Kunjungi UPT BP2MI Manado, Disnaker Kabupaten Pohuwato Bahas Kerjasama Perlindungan Pekerja Migran Indonesia

Manado,GN-  UPT BP2MI Manado Jumat (19/11/2021) dikunjungi oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pohuwato Gorontalo. Rombongan yang dipimpin oleh Sekretaris Dinas Fatma Katili disambut dengan antusias oleh Kepala UPT BP2MI Manado Hendra Makalalag.

Menurut Hendra, Disnaker Pohuwato datang secara khusus ke UPT yang ia pimpin untuk membahas mengenai rencana kerjasama antara Pemda Pohuwato dengan BP2MI. “Ibu Sek (Sekretaris Dinas) ingin membahas mengenai rencana kerjasama dalam bidang pelindungan pekerja migran Indonesia (PMI) yang akan dilakukan antara Pemda Pohuwato dengan BP2MI. Mudah-mudahan dapat terealisasi dalam waktu dekat untuk itu kunjungan ini adalah koordinasi awal dari kedua belah pihak” tegas Hendra.

Hendra menambahkan bahwa saat ini peluang kerja ke luar negeri terbuka lebar dan Pemda Pohuwato ingin memanfaatkan momen yang ada.
“Seperti yang kita ketahui saat ini peluang kerja ke luar negeri terbuka lebar untuk Indonesia khususnya ke negara-negara Asia seperti Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Singapura, Malaysia, dan Hongkong. Tidak hanya itu, peluang ke negara-negara Eropa juga mulai terbuka seperti ke Jerman, Polandia, Norwegia, dan masih banyak lagi. Nah, Disnaker Pohuwato ingin memanfaatkan peluang kerja ini untuk menempatkan pemuda asal daerahnya agar dapat membantu pemda mengurangi pengangguran dan menambah pemasukan lewat remitansi” jelas Hendra.

Dalam pertemuan ini Hendra juga sedikit menyinggung mengenai pendidikan dan pelatihan kerja bagi calon pekerja migran Indonesia seperti yang diamanahkan oleh UU Nomor 18 Tahun 2017 pasal 41. “ Dalam UU nomor 18 tahun 2017 pasal 41 dengan jelas menyebutkan bahwa pendidikan dan pelatihan calon pekerja migran Indonesia menjadi tugas dan tanggung jawab dari pemerintah daerah. Untuk itu dengan adanya kunjungan ini, kami berharap agar amanah UU nomor 18 tahun 2017 ini dapat segera diwujudkan dengan kerjasama antara pemda Pohuwato dan BP2MI” kata Hendra.

Ditemui di kantor UPT BP2MI Manado, Fatma Katili selaku Sekretaris Disnaker Pohuwato mengatakan bahwa pihaknya ingin segera mewujudkan kerjasama dengan BP2MI dalam hal pelindungan PMI. “Kami berharap agar rencana kerjasama yang telah di inisiasi bisa secepatnya terlaksana. Sebagai langkah awal kami meminta agar UPT BP2MI Manado dapat bersinergi dengan kami dalam mensosialisasikan peluang kerja ke luar negeri ke hadapan masyarakat Kabupaten Pohuwato. Mudah-mudahan tahun depan kita bisa mulai program sosialisasi ini” tutup Fatma. (sisco/*)




UPT BP2MI Manado sosialisasikan peluang kerja ke luar negeri di Kabupaten Bolsel

Manado,GN- UPT BP2MI Manado, Kamis (18/11/2021) menggelar sosialisasi peluang kerja ke luar negeri di hadapan 150 peserta di Desa Milangodaa Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel).

Hadir dalam kesempatan ini Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemda Bolsel Mohammad Suja Alamri, Kepala UPT BP2MI Manado Hendra Makalalag dan Kadisnakertrans PM, dan PTSP Pemda Bolsel Arsalan Makalalag yang juga turut menyampaikan materi tentang ketenagakerjaan.

Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Pemda Bolsel yang diwakili oleh Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Mohammad Suja Alamri yang menyampaikan apresiasinya kepada UPT BP2MI Manado.
“Dalam kesempatan ini saya ingin mengapresiasi UPT BP2MI Manado yang telah memilih Bolsel sebagai tempat sosialisasi peluang kerja ke luar negeri. Mohon sampaikan juga salam hormat saya untuk bapak Benny Rhamdani Kepala BP2MI atas kepeduliannya terhadap daerah terutama Sulawesi Utara dan lebih khususnya Bolaang Mongondow Raya terkait penyiapan CPMI dan PMI” kata Mohammad.

