Kepala BP2MI Sulut Sambangi Pemkab Bolmut

Bolmut,GN- Kepala BP2MI Sulawesi Utara (Sulut) Hendra Makalalag menyambangi kantor Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) , Selasa (11/3/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Bolmut Dr Sirajudin Lasena, S.E., M.Ec.Dev menyambut baik kunjungan Kepala BP2MI Sulut.

Kunjungan tersebut dalam rangka mensinergikan Program Kementerian
Pelindungan Pekerja Migran Indonesia dengan Pemerintah Daerah Bolaang
Mongondow Utara.

Kepala BP2MI Sulut menyampaikan berbagai peluang bekerja ke Luar Negeri untuk menjadi Pekerja Migran Indonesia.

“Peluang kerja ke Jepang, Korea dan Jerman dengan Skema G to G serta Jepang dengan Skema SSW merupakan Peluang yang harus diambil CPMI asal Sulawesi Utara khususnya di
Bolaang Mogondow Utara, dimana Negara-negara tersebut menerapkan Perlindungan yang memadai bagi para Pekerja Asing serta Upah yang terbilang cukup besar” ujar Hendra Makalalag.

Sejak tahun 2022 Kabupaten Bolaang Mongondow Utara telah memiliki Komitmen untuk melaksanakan Amanat UU 18 Tahun 2017 dengan menganggarkan biaya Pelatihan
bagi para Calon Pekerja Migran agar dapat memenuhi kualifikasi bekerja ke Luar Negeri, khususnya negara penempatan Jepang.

Di tahun pertama Bolaang Mongondow Utara berhasil mengirimkan anak- anak muda lulusan SLA dan Sarjana bekerja di Jepang. Dan Tahun 2024 sekitar 20 orang sedang dipersiapkan berangkat ke Jepang.

Saat ini dalam tahap pelatihan bahasa dan Pemerintah Bolmut akan mendorong anggaran Pendidikan dan Pelatihan bagi para Calon Pekerja Migran Indonesia asal Bolaang Mongondow Utara ke depan melalui skema APBD maupun memanfaatkan Dana Desa sebagaimana diamanatkan Surat Edaran Empat(4)menteri, Kemendagri, Kemnaker, Kemendes dan Kemen P2MI tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia yang diamanatkan oleh UU no 18 Tahun 2017.

Pertemuan yang berlangsung akrab saling tukar informasi dan peluang program Kementerian P2MI yang kiranya dapat diturunkan di daerah khususnya Bolmut.

Bupati tetap berkomitmen membangun Sumber Daya Manusia, sekarang dan dimasa yang akan datang antara lain menyiapkan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang terampil dan profesional. (sisco/*)




BP2MI audiensi dengan Kapolda Sulut, Bahas TPPO

Sulut,GN-Balai BP2MI Sulawesi Utara Selasa,(13/06/2023) melakukan audiensi dengan Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Utara dalam rangka pembahasan pencegahan dan penindakan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) berkedok penempatan Pekerja Migran Indonesia di Sulawesi Utara.

Balai BP2MI Sulut diterima langsung oleh Kapolda Sulut, Irjen Pol Setyo Budiyanto, didampingi oleh Direktur Kriminal Umum, Kombes Pol Gani Fernando Siahaan, dan Direktur Kriminal Khusus Kombes Pol Stefanus Michael Tamuntuan.

Pada Pertemuan yang digelar di Kantor Polda Sulut, Kepala Balai BP2MI Sulut Hendra Makalalag, menyampaikan terkait harapan kerjasama dalam pencegahan dan penindakan terhadap TPPO di wilayah Sulawesi Utara.

“Saat ini di Sulawesi Utara sangat marak terjadi Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan modus bekerja di luar negeri sehingga BP2MI membutuhkan dukungan dari Kepolisian Daerah Sulawesi Utara dalam rangka pencegahan maupun penindakan kepada pelaku sehingga kolaborasi antar institusi ini dapat menghasilkan yang terbaik bagi Provinsi Sulawesi Utara dan sangat diharapkan bisa memberikan efek jera kepada pelaku” tutur Hendra.

