BP2MI Sulut Gelar Verifikasi Berkas Program G to G Korea

Manado,GN- Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Sulawesi Utara (Sulut), 24-25 Januari 2023 melaksanakan verifikasi berkas program G to G Korea di kantornya di Jalan Babe Palar Nomor 96 Manado. Kegiatan verifikasi ini merupakan kelanjutan dari program G to G Korea yang dibuka mulai tanggal 12 – 16 Desember 2022 yang lalu.


Hendra Makalalag selaku kepala BP2MI Sulut ketika ditemui disela-sela kegiatan, menjelaskan total pelamar dari Provinsi Sulawesi Utara tercatat ada 77 orang.

“Tahun ini pelamar dari Sulawesi Utara ada sekitar 77 orang yang mendaftar dan sebanyak 71 pelamar berkasnya telah terverifikasi dan telah di masukkan ke dalam sistem milik Korea. Untuk seluruh Indonesia jumlah pendaftar G to G kali ini berhasil memecahkan rekor karena tercatat ada sekitar 35 ribuan orang yang melamar” jelas Hendra.

Hendra menjelaskan bahwa jumlah pelamar tahun ini tidak sebanyak tahun lalu diakibatkan kini proses verifikasi dokumen bisa dilakukan di seluruh kantor BP2MI di Indonesia.

“Tahun lalu proses verifikasi masih dipusatkan di beberapa BP2MI saja. Contohnya pendaftar dari seluruh Sulawesi proses verifikasinya di pusatkan di kantor BP2MI Sulut. Makanya tahun lalu jumlah pendaftar yang kami verifikasi ada sekitar 180-an orang. Namun tahun ini sudah disebar keseluruh BP2MI yang ada di Indonesia jadinya dari Sulut memang yang mendaftar ada sekitar 77 orang” jelas Hendra.

Hendra menambahkan bahwa petugas yang disiapkan oleh BP2MI Sulut yang Ia pimpin ada sebanyak 8 petugas.

“Kami menyiapkan 8 petugas untuk proses verifikasi agar berjalan dengan lancar. Alhamdulilah selama 2 hari ini kami tidak menemukan kendala yang berarti dan kantor pusat kami selalu siaga untuk membantu kami” kata Hendra.

Hendra mengatakan bahwa pihaknya sering melakukan sosialisasi agar mensyarakat tahu tentang program-program kerja ke luar negeri.

“Balai kami gencar melakukan sosialisasi dan promosi program ini baik melalui media massa dan media sosial. Untuk itu pelamar program G to G slelau antusias” kata Hendra.

Lebih lanjut Hendra menyebutkan bahwa setelah proses verifikasi berkas, para pelamar akan mengikuti tes bahasa Korea yang akan diadakan setelah proses verifikasi seluruh Indonesia selesai.

“Setelah proses verifikasi berkas, para peserta akan menjalani tes bahasa Korea yang akan dilakukan setelah semua proses verifikasi dokumen di seluruh Indonesia sudah selesai. Jadi kami menghimbau kepada seluruh peserta untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin” tambah Hendra.

“Saya berharap banyak peserta dari Sulut bisa diterima semua karena pastinya akan meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka dan daerah kita juga” tutup Hendra. (sisco/*)




Selang Tahun 2022, BP2MI Catat 322 Warga Sulut Kerja Di Luar Negeri

Manado,GN- Selama tahun 2022 BP2MI Sulawesi Utara mencatat sebanyak 322 warga Sulawesi Utara berangkat bekerja ke luar negeri. Hal ini diampaikan oleh kepala BP2MI Sulawesi Utara Hendra Makalalag dalam rilisnya kepada rekan media.

“Tahun ini adalah tahun yang cukup baik karena kami mencatat ada sekitar 322 warga Sulut yang bekerja keluar negeri,” kata Hendra.

Menurut Hendra, dari 322 orang ini berangkat bekerja ke beberapa Negara di Asia dan Eropa antara lain ke Jepang, Hongkong, Singapura, Malaysia, bahkan hingga ke Papua New Guinea, Arab Saudi hingga ke Polandia.