Kepala UPT BP2MI Manado Hendra Makalalag menyampaikan bahwa kesempatan sosialisasi kali ini adalah kesempatan yang sangat baik untuk menginformasikan berbagai peluang kerja ke luar negeri ke hadapan masyarakat Bolsel.

“Kesempatan sosialisasi ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk menginformasikan peluang kerja ke luar negeri secara prosedural karena melalui kesempatan kali ini kami bisa menjabarkan secara jelas mengenai cara bekerja ke luar negeri utamanya ke Jepang agar masyarakat Sulawesi Utara khususnya Bolaang Mongondow Selatan bisa mendapatkan gambaran sehingga tertarik dan berminat untuk kerja ke luar negeri,” ungkap Hendra.

Lebih lanjut Hendra menyebutkan bahwa peluang kerja ke luar negeri adalah salah satu cara yang efektif untuk membantu pemerintah daerah mengurangi pengangguran. “Kerja ke luar negeri merupakan peluang yang sangat baik dan juga cara yang efektif untuk mengurangi pengangguran. Untuk itu sebaiknya dimanfaatkan dengan sebaik mungkin karena gaji dan tunjangan yang akan didapatkan juga sangat menggiurkan.” kata Hendra.

Hendra juga menambahkan bahwa gaji yang akan didapat ketika bekerja sebagai pekerja migran di luar negeri memang cukup besar.
“Contohnya saja gaji sebagai Care Worker di Jepang melalui program SSW dan G to G yang dimulai dari angka Rp 20 jutaan/bulan. Dikurangi biaya hidup dan lain-lain para pekerja migran ini masih bisa menerima penghasilan bersih kurang lebih 12 jutaan perbulannya. Nah dengan penghasilan sebesar itu, kami harapkan para pekerja migran asal Sulawesi Utara khususnya Bolaang Mongondow Selatan dapat mensejahterakan keluarganya di Indonesia, membantu pemerintah daerah mengurangi pengangguran, serta dapat membangun daerahnya masing-masing lewat remitansi yang dikirimkan setiap bulannya” tutup Hendra.
Acara sosialisasi ini juga turut dihadiri oleh Anggota DPRD Bolaang Mongondow Selatan Jefry Djauhari dan Sangadi Milangidaa Utara Arkan Idris.(*/sisco)




Peluang Kerja ke Jerman bagi Tenaga Kesehatan

Manado,GN- Peluang kerja ke Jerman sebagai tenaga kesehatan melalui program G to G Jerman BP2MI sudah dibuka dari tanggal 1 oktober – 26 Oktober 2021.

Gaji mulai dari angka 38 jutaan/bulan bagi Asisten Nurse dan 47 jutaan / bulan bagi Nurse (sebelum pajak).

Adapun posisi yang dibutuhkan yaitu Unit Perawat Intensif, Perawatan Geriatri/Panti Asuhan/perawatan lansia, Bangsal Umum, Bangsal Medis dan Bedah, Ruang Operasi, Neurologi, Ortopedia dan bidang terkait Psikiatri,serta Bangsal Anak dan Neonatal.

Pendaftaran dilakukan secara online. Untuk informasi lebih lanjut hubungi UPT BP2MI Manado Jalan Babe Palar Nomor 96 Telephone 0431-850695 (*/sisco)




DPRD Mitra Sambangi Kantor UPT BP2MI

Manado,GN- Komisi III DPRD Minahasa Tenggara (Mitra) menyambangi kantor UPT BP2MI Manado guna persiapan MoU antara Pemkab Mitra dengan BP2MI Selasa, 29 Juni 2021. Rilis yang diterima media gemparnews.com bahwa kunjungan Komisi III DPRD Minahasa Tenggara yang dipimpin oleh Christ Rumansi melakukan kunjungan ke UPT BP2MI Manado guna persiapan MoU antara Pemkab Minahasa Tenggara dengan BP2MI.

Sementara itu, Hendra Makalalag selaku kepala UPT BP2MI Manado menyambut dengan antusias kunjungan dari rombongan yang datang. Hendra mengatakan selain sebagai persiapan penandatanganan kerjasama, Komisi III DPRD Minahasa Tenggara juga berkunjung untuk menunjukkan dukungannya akan MoU yang akan ditandatangani dalam waktu dekat ini.
“Kunjungan dari Komisi III DPRD Minahasa Tenggara ini selain untuk koordinasi persiapan MoU dengan Pemkab nanti, juga sebagai bentuk pernyataan sikap dari para wakil rakyat di Minahasa Tenggara bahwa mereka sangat mendukung pelindungan dan penempatan bagi pekerja migran asal daerahnya” jelas Hendra.