Pada kesempatan tersebut Kepala Balai BP2MI Sulawesi Utara juga menyampaikan bahwa ada beberapa laporan baik dari korban maupun keluarganya yang sudah diterima oleh Balai BP2MI Sulut dan akan kami dorong ke Kepolisian agar pelaku dapat segera ditindak tegas sehingga meminimalisir korban-korban berikutnya.

“Saat ini Peluang Kerja di luar negeri sangat terbuka luas sehingga kerap kali dimanfaatkan oleh okunum-oknum tertentu untuk mengambil keuntungan dari proses penempatan yang ilegal. Beberapa data laporan sudah kami kantongi dan akan segera kami dorong ke pihak Kepolisian untuk dapat segera memberikan tindakan tegas kepada pelaku” kata Hendra.

“BP2MI juga sampai hari ini terus mendorong Pemerintah Daerah baik tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota untuk dapat menganggarkan biaya penanganan korban TPPO di luar negeri serta mempercepat pembentukan satgas penanganan TPPO di Sulawesi Utara” lanjut Hendra.

Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Utara menyambut baik sinergitas yang dibangun oleh BP2MI Sulut dan langsung memerintahkan Dirkrimum Polda Sulut untuk menindaklanjuti laporan-laporan yang sudah diterima oleh Balai BP2MI Sulut.

“Kami sangat mengapresiasi sinergitas yang dibangun oleh Balai BP2MI Sulut namun tentunya sangat diharapakan adanya kolaborasi yang jelas terkait Tupoksi dari masing-masing instansi yang terlibat agar upaya pengamanan terhadap korban sudah terstruktur dengan jelas sehingga kami sangat mengharapkan adanya satgas khusus TPPO di Luar negeri yang melibatkan setiap unsur terkait” ucap Kapolda.

Lebih lanjut Kapolda menambahkan bahwa setiap laporan yang masuk akan segera dilakukan pendalaman oleh Polda Sulut untuk kemudian dilakukan tindakan tegas.

“Untuk laporan-laporan baik dari korban maupun keluarganya yang sudah masuk di Balai BP2MI Sulut harap untuk langsung dikoordinasikan dengan Dirkrimum Polda Sulut agar segera dilakukan peadalaman yang kemudian dijadikan dasar untuk dilakukan tindakan tegas terhadap pelaku”, Tutupnya. (*/sisco)




BP2MI Sulut Sosialisasi Penempatan Dan Pelindungan PMI Di GMIM Getsemani Sumompo

Sulut,GN- Kepala BP2MI Sulawesi Utara (Sulut), Hendra Makalalag mewakili Kepala BP2MI Benny Rhamdani, Senin (03/04/2023) menyelenggarakan Sosialisasi Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dihadapan lebih dari 200 orang yang terdiri dari Siswa/i SMK Negeri 8 Manado, Pemuda/i dan Badan Pekerja Majelis Jemaat GMIM Getsemani Sumompo, Tokoh Masyarakat bahkan Tokoh Agama yang diprakarsai oleh Gereja GMIM Getsemani Sumompo.

Dalam pemaparannya, Hendra menyampaikan terkait Penempatan PMI dan jaminan Pelindungan oleh negara bagi PMI yang bekerja di luar negeri secara prosedural.

“Bekerja di luar negeri adalah suatu jalan keluar bagi pengentasan pengangguran dan perbaikan ekonomi keluarga namun tentunya harus dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku agar pelindungan bagi PMI dan keluarganya terjamin oleh negara baik dari sisi pelindungan secara hukum, ekonomi maupun sosial” kata Hendra.

Sementara itu, Ketua Jemaat GMIM Getsemani Sumompo Pendeta Margaretha Sikopong, STh mengapresiasi Balai BP2MI Sulut sebagai lembaga pemerintah yang bertugas melindungi PMI.

“Sosialisasi ini merupakan salah satu bentuk kepedulian negara melalui BP2MI dalam melindungi warga negara Indonesia yang ingin maupun sedang bekerja di luar negeri sehingga kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, disamping itu kami juga berkomitmen untuk mendukung setiap program BP2MI dalam mensosialisasikan peluang kerja di luar negeri yang dapat dimanfaatkan oleh kaum muda di Sulawesi Utara maupun upaya pelindungan kepada PMI agar mendapatkan pelindungan yang optimal dari negara,” ujarnya.

