BPJN Sulut Mengucapkan Selamat Paskah Yesus Kristus tahun 2023

Sulut,GN- Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara (Sulut) mengucapkan Selamat Paskah Yesus Kristus tahun 2023




Hendro : Usai Pecing Jalan Nasional Wori – Likupang Langsung Di Aspal

Sulut,GN- Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara (Sulut) sementara melakukan pengerjaan pecing untuk jalan nasional Wori – Likupang Kabupaten Minahasa Utara (Minut).

Hal ini disampaikan Kepala Balai BPJN Sulut Hendro Satrio saat di temui diruang kerjanya, Selasa (14/03/2023).

“Untuk pekerjaan paket jalan nasional wori – Likupang sementara pengerjaan penutupan lubang atau pecing. Sesudah itu langsung melakukan pengaspalan sepanjang 40 KM dari Wori – Likupang – Girian. Dan 40 persen jalan yang mengalami kerusakan akan dilakukan overlay. Jika memungkinkan bahu-bahu jalan akan di cor agar lebih lebar,” kata Hendro.

Sementara, untuk lokasi yang perlu dibuat saluran, akan dibuat saluran dan jembatan minaesa yang sempat jatuh (amblas red) untuk box cover akan segera di ganti dan di samping jembatan akan di buatkan bronjong.

“Jadi kami sudah turun lapangan, kami lihat untuk pekerjaan pecing sudah melewati jembatan tersebut, selanjutnya akan dilakukan pengaspalan dan juga pecing. Selanjutnya kami akan melakukan overlay,” jelas Hendro.

Lebih lanjut Hendro menyampaikan jika pecing sudah banyak akan dilakukan overlay, karena jalannya sudah tua jadi perlu pengaspalan lagi.

“Jika pecingnya masih jaraknya agak jauh, itu tidak akan di overlay lagi. Yang perlu di overlay apabila pecingnya sudah banyak, maka itu kami akan melakukan overlay,” tandasnya. (sisco)




BPJN Sulut Siap Kerjakan Proyek Pengaspalan Jalan Nasional Wori – Likupang – Girian Sampai Bitung

Sulut,GN – Berbagai upaya dilakukan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara (Sulut) untuk melaksanakan tugas dan kerjanya dengan baik.

Satu diantaranya ialah paket multi years tahun 2023/2024 jalan Nasional Wori – Likupang – Girian sampai ke Bitung, dengan panjang ruas jalan sekitar 106 kilometer, dan dalam waktu dekat ini akan dilakukan pekerjaannya.

“Jalan dari Wori sampai ke Bitung yang melewati jalur Likupang dan Girian sudah diberi tanda patok STA. Itu jaraknya ruas panjang jalan sekitar 106 kilometer dan yang akan dikerjakan untuk pengaspalan sepanjang 40 kilometer,” kata Kepala BPJN Sulut Hendro Satrio saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (28/02/2023).

Hendro pun menguraikan, khusus jalan di seputaran tambang PT MSM yang rusak akibat longsor, menjadi tanggung jawab perusahaan tersebut.

“Untuk jalan di seputaran tambang MSM yang rusak sekitar 900 meter dan itu akan di kerjakan oleh MSM,” ujarnya.

Ditanyakan dengan musim penghujan ini apakah pengaspalan dapat dilakukan? Hendro pun menjawab, pihaknya berharap cuaca akan membaik sehingga pengaspalan dapat dilakukan pada musim panas (kering red) agar supaya dapat dikerjakan dengan baik.

“Kualitas aspal tidak baik apabila pengaspalan dilakukan pada musim penghujan dan pengerjaan pengaspalan harus dilakukan pada musim panas,” terangnya.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) melalui Dinas terkait berkoordinasi dengan pihak Balai Pelaksana Jalan Provinsi Sulut (BPJN) untuk mendatangkan jembatan Bailey yang ada di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) untuk digunakan di jembatan Tumbohon.

Jembatan ini merupakan akses jalan penting yang menghubungkan desa Talawaan, Tumbohon, Patokaan, Warisa,Teep, Warisa Kampung Baru, & Desa Pontoh Kecamatan Wori dan jembatan ini putus akibat bencana banjir dan tanah longsor karena itensitas curah hujan yang tinggi yang terjadi pada tanggal 27 Januari 2023 lalu.