Hendra juga menyatakan bahwa kunjungan ini pastinya akan membawa dampak positif bagi pemuda daerah Minahasa Tenggara yang berminat untuk bekerja ke luar negeri.“Peluang kerja ke luar negeri itu sebenarnya banyak dan terbuka lebar, namun ada beberapa hal yang menjadi kendala antara lain bahasa dan kemampuan atau skill yang diminta oleh pemberi kerja di negara tujuan penempatan. Kunjungan komisi III DPRD ini merupakan wujud keberpihakkan wakil rakyat, untuk mensupport pemkab agar melaksanakan amanat UU No 18 Tahun 2017 untuk menanggung biaya pendidikan dan pelatihan calon pekerja migran asal daerahnya agar pemuda dari Mitra dapat dilatih sehingga bisa memenuhi kualifikasi yang diminta oleh pemberi kerja.” terang Hendra.

Dalam pertemuan dengan komisi III DPRD Minahasa Tenggara ini, Hendra menjelaskan tentang program SSW ke Jepang sebagai peluang kerja ke luar negeri yang sedang membutuhkan banyak tenaga terampil di 14 sektor pekerjaan dengan gaji mulai dari 20 jutaan per bulan. Sampai saat ini peminatan terhadap peluang kerja ke Jepang di Sulawesi Utara sangat tinggi. Hal ini tentu menggembirakan bagi generasi muda Sulut khususnya yang ada di kab/kota. Potensi calon pekerja migran Indonesia yg ada di daerah akan disupport oleh Pemda melalui APBD sebagaimana yang diamanahkan oleh UU 18 Tahun 2017 pasal 41.

Ditempat yang sama, Christ Rumansi mengatakan bahwa Komisi III DPRD Mitra siap untuk mendukung MoU antara pemkab dan BP2MI. “Tentu saja kami akan mendukung MoU ini baik dari sisi anggaran hingga pengawalan pelaksanaan di lapangan nanti agar dana yang dikeluarkan tepat sasaran” kata Christ.

Lebih lanjut Christ juga menyatakan akan terus melibatkan BP2MI dalam proses penyiapan calon pekerja migran asal Minahasa Tenggara. “Pelaksanaan pengawasan dan pemantauan jalannya penyiapan calon pekerja migran akan kami lakukan secara rutin tentu saja dengan melibatkan UPT BP2MI Manado selaku perwakilan BP2MI di Sulawesi Utara” tandasnya. (sisco/*)




Berikan Pelayanan Maksimal, BP2MI dan Pemkot Manado Teken MOU

 

Manado,GN – Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Manado melakukan kesepakatan Kerja Sama Master of Understanding (MoU).

Penandatanganan yang dilakukan di Aula Serbaguna Kantor Walikota Manado, Selasa (22/06/2021) ini bertujuan untuk membantu perputaran ekonomi di kota Manado lewat PMI.

Dalam Sambutan Kepala BP2MI RI Benny Ramdhani mengatakan bahwa pada saat dirinya dilantik sebagai Kepala BP2MI pada tanggal 15 April 2020 di Istana Negara Jakarta, Presiden memberikan amanat yang jelas yaitu untuk melindungi PMI dari ujung rambut sampai ujung kaki
BP2MI mengubah paradigma pelayanan bagi PMI yang berhak mendapat perlakuan hormat negara dengan menjadikan PMI Sebagai Warga VVIP (Very Very Important Person) dengan memberikan pelayanan dan pelindungan maksimal.

Nota kesepakatan ini sesuai UU 18/2017 yang menjadi tanggung jawab pusat,daerah dan Pemerintah Desa tertuang(Pasal 40, Pasal 41 dan Pasal 42),makanya kerja sama ini sangat penting dilakukan.