Dalam Sosialiasi tersebut, Hendra juga membahas mengenai pentingnya peran masyarakat dalam memberikan informasi yang benar terkait bekerja di luar negeri.
“Peran serta masyarakat dari segala kalangan sangat dibutuhkan dalam penyampaian informasi yang benar terkait bekerja di luar negeri mengingat belakangan ini marak terjadi perdagangan orang bermodus kerja di luar negeri yang tentunya sangat merugikan masyarakat yang berminta bekerja di luar negeri serta membangun opini buruk terkait PMI di tengah masyarakat” ucap Hendra.

Di penghujung acara, Hendra menyampaikan apresiasi kepada Badan Pekerja Majelis Jemaat GMIM Getsemani Sumompo yang sudah memfasilitasi kegiatan tersebut.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Badan Pekerja Majelis Jemaat GMIM Getsemani Sumompo yang sudah memberikan kesempatan kepada Balai BP2MI Sulawesi Utara untuk melakukan Sosialisasi sehingga informasi terkait Penempatan dan Pelindungan PMI dapat tersampaikan kepada masyarakat melalui Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat serta dunia pendidikan. Kami juga menyampaikan salam hormat dari Kepala BP2MI, Bapak Benny Rhamdani, atas fasilitasi yang sudah diberikan oleh Jemaat GMIM Getsemani Sumompo” tutupnya.(*/Sisco)




DPRD Kabupaten Mitra kunjungi BP2MI Sulut Bahas Peluang Kerja ke luar negeri

Sulut,GN- Ketua DPRD Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) Marty Mareyke Ole beserta rombongan melakukan kunjungan ke kantor BP2MI Sulawesi Utara ,Senin 27 Maret 2023. Kunjungan tersebut disambut dengan anstusias oleh Kepala BP2MI Sulawesi Utara, Hendra Makalalag.

Menurut Hendra, kunjungan dari DPRD Minahasa Tenggara ini fokus membahas tentang peluang kerja ke luar negeri serta kewajiban pemerintah dalam membiayai pendidikan dan pelatihan calon pekerja migran Indonesia.
“Rombongan DPRD Mitra ingin berkoordinasi dan membahas tentang peluang kerja ke luar negeri yang bisa dimanfaatkan oleh putra daerah asal Minahasa Tenggara,” kata Hendra.

Hendra menambahkan, peluang pekerjaan di negara-negara Eropa dan Asia Timur, khususnya peluang kerja ke Jepang sebagai perawat dan perawat lansia melalui program Government to Government (G to G) dan Specified Skilled Worker (SSW) bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Minahasa Tenggara.
“Jepang saat ini sedang membuka peluang kerja sebagai nurse dan perawat lansia atau care worker bagi warga negara Indonesia melalui program SSW dan G to G,” ungkap Hendra.

Gaji yang ditawarkan, lanjut Hendra, cukup fantastis yaitu mulai dari Rp 20 jutaan per bulan. “Gajinya sangat besar dengan persyaratan yang terbilang mudah, yaitu minimal berusia 18 tahun, pendidikan minimal SMA/SMK, memiliki kemampuan berbahasa Jepang setara N4, dan memiliki sertifikat kemampuan sesuai bidang yang dilamar,” jelasnya.

“Namun pendidikan dan pelatihan bahasa membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk itu dalam UU nomor 18 Tahun 2017 pasal 41 mengamanatkan bahwa biaya pendidikan dan pelatihan calon pekerja migran Indonesia menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah daerah. Untuk itulah dalam kunjungan para anggota DPRD Mitra sekarang, saya langsung menyampaikan dan membahas hal ini,” sambung Hendra.

Ketua DPRD Mitra menyambut baik penyampaian dari Kepala BP2MI Sulut dan berkomitmen untuk mendukung BP2MI dalam hal penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI), khususnya yang berasal dari Minahasa Tenggara. (sisco)




Warga Sangihe Tertangkap Di Filipina, BP2MI Sulut Turun Tangan

Manado,GN- Balai Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Sulawesi Utara (Sulut) kembali memfasilitasi penanganan pemulangan 2 (Dua) Orang Warga Negara Indonesia yang berasal dari Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sabtu 18 Maret 2023.

