Perdana di Sulut, RSUP Kandou Manado Berhasil Lakukan tindakan First Pulsed Field Ablation (PFA) Cases Bagi 4 Pasien

Manado,GN -Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Dr RD Kandou Manado adalah satu – satunya rumahsakit perdana di Sulawesi Utara, sukses melakukan tindakan First Pulsed Field Ablation (PFA) Cases, berkolaborasi dengan Indonesian Heart Rhythm Society (InaHRS), Jumat (30/04/2026).

Tindakan medis ini dilakukan kepada empat pasien dengan rentang usia yang cukup lebar, mulai dari remaja berusia 13 tahun hingga dewasa berusia 50 tahun, di Gedung CVBC RSUP Kandou Manado

Untuk tiga pasien dilakukan tindakan Kamis 30 April 2026, sementara satu pasien lainnya dijadwalkan tindakan medis Jumat 01 Mei 2026.

Metode PFA merupakan teknologi terbaru dalam dunia medis untuk menangani aritmia atau gangguan irama jantung.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) RSUP Kandou  Prof. Dr. dr. Starry Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, MARS, MKes, saat konferensi pers dengan sejumlah media mengatakan, terobosan ini menandai babak baru penanganan jantung yang lebih efisien dan modern di Sulawesi Utara.

“Minggu ini kami melakukan tindakan ablasi dengan metode tercanggih. Alatnya sudah diadakan, namanya Pulsed Field Ablation. Ini adalah kali pertama metode tersebut diterapkan di Sulawesi Utara,” ujar Prof Starry.

Ditempat yang sama, Ketua Panitia dari InaHRS, dr. Erika Maharani, Sp.JP(K), menjelaskan bahwa masyarakat sering kali menyepelekan gejala jantung berdebar. Padahal, gangguan irama jantung, baik terlalu lambat maupun terlalu cepat, memerlukan penanganan serius.

Untuk itu, Dia menjelaskan, selama ini jumlah spesialis aritmia di Indonesia memang masih sangat terbatas.Di seluruh Pulau Sulawesi saja, tercatat hanya ada sekitar lima spesialis.

“Sulut harus berbangga karena memiliki satu spesialis di antaranya, dr. Benny Setiadi, Sp.JP(K), bahkan, dalam waktu dekat bisa bertambah satu lagi spesialis,” jelasnya.

Dengan kehadiran teknologi PFA di RSUP Kandou tentu diharapkan membawa harapan baru bagi warga Sulawesi Utara dan sekitarnya.Metode terbaru ini jauh lebih efisien dan cepat. Tingkat keberhasilannya lebih tinggi dan tingkat keamanannya bagi pasien sangat terjaga.

Untuk diketahui, dalam tindakan perdana ini, dr. Benny Setiadi, Sp.JP(K), menjadi satu-satunya spesialis aritmia di Sulawesi Utara yang melakukan tindakan Pulsed Field Ablation.Dengan dukungan penuh dari para ahli di InaHRS bersama timnya, tindakan kali ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat layanan aritmia di Sulawesi Utara.

“Saya berterima kasih karena mendapat dukungan dari RSUP Kandou, khususnya Dirut Starry, dan juga dari perhimpunan InaHRS,” ucap dr Benny. (sisco)



Berhasil Lakukan Operasi Tranplantasi Ginjal, Dirut Ivonne : Puji Syukur dan Terima Kasih Kepada Tuhan

Manado,GN- Setelah berhasil  melaksanakan operasi transplantasi ginjal, Minggu (28/7/2024) Direktur Utama RSUP Kandou, Dr dr Ivonne Elisabet Rotty, MKes dengan rasa gembira menyampaikan Pujian syukur dan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Proses operasi transplantasi ginjal di mulai pukul 9.30 Wita dan selesai pada pukul 14.50 Wita. Dari pernyataan tim operasi transplantasi ginjal proses operasi berjalan dengan lancar dan baik.

“Atas nama direksi RSUP Kandou, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada tim RSCM yang merupakan rumah sakit pengampuh RSUP Kandou. Berkat kerjasama yang solid, operasi transplantasi ginjal ini dapat berjalan lancar,” ujar Dirut Ivonne.