Lanjut kata Hendra, para pekerja ini ditempatkan pada sektor yang berbeda-beda. Ada yang ditempatkan di sektor kesehatan sebagai Careworker, ada juga di sektor pertambangan, kehutanan, manufaktur, pariwisata dan masih banyak lagi.

“Saya berharap di tahun 2023 angka penempatan ini akan meningkat karena kami juga masih menunggu pengumuman kelulusan akhir beberapa pemuda Sulut dan Gorontalo pada program G to G Jerman. Belum lagi di tahun 2023 BP2MI rencananya akan membuka kembali program G to G Korea dan G to G Jepang serta ada beberapa Negara sudah membuka peluang kerja bagi orang Indonesia antara lain ke New Zealand, Slovakia, dll. Jadi saya yakin di tahun 2023 angka penempatan kami juga pasti akan bertambah,” jelas Hendra.

Lebih jauh Hendra menjelaskan hal ini tidak lepas dari sosialisasi masif yang dilakukan oleh unit kerja yang Ia pimpin. “Sepanjang tahun 2022, kami banyak melakukan sosialisasi peluang kerja ke luar negeri di beberapa kabupaten kota di Sulut antara lain di Minahasa Raya, Bolaang Mongondow Raya hingga ke Gorontalo. Belum lagi sosialisasi melalui media sosial yang gencar kami lakukan agar wrga Sulut paham tentang peluang kerja dan prosedur kerja ke luar negeri,” katanya.

“Tentunya hal ini juga tidak lepas dari peran Pemerintah daerah provinsi Sulut pemerintah Kab/Kota, Tokoh Masyarakat Tokoh Agama, Tokoh perempuan, Tokoh Pemuda dan peran media banyak membantu capaian kinerja kami di Balai BP2MI Sulawesi Utara,” tutup Hendra. (sisco/*)




BP2MI Sulut Sosialisasikan Peluang Kerja ke Luar Negeri di Minahasa Selatan

Manado,GN- BP2MI Sulawesi Utara (Sulut) Kamis,(15/12/2022) melaksanakan sosialisasi di Rumoong Bawah Minahasa Selatan. Acara ini menghadirkan 260 peserta yang terdiri dari perangkat desa dan masyarakat umum.

Acara sosialisasi ini juga turut mengundang Ketua Komisi IX DPR RI Felly Runtuwene sebagai narasumber serta Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Minahasa Selatan serta kepala BP2MI Sulawesi Utara Hendra Makalalag.
Kepala BP2MI Sulawesi Utara, Hendra Makalalag menyambut baik kesempatan sosialisasi ini.
“Acara hari ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi kami selaku pemerintah untuk menginformasikan peluang kerja ke luar negeri secara prosedural. Di kesempatan sosialisasi kali ini kami ingin menjabarkan secara jelas mengenai prosedur kerja ke luar negeri serta bentuk pelindungan secara menyeluruh kepada PMI sebagai warga VVIP. Kami sampaikan kepada masyarakat Sulawesi Utara khususnya Minahasa Selatan agar bisa tertarik dan berminat kerja ke luar negeri. Selama ini mungkin masyarakat hanya mendengar sekilas mengenai kerja keluar negeri sehingga informasi yang didapat hanya sedikit. Jadinya kami berikan semua infonya hari ini agar jelas” ungkap Hendra.


Lebih lanjut Hendra menyebutkan bahwa peluang kerja ke luar negeri adalah salah satu cara yang efektif untuk membantu pemerintah daerah mengurangi pengangguran.
“Saat ini angka pengangguran Sulawesi Utara cukup tinggi. Kurang lebih 70 ribuan jiwa kini tidak memiliki pekerjaan. Untuk itu peluang kerja ke luar negeri seperti ke Jepang, Jerman, Polandia, Korea Selatan dan masih banyak lagi adalah peluang yang sangat baik untuk dimanfaatkan,” kata Hendra.
Hendra juga menambahkan bahwa gaji yang akan didapat ketika bekerja sebagai pekerja migran juga sangat menggiurkan.
“Contohnya gaji sebagai Care Worker di Jepang gajinya mulai dari Rp 20 jutaan/bulan, ataupun gaji sebagai pekerja manufaktur di Korea Selatan juga sangat tinggi yaitu mulai dari 25 jutaan/bulan. Sangat besar sekali untuk ukuran gaji orang Indonesia” jelas Hendra.
“Dengan penghasilan sebesar itu, kami harapkan para pekerja migran asal Sulawesi Utara khususnya Minahasa Selatan dapat mensejahterakan keluarganya di Indonesia, membantu pemerintah daerah mengurangi pengangguran, serta dapat membangun daerahnya masing-masing lewat remitansi yang dikirimkan setiap bulannya,” tutup Hendra. (*/sisco)