Kepala BP2MI Sulut Hendra Makalalag, yang dikonfirmasi via telepon membenarkan informasi tersebut.
“Benar, BP2MI Sulawesi Utara memfasilitasi penanganan pemulangan 2 (dua) orang warga Sangihe berdasarkan permohonan dari KBRI Manila melalui Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri, dan kerjasama fasilitasi penanganan pemulangan yang dilakukan oleh Kementerian Luar Negeri dan Balai BP2MI Sulawesi Utara tersebut merupakan salah satu bukti kehadiran negara dalam melindungi warganya,” ungkapnya.

Lebih lanjut Hendra menyebutkan bahwa hal tersebut membutuhkan perhatian khusus dari segala kalangan mengingat akses keluar dari negara Indonesia ke Filipina bisa melalui jalur laut dari Sangihe.

”Kedua warga Sangihe tersebut masuk secara illegal ke Filipina yang kemudian terlibat permasalahan hukum di negara Filipina. Hal ini dikarenakan akses melalui jalur laut ke Filipina sangat memungkinkan ditempuh dari Kabupaten Kepulauan Sangihe. Hal tersebut seharusnya menjadi perhatian khusus dari berbagai kalangan baik pemerintah maupun masyarakat. Apalagi kasus mereka adalah penyelundupan ayam yang justru tertangkap oleh pemerintah negara Filipina,” jelasnya

Dia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut terlibat dalam pencegahan perlintasan negara secara illegal karena sangat merugikan semua pihak.

“Balai BP2MI Sulawesi Utara tentunya tidak dapat bekerja sendiri, sehingga dibutuhkan peran dari seluruh lapisan masyarakat dalam melakukan pencegahan maupun penindakan terhadap oknum yang memanfaatkan keadaan geografis negara untuk masuk secara illegal ke negara lain, apalagi sampai melakukan bisnis ilegal” kata Hendra.

“Bekerja ke luar negeri secara prosedural menunjukkan bahwa PMI adalah Pekerja yang termapil dan bermartabat. Ïnformasi terkait peluang kerja ke luar negeri beserta persyaratan dan prosedurnya dapat diperoleh di Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten/Kota ataupun Balai BP2MI Sulawesi Utara,” lanjutnya.

Hendra juga menambahkan bahwa Balai BP2MI Sulawesi Utara menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selalu memberikan dukungan dan perhatian terhadap peningkatan pelayanan pelindungan kepada PMI di Sulawesi Utara.

“Saat ini sudah banyak pihak baik Pemerintah maupun swasta yang memberikan perhatian terhadap permasalahan warga Sulawesi Utara yang bekerja di Luar Negeri. Untuk itu, Balai BP2MI Sulawesi Utara mengapresiasi setiap upaya yang dilakukan demi meningkatan kualitas pelindungan PMI di Sulawesi Utara” tutupnya. (sisco)




BP2MI Sulut Sosialisasikan Peluang Kerja Ke LN Di Yayasan Al Hikam Cinta Indonesia

Sulut,GN- Kepala BP2MI Sulawesi Utara (Sulut) Hendra Makalalag, mewakili Kepala BP2MI Benny Rhamdani, Selasa, (28/02/2023) menggelar Sosialisasi Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia di Luar Negeri (LN) dihadapan 200 peserta yang terdiri dari Pemuda/i, Pengurus, Tokoh Masyarakat bahkan Tokoh Agama yang diprakarsai oleh Yayasan Al Hikam Cinta Indonesia Sulut.


Dalam pemaparannya, Hendra menyampaikan tentang peluang kerja di luar negeri yang dapat dimanfaatkan oleh pemuda-pemudi Sulawesi Utara baik melalui program Government to Government (G to G) maupun Specified Skilled Worker (SSW) yang membuka peluang bagi lulusan SMA.

“Pemerintah Jerman saat ini membutuhkan sekitar 600 pekerja asal Indonesia untuk sektor Kesehatan. Tidak hanya itu, Jepang saat ini sedang membutuhkan pekerja kurang lebih 345 ribu pekerja di 14 sektor pekerjaan akibat adanya defisit tenaga kerja dan populasi yang menua. Untuk itu BP2MI gencar melakukan sosialisasi untuk menginformasikan peluang tersebut kepada masyarakat karena benefitnya sangat banyak antara lain gaji mulai dari angka 22 juta hingga 38 juta rupiah/bulan, bonus dan tunjangan serta pengalaman kerja di luar negeri yang pastinya akan sangat bermanfaat bagi PMI sendiri, keluarga dan daerah” kata Hendra,

Pada kesempatan tersebut, Ketua Yayasan Al Hikam Cinta Indonesia, Taufik Bilfaqih, menyambut baik Sosialisasi tersebut karena sangat bermanfaat dalam memberikan jalan keluar bagi pemuda/i di Sulawesi Utara yang belum mendapatkan kesempatan bekerja dan menyatakan dukungan kepada BP2MI dalam memerangi sindikat illegal penempatan PMI.