Ditambahkan PMI penyumbang devisa terbesar kedua setelah migas 159,7 T dan tidak kalah dengan sumbangan sektor pariwisata atau setara 7% APBN.”ini sebagai wujud perlakuan hormat, BP2MI membangun lounge khusus PMI di Bandara Soekarno Hatta, jalur cepat (fast track) dan helpdesk (pusat layanan informas)”ungkap Ramdhani

“Kami mengapresiasi upaya Pemerintah Kota Manado yang mengadakan MOU dengan BP2MI dan menjadikan Manado kota ke 12″Kata Ramdhani

Total Penempatan PMI Provinsi Sulawesi Utara dari tahun ke tahun :
2017 : 462 PMI;
2018 : 511 PMI;
2019 : 604 PMI;
2020 : 316 PMI; (pandemi)
Januari sampai dengan  31 Mei 2021 : 74 (pandemi).

Penempatan PMI Kota Manado:
2017 : 97 PMI
2018: 97 PMI
2019 : 108 PMI
2020 : 60 PMI (pandemi)
Januari sampai dengan  31 Mei 2021: 11 (pandemi)

Terbanyak ke negara Hong Kong, Japan, Malaysia, Papua New Guinea, Saudi Arabia, Singapura, Solomon Islands, Taiwan; dimana didominasi oleh sektor pekerjaan sebagai Caregiver, Drivers, Fisherman, Heavy Equipment Operator, House Maid, Housekeepers/Plrt, Plantation Worker, Worker.

Sementara itu, Walikota Manado  Andrei Angouw dalam sambutannya mengatakan, berdasarkan Penyampaian Kepala BP2MI RI Benny Ramdhani bahwa kurang lebih 3.000 pekerja migran asal Sulut yang bekerja di berbagai sektor yakni pabrik, rumah tangga, jasa dan formal.
Pekerja migran paling banyak berada di Amerika Serikat dan Jepang, kemudian Hongkong, Malaysia dan Singapura. Para pekerja migran harus mampu bersaing dengan meningkatkan SDM (Sumber Daya Manusia)

Pemkot Manado akan mengirimkan pekerja yang memiliki kemampuan Skill Worker Bukan Pembantu.

Keuntungan dari Kesepakatan ini PMI akan mengirimkan uang ke keluarga dan uang tersebut akan
berputar di Kota Manado sehingga dapat membantu perputaran ekonomi, karena uang dari Negara luar akan masuk  ke kota Manado.

Turut hadir dalam acara ini, Wawali Manado dr Richard Sualang, Para Kepala SKPD Pemkot Manado, Pejabat Plt, Kepala UPT BP2MI Manado Hendra Makalalang, Pimpinan DPRD Kota Manado dan Pimpinan Forkopimda Kota Manado. (MiddleO)




Pemkab Sangihe Dengan BP2MI Teken MoU,Tentang Penempatan PMI Ke Jepang

SANGIHE,GN – Pemerintah Kabupaten Sangihe dengan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI),melaksanakan acara penandatanganan MoU tentang Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, senin (29/3/2021) di Aula BP2MI Jakarta.

Acara berlangsung dengan dihadiri oleh Kepala BP2MI Benny Rhamdani bersama jajaran. Kepala BP2MI menyambut Kedatangan Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Ezar Gaghana bersama rombongan.

Pemkab Sangihe Dan BP2MI Tandatangani MOU Pengiriman PMI Ke Jepang (foto : gemparnews)

Dalam sambutannya Bupati Kepulauan Sangihe menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada BP2MI atas kesempatan yang diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe untuk dapat menjalin Kerjasama perihal kesempatan untuk merekrut para tenaga kerja yang ada di Kabupaten Kepulauan Sangihe bekerja di luar Negeri.

” Ini peluang yang sangat baik bagi Pemerintah Kab. Kepl.Sangihe dalam memberdayakan SDM bagi kesejahteraan masyarakat Sangihe, di masa pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid 19,” ujar Bupati Gaghana.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengatakan dalam sambutannya bahwa Daerah Nusa Utara merupakan Daerah yang yang memiliki sejarah tersendiri dalam hidupnya. Di masa kecil beliau pernah bersekolah di daerah yang dulunya bernama Kabupaten Kepulauan Sangihe Talaud.

Di jaman orde baru daerah pesisir sering dianggap daerah terpinggirkan, dimana pembangunan berpusat di Pulau Jawa dan sekitarnya, tetapi dengan kehadiran masa Pemerintahan Presiden Joko Widodo menjadikan daerah pesisir atau perbatasan sebagai daerah yang mendapat perhatian utama untuk peningkatan pembangunannya.