Hendro Satrio menjelaskan, jembatan bailey yang diserahkan ke Pemkab Minut hanya dipinjamkan sementara. “Jembatan tersebut hanya di pinjamkan sementara, kalau jembatannya sudah selesai perbaikan maka di kembalikan lagi ke balai,” Tutupnya.(sisco)




Antisipasi Longsor Melebar, BPJN Sulut Pasang Bambu Darurat Samping Box Cover Jembatan Bailang

Sulut,GN- Untuk mengantisipasi longsor semakin melebar di samping box cover jembatan Bailang Manado, Tim Reaksi Cepat (TRC) Balai Pelaksana Jalan Nasional Sulawesi Utara (BPJN Sulut) memasang bambu darurat sebagai pengaman. Sehingga memudahkan untuk melakukan pengecoran di sisi bahu jembatan yang terjadi longsor akibat kikisan air yang mengalir.

Pantauan media ini, cuaca ekstrem yang melanda Kota Manado sejak 14 Februari 2023 kemarin, sisi samping box cover jembatan Bailang masih dalam kondisi darurat.

Kepala BPJN Sulut Hendro Satrio melalui Kepala Sub bagian umum dan TU Jendry Wongkar ketika diwawancarai pekan lalu, menjelaskan bahwa pemasangan bambu itu hanya sementara atau darurat. Semua kejadian atau kerusakan akan di laporkan ke pemerintah pusat dan Ketika disetujui anggaran atau dana darurat bencana maka pihaknya akan mengerjakan dan memperbaikinya. ” Itu hanya sementara atau darurat saja. Jika dana sudah di setujui maka akan diperbaiki,” kata Kasub umum dan TU.

Warga apresiasi kerja BPJN Sulut

 Selain jembatan Bailang, beberapa wilayah seperti jembatan Minaesa sudah dapat di lalui kembali. Diketahui jembatan Minaesa juga sempat mengalami kerusakan box cover sehingga untuk mengatasi masalah tersebut, BPJN Sulut langsung gerak cepat mencari solusi dengan menutupi box cover dengan material sehingga dapat dilalui oleh kendaraan kembali.

Atas : Kepala BPJN Sulut Hendro Satrio
Bawah : KTU Jendry Wongkar (foto : Gemparnews)

Sementara itu, warga masyarakat yang melewati jalur tersebut mengapresiasi dan berterimakasih atas kerja cepat BPJN Sulut. ” Terimakasih atas perhatian pemerintah melalui BPJN Sulut yang sudah memperhatikan jembatan ini. Kalau melewati jalur lain sangat jauh menuju Kota Manado, tapi kalau lewat jalan ini cepat sampai,” ungkap warga kepada media ini yang enggan menyebutkan namanya. (sisco)




Masa Tenggak Waktu, BPJN Sulut Dorong Kontraktor Selesaikan Jembatan Ammat Cs Di Talaud

Sulut,GN- Pengerjaan jembatan Ammat cs di Kabupaten Kepulauan Talaud mengalami keterlambatan. Hal mempengaruhi penyelesaian pekerjaan dimasa Tenggak waktu yang sudah di berikan kepada kontraktor.

Atas : Kepala BPJN Sulut Hendro Satrio
Bawah : KTU Jendry Wongkar (foto : Gemparnews)

Meskipun mengalami keterlambatan, pihak BPJN Sulut terus mendorong pihak kontraktor untuk menyelesaikan pengerjaan jembatan Ammat cs di masa denda.

Kepala BPJN Sulut Hendro Satrio melalui Kepala Tata Usaha (KTU) Jendry Wongkar Menjelaskan terkait keterlambatan pengerjaan jembatan Ammat cs tersebut.

” Memang jembatan tersebut (Ammat cs) mengalami keterlambatan dan saat ini sementara dikerjakan dimasa denda selama 90 hari. Keterlambatan ini dikarenakan cuaca yang ekstrim,material yang lambat masuk dan masalah bahan bakar minyak (BBM) di lapangan,” kata Jendry kepada sejumlah media, Selasa (06/02/2023) ketika di temui Diruangan kerjanya.