Dengan keberhasilan ini Dirut Ivonne berharap agar prosedur transplantasi terus berlanjut sehingga RSUP Kandou Manado dapat melakukan operasi transplantasi ginjal secara mandiri kedepannya.

“Ini merupakan suatu kebahagiaan bagi warga Sulawesi Utara karena kini tidak perlu jauh-jauh untuk transplantasi ginjal, karena RSUP Kandou sudah bisa melakukannya,” ujarnya.

Dalam waktu dekat ini, kata Dirut Ivonne akan ada lagi tranplantasi ginjal yang sudah memiliki pendonor. Untuk itu, Dirut Ivonne berharap sebagai rumah sakit pengampuh RSCM untuk terus membantu mendampingi RSUP Kandou Manado dalam proses operasi transplantasi ginjal.

Ditempat yang sama, Ketua Tim Dokter Transplantasi Ginjal dr Wim J Damopolii,MKes menyebutkan bahwa momentum ini sangat penting dan sangat bermakna dengan kehadiran serta keterlibatan tim RSCM Jakarta.

“Ini bukan operasi yang biasa karena transplantasi ginjal dapat merubah kualitas hidup seseorang. Kami mempunyai kewajiban moral untuk terus menerus melakukannya,” sebutnya.

Sementara itu, Prof Dr dr Nur Rasyid menjelaskan saat penyambungan pembuluh darah dan terlihat urinenya memancar, kebahagiaan tim dokter memuncak. “Kesenangan kami saat melihat urine keluar itu seperti melihat emas,” jelasnya.

Dia menegaskan bahwa Pentingnya edukasi kepada keluarga pasien agar proses transplantasi dapat berjalan baik secara medis maupun non-medis.

Proses operasi dilakukan oleh tim tranplantasi ginjal RSUP Kandou Manado di dampingi tim RSCM Jakarta sebagai rumah sakit pengampuh. Pelaksanaan operasi transplantasi ginjal hari ini adalah yang kedua kalinya dimana Maret 2023 lalu RSUP Kandou melakukan operasi transplantasi ginjal yang pertama.

Dan di ketahui pasien saat ini sedang dirawat di RSUP Kandou Manado untuk melakukan perawatan dan pemulihan selanjutnya.(sisco)




Pertama Kali Tim Jantung Anak RSUP Kandou Manado Berhasil Melakukan Tindakan BAS

MANADO,GN- Tim Jantung anak RSUP Kandou Manado berhasil melakukan tindakan intervensi Balloon Atrial Septostomy ( BAS ) untuk life saving pasien dgn diagnosis Transpositian of the Great Arteries ( TGA ) pertama kali dilaksanakan assessment  di RSUP Kandou Manado, Selasa, 17 November 2020.

Ketua Tim dokter yang melakukan kegiatan ini dipimpin oleh Dr.dr.David Kaunang, Sp.A(K) bersama tim dokter lainnya yang terdiri dari dr. David Waworuntu, Sp.A(K) dr. Monic Rotty, Sp.JP bersama juga dokter Anestesi dr. Hendrik Abram, Sp.An serta perawat bagian jantung dan juga bagian Anak RSUP Kandou Manado.

Dr.David mengatakan tindakan ini merupakan tindakan penyelamatan bagi bayi yang memiliki kelainan jantung yang tipe biru, dikatakan pula tindakan ini akan dilakukan secara rutin apabila ada kasus kasus di bagian jantung anak yang memerlukan tindakan intervensi apakah itu penyelamatan jiwa dari pasien anak supaya sewaktu waktu tidak terjadi kegawatan atau adanya jantung bocor.

lanjutnya Hal ini akan diterapkan sedapat mungkin untuk dilakukan dimanado dengan tim jantung anak yang ada di bagian CVBC RSUP Kandou, tanpa harus keluar daerah lagi. dan setiap minggu minimal akan dilakukan tindakan kepada satu pasien apabila ada kasus.dan hal ini didukung sepenuhnya oleh manajemen rumah sakit guna untuk peningkatan pelayanan yanh ada di RSUP Kandou Manado.

“Tindakan yang dilakukan kepada pasien anak hari ini, dengan durasi satu jam 30 menit dan itu juga tergantung dari usia pasien,” tutup ketua Tim yang sekaligus juga sebagai Ketua Komite Medik RSUP Kandou Manado.(framu)