Ibadah Rutin DPRD Sulut, Berty Kapojos : Kekayaan Kita Miliki Hanyalah Anugerah Tuhan

Sulut,GN- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara Senin (14/10/2024) menggelar ibadah rutin sebelum melaksanakan tugas dan tanggungjawab di kantor DPRD. Ibadah dilaksanakan diruang rapat Paripurna DPRD Sulut, diawali dengan Nyanyian Pujian dan Penyembahan.

Berty Kapojos,S.Sos (foto : ist)

Selanjutnya mendengarkan pembacaan ayat Firman Tuhan yang disampaikan oleh Pendeta Steven Tumbel. Dalam Khotbah yang diangkat dari bacaan Alkitab Mazmur 103:2 “Pujilah Tuhan Hai Jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikanNya”.

Ayat Firman Tuhan ini mengingatkan jemaat bahkan siapapun untuk selalu memuji dan menyembah Tuhan serta mengingat perbuatan baik yang Tuhan lakukan dalam kehidupan ini.

” Adakah yang merasa bahwa bisa berkarya dan melalukan apapun sendiri dengan kemampuannya. Kalau saudara masih ada hari ini, kalau saudara masih bisa menempati.kursi anggota Dewan bisa bekerja, bisa makan, semua karena kasih dan anugerah Tuhan. Karena itu Inga Tuhan pe bae dan jangan lupakan dia,” kata Pendeta Steven dalam kotbahnya.

Anggota DPRD Sulut (foto : ist)

Sementara itu mewakili pimpinan. DPRD Sulut, Berty Kapojos, S.Sos dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas berita Firman yang meneguhkan, menguatkan oleh Pdt Steven sekaligus mengingatkan pesan firman untuk tetap rendah hati dan jangan sombong.

“Ingatlah selalu bahwa hidup kita bahkan jabatan, profesi , kekayaan apapun semua yang dimiliki hanyalah anugerah Tuhan, jadi jangan sombong,” ucap Kapojos.

Dalam ibadah tersebut, ada sembilan (9) anggota DPRD Sulut yang hadir diantaranya Berty Kapojos, Louis Carl Schram, Reza Waworuntu, Remly Kandoli,  Cindy Wurangian ,Inggrid Sondakh, Jeane Laluyan, Pricilia Rondo dan Paula Runtuwene.

Anggota DPRD membawakan kesaksian pujian Aku Mengasihi Engkau Yesus. Hadir juga sekretariat DPRD Sulut dalam ibadah tersebut. (sisco).




Terima Anugerah Bapeten 2020 Bidang Keselamatan dan Keamanan Nuklir, Dirut Jimmy Panelewen : Memacu Kerja Keras Jajaran RSUP Kandou Manado

Manado,GN- Direktur Utama (Dirut) RSUP Kandou Manado Dr dr Jimmy Panelewen SpB-KBD menerima Anugerah Bapeten 2020 dalam bidang Keselamatan dan Keamanan Nuklir pada kategori Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif, Selasa (27/10/2020). Penyerahan penghargaan di laksanakan Auditorium Lantai 8, Gedung B Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), Jalan Gajah Mada Nomor 8, Jakarta Pusat. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Bapeten Prof Dr Jazi Eko Istiyanto MSc IPU ASEAN Eng.

Panelewen mengatakan bahwa pihaknya merasa bangga atas penghargaan yang diterima RSUP Kandou Manado. Dimana Bapeten menilai RSUP Kandou Manado memiliki komitmen dan performa sangat baik dalam keselamatan radiasi maupun keamanan sumber radioaktif, terutama mendukung strategi pengawasan pemanfaatan tenaga nuklir di masa pandemi Covid-19.

“Kita bersyukur karena di masa pandemi RSUP Kandou Manado diakui oleh instansi di luar kementerian Kesehatan dalam hal ini Bapeten. Tentunya ini dapat memacu kerja keras seluruh jajaran Rumah Sakit RSUP Kandou Manado, yang menjadi contoh komitmen dan kepatuhan pihak fasilitas dalam melaksanakan pemanfaatan tenaga nuklirnya secara selamat, aman dan tenteram,” kata Panelewen didampingi Kabag Organisasi dan Umum John Robert Tuwaidan ST.

Lebih jauh Dirut menjelaskan bahwa Bapeten membuat suatu penilaian berbasis risiko yang menghasilkan suatu tingkat penilaian evaluasi yang berjenjang, berupa indeks pengawasan yang disebut dengan Indeks Keselamatan dan Keamanan Nuklir (IKKN).

“IKKN merupakan indikator yang terukur sebagai gambaran mengenai status keselamatan dan keamanan fasilitas yang diperoleh melalui Laporan Hasil Inspeksi (LHI) dan Laporan Keselamatan Fasilitas (LKF),” terangnya.

Lanjut Panelewen mengatakan berdasarkan pertimbangan hasil inspeksi, evaluasi terhadap dosis radiasi bagi pekerja radiasi, proses perizinan, dan status kejadian kedaruratan nuklir di RSUP Kandou telah menunjukkan kinerja keselamatan radiasi dan keamanan sumber radioaktif yang sangat baik. “Penghargaan Anugerah Bapeten, secara tidak langsung juga dapat menunjukkan bahwa budaya keselamatan dan disiplin petugas dalam pelaksanaan pemanfaatan tenaga nuklir di suatu instansi telah berjalan dengan baik,” tutup Palenewen. (framu)