“Sosialisasi ini merupakan angin segar bagi mereka yang belum mendapatkan pekerjaan di dalam negeri sehingga butuh untuk terus disosialisasikan kepada masyarakat agar cepat menangkap peluang tersebut, disamping itu saya juga berharap supaya seluruh lapisan masyarakat meberikan dukungan penuh kepada Kepala BP2MI yang adalah Putra Sulawesi Utara, Benny Rhamdani, yang sangat berani memerangi sindikat illegal penempatan PMI yang jelas-jelas merupakan tindakan yang merugikan negara dan masyarakat”, jelas Taufik.

Dalam Sosialiasi tersebut, Hendra juga membahas mengenai UU Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

“Dalam UU Nomor 18 Tahun 2017 sudah jelas ditetapkan persyaratan kerja ke luar negeri serta perlindungan yang akan diberikan negara bagi Warga Negara Indonesia yang bekerja di luar negeri dengan dokumen yang lengkap dan legal. Dalam UU ini juga dijelaskan tentang peran pemerintah pusat dan daerah untuk mendukung penempatan PMI secara prosedural. Lebih lanjut, jika membutuhkan informasi terkait peluang kerja lainnya yang tersedia di luar negeri dapat mendatangi kantor BP2MI Sulawesi Utara di Jalan Babe Palar” tutup Hendra. (sisco/*)




BP2MI Sulut Gelar Rakor Bersama Camat Se-Bolaang Mongondow

Sulut,GN- BP2MI Sulawesi Utara (Sulut) Kamis, (16/02/2023) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama seluruh camat Kabupaten Bolaang Mongondow membahas implementasi UU Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

Hendra Makalalag selaku kepala BP2MI Sulawesi Utara menyampaikan bahwa pihaknya mengundang para perwakilan daerah Bolaang Mongondow untuk membicarakan penempatan pekerja migran Indonesia khususnya perihal pendidikan dan pelatihan bagi calon pekerja migran asal Bolaang Mongondow.

“Hari ini saya sengaja mengundang seluruh camat di kabupaten Bolaang Mongondow untuk membahas mengenai pelatihan dan pendidikan bagi CPMI asal Bolaang Mongondow sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 18 tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, khususnya pasal 41. Di mana pendidikan dan pelatihan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah daerah kabupaten/kota” jelas Hendra.

Hendra menambahkan bahwa pendidikan dan pelatihan bagi CPMI sangat krusial dalam penempatan CPMI ke negara penempatan.

“Tahun ini BP2MI memiliki target untuk meningkatkan penempatan di sektor formal. Artinya penempatan pada pengguna berbadan hukum yang cenderung minim resiko. Nah, setiap negara penempatan yang membuka lowongan pekerjaan, mempunyai kualifikasi tertentu yang harus dipenuhi oleh setiap CPMI baik itu bahasa maupun skill” kata Hendra.

“Sedangkan untuk pendidikan dan pelatihan kerja bagi CPMI membutuhkan dana yang tidak sedikit. Kan kasihan anak-anak muda kita yang ingin kerja ke luar negeri tapi skill-nya tidak ada, padahal semangat kerjanya tinggi. Untuk itulah BP2MI Sulut mencoba memfasilitasi gap ini dengan mendorong pemerintah daerah untuk mengimplementasikan UU nomor 18 Tahun 2017 khususnya pasal 41”jelas Hendra.