Didepan jajarannya dan seluruh tamu undangan Benny Rhamdani mengatakan bahwa Kab.Kepl.Sangihe adalah daerah yang patut diperhitungkan SDMnya, salah satu dapat dibuktikan dengan prestasi internasional di bidang pendidikan maupun olahraga yang ditunjukkan oleh pelajar dan olahragawan asal Sangihe. Ini membuktikan bahwa SDM Sangihe tidak kalah dengan SDM daerah lainnya.

Kesempatan bekerja di luar negeri adalah peluang emas yang harus diambil oleh masyarakat Indonesia yang berkemauan untuk bekerja di luar Negeri, dimana untuk Jepang gaji yang biasa diterima berkisar
22 juta per bulan dengan kontrak kerja 5 tahun. Jepang memberikan jaminan perlindungan kerja yang baik selama ini, sehingga peluang ini harus ditangkap oleh Pemerintah.

“Yang pasti calon Pekerja Migran akan Direkrut dan mendapatkan pelatihan oleh Perusahaan yang ditunjuk sehingga dapat dipastikan bahwa calon Pekerja Migran tersebut memiliki bekal yang cukup ketika bekerja di luar negeri. Yang harus dimiliki mereka adalah kemampuan berbahasa asing yang harus diperkuat, kesiapan mental, pemantapan ideologi pancasila yang tidak boleh lengah,” terang Benny Rhamdani.

Pun dikatakannya bahwa,Sumbangan devisa dari para Pekerja Migran adalah sebanyak 159,6 trilliun per tahun untuk negara, yang merupakan sumbangan devisa urutan kedua terbesar setelah sektor migas, sehingga tidak ada alasan untuk tidak mendapatkan jaminan dan layanan yang maksimal dari pemerintah. Negara sangat melindungi para Pekerja Migran untuk mendapatkan kesejahteraan mereka, membantu mereka mewujudkan mimpi mereka di negara lain. Setelah mereka beroleh kesejahteraan hidup, para Pekerja Migran dapat kembali ke tempat asal mereka, membuka usaha dan membuka peluang lapangan kerja bagi orang lain di daerah asal.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Benny Rhamdani mengatakan untuk Kerjasama ini, secara teknis akan ditindaklanjuti oleh uptd BP2MI yang ada di Manado.

Hadir bersama-sama dengan Bupati , Kepala Dinas Tenaga Kerja Daerah Drs. Doktarius Pangandaheng, MM, Kepala Bapelitbangda ir. Fillixson P Gaghaube, M.Si, Kabag Kerjasama Setda dra.Viva J Masoa, Kabag Hukum Setda Timpuan Gaghana, SH, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Irianto M. Manumpil.(ROBIN)




Jemput Tiga PMI Sakit dari Taiwan, Kepala BP2MI Teteskan Air Mata

Sulut,GN- Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Ramdhani sempat meneteskan air mata saat menjemput kepulangan tiga Pekerja Migran yang mengalami sakit dari Taiwan di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang Banten.

Benny mengatakan kepada tiga PMI yang sakit agar cepat sehat kembali. Setibanya di Tanah Air ketiga PMI tersebut langsung dibawa ke Rumah Sakit (RS) Polri Jakarta dan diantar langsung oleh Kepala BP2MI Benny Ramdhani untuk perawatan lebih lanjut.

Kepala BP2MI Benny Rhamdani Saat Menjemput Tiga PMI Yang Sakit (foto : ist)

“Bapak Ibu tidak usah khawatir soal biaya perawatan, semua sudah dibiayai oleh negara. Saya ingin Bapak Ibu sehat cepat sehat agar bisa berkumpul kembali dengan keluarga di rumah,” jelas Benny kepada ke tiga PMI sambil menitiskan air matanya di Lounge PMI Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Jumat 19/2/2021.

Benny menambahkan, para PMI merupakan pahlawan devisa dan Pemerintah harus memberikan perlakuan hormat kepada mereka. Menurut Benny dahulu PMI banyak terlantar. Namun, sejak ada lounge PMI yang diresmikan 18 Desember 2020, para PMI yang pulang bisa menikmati lounge, jalur cepat, dan berbagai fasilitasi lainnya di Bandara Soekarno Hatta.

“Semua PMI berhak menikmati ini. Agar tidak berdesakan dan antri panjang. Mereka juga bisa beristirahat di lounge sambil menunggu keluarga yang menjemput,” jelasnya.

