Ini Pesan Damai Ketum DPP BARMAS Untuk Masyarakat Bolmong Raya

Sulut,GN –Tawuran antar kampung (Tarkam) antara dua desa yakni desa Kosio Barat dan Doloduo yang terjadi pada Rabu, (11/5/2022), tepatnya pukul 07:00 wita yang mengakibatkan meninggalnya salah satu warga Masyarakat Desa Kosio Barat mulai mengundang perhatian dari berbagai kalangan.

Ketua Umum DPP BARMAS Tonaas Wangko Decky Maengkom (foto : ist)

Terkait itu, Ketua DPD Barisan Masyarakat Adat Sulut (BARMAS) Provinsi Sulawesi Utara Defly Brando Lengkey, SS melalui wawancara singkat via WhatsApp angkat bicara. Lengkey mengajak sekaligus menghimbau kepada seluruh masyarakat khususnya yang ada di Kabupaten Bolaang Mongondow tepatnya yang berada di Kecamatan Dumoga Raya untuk tetap menjaga Keamanan dan Ketertiban.

“Saya Selaku Ketua DPD BARMAS Provinsi Sulawesi Utara mengajak kepada seluruh masyarakat untuk tetap menjaga situasi agar kondusif, jangan mudah terpancing, jangan mudah terprovokasi, baku bae, baku sayang, saling berpenggangan tangan dan jangan ada lagi pertikaian,” ujarnya.

Dia menambahkan, kepada awak media dan seluruh masyarakat untuk mengontrol video, foto mencekam yang beredar luas di masyarakat. “Jangan lagi di share agar tidak menambah ketakutan di Masyarakat Dumoga Raya, media juga harap bisa memberikan berita yang mengajak dengan berita yang mempersatukan,” katanya.

Senada dengan Ketua DPD BARMAS Provinsi Sulut, Bendahara BARMAS Provinsi Sulawesi Utara, Stenli Pakasi, juga menyampaikan hal yang sama. Dia merasa sangat prihatin dengan apa yang tengah menimpa teman-teman, keluarga yang ada di Wilayah Dumoga Raya.

“Saya selaku Bendahara DPD BARMAS Provinsi Sulawesi Utara, merasa sangat prihatin dengan apa yang tengah menimpa teman-teman, keluarga yang ada di Wilayah Dumoga Raya, Oleh karena itu saya ikut menghimbau kepada saudara – saudaraku yang ada di Dumoga Raya untuk tidak terpancing dengan cerita-cerita hoax atau cerita dari mulut ke mulut yang tidak benar dan kemudian di manfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dan akhirnya kekacauan terjadi hingga menelan korban jiwa”, himbau Pakasi.

“Kami dari DPD BARMAS Provinsi Sulawesi Utara tentunya mendoakan Pemerintah, pihak Polri yang ada di Kabupaten Bolaang Mongondow Raya, Polda Sulawesi Utara, Kepala Desa, Tokoh Agama, Tokoh Adat dan seluruh Masyarakat yang ada di Dumoga Raya agar supaya dapat mengamankan agar permasalahan ini tidak menyebar luas
Juga mendoakan semoga pertikaian ini segera berakhir, dan keadaan bisa kembali aman seperti sedia kala,” terangnya.

Sementara, Ketua Umum (Ketum) DPP BARMAS Tonaas Wangko Decky Maengkom, menitipkan pesan Salam Damai Di Dumoga Raya agar tidak ada lagi pertikaian. ” BARMAS Sulawesi Utara dan BARMAS pada umumnya menebarkan Kasih dan Perdamaian di Bumi Totabuan, Dumoga Raya, agar jangan ada lagi pertikaian, yang ada hanyalah kedamaian karena dimana ada kedamaian, disitulah Tuhan memberikan kesejahteraan. semoga Tuhan yang Maha Esa selalu menyertai kita semua,” tutupnya. (*/sisco)




Pasca Bencana Banjir Dan Tanah Longsor, Ormas BARMAS Salurkan Bantuan Kemanusiaan

Manado,GN– Musibah banjir dan tanah longsor yang menimpa warga kota Manado pekan lalu menyisahkan kepedihan juga kerugian materi. Musibah ini, mengundang prihatin sejumlah kalangan masyarakat yang ada di daerah Sulawesi Utara bahkan dari luar daerah. Bantuan pun datang dari berbagai kalangan yang turut merasakan kepedihan dan kepedulian sepenanggungan sesama warga.

Barisan Masyarakat Adat Sulawesi Utara (BARMAS) yang merupakan salah satu organisasi masyarakat adat turut ambil bagian membantu dan meringankan beban warga masyarakat Kota Manado yang terdampak bemcana banjir dan tanah longsor.

Di bawah komando Tonaas Wangko Dicky Maengkom Ormas BARMAS turun langsung bergerak menyalurkan bahan Natura kepada warga masyarakat di Kelurahan Tingkulu, Kampung Baru (Teling Atas), dan Mahkeret Timur. Meskipun kondisi Tonaas Wangko Decky Maengkom mengalami gangguan kesehatan namun tidak memyurutkan niatnya untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat Kota Manado yang mengalami musibah banjir dan tanah longsor.