Lanjut kata Jendry, untuk pengecoran jembatan sangat membutuhkan waktu karena terlebih dahulu akan dibuat tiang jembatan.

“Untuk pengecoran ada jangka waktunya. Itu bisa mencapai 30 hari atau bisa melebihi 30 hari, di karenakan pengecoran jembatan bertahap. Jadi tidak ada kekuatan jembatan jika penyusunannya hanya 15 hari, itu bisa ambruk karena pengecoran jembatan ada masanya dan paling lama satu bulan kemudian bisa dilanjutkan lagi,” jelas Jendry.

Lebih jauh, Jendry mengatakan untuk pengecoran harus sesuai spesifikasi yang ada. “Pada dasarnya pengecoran harus sesuai spesifikasi, selanjutnya tinggal dikerjakan pemasangan orbit dan pemadatannya,” tutupnya. (sisco)




BPJN Sulut Kerja Cepat Atasi Amblasnya Box Cover Jembatan Minaesa, Hendro Satrio : Jika Tidak Hujan, Besok Malam Jembatan Dapat Dilalui

Sulut,GN- Menjawab keluhan masyarakat yang ada di wilayah pesisir wori sampai Likupang terkait amblasnya Box Cover Jembatan di Desa Minaesa akibat curah hujan tinggi dan banjir, tim unit reaksi cepat BPJN Sulut terus bergerak menangani masalah dan keluhan tersebut.

Kepala BPJN Sulut Hendro Satrio (foto: Gemparnews)

Menurut kepala BPJN Sulut Hendro Satrio di dampingi Kepala KTU Jenry Wongkar Menjelaskan upaya penanganan darurat atau sementara dilakukan oleh BPJN Sulut. ” Jadi Box Cover amblas di jembatan Minaesa akibat curah hujan tinggi sehingga tanahnya menjadi lunak.
Pada hal box cover itu ada di daratan tapi karena curah hujan deras dan banjir sehingga amblasnya Box cover jembatan,” jelas Hendro kepada media gemparnews.com Senin (30/01/2023) Diruangan kerja.

Penanganan darurat lanjut Hendro dengan melakukan penimbunan material dibawahnya sehingga secepatnya dapat dilalui oleh kendaraan. ” Rencananya box cover yang amblas itu akan kami upayakan penanganan sementara dengan penimbunan material dibawahnya akan kami taruh batu sambil kita bungkus memakai Giotextile, supaya materialnya tidak kemana- mana dan paling atas akan kita timbun memakai agregrate. Semua proses ini akan kita padatkan. Mudah-mudahan kalaupun tidak hujan besok malam sudah on the track sudah dapat dilewati kendaraan lagi,” kata Hendro.

Lebih jauh Hendro menjelaskan pihaknya hingga saat ini terus mengejar waktu untuk menimbun kembali box cover yang amblas tersebut.” Sekali lagi, mudah-mudahan besok malam sudah tuntas penanganan daruratnya,” ujarnya.

Kedepan kata Hendro, di atas box cover yang amblas pihaknya akan menggantikan menjadi jembatan beton. “Kedepannya box cover nanti kita akan ganti menjadi jembatan beton bentang pendek 10,5 meter,” tandasnya.

Hendro berharap masyarakat pengguna jalan dan jembatan yang melewati jalur pesisir likupang – wori tetap bersabar sampai penanganan darurat dapat kami selesaikan secepatnya. (sisco)




Urai Kemacetan Di Terowongan Ring Road 1, Pemkot Manado Dan BPJN Sulut Bakal Rubah Konsep Jadi Jembatan

Sulut, GN- Pemerintah Kota (Pemkot) Manado melalui Dinas PU-PR mengusulkan ke Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), untuk pembangunan infrastruktur perbaikan jalan terowongan di Ring road 1 yang terletak di Kelurahan Tingkulu Kecamatan Wanea.