Adapun data ketiga PMI sakit tersebut, pertama PMI Eni Neni Waryuni, asal Indramayu Jawa Barat. Eni mengalami sakit kanker Payudara Stadium 4 . Ia telah menjalani perawatan dan kemoterapi di EDCH Hospital, sejak 23-25 November 2020 dan 7 Desember 2020 serta 16-22 Januari 2021.

Sejak mengalami sakit dan menjalani kemoterapi rutin, PMI ditampung di Taiwan Labor Rights Care Association (LCC) Kaohsiung. PMI juga telah menerima seluruh hak-haknya dan biaya kepulangannya ditanggung oleh pengguna
Eni berharap, setibanya di Indonesia dapat melakukan isolasi mandiri di rumah atau melakukan perawatan lanjutan.

PMI sakit yang kedua yaitu Siti Sumarni asal Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Ia mengalami sakit Acute Myeloid Lymphoma (AML) atau Leukimia Myeloid Akut.

PMI Siti telah menjalani perawatan dan kemoterapi di National Taiwan University Hospital selama 55 hari, sejak 23 Desember 2020-17 Februari 2021. Selama menjalani perawatan, PMI telah melakukan 6 kali tindakan medis.

Pada 17 Februari 2021, Siti diperbolehkan meninggalkan rumah sakit dan melakukan persiapan kepulangan ke Indonesia. Ia juga telah menerima seluruh hak-haknya dan biaya kepulangannya ditanggung oleh pengguna.

Sedangkan PMI yang ketiga adalah Arif Hidayat asal Planjan Kesugihan Cilacap Jawa Tengah. Arif yang bekerja di Home Industry pembuatan tangki air mengalami sakit luka bakar.

Kejadian tangki terbakar berawal ketika Arif sedang melakukan pengecatan bagian dalam tangki. Tiba-tiba yang bersangkutan pingsan di dalam tangki karena menghirup aroma cat dalam waktu yang lama.

Saat itu juga, majikan mencoba membantu dengan masuk ke dalam tangki, tetapi ikut pingsan. Meskipun, rekan pekerja membantu menolong dengan mengelas tangki untuk membuat lubang, namun percikan api mengenai campuran cat yang mengakibatkan tangki meledak.

Arif dan majikannya langsung dibawa ke Kaohsiung Hospital untuk mendapatkan perawatan. Luka bakar Arif Hidayat 47% sedangkan majikannya 80%.

Selang seminggu, tepatnya 17 Oktober, Arif Hidayat dipindahkan ke RS NCKU di Taiwan dan telah menerima tindakan medis berita operasi pembersihan kulit sebanyak 3 kali.

Majikan telah membayarkan sebesar NTD 500.000 untuk biaya Arif selama di RS Tawian. Selanjutnyaz Arif dipindah ke shelter khusus WNIO KDEI Taipei dengan menjalani rawat jalan sampai dipulangkan ke Indonesia. (*/sisco)




Perangi Sindikat, BP2MI Bentuk Tim Satgas

Sulut,GN- Guna memerangi para sindikat yang berkeliaran di Indonesia, BP2MI (Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia) membentuk tim Satuan Tugas (Satgas). Hal ini ditegaskan oleh Kepala BP2MI Benny Ramdhani ketika berada di studio TVRI Manado, Kamis (8/10/2020).

Benny Ramdhani Saat Melakukan Dialog Di Studio TVRI Manado

“Saya katakan kepada pak Presiden Jokowi untuk membentuk Satgas, gunanya membasmi para sindikat yang berkeliaran,” tegasnya.

Dijelaskannya lagi, tugas dari Satgas tersebut selain memerangi juga membongkar sindikat mafia ilegal pengiriman tenaga kerja indonesia ke luar negeri. ” Tugas mereka juga membongkar sindikat para mafia,” ungkapnya.

Terkait prestasi BP2MI, Bang Brani sapaan akrabnya menjelaskan bahwa sampai hari ini BP2MI telah melakukan beberapa langkah dan terobosan seperti memulangkan pekerja migran ke tanah air dan lain sebagainya.

Selain itu, Brani menjelaskan bahwa TKI merupakan orang-orang yang terhormat bukan pekerjaan rendahan. Sebab negara menyebutkan mereka sebagai pahlawan penyumbang devisa. ” Negara menyebutkan mereka sebagai pahlawan penyumbang devisa. Untuk itu, kita harus memutuskan mata rantai para sindikat mafia,sikat sampai tuntas,” pungkasnya. (sisco)