UPT BP2MI Sulut Sosialisasikan Peluang Kerja ke Luar Negeri di Desa Kaima Minut

Manado,GN- BP2MI Sulawesi Utara (Sulut) melaksanakan sosialisasi di Desa Kaima Minahasa Utara (Minut) Senin (03/10/2022). Acara ini menghadirkan 100 peserta yang terdiri dari perangkat desa dan masyarakat umum.

Kepala UPT BP2MI Manado Hendra Makalalag, menyambut baik kesempatan sosialisasi ini. “Acara hari ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi kami selaku pemerintah untuk menginformasikan peluang kerja ke luar negeri secara prosedural. Selama ini mungkin masyarakat hanya mendengar sekilas mengenai kerja keluar negeri sehingga informasi yang didapat hanya sedikit. Di kesempatan sosialisasi kali ini kami ingin menjabarkan secara jelas mengenai prosedur kerja ke luar negeri, masyarakat Sulawesi Utara khususnya Minahasa Utara bisa tertarik dan berminat kerja ke negeri seberang,” kata Hendra.

Lebih lanjut Hendra menyebutkan bahwa peluang kerja ke luar negeri adalah salah satu cara yang efektif untuk membantu pemerintah daerah mengurangi pengangguran.
“Saat ini angka pengangguran Sulawesi Utara cukup tinggi. Kurang lebih 70 ribuan jiwa kini tidak memiliki pekerjaan. Untuk itu peluang kerja ke luar negeri seperti ke Jepang, Jerman, Polandia, Korea Selatan dan masih banyak lagi adalah peluang yang sangat baik untuk dimanfaatkan,” ujar Hendra.

Hendra juga menambahkan bahwa gaji yang akan didapat ketika bekerja sebagai pekerja migran juga sangat menggiurkan. “Contohnya gaji sebagai Care Worker di Jepang gajinya mulai dari Rp 20 jutaan/bulan, ataupun gaji sebagai pekerja manufaktur di Korea Selatan juga sangat tinggi yaitu mulai dari 25 jutaan/bulan. Sangat besar sekali untuk ukuran gaji orang Indonesia” jelas Hendra.

“Dengan penghasilan sebesar itu, kami harapkan para pekerja migran asal Sulawesi Utara khususnya Minahasa Utara dapat mensejahterakan keluarganya di Indonesia, membantu pemerintah daerah mengurangi pengangguran, serta dapat membangun daerahnya masing-masing lewat remitansi yang dikirimkan setiap bulannya,” tutup Hendra. (sisco/*)




BP2MI Sulut selenggarakan wawancara program G to G Jerman

Sulut,GN- BP2MI Sulawesi Utara (Sulut) Kamis, 3-4 Agustus 2022 menyelenggarakan wawancara dalam rangka seleksi kandidat program kerja G to G Jerman tahun 2022.

Kepala BP2MI sulut Hendra Makalalag mengatakan bahwa proses wawancara ini dilaksanakan selama 2 hari dengan jumlah peserta sebanyak 18 orang.

“Tanggal 3 – 4 Agustus, BP2MI Sulut melaksanakan proses wawancara program G to G Jerman bagi 18 kandidat yang sudah lulus verifikasi dokumen di kami. Wawancara dilakukan secara online untuk mencari kandidat terbaik yang nantinya akan ditempatkan untuk bekerja sebagai perawat di Jerman,” kata Hendra.