Seluruh camat menyambut baik rapat koordinasi ini dan berkomitmen untuk mendukung BP2MI dalam hal pengimplementasian UU Nomor 18 Tahun 2017. Serta berjanji untuk membicarakan hal ini dengan seluruh kepala desa di daerah pimpinan mereka serta mensosialisasikannya dalam setiap kesempatan. (*/sisco)

 




Resolusi 2023 Sebagai Tolok Ukur kinerja Balai BP2MI Sulut

Sulut,GN- Balai BP2MI Sulawesi Utara (Sulut) Kamis (09/02/2023) menggelar konferensi pers di Aula Kantor Balai BP2MI Sulawesi Utara dalam rangka penyampaian Resolusi 2023.

Kepala Balai BP2MI Sulawesi Utara, Hendra Makalalag, yang memimpin langsung kegiatan tersebut menyampaikan pencapaian dan target kinerja Balai BP2MI Sulawesi Utara di Tahun 2023.

“Balai BP2MI Sulawesi Utara telah melakukan pencapaian luar biasa di Tahun 2022 dimana angka penempatan menyentuh angka 641 Orang dengan rincian 588 asal Sulawesi Utara, 24 Orang asal Gorontalo, 18 Orang asal Maluku dan 11 Orang asal Maluku Utara. Angka tersebut jauh melampaui target yang diberikan pada tahun 2022 yaitu 50 Orang, sehingga sekalipun tahun ini target jauh lebih tinggi dari sebelumnya yaitu 500 Orang kami optimis sanggup untuk memenuhinya”, ungkapnya.

Lebih lanjut Hendra menyebutkan ”Resolusi 2023 ini merupakan salah satu bentuk transparansi dan pertanggungjawaban kepada masyarakat atas kepercayaan yang sudah diberikan dalam melaksanakan Pelindungan kepada CPMI, PMI maupun Keluarganya serta sebagai tolok ukur kinerja kami di akhir tahun nanti”.
Resolusi Balai BP2MI Sulawesi Utara Tahun 2023 :
PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PENEMPATAN
Fasilitasi Penempatan SSW Jepang Program Pelatihan Pemda;
Verifikasi Dokumen CPMI G to G;
Fasilitasi pembukaan tes skill SSW Jepang;
Peningkatan jumlah penempatan PMI asal Sulut.

PENINGKATAN PELINDUNGAN DAN PEMBERDAYAAN
Pencegahan Penempatan ilegal PMI asal Sulawesi Utara;
Peyebarluasan informasi melalui media-media Sosialisasi;
Pelatihan Pemberdayaan;
Fasilitasi Pendampingan dan Penanganan PMI Bermasalah, Sakit dan Jenazah PMI;
Memaksimalkan Fungsi Help Desk dan Lounge PMI di Bandara Internasional Samratulangi Manado

Kepala Balai BP2MI Sulawesi Utara juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh media atas kerjasama yang sudah terjalin baik dalam rangka membumikan program dan kegiatan BP2MI di wilayah kerja Balai BP2MI Sulawesi Utara.

“Saat ini BP2MI sudah begitu dikenal di masyarakat tidak lepas dari peran seluruh media sehingga tidak dapat dipungkiri bahwa berbagai kesuksesan yang dicapai oleh BP2MI, terlepas dari kerja keras para pegawai di lingkungan Balai BP2MI Sulawesi Utara juga merupakan support dari media”, kata Hendra.

Hendra juga menambahkan bahwa peran media kedepannya masih sangat dibutuhkan sebagai salah satu ‘daya dorong’ dalam pelaksanaan tugas-tugas BP2MI.

“Dengan bantuan pemberitaan dari media, kami harapkan Pelindungan terhadap CPMI, PMI dan Keluarganya sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 akan semakin optimal” tutupnya. (sisco/*)




BP2MI Sulut ucapkan Selamat Hari Pers Nasional

Manado,GN- BP2MI Sulawesi Utara (Sulut) sebagai perwakilan BP2MI Pusat ikut merayakan hari Pers Nasional dengan menyampaikan ucapan selamat bagi seluruh insan pers di Indonesia khususnya Sulawesi Utara.

Di temui di kantornya, Hendra Makalalag selaku kepala Balai BP2MI Sulut menyampaikan bahwa antara BP2MI Sulut dengan rekan pers telah terjalin hubungan kerjasama yang sangat baik.

“Selama dua tahun terakhir ini Balai BP2MI Sulut terus menerus membangun kebersamaan yang erat dengan insan pers baik di provinsi maupun kab/kota se-Sulut”

Lebih lanjut Hendra juga menyampaikan apresiasinya terhadap rekan pers atas kerjasama yang terjalin selama ini.

