlambat, kan biasanya maksimum 50 hari dengan masa denda maximal 50 hari kerja. Jadi tinggal kita hitung, nantinya melewati 31 Desember, berapa hari ke depannya,itulah yang kita hitung semua dendanya,” tambah Hendro.

Sementara proyek pembangunan multi years, Hendro menjelaskan proyeknya akan tetap jalan sampai tahun 2024.”Jadi seperti yang preservasi jalan Esang- Rainis yang di Talaud itu sampai tahun 2024. Sekarang kami sedang melaksanakan tender paket multi years preservasi jalan Maelang-Atinggola juga paket multi years preservasi Wori-Likupang. Dan Itu semua proyek multi years 2022-2024.Nah, mudah-mudahan di akhir November atau awal Desember, sudah ada tanda tangan kontrak dua paket multi years itu,” tutup Hendro. (sisco/*)




Gubernur Sulut Olly Dondokambey Resmikan Jembatan Boulevard II, Kepala BPJN Sulut : Kado Istimewa Buat Masyarakat Sulut

Sulut,GN – Masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) patut berbangga di Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-58 Provinsi Sulut, 23 September 2022 hari ini, dimana kado terindah dan teristimewa dari BPJN Sulut selesai di kerjakan jembatan boelivard II dan diresmikan langsung oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey,SE di lapangan kantor Gubernur Jumat (23/9/2022) tadi siang. Dengan diresmikannya jembatan dan orpit Boulivard II maka secara resmi juga pengoperasian jalur dibuka.


Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulut, Hendro Satrio menyampaikan bilamana Jembatan Boulevard II sejak pagi ini, sudah resmi dioperasikan dan beserta beberapa pekerjaan lainnya sesuai apa yang disampaikan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey. “Jembatan Boulevard II bersama pekerjaan-pekerjaan lainnya sudah diresmikan oleh pak Gubernur saat upacara HUT Provinsi Sulut di lapangan kantor Gubernur tadi pagi,” ujar Satrio kepada media ditemui di ruangan Paripurna gedung DPRD Sulut.

Jembatan Boulevard II merupakan jembatan yang menghubungkan antara jalan Boulevard II menuju Molas dimana ini juga menjadi salah satu jalan alternatif menuju Bandar Udara Sam Ratulangi.

Akses dari arah selatan menuju arah Utara atau juga menuju bandara sangat cepat karena jalur ini adalah jalur yang memangkas jarak tempuh menjadi cepat.
(sisco)




Hendro Satrio : Tugas Kami Mengamankan Badan Jalan, Bukan Urusan Penambangan

Sulut,GN-  Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional Sulawesi Utara  (BPJN Sulut) Hendro Satrio menegaskan tugas BPJN Sulut hanya mengamankan badan jalan akibat longsor bukan urusan penambangan. Hal itu dikatakannya  kepada sejumlah media Diruangan kerja Senin (12/9/2022).

Kepala BPJN Sulut Hendro Satrio Didampingi PPTK 24 Rinaldi (foto : gemparnews)

” Tugas kami (BPJN Sulut red) hanya mengamankan badan jalan bukan urusan penambangan. Sekali lagi kami bekerja untuk mengamankan badan jalan supaya tidak tertimbun longsor lagi,jadi seperti itu,” jelas Satrio.

Lebih jauh Hendro menjelaskan pihaknya sedang dan sementara menangani penanganan longsor yang ada di wilayah tersebut. “Kan longsor di Desa  Lobong sudah terjadi beberapa bulan yang lalu yah, Kami sedang melakukan proses cutting dengan memakai excavator untuk membentuk teras sering. Setelah itu kami akan pasang DPT atau dinding penahan tanah pakai batu. Sehingga nanti disitu tidak akan terjadi longsor lagi dan bisa mengamankan badan jalan,” Jelasnya.

Sementara untuk kontrak pekerjaan di desa lobong, Hendro menegaskan kembali bahwa  kontrak kerja tersebut dilakukan sampai akhir tahun yaitu tanggal 31 Desember 2022. “Mudah mudahan kalau memang terasering itu selesai pekan depan, kami akan langsung membuat DPT pasangan batunya,” Ucapnya.

Terkait issue yang diduga keterlibatan pihak BPJN Sulut, Hendro membantah hal itu. “Kami tidak pernah ikut-ikutan dalam kegiatan penambangan emas dan kami memang tidak pernah tertarik untuk itu,karena tugas kami bukan untuk mengurusi penambangan,” tutupnya. (sisco)




Pekan Depan Pengerjaan Jembatan Boulevard Dua Rampung, Hendro : Dapat Di gunakan Masyarakat

Sulut,GN- Pemerintah saat ini lagi melakukan pembenahan pembangunan guna kepentingan umum dan masyarakat Yang ada. Terlebih khusus masyarakat yang ada di Bumi Nyiur Melambai, perhatian pemerintah tertuju pada segala lini termasuk pembangunan jalan dan jembatan.

Kepala BPJN Sulut Muhammad Hendro Satrio (foto: gemparnews)

Perhatian pemerintah ini dipercayakan kepada kementerian yang membidangi pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara (Sulut).

Kepada sejumlah awak media Kepala BPJN Sulut Muhammad Hendro Satrio menyatakan progres Jembatan Boulevard Dua yang berada di pinggiran tepi pantai Tumumpa menuju Molas sampai saat ini sudah mencapai 99,52 persen.

“Jadi untuk semua pekerjaan jembatan, dan juga pengaspalan semuanya sudah selesai. Selanjutnya sisa penerangan jalan umum yang belum di pasang dan juga sedikit trotoar dan terakhir akan mengerjakan marka jalan,” kata Hendro Diruangan kerjanya Kamis (01/9/2022).

Hendro menjelaskan pekerjaan Jembatan dan jalan kini hampir rampung, diperkirakan tinggal 0,4 persen yang belum selesai. “Jadi pekerjaan kita sudah seperti itu, tinggal 0,4% yang belum selesai Dan dalam beberapa hari kedepan pengerjaannya akan selesai,” jelas Hendro.

Hendro menambahkan pekan depan pihaknya akan melakukan finishing dan pembersihan. ” Jika semuanya sudah bersih sudah bisa di gunakan oleh masyarakat,” tambahnya.

Lebih lanjut Hendro mengatakan jika ada masyarakat yang tujuannya mengarah ke arah bandara sam ratulangi dari arah selatan Manado, tidak perlu lagi melewati pusat kota tinggal mengikuti jalan dari pesisir pantai boulevard menuju ke Molas kemudian masuk jalan ring road dua menuju ke Bandara.

“Jika jembatan ini sudah bisa di lewati, maka masyarakat bisa lewat jembatan boulevard, jalan molas, jalan ringroad dua, dan selanjutnya sudah bisa mengarah ke bandara melewati jalan tersebut, sehingga memangkas jarak tempuh menjadi lebih cepat di bandingkan jalan masuk pusat kota,” tutup Hendro.

Di ketahui jika sudah rampung semuanya, maka BPJN Sulut akan menyampaikan ke pimpinan yang ada di pusat, untuk selanjutnya melakukan peresmian jembatan tersebut. ( Sisco)