Hendra menambahkan bahwa wawancara dilakukan langsung oleh pihak Bundesagentur fuer Arbeit (BA) Jerman.

“Wawancara hari ini dilakukan secara online dengan pihak dari badan ketenagakerjaan Jerman atau Bundesagentur fuer Arbeit (BA). Jadi mereka yang turun tangan langsung mewawancarai semua kandidat untuk benar-benar menseleksi siapa-siapa yang nantinya akan lolos dan bekerja disana” jelas Hendra.

Menurut Hendra program G to G Jerman ini adalah yang kedua kalinya diselenggarakan oleh BP2MI. “ ini adalah tahun kedua BP2MI mengadakan program G to G Jerman dan setiap tahun, peminatnya selalu membludak. Tahun lalu dari Sulut hanya 4 orang yang melamar tapi tahun ini ada 18 orang. Alhamdulilah semuanya lolos verifikasi dokumen jadi dua hari ini mereka semua hadir untuk wawancara dengan pihak Jerman. Saya sangat berharap semua diterima di program ini karena peluang kerja ke Jerman langka dan fasilitas yang ditawarkan juga sangat menggiurkan,” terangnya.

“Tahun depan rencananya program ini akan dibuka kembali, untuk itu saya berharap kandidat dari Sulut bisa bertambah dan bisa diterima untuk bekerja di Jerman” tutup Hendra. (sisco/*)




Makalalag : Pengiriman PM Salah Satu Solusi Mengurangi Pengangguran Di Sulut

Sulut,GN- Pekerja Migran (PM) merupakan penyumbang devisa besar bagi negara maupun daerah. Sesuai dengan data yang ada sejak tahun 2017 hingga 2020, ribuan Pekerja Migran asal Sulawesi Utara (Sulut) tersebar di beberapa negara. Pekerja Migran memberikan banyak sumbangsi bagi daerah khususnya Sulawesi Utara.

Kepala UPTD BP2MI Sulut Hendra Makalalag ( foto : gemparnews.com)

 

Hal ini di sampaikan oleh Kepala UPTD BP2MI Sulut Hendra Makalalag kepada awak media gemparnews.com ketika di temui diruangan kerjanya Rabu, (27/01/2021).
” Bayangkan jika ribuan Pekerja Migran ini dalam sebulan mengirimkan uang ke daerah untuk keluarganya,tidak sedikit pemasukan devisa untuk daerah karena banyak uang yang beredar,” jelas Makalalag.

Sementara pengangguran di Sulut lanjut Makalalag sesuai dengan data BPS pengangguran di tingkat sarjana, diploma II,III dan S1 sekitar tiga puluh satu ribu lebih sedangkan di tingkat SLA sebanyak tujuh puluhan ribu pengangguran di Sulawesi Utara. Dan sejak tahun kemarin di masa pandemi banyak yang di PHK dan juga di rumahkan.” Pengangguran menjadi banyak dan meningkat. Nah solusinya seperti apa?. Harus menjadi Pekerja Migran di luar negeri,” ungkapnya.

Data Pekerja Migran Asal Sulut Tahun 2017 - 2020 (foto : ist)

Dia berharap koordinasi dengan pemerintah daerah di Sulut sekiranya dapat terjalin dengan baik. ” Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah,untuk dapat dianggarkan dalam anggaran pendapatan belanja daerah. Sebab ini salah satu langkah dan solusi mengurangi tingkat pengangguran,” terangnya.

Disamping itu, BP2MI Sulut telah melakukan langkah dan terobosan yakni melakukan sosialisasi ke beberapa kabupaten dan kota di sulut. “Sasaran kami adalah sekolah lanjutan atas dimana sosialisasi yang lakukan bagi siswa kelas tiga. Karena pada saat mereka lulus nanti usianya sudah mencapai 18 tahun dan itu adalah usia produktif untuk bekerja. Juga kami melakukan sosialisasi kepada beberapa sekolah maritim termasuk Politeknik kelautan,politeknik di Minsel dan juga Politeknik di Nusa Utara,” tutupnya. (sisco)