Kepala BPJN Sulut Hendro Satrio (foto: Gemparnews)

Terowongan Ring road 1 yang sempit menggunakan dua lajur yang menyebabkan kemacetan di titik terowongan tersebut dikarenakan volume kendaraan yang padat di jam tertentu. Untuk mengatasi kemacetan, Pemkot Manado mengusulkan ke BPJN Sulut untuk melakukan pembangunan jembatan dan pelebaran terowongan Menjadi empat lajur.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Hendro Satrio mengatakan, pelebaran jalan Ring road 1 masih menunggu dari pihak Pemkot Manado untuk melakukan pembebasan lahan.

“Kemarin Kami Bersama pemerintah Kota melalui Kadis PU Manado dan Lurah setempat untuk melihat lokasi lahan yang ada di sana, dan kami lihat ada beberapa seperti warung yang ada di atas terowongan yang harus dilakukan pembebasan lahan,” ujar Hendro kepada awak media, Jumat (13/01/2023).

Lanjut Hendro menjelaskan BPJN Sulut sudah menyampaikan kepada Kepala Dinas PU Manado bahwa pihaknya tinggal menunggu pembebasan lahan yang dilakukan oleh pemerintah Kota dan Lurah setempat.

“Saya sudah sampaikan supaya lahan tersebut sudah dibebaskan dulu, kalau sudah bebas sudah ada surat pernyataan dari Walikota Manado, maka kami secepatnya akan mengusulkan ke Kementrian PU-PR RI untuk melakukan pembangunan jembatan di Ring road 1,” jelasnya.

Konsep pembangunan Terowongan Ring road 1 kata Hendro, diatasnya akan dibangun jembatan kemudian terowongan di bawah akan di lakukan pembongkaran untuk pelebaran jalan.

“nanti pekerjaannya di atas terowongan akan di bangun jembatan dan kemudian dibawah terowongannya akan di bongkar untuk pelebaran jalan,” ucapnya.

Lebih jauh Hendro menjelaskan dalam proses melakukan pekerjaan jembatan agar tidak mengganggu aktifitas pengguna jalan, akan dilakukan pekerjaan secara bertahap yaitu pertama pekerjaan jembatan kemudian setelah selesai dilanjutkan ke tahap berikutnya yaitu, pembongkaran terowongan untuk dilakukan pelebaran menjadi empat lajur.

“Kami akan melakukan pekerjaan jembatan terlebih dahulu agar aktifitas pengguna jalan di terowongan tidak terganggu, setelah selesai jembatannya, terowongan akan dibongkar dan dilakukan pelebaran menjadi empat lajur, jadi selama proses pekerjaan jembatan terowongan tetap bisa digunakan oleh pengguna jalan,” jelasnya.

Dia menambahkan untuk pembebasan lahan akan dilakukan oleh Pemerintah Daerah (Pemda)Kota Manado. “Semua pekerjaan Jalan untuk pembebasan lahan dilakukan oleh Pemda setempat, kami hanya konstruksinya saja,” tutupnya. (sisco)




Cuaca ekstrem Jalan Nasional di Kabupaten Sangihe Tertutup Longsor, Hendro Satrio : Sudah Kami Kerjakan Dan Dibersihkan Longsor

Sangihe,GN- Akses jalan nasional yang menghubungkan Kota Tahuna menuju ke Bandar Udara Naha Kecamatan Tabukan Utara, Rabu (11/01/2023) pagi tertutup longsor. Akibatnya masyarakat pengguna jalan baik kendaraan roda 2 dan roda 4 menuju ke wilayah Utara Sangihe harus memutar kendaraannya melalui jalur lain.

Kepala BPJN Sulut Hendro Satrio Menjelaskan Kepada Sejumlah Media Diruangan Kerjanya (foto: Gemparnews.com)

Tertutupnya badan jalan tersebut akibat diguyur hujan sepanjang malam hingga pagi hari sehingga terjadi longsor di sepanjang badan jalan.

Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara (Sulut) Hendro Satrio menegaskan pasca longsor di Kabupaten Kepulauan Sangihe Pihaknya langsung bergerak melakukan pembersihan badan jalan yang ditutupi oleh tanah. ” Jadi melalui Tim Reaksi Cepat (TRC ) langsung bergerak membersihkan badan jalan yang tertimbun longsor,” kata Kabalai Hendro Satrio, kepada sejumlah media Jumat (13/01/2023) Diruangan kerjanya.

Lanjut kata Hendro, Setiap Kabupaten dan Kota di Provinsi Sulut, pihaknya telah menempatkan posko TRC untuk penanganan jika ada terjadi longsor. ” Semuanya ada dua puluh dua posko TRC yang kami tempatkan di setiap Kabupaten dan Kota,” ujar Hendro.

Akses Jalan Di Kabupaten Sangihe Sudah Dapat Di Lewati Kembali (foto : Ist)

Sementara itu, secara terpisah Kasatker wilayah 3 Nusa Utara (Kabupaten Sangihe,Talaud dan Sitaro) Okto Silitonga juga membenarkan telah terjadi longsor di kabupaten Kepulauan Sangihe, sehingga menutupi ruas jalan Tahuna menuju ke Bandar Udara Naha Kecamatan Tabukan Utara.

Silitonga mengatakan bahwa pihaknya sudah membersihkan dan membuka kembali akses jalan tersebut sehingga kendaraan sudah dapat melintasi kembali jalur tersebut. ” Akses jalan sudah dapat dilalui kembali. Kami langsung bergerak menyiapkan alat berat untuk membuka akses jalan yang terdampak longsor. Masyarakat pengguna jalan baik roda dua maupun roda empat sudah dapat melewati kembali,” pungkasnya. (sisco)




BPJN Sulut Terus Pacu Pembangunan Di Sulut, Berikut Program Pembangunan Tahun 2023

Sulut,GN- Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara (Sulut) Hendro Satrio Optimis Pengerjaan proyek multi years terus berlanjut hingga 2024 mendatang.

Kepala BPJN Sulut Hendro Satrio (foto: Gemparnews)

Rasa optimis Kepala BPJN Sulut ini terlihat dengan kenaikan anggaran di tahun 2023 sebesar 109 Miliar dari anggaran sebelumnya. Diketahui anggaran tahun 2023 sebesar 847 miliar. Untuk tahun sebelumnya 2022 sebesar 734 miliar. Jadi tahun 2023 ini mengalami kenaikan sebesar 109 miliar.

Dia pun memastikan proyek yang akan di kerjakan di tahun 2023 ini akan membutuhkan waktu yang cukup panjang,sehingga pengerjaan proyek yang ungensi dapat dikerjakan dan selesai tepat waktu.

Hal itu, dikatakannya, ketika ditemui awak media, Senin (02/01/2023) di ruangan kerjanya. ” Pastinya program kerja tahun 2023 kami akan melanjutkan paket multi years yang sudah di kerjakan dari tahun 2022 sampai 2024,” ujarnya.

Hendro menguraikan beberapa program pengerjaan paket proyek di tahun 2023 ini. Berikut program kerja yang akan di kerjakan sepanjang tahun 2023.

Melanjutkan pengerjaan proyek multi years dari tahun 2022-2024 termasuk
Peservasi jalan lingkar Esang- Rainis,
Penggantian lima buah jembatan kayu di Talaud, peservasi jalan Maelang-Atinggola sepanjang 50 Kilo Meter, membuat saluran -saluran air sepanjang 10 kilo meter, mengerjakan bahu jalan untuk pengecoran di belokan dan tanjakan, melanjutkan pembangunan MORR 3 tahap tiga dan juga
rencana proses tender untuk duplikasi jembatan Ranowangko Amurang. Jembatan tersebut akan kami ganti dan akan digeser ke jalan nasional, kemudian akan melakukan pelebaran jembatan Sawangan di ring road dengan pelebaran sisi kiri dan ke kanan dan juga penggantian jembatan jembatan panding cs serta penggantian jembatan Ambia di Kabupaten Kepulauan Talaud. (sisco)




Kepala BPJN Sulut Hendro Satrio Mengucapkan Selamat Hari Natal 25 Desember 2022 Dan Selamat Menyongsong Tahun Baru 01 Januari 2023