“Selama 2 tahun ini juga rekan media di Sulut terus membantu memperkenalkan BP2MI serta program-program kami ke masyarakat sehingga nama kami di kenal luas oleh penduduk Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku dan Maluku Utara. Ini tentu saja berkat peran dan jasa media. Untuk itu saya sampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh rekan pers”

Menurut Hendra berkat peran media angka penempatan di Balai BP2MI ikut terdongkrak naik.

“Karena media gencar memperkenalkan BP2MI dan program-program kerja ke luar negeri kepada masyarakat, angka penempatan kami Alhamdulilah ikut naik sebesar 100% dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Beberapa program G to G baik ke Korea, Jepang maupun Jerman peminatnya juga meningkat 100%. Untuk itu kerjasama kami dengan rekan media akan terus kami lanjutkan untuk mendorong masyarakat Sulut, Gorontalo, Maluku dan Maluku Utara untuk kerja ke luar negeri secara profesional” jelas Hendra.

Dalam kesempatan yang sama Hendra juga turut memberikan ucapan selamat atas hari pers nasional.

“Saya ucapkan Selamat hari pers nasional, tetaplah menjadi lembaga independen yang terus mengawal jalannya roda pemerintahan serta mengawal politik dan demokrasi tanpa memihak kepada suatu kelompok atau golongan teruslah menjadi akselerator dalam berbagai dinamika yang berkembang di masyarakat” tutupnya. (sisco/*)




Kepala BP2MI Sulawesi Utara kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Manado

Manado,GN- Balai BP2MI Sulawesi Utara (Sulut) Kamis (2/02/2023) mensosialisasikan peluang kerja ke luar negeri di hadapan 300 mahasiswa Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Manado.

Dalam kesempatan yang diberikan dalam acara bertajuk Kuliah Umum tersebut, Kepala Balai BP2MI Sulawesi Utara, Hendra Makalalag menyambut baik hal tersebut.

“Kesempatan kuliah umum ini merupakan momentum yang sangat baik bagi kami selaku pemerintah untuk menginformasikan secara jelas mengenai peluang kerja ke luar negeri yang dapat dijadikan pilihan untuk berkarir dan terlebih merubah pola pikir mahasiswa maupun orang tua agar dapat memanfaatkan peluang kerja yang tersedia sebagai salah satu langkah meningkatkan perekonomian bahkan sarana transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi”, ungkapnya.

Lebih lanjut Hendra menyebutkan bahwa peluang kerja ke luar negeri adalah salah satu cara yang efektif untuk membantu pemerintah daerah mengurangi pengangguran.

“Saat ini angka pengangguran Sulawesi Utara sangat tinggi. Kurang lebih 70 ribuan jiwa kini tidak memiliki pekerjaan yang tetap. Untuk itu peluang kerja ke luar negeri ini adalah kesempatan yang sangat baik untuk dimanfaatkan,” kata Hendra.

Hendra juga menambahkan bahwa penghasilan yang akan didapat sebagai Pekerja Migran Indonesia juga sangat menjanjikan, contohnya penghasilan sebagai Careworker di Jepang mulai dari Rp 20 jutaan/bulan atau sebagai Perawat di Jerman yang angkanya bisa mencapai 30 jutaan/bulan.

“Dengan penghasilan sebesar itu, kami harapkan para Pekerja Migran Indonesia asal Sulawesi Utara dapat mengangkat derajat ekonomi keluarga, dan di satu sisi dapat membantu pemerintah daerah dalam pengentasan pengangguran, serta dapat berkontribusi dalam pembangunan daerahnya masing-masing lewat remitansi yang dikirimkan setiap bulannya,” tambahnya.

Pada kuliah umum yang digelar di Hotel Grand Kawanua Manado, Rektor Universitas Muhammadiyah Manado, Agust A. Laya, S.K.M., M.Kes, menyampaikan apresiasi kepada Balai BP2MI Sulawesi Utara atas kepedulian dan kerjasama dalam menyediakan peluang kerja ke luar negeri yang diharapkan mampu meningkatkan serapan mahasiswa lulusan Universitas Muhammadiyah Manado sekarang dan di masa depan. (sisco/*)