Bantuan bahan natura itupun diserahkan Ormas BARMAS di sejumlah Posko yang didirikan warga.

Ketua Harian DPP BARMAS, Sevry Nelwan mengatakan bahwa bantuan bahan natura inipun didonasi jajaran pengurus BARMAS yang tersebar di Sulut dan luar Sulut.

“Apa yang kami berikan ini merupakan jerih payah kami sendiri (BARMAS). Ini bentuk kepedulian BARMAS bagi masyarakat yang menjadi korban bencana,” kata Sevry Nelwan saat menyerahkan bantuan bahan natura di lokasi bencana Tingkulu didampingi Defly Brando Lengkey (Tonaas BARMAS Sulut) dan Michael Salim (Tonaas BARMAS Kota Manado) serta jajaran pengurus BARMAS, Selasa (26/1/2021).

Sementara itu, Lurah Tingkulu Selvie Tea, SE yang menerima langsung bantuan bahan natura dari BARMAS, menyambut baik bantuan dan kepedulian DPP BARMAS.

“Kami menyampaikan terimakasih atas kepedulian BARMAS terhadap warga korban banjir dan tanah longsor di Kelurahan Tingkulu. Tentunya, masyarakat Kelurahan Tingkulu menyampaikan terimakasih pada bapak/ibu,” kata Lurah Selvie Tea.

Ucapan terimakasih juga disampaikan warga Kampung Baru (Teling Atas), dan Mahkeret Timur yang mengalami musibah bencana.

Aksi kemanusiaan BARMAS juga akan berlanjut pada sejumlah titik dan lokasi bencana lain di Kota Manado.(*/sisco)




Diskusi Kebangsaan; kuatnya Komitmen Mempertahankan Pancasila, UUD1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI Kunci Tangkal Radikalisme

Sulut,GN – Kelompok Studi Rumah Nusantara bekerjasama dengan Barisan Masyarakat Adat Sulawesi Utara (BARMAS) menggelar Webinar Diskusi Kebangsaan bertempat di Casa de Wanea Manado, Kamis (26/11/2020) sore.

Diskusi Kebangsaan ini membahas
Radikalisme Mengancam Keutuhan NKRI; Studi Kasus Fenomena Penolakan Dakwah Mengenai Revolusi Akhlak Oleh Habib Riziek Shihab di Sejumlah Daerah.

Webinar yang menghadirkan pembicara seperti Prof Drs Ishak Pulukadang (Ketua Kajian Pancasila Ikatan Alumni Unsrat Manado) dan Taufik Tumbelaka (Pengamat Pemerintahan dan Politik Sulut), dipandu moderator Risat Sanger.

Diskusi Kebangsaan Rumah Nusantara Sulut Bekerja sama Barisan Masyarakat Adat Sulut (BARMAS)

Dalam pemaparan, Taufik Tumbelaka mengatakan, yang bisa menangkal paham radikal atau radikalisme adalah adanya komitmen yang kuat menjaga nikai-nilai persatuan dan kesatuan dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, sebagaimana diperjuangkan para pendiri negara.

Apalagi, peran para tokoh agama di tengah masyarakat turut memperkuat kehidupan bersama, bersatu dalam masyarakat yang heterogen. Hal itu telah terekam dalam jejak kehidupan masyarakat Indonesia yang berbeda-beda latar belakang budaya, etnis, dan agama.

“Untuk itu, radikalisme atau apapun namanya yang bertujuan untuk merusak kehidupan harmonis masyarakat Indonesia, harus kita tolak. Pemerintah dan aparat keamanan juga haruslah bertindak tegas,” tandas Tumbelaka.

Sementara, Ishak Pulukadang menegaskan, radikalisme merupakan ancaman bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Apalagi, ada yang menyebut membangun NKRI Bersyariah. Itu justru konotasinya pada negara agama. Beda negara beragama berdasarkan Pancasila dengan negara agama,” tegas Pulukadang.

Ia beralasan, negara agama justru merujuk pada satu agama saja. Akan tetapi, negara beragama, itulah negara yang terdiri dari beragam agama, yang dilindungi oleh negara. “Saling menghargai antara pemeluk agama yang satu dengan yang lain, mayoritas melindungi minoritas,” ujar Pulukadang.

Ia pun meminta agar pemerintah terus melakukan pendidikan dan pembinaan terkait Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI ke Lembaga Pendidikan juga lembaga kemasyarakatan.

“Langkah ini justru akan menangkal radikalisme di masyarakat,” ucapnya menanggapi beberapa pertanyaan para peserta diskusi Kebangsaan.

Diakhir diskusi, Taufik Tumbelaka menegaskan bahwa persoalan bangsa ini menjadi tanggungjawab bersama seluruh elemen bangsa dan daerah.

Tonaas Wangko Dicky Maengkom saat memberikan kata penutup menyampaikan terimakasih pada Rumah Nusantara atas terselenggaranya diskusi ini.

“Menanggapi kondisi nasional, kami sebagai pimpinan adat BARMAS tetap berkomitmen menjaga dan merawat keutuhan bangsa dan negara ini, baik Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI,” tandas Tonaas Wangko Dicky Maengkom. (*/sisco)